Kupas Jurusan Kedokteran, Kuliahnya Lama Tapi Peminatnya Banyak

Salsabila Nanda Okt 21, 2021 • 10 min read


Jurusan Kedokteran

Jurusan Kedokteran selalu diminati meskipun perlu waktu lebih lama untuk lulus. Mahasiswa kedokteran menjalani masa preklinik, koas, dan internship. Intip sejarah, mata kuliah, dan kampus dengan jurusan kedokteran terbaik di Indonesia.

---

Pas masih kecil, tiap ditanya soal cita-cita, jawabanku mau jadi dokter spesialis anak.

Tapi, semua itu berubah karena aku masuk IPS. HAHAHA.

Seiring berjalannya waktu, aku baru tahu kalau perjalanan jadi dokter itu sangat panjang dan penuh perjuangan. Aku jadi bersyukur sih, karena memutuskan masuk Ilmu Komunikasi (hehehe). Meski begitu, beberapa teman sekolahku tetap mendaftar ke jurusan Kedokteran, bahkan ada yang sudah menjalani program profesi (koas).

Kalau kamu gimana, Brainies? Tetap mau jadi dokter atau mulai tergoda masuk jurusan lain? Psstt, ada lho jurusan IPA yang tidak banyak menghitung. Sudah baca artikelnya belum? Klik tulisan berwarna biru ini ya. Mungkin bisa jadi pilihan bagi kamu yang nggak mau lintas jurusan ke prodi Soshum.

"Nggak mau jurusan lain, pokoknya harus FK!"

Oke, oke. Di artikel ini, aku bakal kasih bocoran rasanya kuliah di jurusan Kedokteran. Kira-kira belajar apa aja sih? Kuat nggak ya sampe koas nanti? Yuk, kita mulai!

Sejarah Jurusan Kedokteran

Pendidikan dokter di Indonesia dimulai sejak era kolonial Belanda. Saat itu, dibangun sekolah tinggi kedokteran yang bernama STOVIA (School tot Opleiding voor Indische Artsen) pada tahun 1898. Untuk meningkatkan kualitas sekolah ini, dibangun juga Rumah Sakit CBZ (Centrale Burgerlijke Ziekenhuis) yang dipakai sebagai rumah sakit pendidikan bagi siswa STOVIA. Sekarang, kita mengenal rumah sakit tersebut sebagai RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo).

Baca Juga: Ingin Kuliah Kedokteran? Yuk, Nonton 5 Film tentang Kedokteran Ini!

Setelah kemerdekaan, tepatnya tanggal 2 Februari 1950 sekolah ini berganti nama menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Lambat laun, semakin banyak universitas di kota lain yang mendirikan program studi Kedokteran. Jurusan Kedokteran atau Pendidikan Dokter adalah ilmu yang mempelajari cara kerja tubuh manusia dalam memelihara kesehatan, pencegahan, dan pengobatan penyakit.

Gedung STOVIA

Gedung STOVIA (Sumber: voi.id)

Mata Kuliah Jurusan Kedokteran

Proses menjadi dokter berawal dari masa preklinik alias kuliah. Selama 3,5 - 4 tahun kamu fokus mendalami keterkaitan antara organ tubuh, penyakit, dan obat-obatan. Di beberapa kampus, mata kuliah Jurusan Kedokteran tidak menggunakan sistem SKS (Satuan Kredit Semester), melainkan terbagi menjadi beberapa blok. Setiap semester terdiri dari 4 blok. Satu blok berisi satu topik. Misalnya pada blok Neurologi, kamu akan mempelajari cara kerja sistem saraf otak. 

Baca Juga: Mata Kuliah dan Prospek Kerja Ilmu Kesehatan Masyarakat

Udah mulai pusing? Tunggu dulu. Jurusan Kedokteran menghendaki mahasiswanya untuk aktif bertanya dan diskusi. Hari-hari kamu akan diisi dengan presentasi di depan dosen. Kalau salah ya gapapa, nanti dituntun ke jalan yang benar kok. Hehe. Karena materi yang dipelajari banyak, kamu disarankan membaca textbook sebelum memulai blok baru. Jaga-jaga kalau tiba-tiba dapat pertanyaan dari dosen. Jangan sampai kamu masuk kelas tanpa tahu sedikit pun tentang materi itu.

Mata Kuliah Jurusan Kedokteran

Setiap blok berlangsung selama 6 minggu. Di minggu ke 7, kamu harus mengikuti Ujian Blok untuk mengetes sejauh mana pemahaman kamu dengan materi yang diajarkan. Say  goodbye sama gadget dan jam tidur, sebab kamu harus belajar dengan sungguh-sungguh supaya nggak mengulang. BTW, di jurusan ini juga ada praktikum untuk menguji kebenaran teori.

Beberapa praktikum di jurusan Kedokteran antara lain:

  • Praktikum Anatomi
  • Praktikum Biokimia
  • Praktikum Histologi Umum
  • Praktikum Kimia Medik
  • Praktikum Mikrobiologi
  • Praktikum Patologi Klinik

Selain ujian blok, mahasiswa Kedokteran bakal menghadapi yang namanya OSCE (Objective Structured Clinical Examination)OSCE adalah tes kompetensi yang terdiri dari beberapa station. Di setiap station terdapat penguji dan pasien simulasi yang menunjukkan gejala tertentu. Mahasiswa harus bisa menebak penyakit apa yang diderita oleh si pasien. Apa saja sih materi ujian OSCE? Ini dia!

