Contoh Soal TKA SMA 2026: Bahasa Indonesia, Inggris & Matematika

soal tka bahasa indonesia, inggris, matematika

Yuk, lihat simulasi soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk mata pelajaran wajib, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan Matematika di sini!

—

Sudah mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA)? Karena termasuk jenis tes baru, nggak ada salahnya untuk kamu mulai curi start dari sekarang. Langsung aja, kita lihat simulasi soal TKA SMA untuk mata pelajaran wajib, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan Matematika berikut ini.

SEPARATOR LATIHAN SOAL SMA-Jun-24-2022-08-12-17-13-AM

Bahasa Indonesia

 

Kompetensi: Evaluasi dan Apresiasi

Subkompetensi: Menilai ketepatan bagian teks untuk menggambarkan karakter, peristiwa, atau latar dalam teks fiksi

Bentuk Soal: Pilihan Ganda Kompleks (PGK) / Multiple Choice Multiple Answer (MCMA)

1. Perhatikan teks berikut!

Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau. Tak satupun barang tertinggal di rumah lama. Begitu juga dengan sahabatku, kami harus berpisah.

Bertemu dengannya setelah sekian lama, mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, baik kan? Saya yakin rasa yang dialaminya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya. Tak terasa mata saya mulai berkaca-kaca.

Saat malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Saya sering mendengar cerita mengasyikkan anak-anak beramai-ramai berangkat ke sawah selepas isya untuk mencari jangkrik. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Tapi malam itu saya nekat, dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak.

“Tidak ganti baju?” tanya saya heran begitu dia langsung memimpin untuk berangkat. Itu hari Jumat. Seragam coklat Pramuka yang dikenakannya sejak pagi masih akan dipakai untuk bersekolah sehari lagi. Dia memang tidak memiliki banyak pakaian, hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja. Tapi memakainya untuk pergi ke sawah mencari jangkrik, rasanya sangat tidak elok.

Saya mengambil alih obor dari tangannya. Rasanya belum terlalu lama kami berada di sana, dan bumbung baru terisi beberapa ekor jangkrik ketika tiba-tiba angin berubah perangai. Kaget, pantat obor itu justru saya angkat tinggi-tinggi sehingga minyak mendorong sumbunya terlepas. Api dengan cepat berpindah membakar punggung saya! Terdengar teriakannya sembari melepaskan seragam coklatnya untuk dipakai menyambar punggung saya. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya, melihat saya mulai menangis dan menggigil antara kesakitan dan kedinginan.

Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab yang besar seperti memberikannya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya.

(Sumber: Karya Aris Kurriawan Basuki – Kutipan dengan Penyesuaian)

Kalimat mana saja dari dalam kutipan cerpen tersebut yang membuktikan karakter sahabat tokoh saya merupakan seorang yang setia kawan?

Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu

  • Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan.
  • Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja.
  • Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya.
  • Dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang.
  • Rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya.

 

Kunci Jawaban :  Pernyataan 3, Pernyataan 4, Pernyataan 5

Pembahasan:

I. Kebutuhan Membaca

Soal ini membutuhkan:

  • Membaca detail (intensif): karena jawaban terletak pada tindakan konkret sahabat dalam narasi.
  • Membaca selektif: mencari bagian tindakan-tindakan yang menunjukkan kesetiaan dari sahabat tokoh utama.
  • Tidak cukup hanya scanning atau skimming karena jawaban tersebar di akhir paragraf secara deskriptif dan naratif.

 

II. Pembahasan Pilihan Jawaban

❌ Pernyataan 1: Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan.

  • Ini menunjukkan respons tokoh utama, bukan tindakan sahabat.
  • Kalimat ini tidak menggambarkan kesetiaan sahabat, justru menunjukkan keinginan si “saya” untuk ikut.

 

❌ Pernyataan 2: Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja.

  • Ini merupakan deskripsi kondisi ekonomi, bukan karakter kesetiaan.
  • Tidak berkaitan langsung dengan tindakan sahabat terhadap tokoh utama.

 

✅ Pernyataan 3: Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya.

