6 Jenis Jurnalisme yang Akan Kamu Pelajari di Jurusan Jurnalistik

Tiara Syabanira Dewantari Feb 19, 2021 • 11 min read


jurnalisme

Artikel ini membahas tentang jenis-jenis jurnalisme yang akan dipelajari di Jurusan Jurnalistik

--

Sebagian besar orang akan berpikir bahwa kuliah Jurnalistik itu hanya belajar tentang mengotak-atik kamera dan bagaimana caranya agar teman-teman dapat mengolah sebuah informasi ke dalam bentuk berita yang layak ditayangkan pada media massa. Ya… sebenarnya tidak salah, sih. Memang pada dasarnya, itu adalah hal utama yang akan teman-teman pelajari di jurusan ini.

Tapi, sebagai calon mahasiswa Jurnalistik, kamu juga perlu tahu kalau jurusan ini tidak hanya belajar soal hal-hal di atas. Kamu juga akan diperkenalkan dengan berbagai jenis jurnalisme yang pastinya membutuhkan lebih dari sekedar kemampuan wawancara dan reporting yang oke. Pssst, ada bocoran nih, bahkan salah satunya menuntut kamu agar bisa mengolah data statistik, lho! Penasaran? Yuk simak 5 mata kuliah di bawah ini!

1. Mobile and Social Media Journalism

Pesatnya perkembangan teknologi di era digital membuat masyarakat lebih senang mencari informasi melalui gadget mereka, ketimbang televisi maupun koran. Selain mudah, media daring dan media sosial juga tentunya lebih cepat dalam menyampaikan berita up-to-date ketimbang media konvensional lainnya. Hal ini yang kemudian menuntut para jurnalis muda untuk memasang mindset digital-first (berfikir perangkat seluler dan media sosial terlebih dahulu), baik itu dalam mengambil dokumentasi, menulis, hingga menayangkan sebuah berita.

mojoBelajar memanfaatkan gadget dan menanamkan mindset gadget first’ melalui mata kuliah MoJo (sumber: metizamagazine.com)

Kehadiran mata kuliah Mobile and Social Media Journalism–atau yang juga disingkat MoJo–tentunya dapat membantu kamu untuk mempelajari tentang; aspek apa saja yang diperlukan agar dapat menguasai MoJo, alat-alat yang digunakan untuk menghasilkan produk MoJo, hingga skill apa saja yang harus diutamakan dalam menerapkan MoJo.

2. Reporting on Science and Technology

Bagaimana caranya agar masyarakat tahu tentang perkembangan teknologi, hasil riset, serta penemuan-penemuan ilmiah terbaru dari para ilmuwan? Tentunya melalui berita sains! Jika dianalogikan, seorang wartawan sains dan teknologi bagaikan “jembatan” antara ilmuwan dengan masyarakat. Tugas mereka adalah menerjemahkan bahasa-bahasa rumit sains ke dalam narasi simpel, ringan, dan mudah dipahami masyarakat umum. Jurnalisme sains juga sering kali memberi solusi terhadap suatu peristiwa, yang tentunya berdasarkan fakta ilmiah.

science and technology journalismJurnalis sain dan teknologi sebagai “jembatan” antara ilmuwan dan masyarakat (sumber: undark.org)

Mata kuliah Reporting on Science and Technology mengajarkan teman-teman tentang; sumber ilmiah terpercaya; mengetahui kriteria “sains baik” dan “sains buruk”; cara yang tepat untuk melaporkan berita sains; serta menentukan ilmuwan yang kredibel untuk diwawancarai.

3. Interactive Data Journalism

Kata siapa di jurusan Jurnalistik kamu tidak akan dipertemukan dengan rumus? Faktanya, teman-teman akan tetap bertemu di mata kuliah Interactive Data Journalism, lho! Jurnalisme data memang bisa disebut sebagai sebuah fenomena baru di dunia jurnalistik Indonesia. Sebab dalam jurnalisme data, seorang jurnalis mengandalkan data statistik sebagai bahan utama dalam membuat sebuah berita.

data journalismMengubah data statistik ke dalam narasi melalui dan infografis dengan Interactive Data Journalism (sumber: journalism.co.uk)

Tenang saja teman-teman. Meskipun terdengar sulit karena berurusan dengan data statistik dan rumus, kamu akan diajarkan secara bertahap–mulai dari mengumpulkan data, melakukan data cleaning, hingga kemudian mengolah data yang sebelumnya berupa tulisan atau angka kedalam bentuk narasi dan infografis. Sebagai contoh hasil akhir dari produk jurnalistik data, teman-teman bisa contek di situs katadata.co.id.

