Biografi Ir. Soekarno, Bapak Presiden Pertama Indonesia

biografi ir soekarno

Soekarno adalah pahlawan nasional yang berjasa dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Simak biografi Soekarno lengkap dan singkat berikut!

Nama Soekarno tentu sudah tidak asing lagi dalam sejarah Indonesia. Ia dikenal sebagai proklamator kemerdekaan sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia. Sejak muda, Soekarno aktif menyuarakan gagasan kemerdekaan dan membangun semangat nasionalisme di tengah penjajahan.

Lalu, bagaimana latar belakang Ir. Soekarno hingga ia menjadi tokoh penting dalam sejarah Indonesia? Yuk, simak profil singkat Ir. Soekarno di artikel ini!

 

Biografi Singkat Ir. Soekarno 

Tempat tanggal lahir Ir. Soekarno adalah di Surabaya, Jawa Timur pada 6 Juni 1901. Ia lahir dengan nama Kusno Sosrodihardjo. Ayahnya, Raden Soekemi Sosrodihardjo adalah seorang guru sekolah pribumi, sedangkan ibunya, Ida Ayu Nyoman Rai merupakan seorang perempuan berdarah Bali. Kombinasi latar budaya Jawa-Bali ini turut memengaruhi pandangan Soekarno tentang keragaman dan memperkuat semangatnya dalam mempersatukan bangsa Indonesia.

 

Masa Kecil dan Pendidikan Ir. Soekarno

Soekarno memulai pendidikan pertamanya di Tulungagung saat ia tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo. Kemudian, ia pindah bersama orang tuanya ke Mojokerto dan bersekolah di Eerste Inlandse School.

Pada tahun 1913, Soekarno dipindahkan ke Europeesche Lagere School (ELS) untuk memudahkannya diterima di Hogere Burger School (HBS). Setelah menyelesaikan pendidikannya di ELS pada tahun 1915, ia kemudian melanjutkan ke HBS di Surabaya, Jawa Timur.

ir soekarno kecil

Foto Ir. Soekarno ketika menjadi siswa di HBS (Sumber: wikipedia.org)

Selama menempuh pendidikan di sana, ia tinggal di rumah H.O.S. Tjokroaminoto, seorang tokoh penting Sarekat Islam. Di lingkungan inilah Soekarno mulai terpapar gagasan nasionalisme dan pergerakan kemerdekaan. Disana ia juga bertemu dengan tokoh-tokoh pergerakan seperti Haji Agus Salim, Alimin, Musso, Darsono, dan Abdul Muis.

Soekarno kemudian aktif dalam kegiatan organisasi pemuda Tri Koro Dharmo yang dibentuk sebagai organisasi dari Budi Utomo. Pada tahun 1918 nama organisasi tersebut kemudian berganti menjadi Jong Java (Pemuda Jawa). Selain itu, Soekarno juga aktif menulis di harian “Oetoesan Hindia” yang dipimpin oleh Tjokroaminoto

Setelah lulus dari HBS, Soekarno melanjutkan studi teknik di Technische Hoogeschool te Bandoeng (kini Institut Teknologi Bandung). Pada tahun 1926, ia dinyatakan lulus dan memperoleh gelar insinyur (Ir.). Selama di Bandung, ia juga bertemu dengan tokoh-tokoh pergerakan seperti Ki Hajar Dewantara dan Douwes Dekker yang saat itu merupakan pemimpin organisasi National Indische Partij.

Baca Juga: Nama Pahlawan Nasional Serta Biografi Singkatnya

 

Kehidupan Pribadi Ir. Soekarno

Dalam kehidupan pribadinya, Istri Ir. Soekarno pertama adalah Oetari. Ia menikahinya saat masih muda, namun pernikahan tersebut berlangsung singkat dan berakhir karena keadaan waktu itu. 

