Kerja Sama Negara Maju dan Berkembang: Pengertian, Bentuk, & Manfaat

Kenapa sih kerja sama negara maju dan berkembang itu penting? Yuk, kita bahas alasannya di artikel ini!
—
Dalam hubungan internasional, kerja sama antara negara maju dan negara berkembang menjadi hal yang krusial. Soalnya, kalau kita lihat lagi, perbedaan kondisi ekonomi, tingkat teknologi, dan ketersediaan sumber daya alam membuat negara-negara ini gak mungkin bisa berdiri sendiri.
Nah, dari ketergantungan itulah, akhirnya muncul berbagai bentuk kerja sama yang tujuannya menguntungkan kedua belah pihak. Tapi, sebenarnya seperti apa sih bentuk kerja sama yang mereka jalin? Yuk, kita bahas!
Pengertian Kerjasama Negara Maju dan Berkembang
Apa sih kerjasama negara maju dan berkembang itu? Secara sederhana, kerjasama negara maju dan berkembang adalah kolaborasi antara negara yang industrinya sudah mapan (negara maju) dengan negara yang masih dalam tahap pembangunan (negara berkembang).
Konsep utamanya adalah saling melengkapi. Hal ini sejalan dengan studi dari Wageningen University & Research yang menyebutkan bahwa kerja sama ini idealnya didasarkan pada nilai komplementer, di mana negara maju punya modal dan teknologi, sementara negara berkembang punya kekayaan alam dan tenaga kerja.
Tujuan Kerjasama Negara Maju dan Berkembang
Berikut adalah beberapa tujuan kerjasama negara maju dan berkembang yang perlu kamu ketahui:
- Pemerataan ekonomi untuk mengurangi kesenjangan global.
- Transfer teknologi agar negara berkembang bisa mandiri secara teknis.
- Keamanan global untuk menjaga stabilitas ekonomi yang biasanya berbanding lurus dengan minimnya konflik.
- Memajukan perdagangan untuk membentuk badan kerjasama ekonomi regional maupun multilateral.
- Memajukan pembangunan di negara yang sedang berkembang dengan memberi kesempatan negara berkembang mengekspor barang dan jasanya dengan kemudahan prosedur ekspor-impor, membantu promosi, serta mencarikan mitra usaha dari negara-negara maju.
Baca juga: Pengertian Negara Maju dan Berkembang, Ciri & Karakteristik
Bentuk Kerjasama Negara Maju dan Berkembang
Setelah mengetahui pengertian dan tujuan kerjasama negara maju dan berkembang, berikut adalah bentuk kerja samanya. Yuk, simak!
1. Berdasarkan Letak Geografis
Pengelompokan kerjasama ini didasarkan pada jangkauan wilayah negara-negara yang terlibat. Kerjasama ini meliputi:
- Kerja Sama Ekonomi Internasional (Global): Melibatkan negara-negara dari berbagai belahan dunia tanpa batasan wilayah tertentu. Contohnya: IMF, WTO, IBRD, dan lembaga di bawah naungan PBB (seperti ECOSOC).
- Kerja Sama Ekonomi Regional: Dilakukan oleh beberapa negara yang berada dalam satu kawasan atau wilayah geografis yang sama. Contohnya: ASEAN (Asia Tenggara), Uni Eropa (Eropa), dan AFTA.
- Kerja Sama Ekonomi Interregional: Kerja sama yang dilakukan oleh sekelompok negara di satu kawasan dengan kelompok negara di kawasan lain. Contohnya: Kerja sama antara ASEAN dengan Uni Eropa.
2. Berdasarkan Jumlah Negara Peserta
Dilihat dari berapa banyak pihak atau kedaulatan negara yang menandatangani kesepakatan, kerja sama negara maju dan berkembang dibagi menjadi:
- Kerja Sama Ekonomi Bilateral: Kerja sama yang hanya melibatkan dua negara saja, biasanya untuk mengatur kepentingan kedua belah pihak. Contohnya: Kerja sama ekonomi RI – Singapura atau RI – Jepang (IJEPA).
- Kerja Sama Ekonomi Multilateral: Kerja sama yang melibatkan lebih dari dua negara dan tidak dibatasi oleh wilayah tertentu. Contohnya: PBB, G20, dan World Bank.
3. Berdasarkan Tujuan dan Lapangan Usaha
Pengelompokan kerja sama ini didasarkan pada motif pembentukan organisasi atau kesamaan komoditas yang dikelola.
a. Berdasarkan Tujuan yang Sama
- OECD (Organization for Economic Cooperation and Development): Kelompok negara maju yang berfokus pada pembangunan ekonomi global.
- CGI (Consultative Group on Indonesia): Kelompok negara donor yang memberikan bantuan pembangunan untuk Indonesia.
b. Berdasarkan Lapangan Usaha (Komoditas) yang Sama
- OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries): Organisasi negara-negara pengekspor minyak bumi.
