Teks Drama: Pengertian, Unsur, Ciri, Struktur, & Kebahasaan

teks-drama

 

Di artikel ini, kita akan membahas mengenai teks drama. Mulai dari pengertian, ciri, serta unsur-unsur, struktur drama hingga kaidah kebahasaan serta contohnya. Yuk kita belajar hari ini!

Kamu pernah menonton drama di teater atau di sekolahmu? Jika pernah, kamu pasti tahu, kalau pertunjukan drama memerlukan sebuah teks agar pementasannya dapat berjalan lancar. Kira-kira apa, ya, yang dimaksud dengan teks drama?

 

Pengertian Drama

Sebelum membahas tentang pengertian teks drama, kamu bisa melihat dari asal usul katanya. Secara etimologis, drama berasal dari bahasa Yunani “draomai” yang artinya berbuat, berlaku, bertindak, atau beraksi.

Drama juga berarti perbuatan atau tindakan. Bisa disimpulkan, drama adalah sebuah cerita atau kisah yang menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku tokoh dan dialog yang dipentaskan.

Drama merupakan genre karya sastra yang menggambarkan kehidupan manusia dengan gerak. Drama menggambarkan realita kehidupan, watak, serta tingkah laku manusia melalui peran dan dialog yang dipentaskan.

Kisah dan cerita dalam drama memuat konflik dan emosi yang secara khusus ditujukan untuk pementasan teater. Naskah drama dibuat sedemikian rupa sehingga nantinya dapat dipentaskan untuk dapat dinikmati oleh penonton.

 

Pengertian Teks Drama

Drama adalah kisah kehidupan manusia yang dipentaskan berdasarkan naskah dengan menggunakan percakapan, gerak laku, unsur pendukung serta disaksikan oleh penonton.

Nah, teks atau naskah drama adalah cerita yang dipentaskan di atas panggung yang mengisahkan kehidupan para tokohnya dengan alur sedemikian rupa.

Baca juga: Perbedaan Buku Fiksi dan Non Fiksi dari Ciri, Struktur, dan Contohnya

 

Ciri-Ciri Drama

Teks drama memiliki beberapa ciri yang membedakan dengan teks lainnya, yaitu:

  1. Disampaikan dalam bentuk dialog dan monolog.
  2. Memiliki tokoh atau karakter yang diperankan dengan riasan, aksen, atau penampilan tertentu.
  3. Terdapat konflik atau ketegangan yang menjadi inti dari cerita drama.
  4. Pementasan drama biasanya dilakukan di atas panggung yang telah dilengkapi beberapa perlengkapan dan peralatan (properti) untuk menghidupkan suasana.
  5. Pertunjukan drama selalu dilakukan dihadapan penonton karena drama tersebut merupakan sarana hiburan.
  6. Dalam pementasannya, teks drama didukung dengan musik dan pencahayaan.
  7. Durasi pementasan teks drama berlangsung kurang lebih 3 jam.

 

Unsur-Unsur Drama

Teks drama mengandung beberapa unsur di dalamnya. Apa saja sih? Yuk, simak rincian masing-masing unsur dari teks drama!

1. Tema

Hal pertama dan yang terpenting dari sebuah drama, adalah tema. Tema merupakan gagasan utama yang menjalin struktur isi drama. Tema berkaitan dengan proses jalan cerita sebuah drama.

Beberapa contoh tema drama antara lain, kemanusiaan, nasionalisme, kasih sayang, persahabatan, dan sebagainya. Jadi, sebuah drama disampaikan akan bergantung dari tema drama tersebut dipilih oleh penulisnya.

 

2. Latar

Setelah tema sudah ditentukan, kemudian unsur teks drama selanjutnya adalah latar drama tersebut. Latar adalah keterangan mengenai tempat, waktu, dan suasana di dalam cerita. Jadi, latar berkaitan dengan peristiwa yang terjadi di dalam drama, bukan berkaitan dengan penonton maupun persiapan drama.