  • Kalimat ini menunjukkan empati dan perhatian spontan terhadap kondisi si tokoh “saya” yang kedinginan.
  • Tindakan memberikan pakaian (seragam) saat temannya terluka/kedinginan adalah bentuk kesetiaan dan pengorbanan.

 

✅ Pernyataan 4: Dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang.

  • Ini bentuk kesetiaan, tanggung jawab, dan kepedulian tinggi.
  • Sahabat tersebut berusaha menenangkan, menyelamatkan, dan tetap bersama saat kondisi darurat, bahkan ketika lelah.

 

✅ Pernyataan 5: Rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya.

  • Menggambarkan karakter sahabat yang memiliki rasa loyalitas tinggi dan keteguhan hati untuk tidak meninggalkan tokoh utama walau dalam kondisi berat.

SEPARATOR LATIHAN SOAL SMA-Jun-24-2022-08-12-17-13-AM

—

Yuk, persiapkan dirimu hadapi TKA dengan ikut mengerjakan tryout TKA! Klik gambar buat ikutan!

tryout TKA Reguler

—

SEPARATOR LATIHAN SOAL SMA-Jun-24-2022-08-12-17-13-AM

Kompetensi: Evaluasi dan Apresiasi

Subtopik: Menilai relevansi peristiwa dalam teks dengan kehidupan sehari-hari

2. Bacalah teks drama berikut untuk menjawab soal!

[Setting: Ruang tunggu rumah sakit. Seorang perempuan paruh baya duduk sendirian, sesekali melirik jam dinding.]

MAYA: (berbicara pada dirinya sendiri, kadang kepada penonton) Tiga jam sudah aku menunggu di sini… tiga jam yang terasa seperti tiga dekade. (menghela napas) Ironis, ya? Selama ini aku yang selalu menunggu—menunggu suami pulang dari lembur, menunggu anak-anak menelepon, menunggu hasil lab yang tak kunjung keluar. Menunggu… sepertinya hidup perempuan memang identik dengan menunggu. (berdiri, mondar-mandir)

Dokter bilang, “Ibu harus sabar, prosesnya memang lama.” Sabar… kata yang paling akrab di telingaku. Sabar saat gaji suami dipotong, sabar saat anak sulung putus sekolah karena biaya, sabar saat tetangga bisik-bisik tentang keluarga kami. Dan sekarang, sabar menunggu vonis tentang benjolan di payudaraku ini. (duduk lagi, menatap kosong)

Yang paling menyesakkan bukan rasa takutnya, tapi kesadaran bahwa selama 47 tahun hidup, aku belum pernah benar-benar hidup untuk diriku sendiri. Semua pengorbanan, semua penantian, semua kesabaran… untuk apa? (suara perawat memanggil namanya dari kejauhan, Maya tidak bergerak) 

Mungkin inilah yang disebut epifani—pencerahan di saat yang paling gelap. Jika aku diberi kesempatan kedua, aku akan belajar untuk tidak hanya menunggu, tapi juga berani memulai. Berani berkata tidak. Berani mengutamakan diri sendiri tanpa merasa bersalah. (berdiri perlahan, bersiap masuk ke ruang dokter)

Apapun vonis yang akan kudengar, aku akan menghadapinya sebagai Maya yang baru—Maya yang tidak hanya sabar, tapi juga berani.

Pernyataan manakah yang menunjukkan relevansi paling kuat antara monolog Maya dengan realitas sosial Indonesia kontemporer? 

Pernyataan Relevan Tidak Relevan
Mencerminkan beban ganda perempuan Indonesia dalam keluarga dan masyarakat
Menggambarkan krisis identitas perempuan paruh baya di era modern
Mengkritisi sistem kesehatan Indonesia yang tidak efisien
Merefleksikan perubahan paradigma tentang kemandirian perempuan

 

Jawaban : Relevan, Relevan, Tidak Relevan, Relevan

Pembahasan :