Setelah berpisah dari Oetari, Soekarno menikah dengan Inggit Garnasih, seorang perempuan yang sangat setia mendampingi perjuangan Soekarno, termasuk saat ia dipenjara dan diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda. Pernikahan ini berakhir ketika Soekarno ingin menikah lagi karena Inggit tidak dapat memberikan keturunan.

Pernikahan yang paling dikenal masyarakat adalah dengan Fatmawati yang merupakan penjahit bendera Merah Putih yang dikibarkan saat Proklamasi 17 Agustus 1945. Dari pernikahan ini lahir beberapa anak, termasuk Megawati Soekarnoputri dan menjadi Presiden Indonesia ke-5.

Selain Fatmawati, Soekarno juga menikah dengan Hartini, pernikahan yang menimbulkan sorotan karena terjadi saat ia masih menikah dengan Fatmawati. Selanjutnya, Soekarno juga menikahi beberapa perempuan lainnya, yaitu Ratna Sari Dewi (asal Jepang), Haryati, Yurike Sanger, dan Heldy Djafar. Dari semua pernikahannya, Soekarno dikaruniai 11 orang anak dan sebagian besar berperan dalam kehidupan publik maupun politik.

Baca Juga: Fatmawati Soekarno, Perempuan Dibalik Bendera Merah Putih

 

Peran Ir. Soekarno dalam Pemerintahan Indonesia

1. Perjuangan Ir. Soekarno Menuju Kemerdekaan

Perjuangan Ir. Soekarno dimulai jauh sebelum Indonesia merdeka. Pada tahun 1927, ia mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) sebagai wadah perjuangan politik untuk menentang penjajahan Belanda dan memperjuangkan kedaulatan bangsa. Karena aktivitas politiknya, Belanda menahan dan mengasingkannya ke Ende (Flores) dan kemudian Bengkulu.

Selama masa pengasingan, Soekarno tetap aktif menyebarkan gagasan nasionalisme melalui tulisan, pidato, dan pertemuan dengan tokoh pergerakan. Peran pentingnya kembali terlihat saat ia menyampaikan pidato pada 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI yang memaparkan usulan dasar negara Ir. Soekarno, yaitu Pancasila.

Puncak perjuangannya terjadi pada 17 Agustus 1945, ketika Soekarno bersama Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Setelah itu, melalui sidang PPKI, ia ditetapkan sebagai Presiden pertama Republik Indonesia. Proklamasi tersebut menjadi tonggak lahirnya negara Indonesia merdeka.

ir soekarno membaca teks proklamasi

Gambar Ir. Soekarno didampingi Mohammad Hatta membacakan teks proklamasi (Sumber: wikipedia.org)

 

2. Presiden Pertama Indonesia

Dalam sejarah Ir. Soekarno tercatat sebagai Presiden pertama Republik Indonesia yang menjabat sejak 1945 hingga 1967. Dalam periode awal pemerintahannya, ia menghadapi tantangan besar seperti:

  • Menghadapi agresi militer Belanda I dan II.
  • Mengupayakan pengakuan kedaulatan Indonesia secara internasional yang akhirnya tercapai pada 1949.
  • Menyatukan wilayah Indonesia yang luas dan beragam.
  • Mengatasi perbedaan ideologi politik di dalam negeri.

 

Pada awal kemerdekaan, Indonesia sempat menggunakan sistem parlementer. Namun, karena sering terjadi pergantian kabinet dan ketidakstabilan politik, Soekarno kemudian memperkenalkan sistem Demokrasi Terpimpin pada akhir 1950-an.

Ia juga menggagas konsep Nasakom (Nasionalisme, Agama, dan Komunisme) sebagai upaya menyatukan tiga kekuatan politik utama agar tercipta stabilitas nasional.

