Kupas Tuntas Perjalanan Karir Menjadi Dokter di Indonesia

Elisabeth Garnistia Feb 9, 2021 • 11 min read


 

08022021_HEADER_BLOG_KUPAS_TUNTAS_PERJALANAN_KARIR_DOKTER-8_Februari_HEADER_BLOG_840x410_Draft1

Artikel ini membahas tentang perjalanan karir seorang dokter di Indonesia

---

Bagi kamu yang belum kuliah, pasti melihat jurusan kedokteran merupakan jurusan yang menjanjikan. Baik dari segi karir, maupun ilmu yang bermanfaat untuk menyelamatkan orang banyak. 

Tapi kamu tau gak? Sebelum seseorang menjadi dokter, mereka harus melewati perjalanan pendidikan yang panjang dulu. Dimulai dari mengejar kuliah sarjana (S1) untuk mendapatkan gelar S.Ked., yang ditempuh selama 3.5 sampai 7 tahun.

Berlanjut pada tahap-tahap pendidikan lainnya. Yha, kira-kira calon dokter  membutuhkan waktu 7-10 tahun lamanya untuk belajar, hingga diperbolehkan  membuka praktek secara legal.

Ditambah, jika seorang dokter ingin melanjutkan pendidikan spesialis, paling tidak membutuhkan total waktu sekitar 13-15 tahun pendidikan untuk sampai menjadi dokter spesialis.

Gimana? Kamu semakin penasaran seperti apa perjalanan karir seorang  dokter? Yuk disimak agar kamu semakin termotivasi menjadi dokter!

Baca Juga: Ketahuilah Hal-hal Ini Sebelum Kamu Memilih Jurusan Kedokteran

Pendidikan Dokter 

Mahasiswa Kedokteran

Mahasiswa Kedokteran (Sumber: milenialis.id)

 

Pertama, untuk meraih gelar S.Ked., kamu membutuhkan waktu sekitar 3,5 tahun sampai 7 tahun kuliah. Tentunya rentang waktu ini akan berbeda pada setiap mahasiswa, tergantung pada kebijakan fakultas, keuletan mahasiswa, dan faktor-faktor lainnya. 

Eits, setelah mendapatkan gelar sarjana kedokteran, bukan berarti kamu bisa langsung menjadi dokter. Kamu harus melewati tahapan pendidikan profesi atau menjadi koas dahulu, selama 1,5 tahun sampai 2 tahun. 

Kegiatan koas akan berkutat langsung di rumah sakit, untuk membantu dokter menjalankan tugasnya. Di akhir tahapan pendidikan profesi (koas), kamu akan bertemu dengan ujian Mini Clinical Evalution Exercise (mini CEX) untuk mendapatkan gelar dr (dokter). 

Setelah kamu mendapatkan gelar dr, selanjutnya kamu harus mengikuti ujian-ujian lainnya yaitu Ujian Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter (UKMPPD).

Ujian UKMPPD digunakan untuk mendapatkan sumpah dokter. Terdapat dua bentuk ujian, yaitu ujian tulis dan ujian OSCE yang diadakan secara nasional yang diadakan 3 bulan sekali selama 1 tahun. 

Setelah mendapat sumpah dokter, kamu belum diperbolehkan untuk membuka praktik secara bebas. Tahap selanjutnya, kamu harus mengikuti satu program lagi yaitu, Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) atau internsip selama satu tahun. 

Dalam Program Internsip, kamu akan bekerja langsung selayaknya dokter di puskesmas atau rumah sakit milik pemerintah. Tentunya, tetap di bawahi langsung oleh dokter senior.

Program internsip digunakan untuk memantapkan keahlian dan ilmu kamu, sebelum menjadi dokter secara mandiri. Kamu juga sudah bisa mempunyai gaji dengan jumlah tertentu pada tahap ini.

Perlu diingat, jika dokter senior merasa kamu belum kompeten untuk menjadi dokter mandiri, maka kamu akan mengulang program magang sampai kamu dirasa kompeten menjadi dokter mandiri.

Nah, setelah kamu menyelesaikan tahap program internsip, kamu akan mendapatkan STR (Surat Tanda Registrasi) yang diterbitkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia. 