  • Pernyataan 1 Relevan: Monolog Maya secara eksplisit menggambarkan beban ganda perempuan Indonesia yang harus “sabar” mengurus keluarga sambil mengorbankan diri sendiri, realitas yang masih sangat kuat dalam masyarakat Indonesia.
  • Pernyataan 2 Relevan: Krisis identitas Maya di usia 47 tahun mencerminkan fenomena perempuan paruh baya Indonesia yang mulai mempertanyakan peran tradisional mereka di era yang semakin mendorong kesetaraan gender.
  • Pernyataan 3 Tidak Relevan: Meskipun setting di rumah sakit, fokus monolog bukan pada kritik sistem kesehatan, melainkan pada refleksi personal dan sosial.
  • Pernyataan 4 Relevan: Transformasi Maya dari “selalu sabar” menjadi “berani berkata tidak” mencerminkan perubahan paradigma tentang kemandirian perempuan yang sedang terjadi dalam masyarakat Indonesia kontemporer.

Jadi, Relevan, Relevan, Tidak Relevan, Relevan  adalah jawaban yang paling tepat.

SEPARATOR LATIHAN SOAL SMA-Jun-24-2022-08-12-17-13-AM

Kompetensi: Evaluasi dan Apresiasi

Subtopik: Menilai relevansi peristiwa dalam teks dengan kehidupan sehari-hari

3. Bacalah puisi berikut untuk menjawab soal!

Metropolis Semu

Gedung-gedung tinggi menjulang seperti jari-jari raksasa

Menusuk langit yang terlampau rendah

Sementara manusia-manusia kerdil berlarian

Mengejar bayang-bayang uang elektronik

Di layar-layar LED raksasa

Wajah-wajah politisi tersenyum palsu

Menjual mimpi dalam kemasan plastik

Kepada jiwa-jiwa yang sudah telanjur kosong

Rel kereta bawah tanah mengular

Seperti ular metalik yang memuntahkan

Penumpang-penumpang tanpa wajah

Menuju kantor-kantor kuburan

Malam ini hujan turun ke atas

Membasahi atap-atap yang tergantung di udara

Sementara akar-akar pohon tumbuh

Menggapai pusat bumi yang sudah dipindahkan

Respons emosional dominan yang ditimbulkan oleh puisi tersebut adalah ….

  1. Kekaguman terhadap kemajuan teknologi dan urbanisasi
  2. Nostalgia terhadap kehidupan tradisional yang telah hilang
  3. Optimisme terhadap masa depan peradaban manusia
  4. Alienasi dan kecemasan terhadap dehumanisasi kehidupan modern
  5. Kebingungan terhadap makna kehidupan di era postmodern

 

Jawaban : D

Pembahasan :

  • Pilihan A (Salah): Puisi justru mengkritik kemajuan teknologi dengan imagery negatif seperti “kuburan”, “jiwa kosong”.
  • Pilihan B (Salah): Tidak ada unsur nostalgia atau reminiscence terhadap masa lalu.
  • Pilihan C (Salah): Tidak ada unsur optimisme; seluruh tone puisi pesimistis dan dystopian.
  • Pilihan D (Benar): Seluruh puisi membangun suasana alienasi melalui metafora “manusia kerdil”, “penumpang tanpa wajah”, “jiwa kosong”, dan imagery absurd yang menggambarkan keterputusan manusia dari esensi kemanusiaannya di tengah modernitas.
  • Pilihan E (Salah): Meskipun ada elemen absurd, respons dominan adalah alienasi, bukan kebingungan semata.

Jadi, pilihan D adalah jawaban yang paling tepat.

SEPARATOR LATIHAN SOAL SMA-Jun-24-2022-08-12-17-13-AM

Bahasa Inggris Wajib

 

Kompetensi: Evaluasi dan Apresiasi (mampu membuat penilaian terhadap ide, menanggapi teks secara emosional dan estetis dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap perasaan, imaginasi, serta penggunaan bahasa oleh penulis)

Subkompetensi: Mampu menentukan bagian teks yang paling sesuai untuk menggambarkan karakter utama atau aspek lain dari bacaan

Bentuk Soal: Pilihan Ganda Kompleks (PGK) / Multiple Choice Multiple Answer (MCMA)

 

Exploring Bali’s Natural Wonders

Bali, a beautiful island in Indonesia, is known for its stunning landscapes and rich culture. While many come for the beaches and temples, the island also offers natural attractions that amaze nature lovers from around the world. From national parks and waterfalls to terraced rice fields, Bali is full of natural beauty.

