Deflasi: Penyebab, Dampak, Contoh, dan Cara Mengatasi

deflasi

Deflasi artinya kondisi harga barang secara umum menurun dalam periode tertentu. Apa penyebab dan dampaknya bagi perekonomian? Yuk, cari tahu!

Sebelumnya, kita pernah membahas inflasi, yaitu kondisi ketika harga barang dan jasa secara umum naik terus-menerus dalam periode tertentu. Nah, ternyata harga barang juga bisa mengalami penurunan dalam jangka waktu tertentu, lho. Kondisi ini disebut deflasi. Apa yang dimaksud dengan deflasi, mengapa bisa terjadi, dan apa dampaknya bagi perekonomian? Yuk, kita bahas!

 

Pengertian Deflasi 

Sebelum membahas lebih lanjut, yuk ketahui dulu arti deflasi! Deflasi adalah kondisi ketika harga barang dan jasa secara umum mengalami penurunan dalam periode tertentu. Kondisi ini berlawanan dengan inflasi, dimana harga barang dan jasa yang naik terus-menerus.

perbedaan inflasi dan deflasi

Sekilas, penurunan harga memang tampak menguntungkan bagi konsumen. Tapi, pengusaha akan dirugikan karena aktivitas jual beli terus menerus dilakukan dengan harga murah. Untuk meminimalkan kerugian, pelaku usaha akan melakukan efisiensi biaya dengan mengurangi produksi barang serta mengurangi karyawan (PHK), yang pada akhirnya menurunkan daya beli masyarakat dan memengaruhi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Baca juga: Kelompok Sosial: Ciri, Contoh, Syarat, dan Proses Terbentuknya

 

Penyebab Deflasi 

Deflasi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: 

1. Penurunan Permintaan Dalam Negeri 

Salah satu penyebab utama deflasi adalah menurunnya permintaan barang dan jasa di dalam negeri. Hal ini terjadi akibat masyarakat mengurangi atau menunda pembelian, biasanya karena kondisi ekonomi memburuk atau nggak pasti. Saat permintaan turun, produsen cenderung menurunkan harga guna menarik pembeli, hal inilah yang dapat memicu deflasi.

 

2. Kelebihan Pasokan Barang 

Deflasi juga bisa terjadi jika pasokan barang di pasar jauh lebih banyak dibandingkan permintaan. Kelebihan pasokan dapat terjadi akibat kemajuan teknologi atau inovasi yang membuat proses produksi menjadi lebih cepat dan murah. Saat stok barang menumpuk tapi permintaan sedikit, produsen akan menurunkan harga agar produknya tetap laku, yang mana hal ini juga memicu deflasi.

 

3. Penurunan Harga Komoditas Global 

Harga komoditas dunia juga turut berdampak pada harga di dalam negeri. Saat harga barang baku murah, maka biaya produksi menurun, sehingga harga jual barang juga ikut turun. Penurunan harga ini juga berkontribusi pada terjadinya deflasi.

 

4. Kebijakan Moneter yang Memicu Deflasi

Kebijakan moneter adalah upaya untuk mengatur jumlah uang yang beredar dan daya beli masyarakat. Biasanya langkah ini dilakukan untuk mengendalikan inflasi. Namun, jika kebijakan moneter dibuat terlalu ketat, konsumsi dan investasi bisa menurun sehingga permintaan barang dan jasa ikut berkurang. Apabila hal ini berlangsung lama, maka dapat memicu deflasi akibat daya beli melemah dan penurunan jumlah produksi.

Baca juga: Pertumbuhan & Perkembangan Ekonomi: Definisi, Ciri, Rumus, dan Contoh

 

Dampak Deflasi

Deflasi memberi dampak positif dan juga negatif bagi perekonomian, diantaranya: 

1. Dampak Positif Deflasi

Dampak positif deflasi adalah turunnya harga barang dan jasa. Hal ini membuat konsumen bisa membeli lebih banyak barang dengan jumlah uang yang sama. Sayangnya, dampak ini bersifat sementara dan bisa berubah menjadi dampak negatif jika deflasi berlangsung lama tanpa kendali.