4. Jurnalisme Olahraga

Tidak bisa dipungkiri bahwa berita olahraga adalah salah satu rubrik yang tidak akan pernah sepi akan peminat. Bagaimana tidak? Olahraga itu sendiri memiliki cabang yang luas serta penggemar dari berbagai kalangan dan tanpa batas usia. Bahkan di momen tertentu, berita olahraga dapat menjadi pemersatu bangsa–seperti kejuaraan Thomas Cup, Asian Games 2018, SEA Games, dan lainnya.

jurnalisme olahragaMempelajari tentang cara melaporkan berita olahraga yang baik dan benar (sumber: careersbox.co.uk)

Mata kuliah Jurnalisme Olahraga bisa membantu kamu untuk ‘pemanasan’ sebelum benar-benar terjun ke lapangan nanti. Sebab, menjadi seorang jurnalis berita olahraga bukan pekerjaan yang mudah lho teman-teman.

Umumnya, dalam menyampaikan sebuah berita, kita hanya perlu menyampaikan informasi 5W+1H secara terperinci. Tetapi dalam menyampaikan berita olahraga, seorang jurnalis tidak hanya sekedar menyampaikan informasi. Mereka juga dituntut untuk bisa menyampaikan dan menarasikan setiap peristiwa secara mendetail hingga dapat membawa audiens untuk ‘ada’ dan merasakan euphoria setiap momen dari suatu event olahraga.

5. Entertainment Journalism

Jika diartikan, Entertainment Journalism merupakan sebuah produk jurnalistik yang menyajikan informasi terkait hiburan dalam bentuk soft news. Entertainment Journalism dapat disebut juga sebagai infotainment. Tujuan utama dari Entertainment Journalism tak lain adalah untuk menghibur. Sehingga, tugas utama dari seorang jurnalis hiburan ialah meliput event yang berkaitan dengan industri hiburan.

jurnalisme hiburanEntertainment Journalism juga disebut sebagai infotainment (sumber: uclaextension.edu)

Mata kuliah Entertainment Journalism mengajarkan kamu tentang pendekatan etika dan pendekatan jurnalistik dalam menyajikan berita terkait dunia hiburan–seperti selebriti, musik, film, fashion, teater, buku, dan macam-macam bentuk kesenian lainnya.

6. Humanitarian Journalism

Mata kuliah Humanitarian Journalism atau Jurnalisme Kemanusiaan terbagi menjadi 3 bagian, yaitu Jurnalisme Perang, Jurnalisme Damai, dan Jurnalisme Bencana. Jurnalisme Perang dengan Jurnalisme Damai merupakan dua jenis jurnalistik yang saling bertolak belakang. Jurnalisme Perang biasanyanya hanya fokus dalam memberitakan tentang suatu konflik dan menampilkan kejadian kekerasan (seperti siapa yang lebih berkuasa, jumlah korban yang gugur, dan dampak dari suatu kekerasan). Di sisi lain, Jurnalisme Damai fokus untuk mencari solusi dari suatu konflik dengan memetakan konflik, mengidentifikasi semua pihak yang terlibat, dan menganalisisnya. Hal ini dilakukan demi menghindari atau mencegah terjadinya konflik.

jurnalisme perangMempelajari etika dalam melaporkan berita perang, berita damai, dan berita bencana melalui mata kuliah Humanitarian Journalism (sumber: istockphoto.com)

Adapun Jurnalisme Bencana, yaitu jenis jurnalistik yang kegiatannya berhubungan dengan meliput dan memberitakan suatu peristiwa bencana dengan menerapkan prinsip serta fase liputan bencana. Ilmu terkait Jurnalisme Bencana tentunya sangat bermanfaat, mengingat Indonesia merupakan negara yang rentan dilanda bencana. Salah satu hal penting yang akan kamu pelajari dalam mata kuliah Jurnalisme bencana adalah tentang bagaimana caranya agar berita yang kamu hasilkan dapat menunjukan simpati terhadap korban bencana, tanpa menyinggung dan melukai perasaan mereka.

Wah! Ternyata, jurusan Jurnalistik banyak memberikan mata kuliah seru yang bisa melatih kamu agar siap menjadi seorang jurnalis di segala bidang! Gimana? Makin semangat dong pastinya untuk bisa masuk ke jurusan ini? Biar kamu bisa diterima oleh jurusan Jurnalistik di PTN impian, yuk persiapkan diri dengan ikut bimbel di Brain Academy Online!