Setelah mendapat Surat Tanda Registrasi, selamat! Kamu dapat mengurus Surat Izin Praktik (SIP) untuk mendirikan praktik secara mandiri, atau kamu dapat meneruskan jenjang berikutnya yaitu melamar ke pendidikan spesialis. 

Baca Juga: Mau Jadi Dokter? Ini 5 Motivasi yang Harus Kamu Miliki 

Pendidikan Spesialis

Dokter Spesialis

Dokter Spesialis (Sumber: alodokter.com)

Kalau kamu merasa belum puas dengan menjadi dokter umum, nah ini waktunya kamu meningkatkan ilmu kamu menjadi dokter spesialis.

Dokter spesialis apa sih? Dokter spesialis adalah dokter yang mengkhususkan suatu bidang kedokteran tertentu. Lebih jelas, seorang dokter spesialis akan menangani pasien dengan kondisi penyakit tertentu.

Untuk menjadi dokter spesialis, dokter harus menempuh pendidikan kembali dalam program dokter spesialis (PPDS) selama kurang lebih 3,5 tahun sampai 6 tahun, tergantung pada bidang yang diambil oleh dokter. Biasanya, peserta program pendidikan dokter spesialis ini dinamakan sebagai dokter residen. 

Lalu bidang spesialis apa saja yang dapat diambil oleh dokter untuk melanjutkan profesinya menjadi dokter spesialis? 

Di Indonesia sudah melegalkan puluhan daftar bidang spesialis kedokteran, ketujuh diantaranya yaitu,

Dokter Spesialis Menangani Pasien

 Dokter Spesialis Menangani Pasien (Sumber: alodokter.com)

1. Dokter Penyakit Dalam 

Dokter yang mengambil bidang spesialis penyakit dalam secara khusus melayani pasien penyakit dalam. Nah, dokter penyakit dalam dibagi lagi dalam beberapa bidang, yaitu ahli paru (Pulmonologi). Dokter yang secara khusus menangani penyakit yang berhubungan dengan paru-paru seperti gangguan pernapasan. 

Selanjutnya ahli jantung (kardiovaskular), dokter yang secara khusus menangani penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah. terakhir, Ahli Endokrinologi (Endokrinolog), secara khusus dokter endokrinologi menangani penyakit yang berkaitan dengan endokrin manusia (kelenjar dan hormon tubuh) seperti penyakit tiroid, akromegali, diabetes mellitus, tekanan darah tinggi, gangguan metabolisme. 

2. Dokter Kandungan & Ginekologi

Bidang ini memiliki dua bidang spesialis yaitu kandungan dan ginekologi. 

Pertama spesialis kandungan (obstetri), secara khusus menangani seputar hal kehamilan dan melahirkan. Lalu spesialis ginekologi atau kesehatan reproduksi, menangani permasalahan reproduksi wanita seperti masalah pada rahim, organ intim, menopause atau menstruasi. 

3. Dokter spesialis THT

Dokter yang mengambil bidang THT atau otolaringologis adalah dokter yang secara  khusus menangani penderita gangguan telinga, hidung, dan tenggorokan. Seperti radang tenggorokan, sinusitis, radang amandel, infeksi telinga, dan tumor di bagian kepala dan leher.

4. Dokter  anak

Dokter yang mengambil spesialisasi ini adalah dokter yang secara khusus menangani permasalahan kesehatan pada anak atau bayi. Seperti masalah perkembangan anak, masalah genetik, dan cacat bawaan. 

5. Psikiater

Dokter yang mengambil bidang ini adalah dokter yang secara khusus menangani masalah kejiwaan. Seorang psikiater biasanya akan melakukan diagnosis, terapi, dan konseling pada pasiennya. Penyakit-penyakit yang ditangani oleh psikiater biasanya penyakit kejiwaan seperti depresi, gangguan bipolar, skizofrenia, autisme, serangan panik, kecanduan. 

6. Dokter Spesialis Kesehatan Mulut dan Gigi

Dokter yang mengambil bidang ini terbagi dalam beberapa spesialis, meliputi spesialis bedah mulut, spesialis prostodonsia (gigi palsu), spesialis penyakit mulut, spesialis ortodonti

Dokter spesialis kesehatan mulut dan gigi akan menangani permasalahan otot bagian kepala, lidah, leher, rahang, sistem saraf kepala dan leher, dll. 