 

3. Tokoh

Selanjutnya mengenai tokoh. Tokoh adalah pelaku yang ada dalam cerita. Tokoh menjadi pemegang peran yang bertindak untuk menjalankan cerita.

 

4. Penokohan

Selanjutnya, penulis drama harus menetapkan penokohan dalam teks drama. Penokohan, yaitu sifat atau watak seseorang ketika memerankan suatu cerita.

Nah, terdapat tiga jenis penokohan dalam drama.

  • Tokoh protagonis atau tokoh utama. 
  • Tokoh antagonis, yaitu tokoh penentang protagonis. 
  • Tokoh tritagonis, yaitu tokoh pendukung cerita. 

 

5. Dialog

Dialog adalah percakapan antara dua tokoh atau lebih dalam sebuah drama. Bagian ini merupakan unsur yang penting untuk ada dalam sebuah teks drama, khususnya pada drama yang  adegannya terdapat percakapan diantara para tokohnya.

 

6. Babak

Selanjutnya, adalah babak. Babak merupakan bagian dari lakon drama. Dalam satu lakon atau pementasan, terdiri dari satu atau beberapa babak. Babak disebut juga episode, yaitu kumpulan beberapa adegan.

 

7. Konflik

Konflik adalah ketegangan atau pertentangan dalam drama yang ditandai dengan adanya masalah. Pertentangannya terjadi pada satu tokoh atau antara satu tokoh dengan tokoh lain. Konflik ini relatif dibutuhkan, karena pada dasarnya sebuah cerita pasti memiliki tujuan atau pesan tertentu yang ingin disampaikan. Konflik atau masalah dapat mengantarkan sebuah pesan tersebut dalam alur cerita di dalam sebuah drama.

 

8. Amanat

Amanat adalah simpulan tentang ajaran atau pesan moral yang terdapat dalam drama. Amanat bersifat ajaran moral dan mendidik. Oh iya, sebuah drama dapat memiliki lebih dari satu amanat, lho!

Baca juga: Pengertian Teks Inspirasi, Ciri, Struktur, dan Contohnya

 

Struktur Drama

Tak seperti teks lain, naskah drama mempunyai 3 struktur penting, yakni prolog, dialog, dan epilog. Berikut penjelasan dan contohnya!

 

1. Prolog

Prolog merupakan bagian yang berupa kata-kata pembuka, pengantar, ataupun latar belakang yang biasanya disampaikan oleh dalang atau narator, bahkan bisa juga oleh tokoh tertentu. Contoh prolog tentang drama kisah kehidupan adalah sebagai berikut.

“Dikisahkan dalam sebuah rumah sederhana, terdapat keluarga yang sangat berbahagia. Rumah tersebut dihuni oleh Ayah, Ibu, dan dua orang anaknya.”

 

2. Dialog

Dialog merupakan percakapan yang melibatkan antartokoh yang dapat menggambarkan kehidupan, watak dan konflik yang dialami manusia beserta cara menyelesaikannya.

Umumnya, dialog pada naskah drama berisi 4 bagian:

  • Orientasi: Bagian awal cerita yang berisi gambaran situasi yang sedang atau sudah terjadi.
  • Komplikasi: Bagian pengembangan cerita yang berisi masalah yang dihadapi tokoh-tokoh di dalam drama.
  • Resolusi: Bagian akhir dalam drama yang berisi penyelesaian masalah.
  • Koda: Akhir cerita atau ending.

 

3. Epilog

Epilog merupakan kata-kata penutup yang berupa simpulan maupun amanat tentang keseluruhan isi dialog yang biasanya disampaikan oleh dalang atau narator.