BA online

Referensi:

Inkana Putri. UMN Kenalkan Konsep dan Praktik Mobile Journalism Lewat Webinar. news.detik.com. 10 Juni 2020. [Daring]. Tautan: https://news.detik.com/berita/d-5047548/umn-kenalkan-konsep-dan-praktik-mobile-journalism-lewat-webinar (Diakses: 23 Januari 2021)

Oktama Kriscahyanto. Penerapan Mobile and Social Media Journalism: Studi Kasus terhadap Penggunaan Fitur Instagram TV oleh BBC Indonesia. kc.umn.ac.id. 13 Januari 2020. [Daring]. Tautan: https://kc.umn.ac.id/10966/ (Diakses: 23 Januari 2021)

Sitti Rahmania. Jurnalisme Data dalam Era Keterbukaan Informasi. balaiurungpress.com. 24 April 2017. [Daring]. Tautan: https://www.balairungpress.com/2017/04/jurnalisme-data-dalam-era-keterbukaan-informasi/ (Diakses: 23 Januari 2021)

Yemima Pasaribu. Photojournalism. fotografi.upi.edu. 31 Oktober 2012. [Daring]. Tautan: http://fotografi.upi.edu/home/6-keahlian-khusus/jurnalistik (Diakses: 23 Januari 2021)

Dr. Wahyudin, M.Pd. Pengantar Jurnalistik Olahraga. eprints.unm.ac.id. 2016. [Daring]. Tautan: http://eprints.unm.ac.id/10353/1/Jurnalistik%20Olahraga%20%28Wahyudin%29.pdf  (Diakses: 23 Januari 2021)

Indepth Reporting. tempoinstitute.com. [Daring]. Tautan: https://tempoinstitute.com/course/detail/indepth-reporting (Diakses: 23 Januari 2021)

Ahmad Fauzan. Mempopulerkan Hasil Riset Lewat Jurnalisme Sains. kabarkampus.com. 19 November 2014. [Daring]. Tautan: https://kabarkampus.com/2014/11/mempopulerkan-hasil-riset-lewat-jurnalisme-sains/#:~:text=Jurnalisme%20Sains%20jawabannya.,menggunakan%20pengandaian%20yang%20mudah%20dipahami. (Diakses: 23 Januari 2021)

Pelajaran Online Jurnalisme Sains. wfsj.org. [Daring]. Tautan: http://www.wfsj.org/course/index-indon.html (Diakses: 23 Januari 2021)

Pengertian Jurnalistik Entertainment dan Jenis Hiburan di Media Jurnalistik. universitasjurnalistik.com. [Daring]. Tautan: https://www.universitasjurnalistik.com/2020/02/pengertian-jurnalistik-entertainment.html (Diakses: 23 Januari 2021)

Rahmi Fitriyah. Perbedaan Jurnalisme Damai dengan Jurnalisme Perang. lintasgayo.co. 20 Januari 2014. [Daring]. Tautan: https://lintasgayo.co/2014/01/20/perbedaan-jurnalisme-damai-dengan-jurnalisme-perang/ (Diakses: 23 Januari 2021)

Annisatul Husna. Penerapan Jurnalisme Bencana di Media Online. repository.uin-suska.ac.id. [Daring]. Tautan: http://repository.uin-suska.ac.id/30369/1/GABUNGAN%20KECUALI%20BAB%20V.pdf (Diakses: 23 Januari 2021)

Sumber gambar:

Belajar memanfaatkan gadget dan menanamkan mindset gadget first’ melalui mata kuliah MoJo. metizamagazine.com. [Daring]. Tautan: https://miro.medium.com/max/2560/0*UYdRV90S0NoWPOwN.jpeg (Diakses: 23 Januari 2021)

Jurnalis sain dan teknologi sebagai “jembatan” antara ilmuwan dan masyarakat. undark.org. [Daring]. Tautan: https://undark.org/2019/07/15/science-journalism-communications/ (Diakses: 23 Januari 2021)

Mengubah data statistik kedalam narasi melalui dan infografis dengan Interactive Data Journalism. journalism.co.uk. [Daring]. Tautan: https://www.journalism.co.uk/tip-of-the-day/tip-how-to-become-a-data-journalist/s419/a751336/ (Diakses: 23 Januari 2021)

Mempelajari tentang cara melaporkan berita olahraga yang baik dan benar. careersbox.co.uk. [Daring]. Tautan: https://www.careersbox.co.uk/videos/sports-journalist/ (Diakses: 23 Januari 2021)

Entertainment Journalism juga disebut sebagai infotainment. uclaextension.edu. [Daring]. Tautan: https://www.uclaextension.edu/writing-journalism/journalism/course/entertainment-journalism-journ-x-4655 (Diakses: 23 Januari 2021)

Mempelajari etika dalam melaporkan berita perang, berita damai, dan berita bencana melalui mata kuliah Humanitarian Journalism. istockphoto.com. [Daring]. Tautan: https://www.istockphoto.com/photo/man-and-woman-war-press-in-war-zone-gm1197654038-342004923 (Diakses: 23 Januari 2021)

Profile

Tiara Syabanira Dewantari

Beri Komentar