7. Dokter Spesialis Saraf (Neurologis)

Dokter spesialis bidang ini biasanya akan menangani berkaitan dengan penyakit yang berhubungan dengan sistem saraf seperti saraf tulang belakang, saraf tepi, hingga otak.

Penyakit yang biasa ditangani oleh dokter spesialis saraf ini adalah penyakit autoimun, migrain, neuropati perifer, gangguan otot, kejang, stroke, gangguan gerak tubuh.

Setelah membaca perjalanan panjang seorang mahasiswa kedokteran sampai menjadi dokter spesialis, apakah kamu masih memiliki semangat yang sama untuk menjadi dokter?

Semua perjalanan akan dapat kamu lewati dengan baik jika kamu memang benar-benar bersungguh-sungguh dalam menjalani setiap prosesnya.

Jika kamu mau menjadi dokter, yuk mulai prosesnya dengan belajar menggunakan Brain Academy Online agar kamu dapat mempersiapkan dirimu lebih matang untuk masuk jurusan kedokteran di perguruan tinggi impianmu! 

Ingat, kamu harus belajar lebih rajin dan tetap semangat agar kamu bisa sukses menjadi dokter di kemudian hari! 

BA online

 

Referensi: 

Dokter adalah Pekerjaan Mulia di Dunia, Tapi Kamu Siap dengan Fakta Ini?. 2 Januari 2017. Tautan: https://www.quipper.com/id/blog/quipper-campus/campus-life/fakta-jadi-dokter/#:~:text=Koas%20atau%20%E2%80%9Cdokter%20muda%E2%80%9D%20merupakan,1%2C5%20atau%202%20tahun (daring). (Diakses: 26 Januari 2021). 

Dokter Spesialis. Tautan: https://id.wikipedia.org/wiki/Dokter_spesialis#:~:text=Program%20pendidikan%20dokter%20spesialis%20di,spesialis%20juga%20disebut%20sebagai%20residen.(daring). (Diakses: 26 Januari 2021). 

Hadijah, S. 9 November 2020. Mau Jadi Dokter? Ini Tahapan yang Nantinya Kamu Lalui. Tautan: https://www.cermati.com/artikel/mau-jadi-dokter-ini-tahapan-yang-nantinya-kamu-lalui (daring). (Diakses: 26 Januari 2021). 

Ini Macam-Macam Dokter Spesialis Yang Perlu Anda Ketahui. 11 Juli 2020. Tautan: https://www.alodokter.com/ini-macam-macam-dokter-spesialis-yang-perlu-anda-ketahui (daring). (Diakses: 26 Januari 2021). 

Jenis Dokter Spesialis yang Perlu Diketahui. 16 Agustus 2019. Tautan: https://www.halodoc.com/artikel/jenis-dokter-spesialis-yang-perlu-diketahui (daring). (Diakses: 26 Januari 2021). 

Joseph, N. 10 November 2020. Berbagai Jenis Dokter Spesialis yang Perlu Anda Ketahui. https://hellosehat.com/sehat/rumah-sakit/jenis-jenis-dokter-spesialis/#gref (daring). (Diakses: 26 Januari 2021). 

Memahami Tugas dan Penyakit yang Ditangani Dokter Spesialis Endokrin. 23 Oktober 2018. Tautan: https://www.alodokter.com/memahami-tugas-dan-penyakit-yang-ditangani-dokter-spesialis-endokrin (daring). (Diakses: 26 januari 2021).

Sumber Gambar: 

Mahasiswa Kedokteran. Tautan: https://milenialis.id/menjadi-mahasiswa-kedokteran-di-masa-pandemi/ (daring). (Diakses: 26 Januari 2021). 

Dokter Spesialis. Tautan: https://www.alodokter.com/ini-macam-macam-dokter-spesialis-yang-perlu-anda-ketahui (daring). (Diakses: 26 Januari 2021). 

 Dokter Spesialis Menangani Pasien. Tautan: https://www.alodokter.com/memahami-tugas-dan-penyakit-yang-ditangani-dokter-spesialis-endokrin (daring). (Diakses: 26 Januari 2021). 

Beri Komentar