- APCC (Asian and Pacific Coconut Community): Forum negara-negara penghasil kelapa di wilayah Asia-Pasifik.
Baca juga: ASEAN: Pengertian, Sejarah, Negara Anggota, dan Tujuan
Contoh Kerjasama Negara Maju dan Berkembang
Berikut adalah beberapa contoh kerja sama negara maju dan berkembang. Apa aja? Ini penjelasannya.
1. Pembangunan Infrastruktur
Contohnya adalah pembangunan MRT Jakarta. Dulu kita mungkin belum punya teknologi untuk membuat kereta cepat dan canggih. Nah, Jepang sebagai negara maju memberikan pinjaman dana dan mengirim ahli teknologinya ke Indonesia. Jadi, selain dibangunkan jalurnya, orang-orang kita juga diajari cara mengelola dan merawat MRT tersebut.

Pembangunan MRT Jakarta merupakan proyek nasional pada tahun 2005 (Sumber: jakartamrt.co.id)
2. Peningkatan Kualitas Orang (SDM)
Negara maju seperti Inggris dan Amerika punya universitas kelas dunia. Lewat program beasiswa seperti Chevening dan Fulbright, mereka memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari negara berkembang untuk belajar secara gratis.
Harapannya, setelah lulus, para penerima beasiswa kembali ke negaranya dengan membawa ilmu baru dan pengalaman untuk membangun negeri sendiri.
3. Investasi Pembukaan Pabrik dan Lapangan Kerja
Pernah lihat pabrik besar seperti Samsung atau rencana investasi Tesla? Nah, perusahaan besar dari negara maju ini membangun pabriknya di negara berkembang seperti Indonesia. Dampaknya cukup besar antara lain orang lokal bisa dapat kerja dan pertumbuhan ekonomi di sekitar pabrik menjadi meningkat.
4. Pelestarian Lingkungan dan Hutan
Negara berkembang seperti Indonesia punya hutan hujan yang luas sebagai paru-paru dunia, tapi butuh biaya besar untuk menjaganya. Di sini, negara maju seperti Norwegia sering memberikan dana bantuan lingkungan. Intinya, mereka mendanai program konservasi hutan kita supaya polusi dunia berkurang. Hal tersebut merupakan kerja sama yang sifatnya menjaga bumi bersama.
5. Kerja Sama di Bidang Kesehatan
Saat pandemi atau ada wabah penyakit, negara maju yang punya laboratorium canggih sering bekerja sama dengan negara berkembang untuk memproduksi obat. Contohnya, kerja sama antara perusahaan farmasi global dengan perusahaan lokal, seperti Bio Farma di Indonesia untuk memproduksi vaksin.
Jadi, teknologi vaksinnya dari negara maju, tapi produksinya dilakukan di negara berkembang agar harganya lebih terjangkau dan cepat sampai ke masyarakat.
Manfaat Kerja Sama Negara Maju dan Berkembang
Setelah kita melihat contoh kerja sama negara maju dan berkembang, sekarang kita bahas apa sih manfaatnya buat kedua belah pihak? Ingat, kerja sama ini merupakan hubungan timbal balik yang bikin keduanya sama-sama terbantu ya. Nah, berikut adalah beberapa manfaatnya:
1. Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi
Bagi negara berkembang, masuknya investasi dan modal dari negara maju itu ibarat bahan bakar tambahan. Pembangunan jadi lebih cepat dan ekonomi jadi lebih hidup.
Sebaliknya, bagi negara maju, mereka mendapatkan akses ke pasar yang baru dan luas untuk menjual produk dan jasa mereka. Jadi, roda ekonomi kedua pihak sama-sama berputar satu sama lain.
2. Transfer Ilmu dan Teknologi
Salah satu manfaat penting dari kerja sama ini adalah negara berkembang tidak perlu memulai semuanya dari nol. Melalui kerja sama tersebut, negara maju berbagi teknologi, pengetahuan, dan metode kerja yang lebih efisien.
Dampaknya, kualitas tenaga kerja di negara berkembang meningkat karena mereka terbiasa menggunakan dan mengelola teknologi yang lebih canggih. Hal ini juga mempercepat proses pembangunan dan meningkatkan daya saing negara tersebut di tingkat global.
3. Terbukanya Lapangan Kerja
Ketika perusahaan dari negara maju membuka kantor dan pabrik di negara berkembang, ribuan lowongan kerja tercipta. Hal ini membantu pemerintah negara berkembang dalam mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal di sekitar area industri tersebut.
4. Stabilitas dan Keamanan Dunia
Secara logika, kalau ekonomi semua negara stabil dan rakyatnya sejahtera, risiko terjadinya gesekan dan perang jadi jauh lebih kecil. Negara-negara jadi lebih sibuk bekerja sama untuk mencari keuntungan daripada berkonflik. Jadi, dunia terasa lebih aman dan damai untuk ditinggali.
