Jurusan Kedokteran Gigi: Mata Kuliah, Kampus, dan Tahapan Pendidikan

jurusan kedokteran gigi

Banyak ilmu yang bisa kamu pelajari di Jurusan Kedokteran Gigi. Nah, buat kamu yang tertarik ambil jurusan ini, yuk bahas tentang mata kuliah, prospek karier, hingga tahapan yang harus dilalui untuk menjadi dokter gigi.

--

Jurusan Kedokteran adalah salah satu prodi yang setiap tahunnya tidak pernah sepi peminat. Padahal, Jurusan Kedokteran ini terkenal mahal, sangat sulit untuk ditembus, juga membutuhkan waktu pendidikan yang cukup panjang. Namun ternyata hal tersebut tidak mematikan tekad para calon mahasiswa kedokteran untuk bisa mewujudkan cita-citanya sebagai dokter.

Kalau Brainies tertarik untuk menempuh pendidikan dokter, mungkin Jurusan Kedokteran Gigi bisa menjadi pertimbangan, nih.

Menjadi seorang dokter gigi tidak hanya sekedar mengobati penyakit gigi dan mulut, lho. Namun mereka juga bertanggung jawab dalam merawat, mempromosikan kesehatan mulut, dan menjadi “an architect of the smile”. Wah, senang banget ‘gak sih kalau orang lain bisa tersenyum indah berkat kamu?

Tapi untuk menjadi seorang dokter gigi, seperti apa sih pendidikan yang harus kita tempuh? Lalu, apakah lulusan dari Jurusan Kedokteran Gigi hanya bisa jadi dokter gigi saja? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak penjelasan berikut ini ya.

 

Deskripsi Jurusan Kedokteran Gigi

Jurusan Kedokteran Gigi adalah program studi yang mempelajari tentang perawatan kesehatan oral manusia, mulai dari daerah gigi dan mulut, sampai cara mengobati berbagai permasalahan pada area tersebut.

Ilmu Kedokteran Gigi sangat berkaitan dengan syaraf yang ada pada leher dan kepala pasien. Oleh karenanya, seorang dokter gigi juga perlu menguasai ilmu-ilmu kedokteran dasar (basic medical science) yang dipelajari oleh para mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK). Selain itu, cakupan Jurusan Kedokteran Gigi juga meliputi aspek keindahan pada gigi, gusi, dan mulut (estetika).

Baca Juga: Kamu Penyayang Binatang? Ayo Masuk Jurusan Kedokteran Hewan!

 

Tahapan Pendidikan Kedokteran Gigi

Seperti kuliah kedokteran pada umumnya, banyak tahap yang perlu dilalui oleh mahasiswa Jurusan Kedokteran gigi untuk bisa menyelesaikan pendidikannya. Apalagi jika kamu ingin praktik menjadi seorang dokter gigi, tahap-tahap berikut ini wajib kamu tempuh.

 

1. Sarjana

Menyelesaikan jenjang pendidikan sarjana hingga meraih gelar Sarjana Kedokteran Gigi (S.Kg) menjadi tahap pertama yang wajib kamu lewati. Mahasiswa Kedokteran Gigi menyebut jenjang Sarjana (S1) sebagai masa preklinik dan biasanya selesai dalam waktu kurang lebih 4 tahun.

 

2. Co-ass

Setelah lulus dan berhasil menyandang gelar S.Kg, mahasiswa Kedokteran Gigi pun diwajibkan untuk mengikuti program profesi kedokteran gigi yang disebut kepaniteraan atau koasistensi (co-ass). Selama masa co-ass, mahasiswa akan turun secara langsung ke lapangan dan menjalankan praktik di rumah sakit atau klinik gigi.

Pada tahap ini, kamu juga akan menempuh serangkaian ujian, baik itu ujian dari departemen terkait, fakultas, maupun ujian nasional. Jika kamu bisa menyelesaikan ujian tersebut dengan baik, maka kamu secara resmi dapat menyandang gelar dokter gigi umum (drg).

Masa co-ass ini wajib ditempuh selama 1,5-2 tahun. Tapi, kamu perlu kamu ketahui juga kalau hanya Fakultas Kedokteran Gigi terakreditasi A saja yang memiliki program profesi.

coass-kedokteran-gigiMahasiswa kedokteran gigi wajib menjalani co-ass untuk bisa praktik (giphy.com)

 

3. Ujian Kompetensi Dokter Gigi Indonesia (UKDGI)

UKDGI merupakan persyaratan untuk bisa memperoleh sertifikat kompetensi bagi dokter gigi. Ujian ini wajib diikuti oleh seluruh dokter gigi sebagai standarisasi bahwa semua dokter memiliki kompetensi minimal yang sama.

Ujian ini dilaksanakan 4 kali dalam setahun dan diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia. UKDGI terdiri dari ujian teori yang disebut CBT dan ujian praktik yang disebut OSCE. JIka berhasil lulus UKDGI, kamu akan diperbolehkan untuk mengurus Surat Tanda Registrasi (STR) sebagai tanda kalau kamu sudah legal untuk melakukan praktik. Akan tetapi jika kamu belum lulus, kamu harus mengulang UKDGI tiga bulan kemudian.

