Perbedaan PTN dan PTS, dari Seleksi, Biaya, Fasilitas, dan Jurusan

BA - PTN VS PTS

Sebelum kuliah, alangkah baiknya kamu mengetahui perbedaan PTN dan PTS dari segi fasilitas, seleksi masuk, biaya kuliah, serta jurusan yang ditawarkan

---

Memilih tempat kuliah bukanlah hal yang mudah. Kamu harus memperhatikan aspek-aspek penting yang berdampak pada kehidupan perkuliahan nanti. Tidak dipungkiri, universitas negeri dianggap lebih bergengsi oleh para siswa dan orangtua. Namun, di satu sisi, kredibilitas universitas swasta juga tidak kalah bersaing dengan universitas negeri. Kalau kamu sedang galau dalam memilih universitas negeri atau swasta, yuk ketahui perbedaan keduanya, agar kamu tidak salah memilih perguruan tinggi yang sesuai dengan kebutuhanmu. 

1. Seleksi Masuk PTN dan PTS

Hal pertama yang membedakan universitas negeri dan swasta adalah seleksi masuk. Pendaftaran mahasiswa baru PTN diselenggarakan oleh pemerintah. Kamu akan bersaing bersama ribuan siswa dari seluruh Indonesia untuk mendapatkan jurusan yang kamu inginkan. Terdapat tiga jalur masuk PTN, yaitu melalui jalur undangan atau SNMPTN, dengan menyeleksi nilai rapor semester 1-5. Kedua, melalui ujian tulis nasional atau SBMPTN, dengan menyeleksi nilai hasil ujian UTBK. 

Terakhir, adalah ujian mandiri yang diselenggarakan oleh masing-masing PTN. Seleksi masuk mandiri dilakukan dengan melihat skor UTBK atau skor ujian tulis mandiri. Jadwal pendaftaran ujian mandiri biasanya dibuka di bulan Mei atau menjelang pengumuman UTBK SBMPTN. Pastikan untuk tetap mengikuti informasi resmi dari masing-masing kampus yang dituju.

Sedangkan PTS memiliki beberapa penilaian untuk menyaring calon mahasiswa baru, seperti wawancara, psikotes, TOEFL, dan kemampuan dasar lainnya. Meskipun persaingan di PTS tidak seketat PTN bukan berarti kamu bisa berleha-leha tanpa persiapan matang. PTS juga memiliki seleksi masuk jalur prestasi menggunakan nilai rapor atau prestasi non akademik. Jadwal pendaftaran PTS biasanya dibagi menjadi beberapa gelombang setiap tahunnya.

 

2. Biaya Kuliah PTN dan PTS

Tentu saja, biaya kuliah di PTN lebih murah dibandingkan PTS karena disubsidi oleh pemerintah. PTN menetapkan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) per semester berdasarkan kemampuan ekonomi mahasiswa. Namun, peraturan ini hanya berlaku pada mahasiswa yang diterima lewat jalur SNMPTN dan SBMPTN. Bagi mereka yang diterima lewat jalur mandiri, diwajibkan membayar UKT dan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) sebanyak satu kali saat pendaftaran ulang.

Berikut ini gambaran biaya kuliah di Institut Teknologi Bandung, jalur SNMPTN, UTBK SBMPTN, dan Ujian Mandiri. ITB mempunyai 5 golongan UKT dengan jumlah yang berbeda. UKT terendah atau Rp 0 ditujukan untuk mahasiswa pemegang KIP-Kuliah, sedangkan UKT tertinggi ditempati oleh mahasiswa Sekolah Bisnis Manajemen (SBM ITB) dengan biaya Rp 20.000.000 per semester. Tak lupa, Iuran Pengembangan Institusi bagi mahasiswa jalur mandiri sebesar Rp 25.000.000 dan 40.000.000.