  • Psikiatri
  • Ilmu Penyakit Dalam
  • Pediatri
  • Bedah
  • Obstetri dan Ginekologi
  • Kedokteran preventif dan kesehatan masyarakat

Setelah OSCE, mahasiswa Kedokteran wajib menyusun skripsi seperti jurusan kuliah lainnya. Barulah kamu lulus dengan menyandang gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked). Tapiiii, gelar ini nggak bisa dipakai untuk membuka praktik. Perjalanan kamu belum selesai, masih ada koas atau program profesi dokter. 

Baca Juga: Ternyata, Jurusan Farmasi Bukan Cuma Ngurusin Obat-Obatan

Koas, UKMPPD, dan Internship

Koas merupakan program profesi kedokteran yang berlangsung selama 2 tahun. Berbeda dengan preklinik, koas diberi privilege untuk ditempatkan di rumah sakit dengan pengawasan konsulen. Di tahap ini, koas akan berhadapan langsung dengan pasien asli. Mulai dari diagnosis, pemeriksaan fisik, sampai pembuatan resep. Makanya, koas sering disebut sebagai dokter muda.

Kalau pas kuliah kita kenal dengan yang namanya blok, saat koas kita akan bertemu dengan istilah stase. Apa itu stase? Stase adalah bidang yang harus dipelajari oleh dokter muda, terdiri dari stase mayor dan stase minor.

Stase Mayor dan Minor Saat Koas

Jika semua stase sudah kamu pelajari, pengetahuan kamu akan dinilai lewat UKMPPD atau Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter. Syarat utama untuk mengikuti UKMPPD yaitu telah menyelesaikan pendidikan preklinik, koas, dan dinyatakan lulus oleh fakultas kedokteran masing-masing. UKMPPD dilaksanakan 4 kali dalam setahun dengan materi CBT dan OSCE. Singkatnya, CBT adalah ujian tulis, sedangkan OSCE merupakan ujian praktek. Jika berhasil, kamu akan memperoleh gelar (dr).

Tahap terakhir menjadi dokter yaitu magang (internship) di rumah sakit. Nggak usah khawatir, magangnya digaji kok, Brainies. Periode magang berlangsung selama setahun untuk mengantongi STR (Surat Tanda Registrasi). STR ini dibutuhkan untuk bekerja di layanan kesehatan, membuka klinik sendiri, atau melanjutkan pendidikan spesialis.

Universitas dengan Jurusan Kedokteran Terbaik

The World University Ranking atau WUR meluncurkan daftar universitas yang memiliki jurusan kedokteran terbaik di Indonesia. Indikator penilaiannya dilihat dari aspek citations, industry income, international outlook, research, dan teaching. Adakah kampus favoritmu di sini?

  1. Universitas Indonesia

  2. Universitas Airlangga

  3. Universitas Brawijaya

  4. Universitas Gadjah Mada

  5. Universitas Hasanuddin

  6. Universitas Padjadjaran

---

Kalau dihitung-hitung butuh waktu 7 tahun untuk menjadi seorang dokter. Lebih lama dari SD lho, hahaha. Karena peminat jurusan ini tinggi, kamu bisa belajar materi UTBK dan ujian mandiri di Brain Academy Online. Fiturnya lengkap banget, ada live teaching, konsultasi jurusan, modul soal, klinik PR, kelas akselerasi dan kelas privat bersama STAR Master Teacher. Kalau ragu, bisa coba gratis dulu!

Live Teaching Brain Academy Online


Referensi:

Mata Kuliah Jurusan Kedokteran [Daring]. Tautan: https://prodikedokteran.fk.uns.ac.id/wp-content/uploads/2015/08/KURIKULUM-PENDIDIKAN-S-1-REVISI-2014-incl-Metopen-fix.pdf

Sistem Blok Kedokteran [Daring]. Tautan: https://id.quora.com/Apakah-perkuliahan-dengan-menggunakan-sistem-blok-sudah-cocok-dan-efektif-digunakan-di-fakultas-kedokteran

Praktikum Jurusan Kedokteran [Daring]. Tautan: http://fk.um-palembang.ac.id/akademik/modul-praktikum/

OSCE [Daring]. Tautan: https://whitecoathunter.com/osce-adalah-jenis-ujian-yang-mengerikan/

KOAS [Daring]. Tautan: http://www.argaaditya.com/2017/03/cara-menjadi-dokter-di-indonesia-part-3.html

http://www.argaaditya.com/2017/03/cara-menjadi-dokter-di-indonesia-part-3.html 

UKMPPD [Daring]. Tautan: https://www.dokcbt.com/tentang-ukmppd

Kampus dengan Jurusan Kedokteran Terbaik [Daring]. Tautan: https://lifestyle.kontan.co.id/news/6-kampus-dengan-jurusan-kedokteran-terbaik-di-indonesia-versi-the-wur-2022?page=all 

(diakses 12-14 Oktober 2021)

Sumber Gambar:

Sekolah Dokter STOVIA [Daring]. Tautan: https://voi.id/memori/21736/ketika-kampus-stovia-melahirkan-orang-orang-radikal-yang-mengancam-belanda 

(diakses 13 Oktober 2021)

 
Profile

Salsabila Nanda

Anak broadcasting yang cita-citanya mau jadi PR, tapi malah jadi content writer. Siang kerja, malam nonton teen drama. Terima kasih sudah baca tulisanku!

Beri Komentar