Mau Membuat Proposal? Yuk, Pahami Struktur, Jenis, dan Kebahasaannya

mengenal-proposal

Proposal dibuat agar kegiatan bisa berlangsung dengan lancar dan sesuai harapan. Yuk, pahami jenis proposal, sistematika, contoh, dan cara menyusunnya.

---

Pernah pergi ke suatu acara atau justru kamu yang jadi panitianya? Seperti acara musik, acara olahraga, perlombaan antar sekolah, bazar, dan lain-lain. Acara tersebut diawali dengan pembuatan proposal. Tanpa adanya proposal, kamu tidak bisa memperoleh izin untuk mengadakan acara. Nah, memangnya seperti apa sih proposal itu? Apakah susah dan butuh waktu panjang untuk membuatnya?

Di artikel ini, kita akan membahas hal-hal apa saja yang harus dicantumkan dalam proposal. Yuk, kita mulai belajar!

 

Pengertian Proposal

Proposal adalah rencana kegiatan yang ditulis dalam bentuk rancangan kerja yang akan dilaksanakan. Rencana tersebut bertujuan agar pihak yang berkepentingan dapat memahami dengan baik, memberikan izin, atau menyumbangkan dana supaya kegiatan tersebut bisa terlaksana.

Contoh: Panitia SMA Nusantara ingin mengadakan pentas seni. Mereka membutuhkan izin dari kepala sekolah, keamanan setempat, serta sponsor untuk menyukseskan acara mereka.

 

Jenis Proposal

Ada 2 jenis proposal yang harus kamu ketahui, yaitu Proposal Kegiatan dan Proposal Penelitian. Apa perbedaannya? Coba simak penjelasan berikut!

 

1. Proposal Kegiatan

Proposal Kegiatan disusun agar pihak-pihak yang berkepentingan bisa mendukung acara yang diselenggarakan, terutama dalam hal pendanaan. Pasti kamu tahu dong, kita perlu biaya yang tak sedikit untuk mengadakan acara, seperti biaya operasional, konsumsi, hingga bintang tamu.

Biasanya, panitia menggunakan proposal untuk mengajukan izin serta meminta bantuan dari pihak yang disebut sebagai sponsor. Misalnya, ketika mengunjungi pensi di sekolah, kamu akan melihat brand air mineral atau makanan ringan di sekeliling panggung.

Proposal kegiatan juga penting diketahui oleh pihak-pihak keamanan, seperti kepolisian setempat. Mereka harus tahu waktu, lokasi, dan kapasitas pengunjung agar tidak menimbulkan kerusuhan atau merugikan masyarakat yang tinggal di sekitar.

 

2. Proposal Penelitian

Jika sebuah penelitian mengharuskan kamu untuk datang ke suatu tempat, mengambil dokumentasi, hingga mewawancarai narasumber, kamu perlu yang namanya proposal penelitian. Proposal penelitian disusun untuk mendapat persetujuan dari pihak terkait untuk melakukan penelitian.

Nggak mungkin dong, kamu datang ke suatu lokasi tanpa menjelaskan maksud dan tujuannya? Bisa jadi kamu bakal ditolak atau diusir secara paksa. Nah, penjelasan mengenai penelitian dapat dituangkan dalam bentuk proposal.

Contoh: Kamu mau meneliti tentang "Pengaruh Bimbingan Belajar terhadap Keberhasilan Siswa SMA Nusantara Masuk ke PTN". Kamu harus mencantumkan latar belakang, tujuan penelitian, manfaat, serta daftar pertanyaan apabila ingin mewawancarai narasumber di sana.

Live Teaching Brain Academy Online

Sistematika Proposal

Sistematika atau struktur adalah bagian-bagian yang harus tercantum dalam proposal. Berdasarkan jenisnya, struktur proposal dibagi 2:

 

1. Struktur Proposal Kegiatan

Sistematika proposal kegiatan terdiri dari 10 bagian, yaitu:

 

a. Judul Proposal

Bagian pertama dalam proposal kegiatan adalah mencantumkan judul acara yang akan diselenggarakan. Contoh: Proposal Kegiatan Pentas Seni SMA Nusantara Tahun 2022.

 

b. Latar Belakang Kegiatan

Sebuah acara tidak bisa diselenggarakan begitu saja. Ada tujuan dan manfaat yang ingin dicapai. Maka dari itu, kamu perlu menuliskan alasan diadakannya kegiatan tersebut pada bagian latar belakang.