Baca Juga: Jurusan Kedokteran, Kuliahnya Lama Tapi Peminatnya Banyak

 

Mata Kuliah Jurusan Kedokteran Gigi

Kuliah Jurusan Kedokteran Gigi akan mengajak kamu untuk banyak belajar tentang teori ilmu kedokteran gigi dasar, konservasi gigi, endodontik, periodonsia, ilmu kedokteran gigi anak, ilmu kesehatan gigi mulut , ilmu biologi oral, hingga radiologi.

Selain belajar teori, tentu saja kamu juga akan ada kegiatan praktik. Saat kuliah, kamu akan banyak melakukan berbagai jenis praktikum. Hal ini tentunya sangat wajar, mengingat seorang dokter gigi membutuhkan keterampilan tangan yang baik. Kamu akan diajarkan tentang cara mencetak gigi, mencabut gigi, hingga memasang kawat gigi.

Berikut ini beberapa mata kuliah yang Brainies akan pelajari di Jurusan Kedokteran Gigi, dilansir dari website Fakultas Kedokteran Gigi UNAIR.

  • Anatomi
  • Ilmu Faal
  • Ilmu Material Kedokteran Gigi
  • Biokimia
  • Histologi
  • Mikrobiologi
  • Antropologi Dental
  • Ilmu Material
  • Psikologi
  • Parasitolgi
  • Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat
  • Patologi Mulut & Maksilofasial
  • Farmakologi & Terapi
  • Biologi Mulut
  • Kedokteran Jiwa
  • Dermatologi
  • Anestesiologi & Reanimasi
  • Ilmu Penyakit Dalam
  • Patologi Klinis
  • Odontologi Forensik
  • Radiologi
  • Ilmu Kedokteran Anak
  • Ilmu Kedokteran Gigi Anak
  • Neurologi
  • Ilmu Bedah
  • Ilmu Penyakit Telinga Hidung Tenggorokan (THT)
  • Ilmu Penyakit Mata
  • Periodonsia
  • Konservasi Gigi
  • Prostodonsia
  • Bedah Mulut & Maksilofasial
  • Ilmu Penyakit Mulut
  • Manajemen Praktik Kedokteran Gigi

 

Prospek Karier Jurusan Kedokteran Gigi

Lulusan kedokteran gigi, sudah pasti kerjanya jadi seorang dokter gigi? Hmmm… nggak juga kok! Ada banyak peluang karier sera profesi yang bisa jadi pilihan, berikut ini list karier yang cocok untuk lulusan Jurusan Kedokteran Gigi.

  1. Dokter Gigi di Rumah Sakit Pemerintah, Rumah Sakit Swasta, Klinik, dan lain-lain
  2. Dosen Kedokteran Gigi
  3. Peneliti
  4. Dental Technicians
  5. Dental Business Analyst
  6. Dental Clinic Consultant
  7. Membuka Dental Clinic Sendiri

 

Baca Juga: Tahapan Menjadi Dokter di Indonesia, Butuh Berapa Tahun?

 

Universitas dengan Jurusan Kedokteran Gigi Terbaik di Indonesia

Kalau tekad dan keinginan kamu untuk masuk Jurusan Kedokteran Gigi sudah bulat, sekarang waktunya untuk pilih kampusnya, deh. Tapi sebagai bahan pertimbangan, ada baiknya kamu memiliki Fakultas Kedokteran Gigi yang telah terakreditasi A oleh BAN-PT.

Alasannya supaya ketika lulus nanti, kamu bisa lebih mudah dalam mendapatkan pekerjaan. Lulusan Fakultas Kedokteran Gigi akreditasi A juga akan lebih mudah diterima sebagai pegawai negeri, TNI/Polri, juga mempermudah kamu jika ingin melanjutkan pendidikan hingga jenjang spesialis.

So, berikut ini daftar universitas terbaik dengan Jurusan Kedokteran Gigi yang telah terakreditasi A oleh BAN-PT di Indonesia.

1. Universitas Indonesia

Peminat: 712

Daya Tampung: 34

2. Universitas Padjadjaran

Peminat: 1080

Daya Tampung: 48

3. Universitas Gadjah Mada

Peminat: 1200

Daya Tampung: 44

 

kampus yang memiliki program studi kedokteran gigi

 

4. Universitas Airlangga

Peminat: 1035

Daya Tampung: 63

5. Universitas Sumatera Utara

Peminat: 1221

Daya Tampung: 46

6. Universitas Hasanuddin

Peminat: 1.566

Daya Tampung: 70

---

Perjuangan untuk bisa masuk kampus dengan Jurusan Kedokteran Gigi terbaik memang tidak akan mudah, tapi kamu nggak perlu khawatir karena ada Brain Academy yang siap membantu kamu agar bisa lolos SNMPTN, UTBK, dan Ujian Mandiri! Yuk, coba kelas gratis di cabang terdekat dari kotamu.Brain Academy CenterSumber:

Jurusan Kedokteran Gigi. [Daring]. Tautan: https://www.gramedia.com/pendidikan/jurusan-kedokteran-gigi/#Apa_Itu_Jurusan_Kedokteran_Gigi. Diakses 10 September 2022.

Sumber Gambar: Mahasiswa kedokteran gigi wajib menjalani co-ass untuk bisa praktik. [Daring]. Tautan: https://giphy.com/gifs/STLCC-dental-dentalhygiene-hygiene-Phwrnzg69128ya9eTU. Diakses 10 September 2022.

Profile

Tiara Syabanira Dewantari

Freelance Content Writer at Brain Academy