Jurusan Farmasi: Benarkah Cuma Ngurusin Obat-Obatan?

Tri Janarti Sep 8, 2021 • 5 min read


Jurusan Farmasi

Benarkah Jurusan Farmasi hanya belajar obat-obatan sehingga peluang kerjanya hanya sebagai apoteker? Yuk, cari tahu jawabannya di artikel ini!

--

Hai, Brainies! Kamu udah tahu belum bahwa nggak cuma lulusan Jurusan Ilmu Kedokteran dan Jurusan Ilmu Keperawatan saja yang bisa bekerja di dunia kesehatan? Wah, kalau belum tahu, maka kamu wajib banget nih baca serba-serbi tentang Jurusan Farmasi di artikel ini. Yuk, baca sampai akhir!

Apa Itu Jurusan Farmasi?

Jurusan Farmasi merupakan jurusan yang identik dengan obat-obatan. Apabila masuk jurusan ini, maka kamu akan belajar mengidentifikasi, meracik, menyeleksi, memelihara, hingga menganalisis obat dan bahan obat berdasarkan standar kelayakan. Makanya, kamu yang masuk Jurusan Farmasi mungkin saja bisa menjadi seorang penemu obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Widih, kebayang nggak tuh seberapa besar peranmu untuk kesehatan makhluk hidup nanti?

Eits, tapi bukan itu saja, lho, Brainies. Di Jurusan Farmasi, kamu juga akan mempelajari tata cara pendistribusian, penyimpanan, dan penggunaan obat-obatan yang tepat. Jadi, tugasmu nanti nggak cuma “meramu”, tetapi juga “manajemen” obat-obatan yang telah ada, ya.

Apa yang Dipelajari di Jurusan Farmasi?

Sebelum membahas mata kuliah di Jurusan Farmasi, kita perlu memahami dulu nih bahwa yang dipelajari di jurusan ini nggak melulu soal memformulasikan obat. Ada juga formulasi terhadap zat-zat senyawa tertentu untuk membuat makanan, minuman, bahkan kosmetik. Dengan begitu, kamu yang mau masuk Jurusan Farmasi nggak cuma harus tertarik pada Ilmu Kesehatan dan Biologi, tetapi juga Kimia, ya.

Dekret Two Silices Farmasi dan Kedokteran

Lalu apa saja mata kuliahnya? Kita ambil contoh beberapa mata kuliah Jurusan Farmasi dari Universitas Indonesia. Berikut mata kuliahnya.

 Baca Juga: Inilah 6 Jurusan Kuliah yang Cocok untuk Si Introvert

Semester 1, 2, dan 3

Mulai dari semester 1 hingga semester 3, kamu masih akan bertemu dengan mata kuliah dasar. Misalnya, Kimia Organik 1, Ilmu Biomedik Dasar 1, Etika dan Hukum Bidang Kesehatan, Biologi Sel dan Molekuler, Farmasetika, Farmasi Fisika 1, Analisis Farmasi Dasar, Farmakognosi 1, Mikrobiologi Farmasi, Farmakologi Dasar, dan Biokimia.

Semester 4, 5, dan 6

Pada semester ini, mata kuliah praktikum akan lebih sering kamu hadapi. Yups! Jurusan Farmasi nggak cuma harus mantap dalam pemahaman teori, tetapi juga berbagai praktik yang harus tepat kamu kerjakan. Untuk mata kuliah yang memerlukan praktikum di antaranya Praktikum Farmasi Fisika, Praktikum Analisis Fisikokimia, Praktikum Farmasetika 1, Praktikum Farmakognosi, Praktikum Farmakologi, dan Praktikum Fitokimia.

Sementara itu, mata kuliah lain yang tidak dikhususkan untuk melakukan praktikum pun masih harus kamu tempuh. Misalnya, Imunologi Virologi, Obat Inflamasi, Biofarmasetika, Kimia Medisinal, Pelayanan Kefarmasian, dan Kewirausahaan.

Semester 7 dan 8

Nah, menuju akhir masa perkuliahanmu, kamu udah bisa memilih mata kuliah pilihan yang sesuai dengan bidang peminatanmu, lho! Jadi, pastikan mata kuliah yang kamu ambil pada semester 7 betul-betul sesuai dengan minatmu, ya.

Meskipun udah memilih mata kuliah pilihan, kamu juga harus tetap belajar mata kuliah wajib di semester 7, yakni Aseptik Dispensing, Farmakoterapi 3, Praktikum Teknologi Sediaan Steril, dan Praktikum Analisis Sediaan Farmasi. Sementara untuk semester 8, kamu akan diminta untuk fokus menyelesaikan skripsi yang menjadi tugas akhirmu sebagai seorang mahasiswa.

Baca Juga: Bedah Jurusan Sosiologi, Cocok Jadi Problem Solver

Apa Saja Prospek Kerja Lulusan Jurusan Farmasi?

“Ah, ini mah udah pasti jadi apoteker lah!”

Loh, kata siapa, Brainies? Jurusan Farmasi itu nggak bisa jadi apoteker, lho.

“Lah, terus jadi apa dong?”

Lulusan Jurusan Farmasi memang nggak akan bisa langsung menjadi seorang Apoteker. Jika kamu menginginkannya, maka kamu perlu melanjutkan studimu dengan mengambil Program Profesi Apoteker selama satu tahun. Nah, baru deh setelah lulus kamu bisa disebut sebagai Apoteker.

“Terus buat yang nggak mau melanjutkan studi dulu gimana? Apakah nggak bisa bekerja?”

Tenang, Brainies. Kamu tetap bisa bekerja kok. Tadi ‘kan dijelaskan bahwa di Jurusan Farmasi kamu akan mempelajari berbagai hal, mulai dari meramu obat untuk kesehatan, manajemen obat-obatan, serta memformulasikan zat-zat senyawa untuk makanan, minuman, dan kosmetik. Berdasarkan hal itu, maka akan ada berbagai peluang kerja untuk lulusan Jurusan Farmasi.

Peluang Karir Jurusan Farmasi

---

Itulah info seputar Jurusan Farmasi untukmu, Brainies. Gimana, kamu tertarik nggak untuk masuk ke jurusan ini? Kalau iya, mulai sekarang kamu harus mempersiapkan diri untuk menghadapi SNMPTN maupun SBMPTN, ya! Caranya gampang kok. Kamu tinggal gabung saja ke kelas Brain Academy Online yang bisa bikin belajarmu jadi lebih seru. Yuk, buruan!

BA online

Referensi:

Program Sarjana Farmasi [Daring]. Tautan: https://www.ui.ac.id/akademik/sarjana-reguler/fakultas-farmasi-2/s1-farmasi.html

Kurikulum Program Studi Sarjana Farmasi [Daring]. Tautan: https://farmasi.ui.ac.id/program-studi/sarjana-s1/kurikulum/

Tak Sekadar Belajar Pengobatan, Ketahui Jurusan Farmasi serta Prospek Kerjanya! [Daring]. Tautan: https://glints.com/id/lowongan/prospek-kerja-jurusan-farmasi/#.YTCNJo4zbIV

(Diakses 1 September 2021)

Sumber Gambar:

Foto Johann Georg Ziesenis [Daring]. Tautan: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Friedrich_der_Gro%C3%9Fe_-_Johann_Georg_Ziesenis_-_Google_Cultural_Institute_(cropped).jpg

(Diakses 7 September 2021)

Profile

Tri Janarti

Beri Komentar