Metode Penelitian Kualitatif: Pengertian, Tujuan, Ciri, Jenis & Contoh

Metode Penelitian Kualitatif adalah cara untuk meneliti suatu masalah dengan lebih mendalam, namun membutuhkan waktu yang lebih lama untuk selesai. Apakah benar?

Pada artikel sebelumnya, kita telah belajar mengenai metode penelitian kuantitatif. Nah, bagaimana dengan kualitatif?

Perbedaan mencolok antara metode penelitian kuantitatif dan kualitatif terletak pada jumlah responden yang diperlukan. Responden yang dibutuhkan dalam metode penelitian kuantitatif berjumlah minimal 30 orang, sedangkan kualitatif bisa dilakukan dengan 2 narasumber atau lebih.

Berbeda dengan metode kuantitatif yang menguji hipotesis, metode kualitatif memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan informasi di lapangan kemudian dirumuskan sebagai teori. Jadi, analisis data pada metode kualitatif bersifat induktif, yaitu bergerak dari bawah ke atas.

Supaya lebih paham, yuk simak artikel ini sampai selesai!

 

Pengertian Metode Kualitatif

Menurut Maleong, Metode Kualitatif adalah sebuah penelitian ilmiah yang bertujuan untuk memahami suatu fenomena dalam kontak sosial secara alami dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena yang ingin dibahas.

 

Kapan Menggunakan Metode Kualitatif?

Metode kualitatif bisa kamu pilih jika masalah yang ingin diteliti masih belum jelas, kompleks, berupa fenomena sosial yang rumit, dan tidak bisa diukur dengan angka.

Contoh:

Judul penelitian kamu adalah “Pola Komunikasi Generasi Z dalam Aktivitas Kerja di Perusahaan Startup ABC,”

Berdasarkan judul di atas, pola komunikasi bukanlah sesuatu yang dapat didefinisikan atau diukur dengan angka. Pola komunikasi hanya bisa dijelaskan melalui kata-kata. Maka dari itu, metode penelitian yang cocok untuk menganalisis fenomena tadi adalah kualitatif.

 

Baca juga: Tahapan Menyusun Skripsi untuk Mahasiswa Akhir, Pasti Bisa!

 

Tujuan Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif bertujuan untuk menemukan informasi sedetail-detailnya. Semakin mendalam data yang diperoleh, maka semakin bagus kualitas penelitian tersebut. Berbeda dengan penelitian kuantitatif yang berfokus pada banyaknya data, penelitian kualitatif memusatkan pada seberapa lengkap dan dalam informasi yang didapatkan peneliti.

 

Contoh Penelitian Kualititatif

Penelitian kualitatif banyak digunakan dalam ilmu alam maupun ilmu sosial. Beberapa contoh judul penelitiannya bisa kamu lihat sebagai berikut:

  • 1. Persepsi Remaja terhadap Isu Kesehatan Mental: Studi Kasus di SMA Global Bandung
  • 2. Strategi Komunikasi Politik Partai P3K Selama Masa Pilkada di Kota Tangerang Selatan
  • 3. Representasi Perempuan dalam Drama Korea The Queenmaker
  • 4. Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Penerimaan Diri pada Pasien Kanker Payudara
  • 5. Analisis Beban Mental pada Karyawan Divisi Marketing dengan Metode Nasa TLX (Studi Kasus pada PT Harapan Bersama)
  • 6. Analisis Usaha Ternak Ayam Broiler pada Desa Teluk Pucung
  • 7. Adopsi Inovasi Inseminasi Buatan Pada Usaha Peternakan Sapi Potong Di Kecamatan Pondok Gede
  • 8. Transisi Energi Jerman Melalui Kebijakan Energiewende Tahun 2011-2017
  • 9. Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat. (Community Based Tourism) Masyarakat Pantai Crsytal Bay Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.
  • 10. Konsep Diri Remaja dalam Pernikahan Dini di Kabupaten Indramayu

 

Baca juga: Contoh Karya Ilmiah, Struktur, Jenis, Cara Membuat, dan Kebahasaannya

 

Ciri-ciri Penelitian Kualitatif

1. Peneliti adalah instrumen

Masih ingat apa itu instrumen dalam penelitian? Instrumen adalah alat ukur untuk mengumpulkan informasi. Jika instrumen pada metode kuantitatif berupa angket atau kuesioner, instrumen pada metode kualitatif adalah peneliti alias kita sendiri. Kamu harus terjun langsung untuk memberikan pertanyaan, menggali informasi, merespons jawaban responden serta menginterpretasinya.

