Apa Penyebab Kita Merasa Insecure?

Salsabila Nanda Mei 27, 2021 • 8 min read


BA_-_(Brainies_Bertanya)_Apa_Penyebab_Kita_Insecure--01

Pernah atau sedang mengalami krisis kepercayaan diri? Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan insecurity datang menghampiri. Ketahui penjelasan dan cara mengatasinya.

---

Dulu, waktu awal-awal kuliah, aku termasuk salah satu orang yang insecure. Alasannya, karena mahasiswi di fakultasku yang cantik-cantik banget. Aku kurang tahu sih apa cuma aku yang ngerasain ini atau nggak, tapi yang jelas perasaan tadi cukup mengganggu. Tingkat kepercayaan diriku jadi menurun dan terus-menerus memikirkan kekuranganku kayak… Duh, kenapa gue jelek ya? Circle mana yang mau nerima gue?

Sampai akhirnya di suatu pagi, pas lagi nulis catatan, ada seorang cewek datang ke kursiku. Aku kenal orangnya, salah satu maba cantik di angkatan 2016. Surprisingly, cewek ini menyapaku dan bilang:

“Hai, kenalin, gue Alia. Lo Sasa kan? Gue sering merhatiin lo di kelas Psikom (Psikologi Komunikasi),” Wow, dia tahu namaku guys. “Boleh nggak kapan-kapan kita belajar bareng? Soalnya....gue bego banget. Huhu,” Aku makin kaget mendengar kalimat setelahnya.

Singkat cerita, aku mengajarkan Alia beberapa hal yang terkait dengan matkul Psikologi Komunikasi. Harus kuakui, Alia sedikit lamban dalam belajar dan menghafal materi, tapi semangatnya lumayan tinggi. Dia pun bercerita, kalau sebenarnya ada sesuatu yang membebani pikirannya selama ini.

Orang-orang hanya memandangnya lewat fisik. Ratusan likes dan puluhan comments di foto Instagram bukanlah sesuatu yang dapat dibanggakan. Sedangkan keluarganya sangat mengutamakan prestasi dan kemampuan akademik. Alia merasa nggak berguna karena sering diremehkan oleh orangtua, juga sang kakak.

Pernah mencoba speak up tentang perasaannya, tapi justru komentar sinis yang ia dapatkan, “Lo tuh bukan insecure, tapi kurang bersyukur. Udah cantik, banyak uang, apalagi coba?”

Ckckck. Memang pedas mulut netizen.

Kejadian ini sudah berlangsung empat tahun lalu, namun masih terekam jelas di ingatan. Bagaimana aku, Alia, atau orang di luar sana memiliki struggle dengan kekurangan yang ada dalam hidup. Entah penampilan fisik, kecerdasan, materi, pekerjaan, dan sebagainya.

Seringkali, kita nggak tahu harus bercerita ke siapa. Alih-alih mendapat saran, malah dicap tidak bersyukur dan banyak mengeluh. Apa iya yang kita rasakan itu salah? Normal nggak sih perasaan insecure itu?

Pengertian Insecure

Merupakan perasaan tidak aman yang dialami seseorang akibat faktor lingkungan atau ketidakmampuan individu itu sendiri. Sebenarnya, perasaan insecure lumrah terjadi pada manusia. Ada kalanya kekurangan yang kita miliki menimbulkan rasa tidak percaya diri untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

Tapi kenapa insecure disebut “perasaan tidak aman”? 

Jadi gini. Ketika merasa nggak pede, timbul rasa takut untuk bergaul. Jangankan bergaul, ngomong aja susah. Sebelum bertindak, udah muncul pikiran negatif di kepala. Aduh, ngeri dicuekin. Gimana kalo gue dipandang sebelah mata sama mereka? Diem aja deh gue.

Nah, masalahnya, kalau kamu terus menerus mengalami situasi “tidak aman” seperti tadi, mental kamu jadi terganggu dan berdampak pada kelancaran aktivitas sehari-hari. Kamu senantiasa membandingkan hidup kamu dengan orang lain, merasa tidak berharga, dan akhirnya sulit untuk bersosialisasi, dikarenakan terlalu fokus memikirkan kekurangan.

Penyebab Insecure

Darimana datangnya insecure? Jika mengacu pada definisi di poin sebelumnya, perasaan ini disebabkan oleh faktor lingkungan serta ketidakmampuan individu. Berikut penjelasannya:

1. Lingkungan

Seperti yang kita tahu, tiap orang dibesarkan dari keluarga yang berbeda. Ada orangtua yang santai, ada pula yang punya standar tertentu. Misalnya, harus kuliah di UGM dan IPK di atas 3,5. Kalau nggak kesampaian, siap-siap deh kena omelan.

“Liat tuh kakak kamu alumni UGM, cumlaude, sekarang jadi dokter anak. Kenapa kamu nggak bisa? Payah,”

Namanya manusia, pasti ada khilaf-nya. Tak terkecuali keluarga kita. Niatnya mau memotivasi, malah menjatuhkan kepercayaan diri. Gapapa guys, kita maafin dulu yuk kesalahan mereka.

Selain keluarga, insecurity juga berasal dari lingkungan pertemanan. Kebanyakan soal fisik dan penampilan. Dibilang gendut, culun, kurus, bahkan jadi bahan lelucon. Aku punya adik sepupu yang selalu diejek “hei, gajah bengkak, mau kemana kamu?” oleh teman-teman sekolahnya. 

Dalam ilmu psikologi, ada istilah inner voice. Dalam buku Conquer Your Critical Inner Voice karya Dr. Lisa Firestone, disebutkan bahwa inner voice adalah suara batin yang terbentuk dari pengalaman hidup yang menyakitkan. Pengalaman yang dimaksud bisa berupa kekerasan fisik, verbal, maupun bullying.