5. Akses ke Sumber Daya yang Lebih Mudah
Negara maju biasanya punya masalah dengan keterbatasan lahan dan bahan baku, sedangkan negara berkembang punya stok yang melimpah. Dengan kerja sama ini, negara maju bisa mendapatkan pasokan bahan mentah secara stabil untuk industrinya, sementara negara berkembang mendapatkan harga yang adil dan bantuan untuk mengelola sumber daya tersebut agar tidak rusak.
Baca juga: Dinamika Penduduk: Pengertian, Faktor, dan Dampaknya
Dampak Kerjasama Negara Maju dan Berkembang
Ngomongin soal dampak itu artinya kita melihat konsekuensi dari kerja sama ini. Dampak ini ada yang bikin maju, tapi ada juga tantangan yang perlu diwaspadai. Berikut adalah dampak positif dan negatif dari kerja sama negara maju dan berkembang:
1. Dampak Positif yang Saling Menguntungkan
Jika kerja sama tersebut bersifat saling menguntungkan, maka dampak positif yang dihasilkan dapat dirasakan oleh kedua belah pihak, antara lain:
a. Peningkatan Standar Hidup
Di negara berkembang, masuknya teknologi dan investasi otomatis membuka lapangan kerja. Kalau orang punya kerjaan, daya beli naik, dan kesejahteraan keluarga pun ikut terangkat.
b. Modernisasi Infrastruktur
Kita jadi punya fasilitas publik yang gak kalah sama dengan luar negeri, seperti MRT dan pelabuhan canggih. Infrastruktur ini akan mempercepat mobilitas dan distribusi barang, sehingga kegiatan ekonomi menjadi lebih efisien.
c. Peningkatan Kualitas SDM
Adanya pertukaran pelajar dan pelatihan teknis, negara berkembang jadi punya tenaga ahli yang kompeten. Dengan demikian, negara tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu berperan aktif dalam industri global.
d. Stabilitas Harga Global
Karena produksi barang jadi lebih lancar karena bahan baku dari negara berkembang ketemu teknologi negara maju, maka harga barang di pasar dunia bisa lebih stabil dan terjangkau bagi semua orang.
2. Dampak Negatif atau Tantangan yang Harus Diwaspadai
Nah, kalau gak dikelola dengan hati-hati, kerja sama antara negara maju dan negara berkembang juga dapat menimbulkan sejumlah risiko, antara lain:
a. Munculnya Ketergantungan (Dependency)
Salah satu dampak negatif kerjasama negara maju dan berkembang adalah munculnya ketergantungan yang berlebihan terhadap bantuan, investasi, dan teknologi dari negara maju.
Negara berkembang bisa jadi terlalu nyaman dibantu, sehingga malas mengembangkan industri sendiri. Jadi kalau bantuan atau investasi tersebut dihentikan, kondisi ekonomi dapat berubah.
b. Eksploitasi Sumber Daya
Kadang demi mengejar investasi, aturan lingkungan jadi agak longgar. Dampaknya, alam di negara berkembang bisa rusak karena dikeruk terus-menerus sementara keuntungan besarnya justru ke negara maju.
c. Dominasi Budaya dan Kebijakan
Terkadang, negara maju menitipkan aturan dan budaya mereka lewat kerja sama ekonomi. Hal ini bisa membuat identitas lokal dan kedaulatan kebijakan negara berkembang jadi terganggu.
d. Persaingan Usaha yang Tidak Seimbang
Produk dari negara maju yang teknologinya sudah efisien bisa membanjiri pasar negara berkembang. Kalau pengusaha lokal gak kuat bersaing, bisnis kecil di dalam negeri bisa gulung tikar.
—
Nah, itu dia pembahasan mengenai kerja sama antara negara maju dan berkembang. Sekarang, kamu tentu udah lebih paham kan mengenai pengertian, tujuan, manfaat, dan dampaknya.
Intinya, kerja sama internasional mencakup aspek ekonomi, keseimbangan, dan kemandirian. Selama dikelola secara adil dan transparan, berbagai bentuk kerja sama negara berkembang bisa jadi peluang untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Seru, kan? Kalau kamu pengen belajar lebih banyak materi Geografi lainnya, yuk coba belajar di Brain Academy! Kamu bisa belajar secara online atau offline di cabang terdekat dari rumahmu.
Referensi:
Ardiansyah, P. 2020. Negara Maju dan Negara Bekembang dalam Konteks Pasar Bebas [Daring]. Tautan: https://repositori.kemendikdasmen.go.id/21709/1/XII_GEOGRAFI_KD-3.4_FINAL.pdf. Diakses 10 Februari 2026
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. 2018. Profil Kerjasama Bilateral: Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) [Daring]. Tautan: https://ftacenter.kemendag.go.id/cfind/source/files/ijepa/ijepa-3.pdf. Diakses 10 Februari 2026
Wageningen University & Research (WUR). 2021. Building North-South Partnerships for a better world [Daring]. Tautan: https://edepot.wur.nl/55784. Diakses 10 Februari 2026


