Teks Biografi: Pengertian, Struktur, Ciri-Ciri, dan Contoh

teks biografi

Teks biografi berisi cerita hidup seseorang seperti pahlawan, penemu, atau negarawan. Yuk, ketahui lebih banyak soal teks biografi!

Apakah kamu pernah membaca sebuah artikel atau buku yang menceritakan kisah hidup seseorang? Cerita itu disebut biografi atau teks biografi. Seperti sebelumnya, kita pernah membahas biografi R.A Kartini sang pahlawan emansipasi. Yuk, kita belajar bareng tentang teks biografi mulai dari pengertian, struktur, ciri, unsur, kaidah kebahasaan, dan contohnya berikut ini!

 

Apa Itu Teks Biografi?

Biografi adalah riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain. Biasanya, biografi berisi sejarah hidup seseorang mulai dari lahir hingga saat ini atau sampai tokoh tersebut meninggal dunia. Teks biografi ditulis agar pembaca dapat mengetahui gambaran tentang tokoh yang diceritakan meneladani atau termotivasi dengan kisah sukses mereka. 

Tokoh yang dibuatkan biografi biasanya tokoh terkenal, orang sukses, atau orang yang memiliki pengaruh besar dalam masyarakat. Contohnya, pahlawan, penemu, olahragawan berprestasi, penemu, pemimpin bisnis, dan masih banyak lagi.

 

Baca juga: Pengertian Teks Inspiratif: Ciri, Struktur dan Jenisnya

 

Struktur Teks Biografi

Teks biografi adalah jenis teks narasi yang menceritakan kehidupan seseorang. Strukturnya mirip seperti cerpen dan hikayat, seperti berikut:

1. Orientasi

Orientasi berisi informasi tentang tokoh yang diceritakan dalam biografi dan latar belakang kehidupannya. Bagian ini memuat informasi nama tokoh, tempat dan waktu kehidupannya, dan beberapa detail penting yang membantu pembaca lebih mengenal tentang tokoh tersebut. 

 

2. Kejadian atau Peristiwa Penting

Bagian ini berisi serangkaian peristiwa yang dialami oleh tokoh secara kronologis. Misalnya, momen-momen penting dalam kehidupannya, mulai dari masa kecil hingga dewasa. Kadang, penulis juga menyelipkan komentar atau pemikiran pribadi pada bagian-bagian tertentu dalam peristiwa yang dialami tokoh.

 

3. Reorientasi 

Reorientasi adalah bagian terakhir yang berisi komentar atau kesimpulan mengenai kehidupan tokoh yang telah diceritakan. Bagian ini bersifat opsional, tergantung para preferensi penulis. 

 

Baca juga: Teks Editorial: Pengertian, Fungsi, Ciri, Struktur dan Contoh 

 

Unsur-Unsur Teks Biografi

Unsur-unsur teks biografi adalah bagian-bagian penting yang membentuk struktur dan ciri khas teks biografi, berikut unsur-unsurnya: 

  1. Cerita latar belakang keluarga tokoh. 
  2. Cerita latar belakang pendidikan tokoh. 
  3. Masalah atau kesulitan yang dihadapi tokoh dan cara tokoh mengatasinya. 
  4. Keistimewaan tokoh. 
  5. Keteladanan tokoh. 

 

Jenis-Jenis Biografi

Berikut adalah jenis-jenis teks biografi yang perlu diketahui: 

1. Teks Biografi berdasarkan Sisi Penulisannya

  • Authorized biography: biografi yang ditulis dengan izin dari tokoh yang diceritakan. 
  • Unauthorized biography: biografi tentang tokoh yang sudah meninggal. Jadi, biografi dapat ditulis tanpa seizin mereka.

 

2. Teks Biografi berdasarkan Isi

  • Biografi perjalanan karier: menceritakan karier dan pekerjaan tokoh. 
  • Biografi perjalanan hidup: menceritakan kisah hidup tokoh secara lengkap.