In the west lies West Bali National Park, a peaceful area filled with green forests, calm mangrove swamps, and colorful coral reefs along the sea. The air is fresh, and the scenery feels untouched. One of the park’s most special sights is the Bali Starling—a rare white bird with bright blue around its eyes. Its soft song adds magic to the quiet forest. Visitors can walk along clear paths and enjoy the rich variety of plants and animals in this protected area.

Heading north, travelers find the scenic Munduk Waterfall, surrounded by green hills and forests. Water flows gently over rocky cliffs into a cool clear pool. Mist rises into the air, mixing with the calming sound of falling water. The walk to the waterfall passes through narrow paths lined with coffee and clove trees. Their fresh scent fills the air, offering a pleasant and peaceful experience. Munduk is the perfect place to relax and enjoy Bali’s natural charm.

Near the cultural center Ubud, the famous Tegalalang rice terraces stretch across the hills in green steps. These terraces are shaped by generations of farmers who work the land by hand. In the morning, mist rises above the fields, and sunlight reflects off the water in the paddies. Farmers in wide-brimmed hats plant rice carefully, their feet sinking into the soft earth. Water flows gently through small canals, keeping the fields healthy and green. The quiet surroundings and slow rhythm of farm life create a peaceful and inspiring scene.

These natural wonders highlight Bali’s dedication in preserving its environmental and cultural treasures. By exploring these sites, tourists not only experience the island’s scenic beauty but also support ongoing conservation efforts, helping to ensure that Bali’s wonders last for future generations.

4. Which parts of the text best support the description of Bali as “Bali is full of natural beauty“?

There is more than one correct answer. Click on every correct answer!

  • A peaceful area filled with green forests, calm mangrove swamps, and colorful coral reefs along the sea.
  • These terraces are shaped by generations of farmers who work the land by hand.
  • Water flows gently over rocky cliffs into a cool, clear pool. Mist rises into the air, mixing with the calming sound of falling water.
  • In the morning, mist rises above the fields, and sunlight reflects off the water in the paddies.
  • Farmers in wide-brimmed hats plant rice carefully, their feet sinking into the soft earth.

 

Kunci Jawaban: Pernyataan 1, Pernyataan 3, dan Pernyataan 4

Pembahasan:

Soal menanyakan deskripsi tekstual mana yang paling mendukung pernyataan bahwa “Bali penuh dengan keindahan alam.” Berikut penjelasanya.

Pernyataan 1: Mendukung

“Kawasan damai yang dipenuhi hutan hijau, rawa bakau yang tenang, dan terumbu karang berwarna-warni di sepanjang laut.” Kalimat ini mendukung tema keindahan alam karena menggambarkan keanekaragaman ekosistem Bali dengan cara yang mencolok secara visual.

Pernyataan 2: Tidak Mendukung

“Teras-teras ini dibentuk oleh para petani yang mengolah lahan secara manual selama beberapa generasi.” Kalimat  ini berfokus pada tenaga kerja manusia/warisan budaya, bukan keindahan alamnya.

Pernyataan 3: Mendukung

“Air mengalir lembut di atas tebing berbatu menuju kolam yang sejuk dan jernih. Kabut mengepul ke udara, bercampur dengan suara air terjun yang menenangkan.” Kedua kalimat ini menggambarkan Air Terjun Munduk, yang menekankan kualitasnya yang tenang dan indah.

Pernyataan 4: Mendukung

“Di pagi hari, kabut mengepul di atas sawah, dan sinar matahari memantul di air di sawah.” Kalimat ini menggambarkan Sawah Berundak Tegalalang saat fajar, pemandangan ikonik Bali.

Pernyataan 5: Tidak Mendukung

“Petani dengan topi bertepi lebar menanam padi dengan hati-hati, kaki mereka terbenam ke dalam tanah yang lunak.” Meskipun menggugah, fokus kalimat ini adalah pada aktivitas manusia (petani yang bekerja) dan bukan pada keindahan alamnya.

