Mengenal Itikaf, Kegiatan Berdiam Diri di Masjid Saat Ramadan

kegiatan-itikaf-di-bulan-ramadhan

Itikaf adalah salah satu kegiatan yang disunahkan di bulan Ramadhan. Berikut waktu dan tata cara pelaksanaan itikaf yang benar sesuai syariat.

Tak terasa, Ramadhan akan meninggalkan kita dalam hitungan hari. Bagi kamu yang beragama Islam mungkin ada sedikit rasa sedih karena tak lagi bisa merasakan suasana sahur dan berbuka bersama orang tersayang. Mudah-mudahan, kita bisa bertemu di Ramadhan tahun depan ya! Aamiin.

Saat ini, kita sudah berada di penghujung bulan Ramadhan. Selain tarawih, ada amalan lain yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan keimanan serta tabungan pahala di akhirat nanti. Salah satunya dengan I’tikaf.

Apa sih I’tikaf itu? Jika kamu masih bingung untuk memulainya, simak di artikel ini, yuk!

 

Pengertian Itikaf

Bila dilihat dari asal usul kata atau etimologis, Itikaf berasal dari bahasa Arab yaitu ‘akafa yang artinya memenjarakan. Dapat disimpulkan I’tikaf adalah kegiatan berdiam diri di masjid sambil melakukan ibadah untuk mengharap ridha Allah SWT.

Hukum itikaf adalah sunnah, namun dapat berubah menjadi wajib apabila kamu bernadzar (janji) untuk melakukannya. I’tikaf tercantum dalam Al-Quran sebagaimana yang terkandung pada surat Al-Baqarah ayat 125 dan 187:

Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud.”

“Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hinggga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka jangan kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertaqwa.”

I’tikaf juga disyariatkan berdasarkan hadist riwayat Aisyah ra:

“Bahwa Nabi saw melakukan i’tikaf pada hari kesepuluh terakhir dari bulan Ramadhan, (beliau melakukannya) sejak datang di Madinah sampai beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melakukan i’tikaf setelah beliau wafat.” [HR. Muslim).

 

Baca juga: Hunger Breath, Istilah Mulut Bau Ketika Puasa dan Penjelasan Ilmiahnya

 

Kapan Itikaf Dilakukan?

Sebenarnya, itikaf boleh dilakukan setiap saat. Namun, sangat dianjurkan untuk melaksanakannya di bulan Ramadhan, terutama di sepuluh malam terakhir. Mengenai durasi atau lamanya waktu i’tikaf, para ulama mengeluarkan pendapat yang berbeda-beda. Ada yang 1 jam, 2 jam, 3 jam, atau semalaman.

 

Rukun dan Syarat Itikaf

Orang yang beritikaf disebut sebagai mutakif. Nah, ada rukun dan syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi mutakif, yaitu sebagai berikut:

  • Beragama Islam.
  • Sudah baligh, baik laki-laki maupun perempuan.
  • Membaca niat, berupa “Nawaitul Itikaf Lillahi Ta’ala“.
  • Menetap di masjid semata-mata untuk beribadah.
  • Suci dari hadast kecil dan besar, alias dalam keadaan berwudhu.

 

Baca juga: Mengenal Pesantren Kilat, Kegiatan Keagamaan di Sekolah Selama Bulan Puasa

 

Contoh Ibadah Selama Itikaf

Ada beberapa amalan yang bisa kamu lakukan selama berada di dalam masjid, seperti shalat, mengaji, berdzikir, berdoa, atau membaca buku-buku keagamaan. Sebaliknya, aktivitas di luar ibadah seperti mengobrol dan memainkan ponsel sebaiknya dihindari agar tidak menganggu kekhusyukan i’tikaf itu sendiri.

 

Hal-Hal yang Diperbolehkan Saat Itikaf

Itikaf mengharuskan kita untuk menetap di dalam masjid dalam kurun waktu tertentu. Namun, ada beberapa hal yang membolehkan kamu untuk keluar dari masjid, misalnya:

  • Mengambil makanan.
  • Ada bencana sehingga harus berlindung menyelamatkan diri.
  • Pergi ke toilet untuk buang air kecil dan besar, namun wajib berwudhu kembali sebelum masuk ke masjid.

 

Hal-Hal yang Membatalkan Itikaf

Agar amalan kamu tidak sia-sia, alangkah baiknya jika kamu mengetahui hal-hal yang dapat membatalkan itikaf, yaitu:

  • Gangguan jiwa karena meminum obat tertentu.
  • Pingsan karena meminum obat tertentu.
  • Mabuk.
  • Murtad.
  • Bersetubuh.
  • Bersentuhan dengan adanya syahwat.
  • Keluar dari masjid tanpa kebutuhan mendesak.

Itulah penjelasan mengenai itikaf, contoh ibadah, dan aktivitas yang membatalkannya. Nah, kalau kamu butuh suasana belajar yang tenang selama Ramadhan, cobain Brain Academy Online yuk! Kamu bisa belajar di rumah bersama Master Teacher terbaik dan fasilitas yang lengkap.

[IDN] CTA Blog Kelas Gratis Brain Academy Online

Referensi:

Hukum I’tikaf [Daring]. Tautan: https://an-nur.ac.id/fiqih-itikaf-lengkap-dengan-dalil-dan-penjelasannya/2/#Rukun_Itikaf_dan_Syarat-syaratnya

Pelaksanaan I’tikaf [Daring]. Tautan: https://mui.or.id/hikmah/34732/kenali-pelaksanaan-itikaf-syarat-ketentuan-dan-hal-yang-membatalkannya/

Tuntunan I’tikaf Sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah

Hal yang Membatalkan I’tikaf [Daring]. Tautan: https://www.nu.or.id/nasional/7-hal-ini-bisa-membatalkan-i-tikaf-xycfK

(diakses 14 April 2023)

Salsabila Nanda