 

3. Diplomasi dan Politik Luar Negeri

Di bidang internasional, Soekarno berperan besar dalam membangun posisi Indonesia sebagai negara yang berpengaruh di antara bangsa-bangsa berkembang. Beberapa peran pentingnya, antara lain:

  • Menjalin hubungan diplomatik dengan negara-negara Asia, Afrika, dan Eropa.
  • Memprakarsai Gerakan Non-Blok (1961) untuk menjembatani negara-negara berkembang agar tidak terjebak dalam konflik Perang Dingin.
  • Menjadi tuan rumah Konferensi Asia-Afrika di Bandung tahun 1955 yang mempererat solidaritas negara-negara Asia dan Afrika pascakolonial.

 

4. Masa Akhir Kepemimpinan

Menjelang pertengahan 1960-an, pemerintahan Soekarno menghadapi krisis multidimensi, yaitu inflasi tinggi, ketegangan politik, serta konflik antara militer dan Partai Komunis Indonesia (PKI). Situasi memanas setelah peristiwa 30 September 1965.

Pada 11 Maret 1966, Soekarno menandatangani Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) yang memberikan kewenangan kepada Soeharto untuk memulihkan keamanan dan ketertiban. Pada 22 Juni 1966, pidato Ir. Soekarno yang berjudul “Nawaksara” dibacakan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas peristiwa G30S dalam Sidang Umum ke-IV MPRS. Namun, MPRS meminta agar isi pidato tersebut dilengkapi karena dianggap belum menjelaskan secara menyeluruh.

Menindaklanjuti permintaan tersebut, pada 10 Januari 1967 Soekarno kembali membacakan pidatonya “Pelengkap Nawaksara”, tetapi kembali ditolak oleh MPRS. Hingga akhirnya pada 20 Februari 1967, Soekarno menandatangani Surat Penyerahan Kekuasaan di Istana Merdeka sebagai tanda berakhirnya masa kepemimpinannya.

 

Wafatnya Ir. Soekarno

Setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden pada 1967, Soekarno menjalani masa hidupnya dengan terisolasi. Ia berada dalam pengawasan pemerintah pada masa awal pemerintahan Soeharto. Aktivitas politiknya dibatasi dan ia tidak lagi memiliki peran dalam pemerintahan. Dalam keadaan tersebut, kondisi kesehatannya terus menurun.

pemakaman ir soekarno

Pemakaman Ir. Soekarno (Sumber: wikipedia.org)

Soekarno wafat pada 21 Juni 1970 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, dalam usia 69 tahun. Jenazahnya kemudian dimakamkan di Blitar, Jawa Timur, berdampingan dengan makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Makam Ir. Soekarno menjadi salah satu tempat ziarah yang sering dikunjungi masyarakat.

Itulah biografi Ir. Soekarno secara lengkap dan singkat. Sebagai proklamator kemerdekaan dan Presiden pertama Republik Indonesia, ia dikenal dengan keberanian, kecerdasan, dan semangat memerdekakan bangsa, lho

Kalau kamu ingin menjadi pemimpin yang hebat seperti Soekarno, yuk, kembangkan kemampuanmu dengan belajar di Brain Academy! Didukung oleh STAR Master Teacher yang asyik dan fasilitas smart classroom yang canggih, pasti konsep pelajaran akan mudah dimengerti. Gabung sekarang!

[IDN] CTA Blog Kelas Gratis Brain Academy Online

Referensi:

KPU Jayawijaya. 2025. Profil Lengkap Presiden Soekarno: Presiden Pertama Indonesia [Daring]. Tautan: https://kab-jayawijaya.kpu.go.id/blog/read/8274_profil-lengkap-presiden-soekarno-presiden-pertama-indonesia. Diakses 12 Februari 2026

Perpustakaan Taufik Ikram Jamil. 2022. Bung Karno [Daring]. Tautan: https://digilibtij.sch.id/wp-content/uploads/2022/09/Bung-Karno-By-Juliana.pdf. Diakses 12 Februari 2026

Pusat Studi Arsip Statis Kepresidenan. Presiden Soekarno [Daring]. Tautan: https://pusdipres.anri.go.id/presidenpedia/presiden-sukarno. Diakses 12 Februari 2026

Olivia Yunita