Kenapa Selalu Ada Kembang Api di Perayaan Tahun Baru?

Salsabila Nanda Des 29, 2021 • 6 min read


Brainies Bertanya - Sejarah Kembang Api

3......2......1

HAPPY NEW YEAR!!!

Wah, tinggal hitungan hari menuju 2022. Ada rencana liburan ke mana nih? Hati-hati ya, tetap patuhi protokol kesehatan agar kita senantiasa terhindar dari virus COVID-19. Perayaan tahun baru memang selalu ditunggu-tunggu, terlebih di detik-detik terakhir pergantian tahun. Siap-siap nyalain kembang api, yuhu!

Tetapi... pernah nggak terlintas di benak kamu alasan manusia menyalakan kembang api di malam pergantian tahun? Apakah sekedar seru-seruan? Atau karena warnanya yang menarik? Siapa sih yang menciptakan kembang api pertama kali? Semua rasa penasaranmu akan terjawab di artikel ini!

Sejarah Kembang Api

Sekitar tahun 700-800 masehi, seorang ahli kimia di China mencampurkan kalium nitrat, sulfur, dan arang. Ketiga zat ini menghasilkan bubuk mesiu yang dipercaya bisa mengusir roh-roh jahat. Cara menggunakannya yaitu dengan memasukkan bubuk ke dalam bambu kemudian melemparkan bambu tersebut ke permukaan api. DUARRR! Ledakan pun terjadi dalam hitungan detik.

Baca Juga: Alasan Ilmiah Mengapa Orang Bertemu Hantu

Selang beberapa tahun, masyarakat China menyadari bahwa mesiu juga dapat dimanfaatkan sebagai alat perang. Mereka terbiasa menaruh mesiu di busur panah atau mencampurkannya ke bahan dasar pembuatan bom.

Hmm, terus gimana ceritanya mesiu berubah jadi kembang api?

Penjelajah dunia Marco Polo membawa bubuk mesiu dari Tiongkok ke benua Eropa. Di sinilah kembang api mulai dikenal oleh masyarakat dunia. Ada yang masih menggunakannya sebagai bahan baku senjata perang, namun ada juga yang menjadikan kembang api sebagai simbol perayaan. Dulu, mesiu itu nggak ada warnanya, Brainies, Hanya bubuk biasa yang bisa meledak aja gitu. Lalu, manusia mencoba mencampurkan senyawa kimia untuk menghasilkan kembang api berwarna ungu, hijau, merah, kuning, dan biru.

Brainies Bertanya - Bahan untuk Membuat Kembang Api

Bukan hanya warna, pembungkus kembang api juga berubah, yang awalnya pakai bambu, lama-lama dilapisi dengan tabung yang terbuat dari kertas. Kita juga nggak perlu repot-repot melemparnya ke dalam api. Cukup dengan membakar ujung sumbu, maka kembang api akan meledak saat sumbunya habis.

Kembang Api Sebagai Simbol Perayaan

Pesta kembang api pertama di dunia berlangsung pada tahun 1486 di pernikahan Raja Henry VII dan isterinya, Elizabeth of York. Kembang api juga dinyalakan pada kelahiran anak laki-laki Raja Peter dari Rusia. Penguasa Eropa menyukai penggunaan kembang api untuk menyinari istana saat  momen penting.

Kemudian, di tahun 1777 presiden John Adams memerintahkan masyarakat Amerika untuk menyalakan kembang api di hari ulang tahun kemerdekaan negara mereka. Dalam pidatonya, ia berkata:

"The day will be most memorable in the history of America. I believe that it will be celebrated by succeeding generations as the great anniversary festival. It ought to be solemnized with pomp and parade, bonfires and illuminations [fireworks] from one end of this continent to the other, from this time forward forevermore,"

Baca Juga: 6 Emosi Dasar Manusia Beserta Fungsi dan Cara Kerjanya

Presiden John ingin Hari Kemerdekaan Amerika dirayakan dengan megah. Maka, ia mengadakan parade, api unggun, dan pertunjukkan kembang api. Tanggal 4 Juli 1777, langit kota Philadelphia dipenuhi pancaran cahaya yang indah. Sejak itu, warga Amerika terus menggunakan kembang api untuk merayakan festival dan kegiatan olahraga seperti Olimpiade atau Super Bowl. Tradisi ini menyebar ke banyak negara, salah satunya Indonesia. Kembang api dinyalakan untuk menambah keseruan di malam pergantian tahun.

Pro Kontra Penggunaan Kembang Api

Tunggu... tunggu, artikelnya belum selesai. 

Di balik warnanya yang cantik, penggunaan kembang api juga menuai kritik. Tentunya kamu masih ingat bahwa proses pembuatan kembang api membutuhkan unsur logam seperti strontiumcalsium, atau magnesium. Akan tetapi, jika terlalu banyak, logam-logam ini dapat mencemari udara serta air. Selanjutnya, kamu juga perlu memperhatikan masalah kesehatan. Zat kimia yang terkandung pada kembang api menghasilkan ribuan ton partikel halus yang kita sebut sebagai PM (Particulate Matter) 10.  PM 10 termasuk jenis polutan berbahaya yang dapat menganggu sistem pernafasan manusia dan hewan. Sebuah penelitian di Belanda menunjukkan adanya peningkatan jumlah PM 10 hingga 8 kali lipat di malam tahun baru.

Terus, gimana dong solusinya?

Tanpa kembang api malam perayaan tahun baru terasa sepi. Boleh-boleh aja main kembang api, asalkan tidak berlebihan dan menganggu kenyamanan warga sekitar. Jangan sampai termakan euforia hingga lupa menjaga lingkungan dan bumi kita. Happy New Year, Brainies!

---

Kalau kamu lagi cari bimbel offline dengan segudang fasilitas, kamu bisa coba trial class gratis di Brain Academy. Cukup isi data diri, pilih tanggal, dan lokasi cabang Brain Academy terdekat di kotamu. Dapatkan diskon hingga 60% dan merchandise menarik dari Ruangguru. Yuk, ajak orangtua dan teman-temanmu!

BA offline

Referensi:

Sejarah Penggunaan Kembang Api [Daring]. Tautan: 

https://nationalgeographic-grid-id.translate.goog/read/131971156/sejarah-kembang-api-yang-kerap-menjadi-simbol-perayaan-di-dunia?page=all&_x_tr_sl=id&_x_tr_tl=en&_x_tr_hl=en-US&_x_tr_pto=op,sc 

https://www.americanpyro.com/history-of-fireworks

https://www.livescience.com/63468-fireworks-history.html 

https://www.bbc.co.uk/programmes/articles/4gGSvzclrSpt07tRzhrmykB/eight-fizzling-facts-about-fireworks 

Bahaya Kembang Api bagi Lingkungan dan Kesehatan [Daring]. Tautan: https://sustaination.id/kembang-api/ 

(diakses 26-28 Desember 2021)

Profile

Salsabila Nanda

Anak broadcasting yang cita-citanya mau jadi PR, tapi malah jadi content writer. Siang kerja, malam nonton teen drama. Terima kasih sudah baca tulisanku!

Beri Komentar