Pengertian Hidrosfer, Macam, Ciri-Ciri, dan Siklusnya

Bumi memiliki lapisan air bernama hidrosfer. Apa itu? Yuk ketahui pengertian, jenis, ciri-ciri, fungsi, siklus, dan tahapannya!
—
Tahukah kamu bahwa sekitar 71% permukaan bumi tertutup oleh air? Bagian atau lapisan air di bumi disebut dengan hidrosfer.
Jumlah air di bumi sendiri diperkirakan mencapai 1.331 miliar kilometer kubik. Air selalu mengalami siklus hidrologi, yaitu proses daur ulang air yang berlangsung terus-menerus, sehingga jumlah air di bumi nggak berkurang. Keren, kan? Nah, sekarang yuk kita pelajari lebih lanjut tentang apa yang dimaksud dengan hidrosfer itu!
Apa Itu Hidrosfer?
Hidrosfer adalah lapisan air yang ada di permukaan bumi, baik di permukaan, bawah tanah, maupun di atmosfer. Hidrosfer berasal dari kata hidros yang artinya air dan sphere yang berarti lapisan. Keberadaan air di bumi berkaitan dengan siklus air atau disebut juga siklus hidrologi.

Contoh gambar hidrosfer, laut. (Sumber: https://www.freepik.com/author/jannoon028)
Hidrosfer merupakan lapisan yang terdiri atas semua air yang ada di bumi, seperti air laut, sungai, danau, waduk, air tanah, awan, uap air, kelembaban udara, es, dan salju di kutub atau pegunungan. Beberapa contoh hidrosfer adalah Sungai Kapuas, Danau Toba, air tanah, es, serta gletser. Jadi, semua air yang ada di bumi, baik yang mengalir, membeku, menguap, atau tersimpan di dalam tanah, semuanya adalah hidrosfer.
Baca juga: Lapisan Atmosfer: Urutan, Karakteristik, dan Fungsinya
Fungsi Hidrosfer
Hidrosfer memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan di bumi. Berikut beberapa manfaat hidrosfer:
1. Sumber Air Minum
Hidrosfer menyediakan air minum bagi manusia, hewan, dan tumbuhan. Air tanah, air sungai, dan mata air menjadi sumber air bersih yang digunakan setiap hari.
2. Ekosistem Aquatik
Hidrosfer merupakan tempat hidup berbagai organisme perairan seperti ikan, plankton, alga, dan makhluk air lainnya. Ekosistem ini penting karena membantu menjaga keseimbangan lingkungan.
3. Regulasi Iklim
Hidrosfer terutama perairan laut berperan penting dalam mengatur iklim bumi. Laut menyerap panas matahari, menjaga suhu udara, dan proses penguapannya memengaruhi pola hujan serta cuaca.
4. Sumber Energi
Air dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, misalnya melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang menghasilkan listrik dengan memanfaatkan energi gerak air.
5. Transportasi
Berbagai permukaan air seperti laut, sungai, dan danau digunakan sebagai jalur transportasi untuk memindahkan orang maupun barang dari satu tempat ke tempat lain.
Baca juga: Jenis Awan, Arah Gerak, dan Proses Terbentuknya
Ciri-Ciri Hidrosfer
Yuk, ketahui ciri-ciri hidrosfer berikut ini!
- Energi dan sinar matahari memberi kekuatan pada molekul air untuk berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya.
- Hidrosfer menyelimuti bumi dalam bentuk uap air.
- Kepadatan air dapat berubah tergantung suhu dan kadar garamnya.
- Air tawar dari es yang mencair bisa mengurangi kepadatan air laut yang asin.
- Suhu akan semakin rendah di wilayah garis lintang tinggi karena jumlah partikel udara lebih sedikit dan tekanannya lebih rendah.
- Hidrosfer adalah bagian penting dari sistem bumi bagi kehidupan.
- Air terus bergerak dan bersirkulasi antara di antara litosfer, biosfer, dan atmosfer.
Baca juga: Siklus Hidrologi: Pengertian, Jenis, dan Proses Terjadinya
Macam-Macam Permukaan Air Hidrosfer
Lapisan hidrosfer mencakup semua air yang ada di bumi dalam berbagai bentuk, seperti air laut, uap air, hingga es. Berikut macam-macam permukaan air hidrosfer:
1. Perairan Darat
a. Sungai
Sungai terbentuk dari air hujan yang jatuh ke tanah dan mengalir sebagai aliran permukaan. Air ini bergerak dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah melalui parit, selokan, atau anak sungai, hingga akhirnya membentuk aliran sungai yang lebih besar.
b. Danau
Danau adalah cekungan luas di permukaan bumi yang terisi air. Danau dapat terbentuk karena aktivitas tektonik, vulkanik, atau proses pengendapan. Air danau bisa berasal dari sungai, mata air, air hujan, atau air tanah.
c. Rawa
Rawa adalah daerah tanah basah yang sering tergenang air karena posisinya lebih rendah dari sekitarnya. Rawa biasanya dipenuhi tumbuhan berbatang lunak, rerumputan, dan menjadi habitat bagi berbagai hewan air.
2. Perairan Laut
a. Pesisir
Pesisir adalah wilayah peralihan antara daratan dan laut, terletak di area pasang naik dan pasang surut. Daerah pesisir dapat dibagi menjadi:
- Pesisir daratan, pesisir yang terbentuk karena pengangkatan daratan dari dasar laut.
- Pesisir daratan alluvial, pesisir yang terbentuk dari endapan material (alluvium) dan memiliki lereng landai.
- Pesisir pulau penghalang, pesisir yang berada di belakang pulau penghalang dengan perairan dangkal yang luas.
b. Pantai
Pantai adalah batas antara daratan dan laut yang membentuk garis pantai. Wilayah ini dipengaruhi oleh ombak, angin, dan pasang surut, sehingga bentuknya bisa berubah-ubah.
Siklus Hidrosfer
Hidrosfer atau lapisan air yang ada di bumi mengalami siklus hidrologi atau peredaran dan daur ulang secara terus-menerus. Bagaimana proses terjadinya siklus air pada hidrosfer? Simak gambar dan penjelasan berikut ini!