 

2. Dampak Negatif Deflasi 

Selain dampak positif, deflasi juga memberikan sejumlah dampak negatif, antara lain:

a. Penurunan Minat Investasi

Deflasi menimbulkan ekspektasi harga barang dan jasa akan terus turun. Hal ini membuat pelaku usaha atau investor ragu untuk menanam modal. Penurunan harga membuat margin keuntungan investasi kecil, bahkan bisa merugi. Selain itu, kondisi pasar yang lesu membuat peluang untuk balik modal jadi lebih kecil. Akibatnya, banyak perusahaan yang menunda ekspansi atau membatalkan investasi.

b. Melemahnya Konsumsi Rumah Tangga 

Deflasi membuat masyarakat menunda belanja terutama jika barangnya nggak mendesak, mereka berharap akan mendapat harga yang lebih murah di kemudian hari. Hal ini membuat perputaran uang semakin lambat. Jika berlangsung lama, bisnis akan mengalami penurunan pendapatan dan kontribusi konsumsi terhadap produk domestik bruto (PDB) akan melemah.

c. Naiknya Angka Pengangguran 

Saat penjualan menurun dan produksi dikurangi, perusahaan mungkin terpaksa melakukan PHK untuk menghemat biaya. Hal ini membuat angka pengangguran naik dan peluang kerja baru semakin sedikit.

d. Meningkatnya Beban Utang Riil

Saat deflasi, nilai uang meningkat. Artinya, uang yang harus dibayar untuk melunasi utang menjadi lebih ‘mahal’ secara riil dibanding saat meminjam. Bagi perusahaan atau seseorang yang memiliki pinjaman, ini bisa menjadi beban berat karena pendapatan mereka belum tentu ikut naik.

e. Penurunan Ekonomi

Jika deflasi berlangsung lama, penurunan konsumsi, investasi, dan produksi bisa terjadi. Hal ini dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi, dalam kondisi yang parah bisa berkembang menjadi resesi, yaitu periode panjang dimana perekonomian mengalami penurunan dan sulit bangkit.

Baca juga: Perdagangan Internasional: Pengertian, Tujuan, dan Kebijakannya

 

Cara Mengatasi Deflasi 

Deflasi yang berlangsung lama dan nggak terkendali dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi perekonomian. Oleh karena itu, diperlukan berbagai upaya untuk mengatasi kondisi ini. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:

1. Menurunkan Suku Bunga Acuan 

Langkah pertama adalah menurunkan suku bunga acuan. Jika suku bunga rendah, masyarakat dan pelaku usaha akan tertarik meminjam uang dari bank. Pinjaman yang murah membuat orang mau berbelanja, dan pengusaha lebih berani mengembangkan usahanya. Akhirnya, permintaan barang dan jasa akan meningkat.

Turunnya suku bunga juga bisa mendorong investor memindahkan dananya ke bisnis atau usaha yang lebih produktif, sehingga uang yang beredar di masyarakat bertambah.

 

2. Mendorong Investasi 

Pemerintah juga dapat menarik minat investor dengan menciptakan lingkungan usaha yang ramah, seperti pengurangan pajak, kemudahan perizinan, dan birokrasi yang sederhana. Jika investasi meningkat, lapangan kerja akan bertambah dan ekonomi bisa bergerak lebih aktif.

 

3. Memberi Dukungan untuk UMKM 

Dengan pelatihan, kemudahan izin, dan dukungan pemerintah, UMKM bisa berkembang. Saat UMKM aktif memproduksi dan menjual, perputaran uang di masyarakat akan semakin cepat dan ekonomi akan ikut tumbuh.

 

4. Kebijakan Moneter yang Longgar

Bank sentral perlu menyesuaikan kebijakan moneter sesuai kondisi. Selain menurunkan suku bunga, mereka bisa melakukan pelonggaran kuantitatif (quantitative easing) untuk menambah jumlah uang beredar dan mendorong ekonomi.