Contoh: Pentas Seni SMA Nusantara adalah kegiatan tahunan sekolah yang bertujuan untuk mempererat solidaritas antar siswa, menggali minat dan bakat, serta hiburan usai ujian akhir semester dengan menghadirkan musisi ternama di penghujung acara.

 

c.  Tujuan Kegiatan

Sebenarnya, tujuan kegiatan sudah kamu jelaskan pada bagian latar belakang dalam bentuk narasi. Akan tetapi, supaya lebih jelas, kamu bisa menuliskannya kembali ke dalam poin-poin seperti di bawah ini:

Contoh:

Berdasarkan latar belakang di atas, tujuan diadakannya Pentas Seni SMA Nusantara adalah sebagai berikut:

  • Mempererat tali persahabatan peserta didik
  • Melepas kepenatan siswa melalui hal-hal positif
  • Wadah untuk mengekspresikan diri, minat, dan bakat siswa

Gimana, paham kan?

 

d. Tema Kegiatan

Tema acara harus disesuaikan dengan kegiatan yang diselenggarakan. Misalnya, tema pentas seni SMA Nusantara adalah "Temukan Bakatmu".

 

e. Peserta Kegiatan

Peserta kegiatan di sini adalah siswa siswi SMA Nusantara.

 

f. Waktu dan Tempat Kegiatan

Berisi hari, tanggal, bulan, tahun, serta durasi acara. Hal ini penting untuk diketahui pihak-pihak yang berkepentingan agar kegiatan yang kamu adakan tidak bentrok dengan acara lainnya, apalagi jika kamu menggunakan fasilitas umum.

Proposal juga hendaknya dibuat dan diserahkan jauh-jauh hari sebelum acara berlangsung. Mengapa demikian? Karena memperoleh persetujuan dari keamanan atau sponsor perlu waktu yang lama.

 

g. Ketentuan dalam Kegiatan

Setiap acara harus memiliki peraturan, larangan, atau imbauan agar berjalan tertib. Contohnya, dilarang membawa minuman beralkohol, membawa senjata tajam, membuat kericuhan, memotret dengan kamera profesional, dan lain-lain. Hal ini bertujuan supaya peserta maupun penonton merasa nyaman selama acara berlangsung.

 

h. Susunan Panitia

Susunan panitia adalah daftar orang-orang yang bertanggung jawab atas keseluruhan acara. Dimulai dari ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, humas, dokumentasi, seksi acara, seksi konsumsi, seksi pendaftaran, tim medis, dan sebagainya. Semakin besar kegiatan, semakin banyak pula panitia yang dibutuhkan.

 

i. Rencana Anggaran

Rencana anggaran berisi rincian biaya yang menjadi pertimbangan calon sponsor. Bantuan dari sponsor bisa berbentuk uang, barang, atau jasa gratis. Sebagai imbalan, kamu wajib mencantumkan logo mereka di spanduk, media sosial, atau menyebutkan nama sponsor pada saat acara berlangsung.

 

sistematika-proposal

 

2. Struktur Proposal Penelitian

Proposal penelitian mempunyai sistematika yang terdiri dari 6 bagian:

 

a. Latar Belakang

Di bagian ini perlu dituliskan hal apa saja yang menjadi latar belakang pentingnya penelitian. Kalau kamu masih bingung, latar belakang proposal penelitian mirip dengan latar belakang skripsi. Hanya saja paragraf yang dibuat lebih singkat dan padat.

Baca juga: Syarat, Tahapan, dan Sistematika Penyusunan Skripsi

 

b. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. Misalnya "Apakah ada hubungan antara bimbingan belajar dengan keberhasilan siswa SMA Nusantara untuk lolos ke PTN?"

 

c. Tujuan Penelitian

Singkatnya, tujuan penelitian adalah bentuk kalimat pernyataan dari rumusan masalah. Jika mengacu pada rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara bimbingan belajar dengan keberhasilan siswa SMA Nusantara lolos ke PTN.

 

d. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian itu ada 2, yakni manfaat akademis dan manfaat praktis. Manfaat akademis berhubungan dengan kemajuan bidang ilmu pengetahuan, sedangkan manfaat praktis berhubungan dengan kebijakan maupun evaluasi yang dapat dilakukan oleh pihak-pihak yang ada dalam penelitian.

Contoh:

  • Manfaat akademis dari penelitian ini tak lain untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan.

  • Manfaat praktis dari penelitian ini yaitu sebagai landasan kebijakan dan bahan evaluasi bagi guru, tempat bimbingan belajar, maupun orangtua siswa dalam memotivasi peserta didik untuk lolos ke PTN.