 

3. Teks Biografi berdasarkan Penerbit

  • Buku sendiri: biografi yang biaya produksinya ditanggung sendiri oleh penulisnya. 
  • Buku subsidi: biografi yang biaya produksinya ditanggung oleh sponsor.

 

4. Teks Biografi berdasarkan Persoalan yang Dibahas

  • Biografi politik: menceritakan kehidupan tokoh dari sudut pandang politik. 
  • Biografi intelektual: biografi dengan gaya penulisan yang menggunakan bahasa ilmiah. 
  • Biografi jurnalistik: biografi yang narasinya diperoleh dari hasil wawancara dengan tokoh yang ditulis, dan juga bisa menggunakan tokoh lain sebagai pendukung cerita. 

 

Baca juga: 15 Contoh Cerita Fabel Bahasa Indonesia dan Inggris Singkat

 

Ciri-Ciri Teks Biografi

Setelah kamu tahu jenis-jenis biografi, berikut adalah ciri-ciri teks biografi yang perlu diketahui: 

  1. Berisi fakta sesuai pengalaman hidup tokoh yang diceritakan. 
  2. Teks biografi menggunakan bentuk narasi dalam penyajian atau penceritaan. 
  3. Menceritakan peristiwa penting yang pernah dialami tokoh dalam hidupnya yang menginspirasi, memotivasi, atau menjadi teladan bagi pembaca. 

 

Manfaat Teks Biografi

Berikut adalah beberapa manfaat teks biografi bagi pembaca: 

  1. Dapat mengenal tokoh yang dituliskan dengan lebih dekat melalui riwayat hidupnya. 
  2. Meneladani karakter unggul tokoh, seperti pekerja keras, ulet, belajar dengan giat, berbakti kepada orang tua, dan lainnya. 
  3. Memotivasi pembaca untuk meraih mimpi
  4. Mendapatkan inspirasi dari kisah perjuangan orang lain dalam meraih kesuksesan
  5. Pembaca dapat memetik nilai-nilai kehidupan yang dirasakan oleh tokoh. 
  6. Meningkatkan rasa percaya diri untuk mencoba berbagai hal positif agar meraih kesuksesan. 

 

Baca juga: Teks Cerita Sejarah: Jenis, Ciri, Struktur, dan Contohnya

 

Kaidah Kebahasaan Teks Biografi 

Berikut adalah kaidah kebahasaan teks biografi: 

  1. Menggunakan kata pronomina (kata ganti) orang ketiga tunggal “ia” atau “dia” atau “beliau” untuk menghindari penyebutan nama tokoh secara berulang. 
  2. Menggunakan kata kerja tindakan yang menjelaskan kegiatan yang dilakukan tokoh, misalnya “belajar” atau “bekerja”. 
  3. Menggunakan kata sifat untuk menggambarkan karakteristik tokoh dengan detail, seperti “pintar”, “rajin”, atau “jujur”. 
  4. Menggunakan kata kerja pasif untuk menjelaskan sesuatu yang terjadi pada tokoh, misalnya “diberi” atau “dipilih”. 
  5. Menggunakan kata kerja yang berhubungan dengan aktivitas mental atau emosi tokoh, misalnya “memahami:, “menyetujui” atau “mencintai”. 
  6. Banyak menggunakan kata sambung, kata depan, atau nomina yang berkenaan dengan urutan waktu. Contoh, “sebelum”, “pada saat”, “selanjutnya”, “sampai”, “nantinya”, “saat itu”, dan “hingga”. 

 

Contoh Teks Biografi

Berikut adalah contoh biografi singkat Ki Hajar Dewantara, bapak Pendidikan Indonesia. 

 

Biografi Ki Hajar Dewantara

Mengutip buku Landasan Pendidikan Dasar Pengenalan Diri Sendiri oleh Amos & Amialia (2015), nama asli Ki Hajar Dewantara yang sebenarnya adalah Raden Mas Soewardi Soeryaningrat . Beliau lahir pada 2 Mei 1889 dan berasal dari keluarga Kadipaten Pakualaman, Yogyakarta. Pada masa itu, Kadipaten Pakualaman merupakan salah satu kerajaan pecahan dari Dinasti Mataram.