 

2. Bersifat Subjektif

Saat melakukan wawancara, peneliti tidak hanya mencatat jawaban dari narasumber. Peneliti harus bertanya lebih dalam untuk mendapat informasi yang terperinci. Proses pengambilan data umumnya dilakukan dengan pengamatan dan wawancara, bukan menggunakan angket atau aplikasi tambahan seperti SPSS. Apa yang diucapkan narasumber akan dicerna sesuai dengan sudut pandang peneliti.

Data pada penelitian kualitatif bersifat subjektif karena diolah oleh peneliti sendiri. Selain itu, informasi pada penelitian kualitatif bertumpu pada asumsi, keyakinan, pendapat serta dipengaruhi oleh emosi dan perasaan pribadi.

 

3. Berkembang dan Fokus pada Proses

Proses pengumpulan data dalam penelitian kualitatif tidak bisa dilakukan 1 kali, apalagi kalau responden yang kamu hubungi berjumlah 2 orang atau lebih. Bisa jadi apa yang dikatakan oleh narasumber A perlu dikonfirmasi oleh narasumber B, atau pernyataan yang diberikan salah satu diantara mereka berbeda dengan kondisi yang kamu temui di lapangan. Itu sebabnya, penelitian kualitatif terus berkembang dan membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk selesai.

 

4. Hasil Data Deskriptif

Ciri penelitian kualitatif lainnya yaitu informasi yang diperoleh akan diolah dan disajikan dalam bentuk uraian (deskripsi). Berbeda dengan kuantitatif yang mengandalkan aplikasi SPSS kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan angka, kualitatif mengandalkan kemampuan peneliti untuk menginterpretasikan data dalam kata-kata.

 

Baca juga: Contoh Cover Makalah dan Cara Mudah Untuk Membuatnya!

 

Jenis – Jenis Penelitian Kualitatif

Metode kualitatif memiliki beberapa macam, seperti etnografi, studi kasus, studi dokumen, pengamatan atau observasi alami, serta fenomenologi. Pastikan jenis penelitian yang kamu pilih sudah sesuai dengan jenis permasalahan yang kamu angkat.

1. Etnografi

Etnografi merupakan studi mendalam tentang perilaku yang terjadi secara alami di sebuah budaya atau sebuah kelompok sosial tertentu. Jenis penelitian ini bisa kamu gunakan untuk permasalahan yang ada sangkut pautnya dengan sistem kepercayaan, bahasa, maupun nilai-nilai budaya.

 

2. Studi Kasus

Studi kasus merupakan penelitian yang mendalam tentang individu, organisasi, bisnis, atau lembaga tertentu. Tujuannya untuk menggambarkan kondisi, mencari penyebab, serta memungkinkan peneliti menemukan solusi atas permasalahan yang ada. Studi kasus banyak digunakan dalam penelitian psikologi terutama yang berhubungan dengan otak manusia. Menariknya, studi kasus juga bisa diimplementasikan pada metode kuantitatif, lho.

 

3. Studi Dokumen

Studi dokumen merupakan jenis penelitian yang didasarkan pada dokumen tertulis untuk dianalisis dan diinterpretasikan. Dokumen tersebut bisa berupa buku teks, surat kabar, majalah, surat-surat, film, catatan harian, naskah, artikel, dan sejenisnya.  Studi dokumen bisa kamu gunakan saat meneliti masalah yang berhubungan dengan bidang pendidikan, seperti kurikulum sekolah atau prestasi siswa di setiap semester.

 

4. Observasi Alami

Observasi alami merupakan jenis penelitian kualitatif dengan melakukan pengamatan menyeluruh pada objek tertentu tanpa sedikitpun mengubahnya. Observasi alami bertujuan untuk mengamati dan memahami perilaku manusia dalam situasi yang berbeda.Sebagai peneliti, kamu bisa menggunakan kamera tersembunyi atau alat lain yang tidak diketahui oleh mereka, sehingga perilaku yang terekam tidak dibuat-buat atau direkayasa.

 

5. Fenomenologi

Dalam penelitian fenomenologi, peneliti hendak menggali makna dari setiap peristiwa atau pengalaman hidup yang dialami oleh narasumber.

 

Teknik Pengumpulan Data Metode Penelitian Kualitatif

1. Wawancara Mendalam

Wawancara atau interview adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan tanya jawab antara peneliti dengan narasumber. Maka dari itu, kreatifitas peneliti sangat diperlukan karena hasil interview bergantung pada kemampuan mereka untuk mencari jawaban, mencatat dan menafsirkan setiap jawaban.

 

2. Observasi

Observasi adalah teknik pengumpulan melalui pengamatan dan pencatatan terhadap objek yang diteliti. Artinya peneliti harus hidup di kalangan masyarakat, mempelajari bahasanya, melihat dengan mata kepala sendiri apa yang terjadi, mendengarkan apa yang dikatakan oleh warga sekitar, memikirkan sampai merasakan situasi di sekeliling.