 

e. Landasan Teori

Teori diperlukan untuk memecahkan masalah penelitian secara sistematis dan terarah. Jika masalah yang kamu teliti berhubungan dengan pendidikan, maka pilihlah teori yang berkaitan dengan ilmu pendidikan.

 

f. Metode Penelitian

Metode penelitian dibagi menjadi 2. Ada metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian kualitatif. Kuantitatif lebih menekankan pada kuantitas data dengan menggunakan hitungan statistik.

Nah, kalau metode kualitatif melibatkan analisis yang lebih mendalam dengan data yang tidak begitu banyak. Penjelasan lengkap mengenai metode penelitian akan aku bahas di artikel lain, ya!

 

g.  Rencana Anggaran

Rencana anggaran atau biaya pada proposal penelitian sifatnya opsional. Boleh dicantumkan atau justru tidak sama sekali. Apabila penelitian yang kamu lakukan berskala besar dan mengharuskan kamu untuk pergi ke beberapa lokasi, anggaran mungkin saja diperlukan.

Baca juga: Masih Bingung Cara Bikin Daftar Pustaka? Cek Pedoman Terbarunya, Yuk!

 

Kebahasaan Proposal

"Udah ngerti sih, tapi kata-katanya gimana ya?"

Nah, biar nggak blank waktu nulis proposal, kamu bisa memperhatikan kaidah kebahasaan yang biasa digunakan di dalamnya. Yuk, disimak!

 

1. Pernyataan Argumentatif

Proposal banyak menggunakan kalimat argumentatif yang bersifat memberikan alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat. Ditandai dengan kata sebabkarena, dan oleh karena itu.

Contoh: Oleh karena itu, kegiatan Pentas Seni SMA Nusantara tidak hanya sebagai wadah untuk menggali minat bakat siswa, tetapi juga media untuk melepas penat.

 

2. Pernyataan Persuasif

Karena bertujuan untuk memperoleh izin dari pihak-pihak yang berwenang, proposal juga menggunakan kalimat persuasif yang berisi ajakan, bujukan, atau imbauan terhadap sesuatu.

 

3. Istilah Ilmiah

Istilah ilmiah adalah kosakata bidang ilmu pengetahuan tertentu yang mengandung makna khusus.

Contoh: Di bidang pendidikan, kita mengenal kata afektifkurikulumbuku pelajaranmedia belajar, dan peserta didik.

 

4. Verba

Verba adalah kata yang menggambarkan proses, perbuatan, atau keadaan. Verba dikenal juga sebagai kata kerja. Ketika menulis proposal, tak jarang kamu menggunakan kata kerja di dalamnya.

Contoh: Kegiatan perlombaan akan didokumentasikan oleh pihak panitia.

kebahasaan-proposal

 

5. Kata Definisi

Kata definisi adalah kata yang memberikan penjelasan umum mengenai benda, hal, aktivitas, dan sebagainya. Ditandai dengan kata adalahmerupakanyaituyakni.

Baca juga: 100 Contoh Kalimat Aktif dan Pasif, Jangan Tertukar Lagi Ya!

 

6. Kalimat Perincian

Kalimat perincian adalah kalimat yang mengandung bagian kecil dari suatu uraian. Ditandai dengan kata selain itupertama, dan kedua.

Contoh: Hal pertama yang harus dilakukan panitia kegiatan pensi adalah menentukan tema acara.

 

7. Kata Keakanan

Kalau kamu perhatikan, sering ditemukan kata akandiharapkan, atau direncanakan dalam sebuah proposal. Deretan kata ini disebut sebagai kata keakanan yang menyatakan kejadian di masa depan.

 

8. Kata Bermakna Lugas

Masih ingat kata denotasi? Itu lho, kata yang bermakna sebenarnya, lugas, dan sesuai arti yang sesungguhnya. Kata ini juga digunakan dalam menulis proposal.

---

Membuat proposal nggak sesulit yang dibayangkan kok. Di artikel selanjutnya, aku bakal kasih contoh beberapa proposal yang bisa kamu gunakan. Tapi, kalau sudah nggak sabar, kamu bisa belajar duluan bareng Master Teacher di Brain Academy. Mau online atau offline, sama-sama bikin cepat paham!

New call-to-action

 

Profile

Salsabila Nanda

Anak broadcasting yang cita-citanya mau jadi PR, tapi malah jadi content writer. Siang kerja, malam nonton teen drama. Terima kasih sudah baca tulisanku!