Gambar siklus hidrologi atau siklus air. (Sumber: https://www.freepik.com/author/freepik)
Proses ini dimulai saat sinar matahari memanaskan air sehingga terjadi penguapan. Uap air naik ke atmosfer, kemudian mengalami penurunan suhu dan berubah menjadi titik-titik air melalui proses kondensasi. Ketika titik-titik air ini sudah cukup berat untuk jatuh, terjadilah hujan.
Siklus hidrologi sendiri terbagi menjadi tiga, yaitu:
1. Siklus Hidrologi Pendek
Pada siklus pendek, air menguap di permukaan laut, mengalami kondensasi, lalu membentuk awan. Awan tersebut kemudian menjadi hujan di atas laut. Prosesnya berlangsung singkat dan uap air nggak mengalami perpindahan ke daratan.
2. Siklus Hidrologi Sedang
Dalam siklus hidrologi sedang, air laut menguap dan mengalami kondensasi membentuk awan. Kemudian angin mendorong awan menuju daratan (adveksi). Awan tersebut kemudian menurunkan hujan di daratan, dan air yang jatuh akan mengalir melalui sungai atau aliran permukaan hingga kembali ke laut.
3. Siklus Hidrologi Panjang
Pada siklus hidrologi panjang, air laut menguap lalu terbawa angin menuju wilayah yang lebih tinggi dan dingin. Di ketinggian tertentu, uap air berubah menjadi salju dan membentuk gletser. Presipitasi yang terjadi biasanya berupa hujan salju atau hujan es.
Saat suhu menghangat di musim semi, salju dan es akan mencair, mengalir kembali ke laut dan memulai lagi siklusnya. Pada siklus ini, bisa juga terjadi sublimasi, yaitu perubahan es langsung menjadi uap air.
Tahapan Siklus Air (Hidrologi)
Dalam siklus hidrosfer di atas, kita menemukan beberapa istilah seperti evaporasi, kondensasi, presipitasi, infiltrasi, hingga aliran permukaan. Apa sebenarnya arti dari masing-masing proses ini? Yuk, kita bahas!
1. Evaporasi
Evaporasi adalah proses perubahan air dari bentuk cair menjadi uap. Penguapan ini terjadi karena panas matahari. Air dari laut, danau, sungai, atau permukaan tanah naik ke atmosfer dan berubah menjadi uap air.
2. Kondensasi
Kondensasi adalah proses perubahan uap air menjadi titik-titik air (embun). Proses ini terjadi di atmosfer ketika suhu menurun. Titik-titik air yang terbentuk kemudian berkumpul membentuk awan. Jika awan makin tebal dan jenuh, proses selanjutnya adalah turunnya hujan.
3. Presipitasi
Presipitasi adalah kondisi ketika awan sudah nggak mampu menampung banyaknya kumpulan air. Air kemudian jatuh ke permukaan bumi dalam bentuk hujan, salju, hujan es, atau embun beku. Proses ini menjadi salah satu cara utama air kembali ke daratan dan lautan.
4. Infiltrasi
Infiltrasi adalah proses ketika sebagian air hujan meresap ke dalam tanah. Air yang masuk ke tanah ini dapat menjadi cadangan air tanah atau bergerak perlahan menuju sungai dan akhirnya kembali ke laut.
5. Aliran Permukaan (Surface Runoff)
Saat hujan, nggak semua air meresap ke tanah. Sebagian akan mengalir di permukaan bumi, mengalir menuju parit, sungai, dan danau, lalu akhirnya bermuara ke laut.
6. Transpirasi
Transpirasi adalah proses penguapan air dari tumbuhan. Tumbuhan menyerap air melalui akar, lalu melepaskan uap air melalui stomata pada daun. Proses ini membantu menjaga keseimbangan air di atmosfer.
—
Itulah pembahasan mengenai hidrosfer, mulai dari apa itu hidrosfer, fungsi, macam-macam permukaan air, hingga proses dan tahapan siklus hidrologi.
Semoga penjelasan di atas bisa membantumu memahami hidrosfer dengan lebih mudah. Kalau ingin belajar lebih banyak, yuk lanjut belajar di Brain Academy!
Sumber:
StudySmarter. 2022. Hidrosfer [daring]. Tautan: https://www.studysmarter.co.uk/explanations/environmental-science/physical-environment/hydrosphere/
Kumparan. 2023. Pengertian Hidrosfer, Fungsi, dan Siklusnya [daring]. Tautan: https://m.kumparan.com/pengertian-dan-istilah/pengertian-hidrosfer-fungsi-dan-siklusnya-21LRX5vNaCW/1
Rizky, Anisa. 2022. Hidrosfer: Pengertian, Macam serta Unsurnya [daring]. Tautan: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6083184/hidrosfer-pengertian-macam-beserta-unsurnya (Diakses 10 November 2025)
Sumber gambar:
https://www.freepik.com/free-vector/hand-drawn-flat-design-water-cycle_18773926.htm
https://www.freepik.com/free-photo/fantastic-seascape-with-ripples_977674.htm