 

3. Forum Group Discussion

FGD adalah proses pengumpulan data melalui diskusi kelompok. Jika menggunakan teknik FGD, kamu bisa mengumpulkan informasi secara cepat dari peserta yang memiliki latar belakang berbeda-beda. Terkadang jawaban antar peserta bisa sangat menarik, bertolak belakang, atau tidak terduga.

 

4. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya- karya monumental dari seseorang. Dokumentasi ini merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang paling mudah, karena peneliti hanya mengamati benda mati yang datanya tetap dan tidak berubah.

 

Teknik Penarikan Sampel Penelitian Kualitatif

Jenis sampel yang dipakai dalam penggunaan metode penelitian kualitatif tidak representatif, sedikit, serta dapat berkembang selama proses penelitian berlangsung. Peneliti bisa memilih jenis sampling non probabilitas seperti snowball atau purposive.

 

1. Snowball Sampling (Bola Salju)

Teknik penarikan sampel ini digunakan untuk meneliti fenomena yang sifatnya sensitif. Kamu bisa meminta informasi dari sampel pertama untuk mendapatkan sampel berikutnya, secara terus menerus hingga seluruh kebutuhan sampel penelitian telah terpenuhi.  Snowball sampling biasanya cocok untuk penelitian yang menjelaskan pola-pola sosial atau komunikasi komunitas tertentu.

 

2. Purposive Sampling (Sampel Bertujuan)

Sampel bertujuan adalah sampel yang dipilih berdasarkan pertimbangan-pertimbangan khusus. Pertimbangan ini ditentukan oleh peneliti sendiri. Misalnya, kamu ingin meneliti pola komunikasi karyawan generasi Z di perusahaan ABC yang berjumlah 50 orang. Nah, kamu bebas memilih beberapa narasumber yang dianggap paling sesuai.

 

Baca juga: Pengertian Esai, Ciri, Jenis, Struktur, dan Contohnya

 

Kelebihan Metode Penelitian Kualitatif

1. Pemahaman Mendalam

Metode penelitian kualitatif memungkinkan peneliti untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang suatu permasalahan. Data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, atau studi dokumen dapat memberikan informasi mendetail mengenai persepsi, makna, dan pengalaman individu.

 

2. Fleksibilitas

Pengumpulan informasi metode kualitatif dilakukan berkali-kali, sehingga peneliti dapat mengubah fokus penelitian atau strategi pengumpulan data sesuai dengan temuan yang muncul selama proses penelitian. 

 

3. Meningkatkan Empati dan Toleransi

Saat menggunakan metode kualitatif, peneliti bertemu dengan narasumber dari latar belakang yang beragam. Peneliti bisa memperoleh informasi yang tidak terduga, atau bahkan baru ia ketahui selama ini. Penelitian kualitatif membantu peneliti untuk memahami variasi dalam pandangan, sikap, dan perilaku manusia.

 

Kekurangan Metode Penelitian Kualitatif

1. Membutuhkan Waktu yang Lama

Metode penelitian kualitatif selesai lebih lambat daripada penelitian kuantitatif. Pengumpulan data yang terdiri dari wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen memerlukan waktu yang cukup lama. Selain itu, analisis data kualitatif juga dapat memakan waktu karena melibatkan proses interpretasi yang rumit.

 

2. Subjektif dan Rentan Bias

Dalam penelitian kualitatif, peneliti berperan sebagai instrumen dalam pengumpulan dan interpretasi data. Peneliti mungkin cenderung memilih responden yang mewakili sudut pandang tertentu, sehingga hasil penelitian lebih bersifat subjektif.

 

3. Tidak Representatif

Sampel atau narasumber dalam penelitian kualitatif sangat sedikit, sehingga tidak bisa dianggap mewakili keseluruhan populasi.

Itu dia penjelasan lengkap tentang metode, ciri, kelebihan, kekurangan, dan alasan menggunakan penelitian kualitatif. Semoga bermanfaat untuk kamu yang sedang menyusun karya ilmiah maupun skripsi di perguruan tinggi. Semangat!

Referensi:

Abdussamad, Zuchri. 2021.  Metodologi Penelitian Kualitatif. Makassar: Syakir Media Press. 

Herdiansyah, Haris. 2010.  Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-Ilmu Sosial: Perspektif Konvensional dan Kontemporer. Jakarta: Salemba Humanika

Macam-macam Penelitian Kualitatif [Daring]. Tautan: https://www.statistikian.com/2012/10/penelitian-kualitatif.html 

(Diakses 5-6 Juli 2023)

Salsabila Nanda