 

Kaidah Kebahasaan Teks Drama

Kaidah kebahasaan adalah aturan-aturan yang digunakan dalam membentuk kata dan kalimat sebagai ciri ataupun pembeda dengan jenis teks lainnya. Dalam naskah drama, terdapat 8 kaidah kebahasaan yang perlu kalian ketahui:

  • Berupa dialog
  • Menggunakan tanda petik pada dialog
  • Menggunakan kata ganti orang ketiga pada bagian prolog atau epilog (dia, beliau, ia, -nya)
  • Menggunakan kata ganti orang pertama dan kedua pada bagian dialog (aku, saya, kami, kita, kamu)
  • Banyak menggunakan konjungsi temporal (sebelum, sekarang, setelah itu, mula-mula, kemudian)
  • Banyak menggunakan kata kerja yang menggambarkan suatu peristiwa (menyuruh, menobatkan, menyingkirkan, menghadap, beristirahat)
  • Banyak menggunakan kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh (merasakan, menginginkan, mengharapkan, mendambakan, mengalami)
  • Menggunakan kata sifat untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasana (ramai, bersih, baik, gagah, kuat)

 

Contoh Teks Drama

Belajar Online dari Rumah

Selama wabah Covid-19 melanda negara kita, maka tidak ada siswa yang belajar di sekolah. Semua pembelajaran menjadi online dan tidak tatap muka. Ada dua anak yang bersahabat sejak kecil yang bernama Rani dan Mira. Sebelum Covid mereka selalu bersama, namun sekarang terpisah dan tidak bertemu tatap muka. Karena mereka berdua telah kelas 12, mereka pun membicarakan akan kuliah kemana mereka setelah lulus SMA nanti.

Rani : “Ngomong-ngomong, kamu mau kuliah dimana, Mira?”

Mira   : “Aku mau kuliah di UI.”

Rani  : “Memangnya kamu ambil jurusan apa ?

Mira    : “Hukum. Mau jadi pengacara…hehehe.. hmmm tapi…”

Rani  : “Tapi kamu kenapa?”

Mira   : “Aku lemah di pembelajaran online seperti sekarang. Aku lebih paham jika dijelaskan secara tatap muka. Apalagi kalau pelajaran hitung-hitungan seperti Matematika”

Rani   : “Duh jangan sedih dong udah enggak apa-apa. Kalau  kamu belajar lebih giat lagi pasti kamu bisa. Teruslah berusaha, Jangan menyerah. Kejar cita-cita kamu. Eits tapi jangan lupa kalau sudah usaha, kita juga harus tetap berdoa.”

Mira   : “Iya, makasih ya atas masukannya pasti aku bakal belajar lebih giat lagi.”

Rani   : “Nah gitu dong.”

Mira    : “Kalau kamu? mau kuliah di mana?”

Rani   : “Aku belum tau. Kira-kira menurut kamu di mana ya? Terus jurusan apa?”

Mira  : “Kalau menurut aku sih lebih baik kamu ikuti kata hati kamu aja. Pastinya yang sesuai sama bakat dan minat kamu juga.”

Rani  : “Iya sih. Tapi masalahnya aku belum tau nih bakat aku di mana.”

Mira   : “Ya kalau menurut aku sih bakat kamu sebaiknya minta pendapat ke orang lain tentang bakat kamu. Misalnya ke teman, ke guru, ke orang tua juga pasti. Terus kalau kamu masih bingung juga, aku sarankan kamu untuk minta petunjuk pada Yang Maha Esa. Ya dengan berdoa lah.”

Rani  : “Wah makasih juga ya, atas pendapat dan saran kamu. Aku akan coba ikuti saran kamu. Oh iya udah sore nih. Aku pulang ya. Makasih Mira.”

Mira  : “Oh iya udah. Sama-sama. Makasih ya Rani.

Dan setelah perbincangan tadi, mereka berdua menjadi lebih giat belajar lagi. Pembelajaran online saat ini menuntut para siswa untuk lebih mandiri dan tidak bergantung pada guru di sekolah.

Itu dia, Brainies, serba serbi pengertian, ciri, unsur, struktur, dan kaidah kebahasaan hingga contoh drama yang baru saja kamu baca. Semoga bisa menambah pengetahuan kamu, ya! Kalau ada pertanyaan, tulis di kolom komentar atau tanya langsung ke STAR Master Teacher di Brain Academy.

[IDN] CTA Blog Cabang Brain Academy Center

Referensi:

Suherli dkk. 2017. Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas 11. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Nurul Hidayah