SEPARATOR LATIHAN SOAL SMA-Jun-24-2022-08-12-17-13-AM

Read the text to answer question no.5 to 7!

Space Exploration

In recent decades, space exploration has captured the imagination of many and consumed billions of dollars in public and private funding. While the idea of traveling to distant planets and uncovering the mysteries of the universe is exciting, the reality is that space exploration comes at an enormous cost. This money could be more effectively used to address pressing problems here on Earth.

First, space exploration is extremely expensive, with individual missions costing hundreds of millions (sometimes billions) of dollars. These funds come from taxes, meaning ordinary citizens bear the burden. At a time when many communities lack access to clean water, quality healthcare, and proper education, it is irresponsible to prioritize projects that do not directly improve people’s daily lives.

Second, the risks and uncertainties of space missions are high. Many missions have failed, resulting in wasted resources, lost equipment, and, tragically, even loss of life. For example, unmanned spacecraft have crashed into planets or moons due to technical errors, and manned missions have faced deadly accidents. Such dangers raise the question: is it ethical to continue risking human lives and huge investments for uncertain outcomes?

Third, space exploration can lead to environmental concerns. Launching rockets produces large amounts of greenhouse gases and contributes to space debris, which can threaten satellites and future missions. At a time when we are already facing severe environmental crises on Earth, adding another source of pollution is counterproductive.

Finally, the promised benefits of space exploration are often exaggerated. While some technologies have originated from space research, the same advancements could have been developed through targeted investment in specific fields like medicine, transportation, or renewable energy, without the massive cost of interplanetary missions.

Space exploration may satisfy human curiosity, but it is a luxury, not a necessity. The urgent problems we face—poverty, climate change, disease—require immediate attention and resources. Therefore, governments and corporations should redirect funding from space projects to solving critical issues on Earth. Our priority should be to protect and improve life here before spending billions on distant worlds.

Kompetensi: Explicit Information

Subkompetensi: Outline

5. Which of the following mind maps best describe the outline of the text?

 

Jawaban : B

Pembahasan : 

Peta konsep pada pilihan B persis sesuai dengan struktur teksnya—pernyataan pembuka yang menentang eksplorasi ruang angkasa, diikuti oleh empat argumen utama (biaya, risiko, isu lingkungan, manfaat yang dipertanyakan), diakhiri dengan rekomendasi.

A, C, D, E salah karena mewakili struktur teks yang pro-eksplorasi ruang angkasa, bukan sudut pandang yang kontra.

SEPARATOR LATIHAN SOAL SMA-Jun-24-2022-08-12-17-13-AM

Kompetensi: Implicit Information

Subkompetensi: Tone

6. What is the writer’s attitude towards space explorations?

  1. Neutral
  2. Supportive
  3. Opposed
  4. Skeptical
  5. Informative

 

Jawaban : C

Pembahasan : 

Penulis dengan jelas menentang eksplorasi ruang angkasa dengan tingkat biaya saat ini, menyebutnya “sebuah kemewahan” dan mendesak pengalihan dana. Sehingga, tone yang tepat adalah opposed.

Pilihan lain tidak tepat.

  • Netral:  penulis tidak berimbang atau tidak memihak; nadanya sangat negatif.
  • Mendukung: tidak ada sikap mendukung terhadap eksplorasi ruang angkasa dalam teks.
  • Skeptis: skeptisisme berarti keraguan, tetapi teks tersebut melampaui keraguan dan langsung menentang.
  • Informatif: penulis memasukan pendapat pribadinya, sehingga tidak bersifat informatif murni.

SEPARATOR LATIHAN SOAL SMA-Jun-24-2022-08-12-17-13-AM

Kompetensi: Evaluation and Appreciation

Subkompetensi: Strength of Argument

7. The arguments about the urgency of solving problems on Earth could be strengthened by …

  1. adding more emotional language to criticize space agencies
  2. listing the names of all current space projects
  3. including historical accounts of failed space missions
  4. presenting statistics about poverty, climate change, or disease rates
  5. quoting famous astronauts about the dangers of space

 

Jawaban : D

Pembahasan : 

D (Benar): Statistik konkret tentang isu-isu mendesak di Bumi akan membuat argumen lebih persuasif dengan memberikan bukti terukur tentang kebutuhan prioritas.