Saat tumbuh dewasa, secara tidak sadar kita mengadopsi suara batin ini menjadi mindset yang merusak diri sendiri. Kita menganggap kekurangan adalah sebuah takdir yang selamanya bersarang di dalam tubuh. Akhirnya, insecurity tumbuh semakin besar dan menghalangi kita untuk berubah menjadi lebih baik.

2. Ketidakmampuan Individu

Kalau poin pertama dipengaruhi oleh orang lain, poin kedua dipengaruhi oleh faktor internal. Sebenarnya, nggak ada yang komen tentang penampilan fisik, materi maupun kecerdasan kita. Malah kitanya aja yang overthinking.

Kesempurnaan itu fana. Aku yakin, Jennie Blackpink juga pernah insecure, tapi ia berusaha menerima kekurangannya dan tetap berkarya. Salah satu penyebab insecurity  adalah ketidakmampuan individu untuk menerima jati dirinya secara utuh. Akibatnya, kita hanya fokus pada 1 kekurangan, padahal punya skill dan bakat terpendam yang bisa dikembangkan.

dampak media sosial terhadap kepercayaan diri seseorang

Seberapa sering kamu membandingkan diri dengan orang lain? Buka Instagram, lihat postingan mutual, langsung deh nge-down. Bertanya-tanya kenapa nggak dilahirkan dengan wajah yang cantik, uang yang banyak, atau otak yang encer. Padahal, kalau dipikir-pikir, belum tentu hidup mereka sesempurna yang terlihat di media sosial. 

Self Acceptance (Penerimaan Diri)

Gimana cara mengatasi perasaan insecure? Hal termudah yakni dengan belajar menerima. Bukan pasrah sama keadaan ya, melainkan ikhlas dan mencintai anugerah yang diberikan Tuhan. Aku kasih contoh yang mungkin bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Here we go!

  1. Kalau kamu nggak dilahirkan sebagai orang yang good looking, just accept it. Bukan berarti bodo amat sama penampilan, melainkan merawat tanpa merubah kodrat. Kamu bisa belajar makeup, olahraga, atau nyoba mix and match baju biar kelihatan modis. Secara nggak langsung, kamu belajar untuk menerima kekurangan sambil membangun kepercayaan diri.
  2. Kalau kamu bukan orang yang pintar, jangan ngerasa rendah diri. Aku yakin kamu punya sesuatu yang bikin kamu ngerasa worth alias dihargai. Mulailah melakukan hobi yang disukai, seperti: masak, menggambar, main musik, dan lain-lain. Buktikan bahwa kamu juga bisa bersinar!

Positive Vibes Only

Sadar nggak sih? Kadang kita suka jahat sama diri sendiri. Pas lagi ngaca misalnya, lalu ngomong dalam hati, “ih gendut, jelek, jerawatan,”. Atau pas lihat postingan temen yang dapet beasiswa, kita malah underestimate kemampuan sendiri, “wajar dia mah pinter, coba gue?”

Kebiasaan ini berdampak buruk pada mental kita. Coba deh, kasih makan pikiran kamu dengan kalimat-kalimat positif. Kalau pola pikirnya aja udah positif, motivasi kamu buat menjalani aktivitas juga lebih tinggi. Kamu bisa menerapkan metode self talk seperti di gambar berikut:

definisi dan contoh self talk untuk atasi insecure

Selain self talk, cobalah bergaul dengan circle pertemanan yang positif. Lingkungan adalah salah satu faktor penyebab insecurity. Banyak orang yang berlomba mencari validasi untuk menjadi versi terbaik diantara teman-temannya. Orang seperti ini biasanya sering mengkritik dan menyombongkan pencapaiannya (padahal nggak ada yang nanya, huft).

Contoh: “Iya, kemaren gue lolos SNMPTN, SBMPTN sama SIMAK UI. Lo nggak ya? Mungkin karena nilai rapor lo rendah kali. Hehe,”

Pengen nimpuk tapi takut dosa. Dahlah. Setiap manusia punya keunikannya masing-masing, jangan terlalu dipikirin. Kamu pasti punya goals yang berbeda, begitupun teman sebaya. Jadi nggak perlu membanding-bandingkan hidupmu dengan mereka.

---

Di dunia ini nggak ada yang sempurna, jadi nggak perlu repot-repot menutupi kekurangan yang kamu miliki. Cukup lakukan sesuatu yang bikin kamu bahagia, nikmati hidup, dan fokus meraih mimpi-mimpimu. Kalau kata Selena Gomez, “WHO SAYS YOU ARE NOT WORTH ITTTT?” Yuk, belajar cinta sama diri sendiri. 

Terimakasih sudah baca sampai habis. Semoga artikel ini membantu kamu untuk keluar dari permasalahan yang sedang dialami. Jika insecurity mulai mengganggu aktivitas, jangan ragu berkonsultasi ke psikolog ya. 

BA online

Referensi:

Penyebab Insecure [Daring]. Tautan:  https://thelightprogram.pyramidhealthcarepa.com/insecurities-impact-mental-health/ (diakses 25 Mei 2021)

Cara Mengatasi Insecure [Daring]. Tautan: https://www.healthline.com/health/how-to-stop-being-insecure#embrace-the-awkward

https://www.psychalive.org/how-to-overcome-insecurity/ 

https://www.halodoc.com/artikel/ini-manfaat-positif-self-talk-bagi-kesehatan-mental (diakses 25 Mei 2021)

Media Sosial Berdampak Terhadap Kepercayaan Diri [Daring]. Tautan:https://www.huffpost.com/entry/social-medias-impact-on-self-esteem_ (diakses 26 Mei 2021)

Beri Komentar