Kenapa Kita Suka Mimpi Jatuh Saat Tidur?

Salsabila Nanda Apr 12, 2021 • 5 min read


BA_-_(Brainies_Bertanya)_Hypnic_Jerk-01

Artikel ini membahas pengertian, penyebab, dan cara mengatasi hypnic jerk.

---

Pernah nggak mimpi jatuh pas tidur? Atau tiba-tiba kayak ada yang narik kaki kamu supaya terperosok ke dalam jurang? Kamu pun merasakan sensasi seperti tersetrum dan bangun dengan perasaan kaget. “Siapa yang narik kaki gueeee? Setan ya?”

hypnic jerk patrick

(Sumber: giphy.com)

Bukan, jangan salahin setan. Dia nggak salah apa-apa. Mimpi jatuh serta rasa kesetrum yang kamu alami dikenal sebagai hypnic jerk. Wah, apa tuh? Yuk, kita bahas di artikel ini!

Hypnic Jerk adalah kondisi di mana tubuh mengalami sentakan atau kejang singkat saat tidur. Sentakan ini membuat kita terbangun dengan perasaan kaget, jantung berdebar, dan ngos-ngosan. Sebelum lanjut ngomongin hypnic jerk, kamu perlu tahu nih kalau ada 4 fase yang dilalui tubuh untuk bisa tertidur. Apa saja? Ini dia!

BA_-_Hypnic_Jerk-02

Bagaimana Hypnic Jerk Terjadi?

Seperti yang telah dijelaskan pada gambar, manusia melewati 4 fase ketika tidur. Pada fase NREM 1 dan 2, aktivitas otot dan jantung menurun. Di fase NREM 3, gelombang otak jadi lambat agar tubuh siap tertidur nyenyak. Tetapi, apa yang terjadi di fase REM alias mimpi?

Tiba-tiba gelombang otak naik lagi. FYI, otak kita punya yang namanya gelombang Theta dan gelombang Beta. Gelombang Theta berfungsi untuk mengatur mimpi dan memberi inspirasi. Sedangkan gelombang Beta adalah gelombang yang muncul saat otak kita terlalu banyak pikiran. (Siapa yang suka overthinking sebelum tidur?)

Ketika dua gelombang ini bertemu, mata kita terpejam namun dapat bergerak ke kanan dan kiri. Aneh kan? Tapi ini beneran lho. Gerakan mata tadi menyebabkan seseorang bisa bermimpi, seperti mimpi melihat pemandangan di gunung atau mimpi bermain sepak bola.

Sayangnya, otak bisa salah menafsirkan gerakan mata. Dia mengira mimpi adalah kenyataan. Kemudian otak bilang, “Kok otot diem aja ya? Masa cuma mata sama gue doang yang gerak? Gabut lo ya?”

Alhasil, otak mengirim sinyal ke otot untuk bergerak. Padahal, otot udah tidur bersama sistem saraf yang lain. Karena menerima sinyal, otot pun jadi kaget dan bergerak tiba-tiba. Di fase ini, kamu bisa saja merasakan sensasi jatuh dari puncak ketinggian. Yah, gagal deh mimpi liburan ke gunung..

Kamu pun terbangun dengan nafas terengah-engah. Ada perasaan deg-degan bercampur panik. “Gue beneran jatoh nggak sih?” Eh ternyata, badan kamu masih nempel di kasur. 

Yha, ketipuuuu~

Selain penjelasan tadi, hypnic jerk bisa terjadi karena kebiasaan manusia purba yang menurun ke anak cucunya. Coba lihat gambar di bawah ini deh..

BA_-_Hypnic_Jerk-01

Hehehe, ada-ada aja ya? Kamu lebih percaya yang mana nih? Teori zaman purba atau penjelasan otak dan otot?

Penyebab Hypnic Jerk

Normal nggak sih mengalami hypnic jerk? Jawabannya, sangat normal. Sebanyak 60 hingga 70 persen manusia pernah merasakan sensasi ini. Hypnic jerk dapat terjadi pada bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. Kira-kira kenapa ya manusia bisa terkena hypnic jerk?

1. Merasa Tertekan atau Stres

Ketika merasa tertekan, otak jadi lebih aktif bekerja. Bahkan saat ingin tidur kamu masih aja overthinking. Otak jadi bingung nih, sebenarnya kamu mau tidur atau mau mikir sih? Akhirnya, apa yang kamu pikirkan sebelum tidur malah ikut terbawa ke dalam mimpi. Nah, hormon stres pada otak tadi yang memicu otot untuk berkontraksi.

2. Olahraga di Malam Hari

Selama pandemi, siapa yang jadi rajin sepedahan keliling komplek? Eits, tapi tunggu dulu. Alangkah baiknya jika hal tersebut dilakukan di pagi atau sore hari. Sebab, berolahraga di malam hari membuat otot tegang dan berpotensi mengalami kejang saat tidur. 

3. Stimulan

Lagi gencar-gencarnya belajar buat UTBK pasti kamu nggak asing sama yang namanya kopi. Minuman ini tergolong ke dalam jenis stimulan yang dapat meningkatkan energi dan rangsangan pada otak. Mengonsumsi zat stimulan di malam hari akan menghambat kemampuan tubuh untuk bisa tertidur. Pasalnya, zat kimia dalam stimulan membuat otak tetap bekerja aktif.

Cara Menghindari Hypnic Jerk

Meskipun bukan penyakit, hypnic jerk yang dialami secara terus-menerus dapat menyebabkan seseorang mengidap insomnia. Kamu bisa mengatasi hal ini dengan mengurangi asupan kafein, melakukan yoga sebelum tidur, dan menggunakan aromaterapi di kamar. Selain itu, kamu dapat meningkatkan kualitas tidur dengan mempraktekkan teknik pernapasan 4-7-8. Teknik ini membuat sistem saraf menjadi lebih rileks

---

Sudah terjawab ‘kan alasan kita mimpi terjatuh saat tidur? Semua itu bisa terjadi karena proses alami dalam tubuh, bukan disebabkan oleh gangguan mistis atau didatangi hantu. Punya pertanyaan menarik yang belum terpecahkan? Tulis pertanyaanmu di kolom komentar Branies Bertanya ya! Sampai ketemu di artikel selanjutnya. Dadah~

Live Teaching Brain Academy Online

Referensi:

Burnett, Dean. 2016. What Your Head is Really Up To. United Kingdom: Faber and Faber.

Kaget Saat Tidur [Daring]. Tautan: https://www.sehatq.com/artikel/kaget-saat-tidur (diakses 8 April 2021)

Gelombang Otak [Daring]. Tautan: http://www.nous-id.com/News/Gelombang-Otak-Level-of-Consciousness.html (diakses 8 April 2021)

Apa yang Terjadi Saat Kita Tidur  [Daring]. Tautan: https://www.youtube.com/watch?v=w9yZ8S_JSIc (diakses 8 April 2021)

Profile

Salsabila Nanda

Anak broadcasting yang cita-citanya mau jadi PR, tapi malah jadi content writer. Siang kerja, malam nonton teen drama. Terima kasih sudah baca tulisanku!

Beri Komentar