Pilihan lain tidak tepat.

A (Salah): Bahasa emosional memang bisa persuasif, tetapi argumen berbasis bukti lebih kuat untuk kredibilitas.

B (Salah): Mencantumkan proyek menambah detail tetapi tidak urgensi.

C (Salah): Meskipun relevan dengan risiko, hal itu tidak memperkuat urgensi isu-isu di Bumi.

E (Salah): Kutipan tentang bahaya berfokus pada risiko, bukan pada perlunya pengalihan sumber daya.

SEPARATOR LATIHAN SOAL SMA-Jun-24-2022-08-12-17-13-AM

Bahasa Inggris Tingkat Lanjut

 

Kompetensi: Evaluasi dan Apresiasi (Mampu menilai kualitas argumen, keakuratan informasi, serta menanggapi teks secara kritis berdasarkan sudut pandang logis dan objektif)

Subkompetensi: Mampu memberikan opini atau refleksi mengenai isi teks dari sudut pandang yang berbeda

Bentuk Soal: Pilihan Ganda

In recent years, the world has seen a big change in how people pay for things. More and more people, especially young ones, prefer using digital payment methods like e-wallets, mobile banking, and contactless cards. This new trend has given rise to what many call the “cashless generation.”

One main reason for this shift is convenience. Paying with a phone or card is faster and easier than carrying coins and bills. People can now buy food, shop online, or even pay for public transport with just a tap. It also helps reduce the risk of theft since there is no physical money to lose.

Another reason is the growth of technology. With smartphones becoming common and the internet being more available, digital payments have become part of daily life. Many schools and cafes now even refuse to accept cash, encouraging young people to adapt to this modern lifestyle.

However, there are some concerns. Some people argue that going cashless can exclude older generations or those who do not have access to smartphones or bank accounts. Others worry about privacy and security, as digital payments can be tracked and hacked.

Despite these issues, the cashless trend continues to grow. Governments and businesses are working to make digital payments more secure and more available to everyone. It seems likely that the future will be even more digital.

In conclusion, the cashless generation represents a big change in how we handle money. While there are both advantages and disadvantages, it is clear that cashless payments offer many benefits in terms of speed and convenience. As long as we ensure that everyone can join this movement, the cashless future could be a smart and inclusive one.

8. How does the writer present different viewpoints about the topic?

  1. By showing only negative effects of a cashless society
  2. By clearly supporting the idea of going fully digital
  3. By including statistics from international research
  4. By giving emotional opinions from young people
  5. By mentioning pros and cons of going cashless

 

Kunci Jawaban: E

Pembahasan:

Soal menanyakan bagaimana penulis menyajikan sudut pandang yang berbeda tentang topik cashless generation.

Di dalam teks, penulis menyeimbangkan kelebihan dan kekurangan:

  • Kelebihan yang dijelaskan pada paragraf 2, 3, dan 5: Kemudahan (“lebih cepat dan mudah”), risiko pencurian berkurang, pertumbuhan teknologi (“ponsel pintar semakin umum”).
  • Kekurangan yang dijelaskan pada paragraf 4: Pengecualian generasi yang lebih tua, masalah privasi/keamanan (“dapat dilacak dan diretas”).

 

Bagian kesimpulan mengakui kedua sisi: “Meskipun ada kelebihan dan kekurangan…” Sehingga, bisa disimpulkan bahwa jawaban yang tepat adalah pilihan E.

Pilihan lain tidak tepat.

Pilihan A. “Dengan hanya menunjukkan efek negatif” salah karena teks ini membahas berbagai manfaat (misalnya, kemudahan, keamanan) di samping kekurangannya.

Pilihan B. “Dengan secara jelas mendukung gagasan untuk beralih sepenuhnya ke digital” salah karena Penulis tetap netral, mencatat tantangan (pengecualian, peretasan) alih-alih menganjurkan digitalisasi penuh.