 

5. Menerapkan Kebijakan Fiskal Ekspansif

Kebijakan fiskal adalah langkah pemerintah mengatur pendapatan dan pengeluaran negara melalui berbagai strategi agar perekonomian membaik. Pemerintah bisa meningkatkan pengeluaran publik untuk infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan yang menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan permintaan barang dan jasa. Selain itu, pengurangan pajak atau insentif lainnya juga dapat dilakukan untuk meningkatkan daya beli masyarakat. 

Baca juga: Sistem Ekonomi: Definisi, Jenis, Ciri, Kelebihan & Kekurangan

 

Contoh Deflasi

Berikut adalah beberapa contoh deflasi yang pernah terjadi di suatu negara: 

1. Turunnya Harga Komoditas di Rumania 

Sekitar tahun 2008, Eropa mengalami deflasi yang cukup tinggi. Rumania terdampak cukup besar dengan tingkat deflasi 3,6%. Penyebab utamanya adalah produksi minyak mentah yang berlimpah sehingga harga minyak turun drastis. Penurunan harga minyak mentah  ini juga memengaruhi harga komoditas lain yang ikut merosot.

 

2. Turunnya Harga Bahan Makanan di Indonesia 

Pada September 2019, Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,27%. Hal ini terjadi karena harga beberapa bahan makanan dan bumbu, seperti cabai rawit, ayam, cabai merah, dan telur, turun di banyak daerah. Tercatat ada sekitar 82 kota yang terdampak deflasi ini.

 

3. Deflasi di Jepang pada 1990-an (Lost Decade)

Pada awal 1990-an, gelembung ekonomi Jepang di sektor properti dan saham pecah, memicu deflasi berkepanjangan dan stagnasi ekonomi yang disebut Lost Decade. Meskipun suku bunga diturunkan hampir nol dan kebijakan moneter dilonggarkan, konsumsi tetap lemah dan investasi minim. Penurunan harga aset ini membuat masyarakat mengurangi belanja.

Pemerintah Jepang mencoba mengatasinya lewat pelonggaran kuantitatif, belanja negara, dan reformasi ekonomi. Upaya ini perlahan membantu memulihkan ekonomi, meski deflasi tetap menjadi tantangan.

Nah, itulah pembahasan tentang deflasi, mulai dari apa itu deflasi, penyebabnya, dampak, dan contoh deflasi Indonesia. Lengkap, kan? Mau tahu lebih banyak tentang deflasi atau materi Ekonomi lainnya? Yuk, belajar bareng Master Teacher di Brain Academy!

IDN CTA Blog Brain Academy Center

Sumber: 

Wiguna, Ringgana Wandy. 2025. Deflasi: Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Contohnya [daring]. Tautan: https://www.ruangguru.com/blog/deflasi-pengertian-penyebab-dampak-dan-contohnya-ekonomi-kelas-11

Unfatma. 2024. Deflasi Ancaman Tersembunyi, Jenis, Penyebab, Dampak, dan Solusi [daring]. Tautan: https://unfatma.ac.id/deflasi-ancaman-tersembunyi-jenis-penyebab-dampak-dan-solusi-mengatasi-deflasi.html

OCBC. 2023. Apa Itu Deflasi? Pengertian, Dampak, dan Cara Mengatasinya [daring]. Tautan: https://www.ocbc.id/id/article/2021/04/13/apa-itu-deflasi

Antariksa, Yodhia. 2024. Krisis Deflasi 4 Bulan Berturut-Turut: Strategi Ampuh untuk Memulihkan Ekonomi Indonesia dan Kembali Bangkit [daring]. Tautan: https://strategimanajemen.net/2024/09/17/krisis-deflasi-4-bulan-berturut-turut-strategi-ampuh-untuk-memulihkan-ekonomi-indonesia-dan-kembali-bangkit/ (Diakses 11 Agustus 2025)

Devi Lianovanda