Biaya Kuliah di ITB

Sebaliknya, biaya kuliah di PTS tergantung pada kebijakan masing-masing PTS. Biasanya, terbagi menjadi biaya pendaftaran, biaya registrasi ulang, biaya SPP atau BPP per semester, sumbangan institusi, biaya UTS dan UAS, biaya praktik lapangan, biaya SKS, dan lain-lain.

Berikut ini gambaran biaya kuliah di Telkom University.  Besaran uang kuliah per semester dibedakan berdasarkan jurusan yang kamu pilih. Selain itu, mahasiswa baru wajib membayar UP3 (Uang Partisipasi Penyelenggaraan Pendidikan) dan SDP2 (Sumbangan Dana Pengembangan Pendidikan Reguler) sebanyak satu kali.


jurusan saintek telkom university

 

3.Pilihan Program Studi di PTN dan PTS

Nah, ini nih, hal penting yang nggak boleh kalian lupakan. Pilihan program studi atau jurusan kuliah di PTS biasanya lebih beragam dan spesifik. Contoh: Kampus LSPR mempunyai jurusan Performing Arts Communication yang mempelajari seni pertunjukan di atas panggung. Universitas Prasetiya Mulya mempunyai jurusan Branding yang mempelajari pengelolaan produk, konsumen, dan pemasaran. Binus University mempunyai jurusan Mobile Application & Technology yang mempelajari cara membuat aplikasi di ponsel.

Perbedaan PTN dan PTS

Sedangkan jurusan-jurusan di PTN lebih umum, seperti: Manajemen, Sastra Indonesia, Teknik Industri, Kedokteran, dan lain-lain. Tapi, kamu nggak perlu khawatir mengenai prospek kerjanya. Baik lulusan kampus negeri maupun swasta memiliki peluang kerja yang sama luasnya. Semua tergantung dari semangat dan usaha kamu selama belajar di perkuliahan.

 

4. Fasilitas di PTN dan PTS

Dilihat dari biayanya, fasilitas di kampus swasta lebih lengkap dan canggih. Contohnya, ruang kelas di Universitas Prasetiya Mulya mempunyai teknologi kedap suara (amphitheater) yang dilengkapi dengan LCD proyektor, komputer, dan multimedia lainnya. Kampus ini juga memiliki fasilitas study hall dan green area untuk mengantisipasi rasa bosan belajar di dalam kelas.

Study-hall-Universitas-prasetiya-mulya

Study Hall (sumber: www.prasetiyamulya.ac.id)

Namun, bukan berarti kampus negeri tidak memiliki fasilitas yang mumpuni. Beberapa fasilitas umum seperti kantin, perpustakaan, WiFi, sarana olahraga, sarana ibadah, area parkir, tentu dimiliki oleh perguruan tinggi negeri. Hanya saja tidak secanggih dan selengkap fasilitas kampus swasta.

---

Jadi, gimana? Pilih negeri atau swasta? Apapun keputusanmu, diskusikan dengan orangtua dulu ya. Urusan belajar serahkan semuanya ke Brain Academy. Bimbingan belajar yang bisa diakses secara online maupun datang langsung ke cabang. Dilengkapi dengan kurikulum terbaru, fasilitas lengkap, sampai psikolog untuk bantu jaga kesehatan mentalmu. Yuk, cobain!

BA offline

Referensi:

Peminatan S1 Komunikasi UNAIR [Daring]. Tautan: https://komunikasi.fisip.unair.ac.id/mengenal-peminatan-di-ilmu-komunikasi-universitas-airlangga/ 

S1 Branding Prasetiya Mulya [Daring]. Tautan: https://www.prasetiyamulya.ac.id/program-s1/s1-branding/ 

S1 Mobile Technology Binus [Daring]. Tautan:

https://binus.ac.id/program/mobile-application-and-technology/ 

(diakses 13 Maret 2022)

 

Profile

Salsabila Nanda

Anak broadcasting yang cita-citanya mau jadi PR, tapi malah jadi content writer. Siang kerja, malam nonton teen drama. Terima kasih sudah baca tulisanku!