Pilihan C. “Dengan memasukkan statistik dari penelitian internasional” salah karena teks ini menggunakan observasi umum (misalnya, “lebih banyak orang lebih menyukai pembayaran digital”) tetapi tidak ada data atau studi spesifik.

Pilihan D. “Dengan memberikan opini emosional dari kaum muda” salah karena tone dari teks ini objektif, berfokus pada fakta (misalnya, “sekolah menolak uang tunai”) dengan tidak memasukkan emosi pribadi.

SEPARATOR LATIHAN SOAL SMA-Jun-24-2022-08-12-17-13-AM

—

Mau dapat skor TKA sempurna? Yuk, pakai Kitab TKA SMA untuk Saintek dan Soshum. Jangan sampai kehabisan, klik banner di bawah buat pesan sekarang!

kitab TKA SMA

—

SEPARATOR LATIHAN SOAL SMA-Jun-24-2022-08-12-17-13-AM

Matematika Wajib

 

9. Mirna akan memproduksi dua jenis kue dengan modal Rp8.000.000,00. Biaya produksi kue bolu sebesar Rp15.000,00 per kotak dan dijual dengan laba 40%. Sedangkan biaya produksi kue brownies sebesar Rp20.000,00 per kotak dan dijual dengan laba 35%. Setiap harinya, Mirna dapat memproduksi paling banyak 500 kotak kue. Apabila Mirna ingin memperoleh keuntungan maksimal, memikirkan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut!

Pernyataan Benar Salah
Mirna harus memproduksi 200 kotak bolu
Mirna harus memproduksi kue brownies lebih banyak
Keuntungan maksimum yang dapat diperoleh Mirna adalah Rp3.100.000,00

 

Jawaban: salah, salah, benar

Pembahasan:

Misalkan: 

Banyaknya kue bolu yang di produksi: x

Banyaknya kue brownis yang diproduksi: y

Keuntungan dari penjualan kue bolu dan brownis adalah: 

f (x, y) = 40% (15.000x) + 35% (20.000y)

             = 6.000x + 7.000y

Kemudian kendalanya adalah:

15.000x + 20.000y ≤ 8.000.000 atau dapat ditulis 3x + 4y ≤ 1.600, dan x + y ≤ 500

Berarti permasalahan pada soal dapat dituliskan dalam bentuk 

Maksimum f (x, y) = 6.000x + 7.000y

Dengan syarat

3x + 4y ≤ 1.600

x + y ≤ 500

x ≥ 0

y ≥ 0

Apabila digambarkan akan didapat bentuk 

Berarti titik pojoknya adalah (0, 0), (0, 400), (500, 0), dan (400, 100)

Substitusi masing-masing titik pojok ke fungsi obyektif maka akan didapatkan

f (0, 0) = 6.000 (0) + 7.000 (0) = 0

f (0, 400) = 6.000 (0) + 7.000 (400) = 2.800.000

f (500, 0) = 6.000 (500) + 7.000 (0) = 3.000.000

f (400, 100) = 6.000 (400) + 7.000 (100) = 3.100.000 maksimum

Berarti pernyataan 1 salah karena mestinya Mirna membuat 400 kotak bolu.

Pernyataan 2 salah karena kue yang diproduksi adalah 400 bolu dan 100 brownis.

Pernyataan 3 benar, karena keuntungan maksimumnya adalah 3.100.000.

SEPARATOR LATIHAN SOAL SMA-Jun-24-2022-08-12-17-13-AM

Matematika Tingkat Lanjut

 

10.

 

Jawaban: A

Pembahasan:

SEPARATOR LATIHAN SOAL SMA-Jun-24-2022-08-12-17-13-AM

Gimana, nggak terlalu sulit kan? Untuk informasi lengkap seputar TKA SMA, mulai dari strategi belajar, tryout, pembahasan materi, hingga latihan soal, langsung klik link ruangguru.com/tka.

Mau tanya-tanya dulu? Langsung aja klik banner di bawah ini!

brain academy online

Referensi Soal:

Perkaban Nomor 45 Tahun 2025 tentang Kerangka Asesmen Tes Kemampuan Akademik (TKA) Jenjang SMA/MA/Sederajat dan SMK/MAK

Brain Academy