Ki Hajar Dewantara merupakan lulusan ELS (Sekolah Dasar Belanda), kemudian melanjutkan ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera). Namun, beliau tidak tamat karena memiliki riwayat sakit.

Ki Hajar Dewantara merupakan aktivis pergerakan nasional yang juga berperan sebagai wartawan di berbagai surat kabar, seperti Midden Java, Sedyotomo, De Express, Oetoesan Hindia, Tjahaja Timoer, Kaoem Moeda, dan Poesara.

Pada tanggal 20 Mei 1908, ia bergabung dengan Boedi Oetomo (BO) di Batavia (Jakarta), namun akhirnya keluar dan menggagas organisasi Indische Partij (IP) bersama dengan Cipto Mangunkusumo dan Ernest Douwes Dekker. Mereka bertiga dikenal sebagai Tiga Serangkai.

Saat bergabung dengan Tiga Serangkai, Ki Hajar Dewantara vokal dalam menyampaikan kritik tentang pendidikan di Indonesia yang saat itu hanya bisa dinikmati oleh kaum priyayi dan keturunan Belanda.

Pada tahun 1913, Tiga Serangkai diasingkan ke negeri Belanda karena tulisannya dianggap memberontak kepada pemerintah. Berkat Ki Hajar Dewantara, untuk pertama kalinya istilah “Indonesia” digunakan di kancah internasional ketika ia  mendirikan kantor berita bernama Indonesische Persbureau di Den Haag.

Selain itu, Ki Hajar Dewantara juga tergabung ke dalam Indische Vereeniging (IV) saat di Belanda. Indische Vereeniging (IV) adalah organisasi pelajar Indonesia di Negara Belanda. Ki Hajar Dewantara dipulangkan ke tanah air pada 6 September 1919. Kemudian, beliau mendirikan sekolah Taman Siswa di Yogyakarta.

Usai Indonesia merdeka, Ki Hajar Dewantara diangkat sebagai menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan Pengajaran Indonesia di bawah pemerintahan Ir. Soekarno.  Ia juga memperoleh gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa, Dr.H.C.) dari UGM (Universitas Gadjah Mada) pada tahun 1957. Namun, pada tanggal 28 April 1959, Ki Hajar Dewantara wafat di Yogyakarta, tepat setelah dua tahun mendapat gelar Doctor Honoris Causa tersebut.

Kisah hidup Ki Hajar Dewantara layak dijadikan sebagai panutan masyarakat Indonesia. Dengan meneladani sikap beliau, diharapkan generasi Indonesia dapat tumbuh menjadi pribadi yang sadar akan pentingnya pendidikan sekaligus nasionalisme.

Nah, sekarang kamu sudah tahu mengenai apa itu teks biografi, struktur, ciri, manfaat, kaidah kebahasaan, sampai contohnya. Semoga membantu, ya! Kamu bisa belajar lebih dalam lagi tentang berbagai materi Bahasa Indonesia lainnya di Brain Academy. Belajar bareng guru terbaik dan berbagai fasilitas yang bikin kamu nyaman saat belajar. Klik banner di bawah ini untuk belajar lebih seru barang Brain Academy!

Brain Academy Branch

 

Referensi:

Suherli, dkk. 2017. Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Edisi Revisi 2017. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Kumparan. 2022. Biografi Ki Hajar Dewantara Singkat sebagai Bapak Pendidikan Indonesia. Tautan: https://kumparan.com/berita-terkini/biografi-ki-hajar-dewantara-singkat-sebagai-bapak-pendidikan-indonesia-1yHAfQgiXVc/full

Kumparan. 2023. Memahami Jenis-jenis Biografi beserta Struktur Teksnya. Tautan: https://kumparan.com/ragam-info/memahami-jenis-jenis-biografi-beserta-struktur-teksnya-20t2YDlQYae

(Diakses: 27 Mei 2024)

Devi Lianovanda