Pengertian Paragraf, Ciri, Struktur, Jenis & Contohnya

paragraf

Paragraf adalah bagian dari karangan yang berisi ide pokok dan kalimat penjelas. Yuk, pelajari jenis, ciri-ciri, struktur, dan contohnya!

Kamu pasti sudah sering mendengar tentang paragraf, kan? Saat membaca novel, buku pelajaran, atau berbagai informasi di media, paragraf selalu ada di setiap bacaan. Nah, kali ini kita akan mempelajari paragraf secara lengkap, mulai dari pengertian, ciri-ciri, struktur, hingga jenis dan contohnya. Simak sampai habis, ya!

 

Pengertian Paragraf

Paragraf adalah serangkaian kalimat yang saling berhubungan dan membahas satu topik atau gagasan utama. Dalam sebuah paragraf biasanya terdapat kalimat utama yang berisi ide pokok serta kalimat penjelas yang mendukung atau memperjelas ide tersebut. Setiap paragraf hanya boleh memiliki satu ide pokok agar isi bacaan mudah dipahami dan pembaca dapat membedakan topik satu dengan topik lainnya.

syarat pembentukan paragraf

Baca juga: Macam-Macam Konjungsi, Ciri, dan Contoh Kalimatnya 

 

Ciri-Ciri Paragraf 

Paragraf memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 

  • Mengandung makna, pesan, atau gagasan yang ingin disampaikan penulis.
  • Tersusun dari beberapa kalimat yang membentuk satu tema atau topik tertentu.
  • Kalimat-kalimat di dalam paragraf disusun secara logis dan sistematis sehingga mudah dipahami.
  • Memiliki satu ide pokok yang didukung oleh beberapa kalimat penjelas.

 

Baca juga: Ide Pokok: Pengertian, Cara Menentukan, Ciri & Contoh

 

Struktur Paragraf 

Struktur paragraf disebut juga unsur-unsur paragraf, yaitu bagian-bagian yang menyusun sebuah paragraf agar terbentuk dengan baik. Yuk, simak penjelasannya!

1. Topik atau Gagasan Utama 

Topik atau gagasan utama adalah ide pokok yang ingin disampaikan penulis. Bagian ini menjadi inti dari paragraf dan membuat tulisan terasa hidup serta menarik bagi pembaca.

2. Kalimat Utama 

Kalimat utama adalah kalimat yang berisi gagasan utama. Biasanya terletak di awal atau akhir paragraf. Kalimat ini bersifat umum dan akan dijelaskan lebih detail oleh kalimat penjelas.

3. Kalimat Penjelas 

Kalimat penjelas berfungsi memperjelas atau mengembangkan ide dari kalimat utama. Kalimat ini bisa berisi contoh, data, fakta, atau pendapat yang mendukung gagasan utama.

4. Konjungsi 

Konjungsi digunakan untuk menghubungkan kata, frasa, atau kalimat agar paragraf terasa mengalir. Konjungsi terbagi menjadi dua, yaitu konjungsi intrakalimat dan antarkalimat, berikut penjelasannya: 

  • Konjungsi intrakalimat adalah kata sambung yang menghubungkan kata dengan kata, frasa dengan frasa, dan klausa dengan klausa dalam satu kalimat. Contohnya: dan, sehingga, agar, sebelum, dan setelah. 
  • Konjungsi antarkalimat adalah kata sambung yang menghubungkan kalimat dengan kalimat lain dalam paragraf. Contohnya: seperti, jadi, namun, oleh karena itu, dan sebaliknya. 

 

Baca juga: Contoh Kalimat Aktif, Pasif, dan Cara Membuatnya 

 

Jenis-Jenis Paragraf 

Jenis-jenis paragraf dapat dibagi berdasarkan tujuan dan letak kalimat utamanya. Yuk, simak jenis-jenis paragraf berikut ini!

A. Jenis Paragraf Berdasarkan Tujuan

Berdasarkan tujuannya, paragraf terbagi menjadi paragraf narasi, eksposisi, argumentasi, persuasi, dan deskripsi. Yuk, kita bahas satu per satu!

1. Paragraf Narasi

Paragraf narasi adalah paragraf yang menceritakan rangkaian peristiwa dari awal sampai akhir secara berurutan. Peristiwa yang diceritakan bisa berupa kejadian nyata maupun fiksi.

Contoh paragraf narasi: 

Hari masih pagi ketika paman menyapu pekarangan rumah. Sementara bibi sibuk membuat sarapan pagi di dapur. Paman mengajakku untuk membersihkan halaman depan rumah. Selain menyapu, kami juga membuat lubang untuk membakar sampah. Tidak seperti di daerah perkotaan, kami warga desa, membuang sampah di halaman, yakni dengan membuat lubang untuk membakarnya di sana setiap hari. Cara tersebut efektif untuk menanggulangi masalah sampah. Sampah yang tidak bisa diuraikan akan dikubur.

2. Paragraf Eksposisi 

Paragraf ekspositif adalah paragraf yang berisi penjelasan atau informasi yang disampaikan secara jelas dan detail kepada pembaca. Tujuannya untuk menjelaskan suatu topik agar mudah dipahami.

Contoh paragraf ekspositif: 

Banjir merupakan salah satu bencana alam karena ulah manusia yang sering merusak alam, seperti membuang sampah ke sungai, menebang hutan secara liar, dan membakar hutan untuk kepentingan pribadi. Faktor-faktor tersebut merupakan perilaku yang tidak boleh dilakukan, karena akan menyebabkan banjir, terutama saat musim hujan.

3. Paragraf Argumentasi 

Paragraf argumentasi adalah paragraf yang bertujuan meyakinkan pembaca terhadap pendapat atau gagasan penulis. Biasanya dilengkapi dengan alasan, data, atau bukti yang mendukung agar pembaca percaya.

Contoh paragraf argumentasi: 

Produk pangan lokal harus diprioritaskan dan didukung agar dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional. Dengan meningkatkan kualitas produk lokal dan memberikan subsidi atau insentif kepada petani, kita bisa meningkatkan daya saing produk pangan lokal di pasar global. Selain itu, promosi yang tepat juga membantu meningkatkan minat konsumen terhadap produk lokal.

4. Paragraf Persuasi 

Paragraf persuasi adalah paragraf yang bertujuan membujuk atau mengajak pembaca agar melakukan sesuatu sesuai keinginan penulis. Misalnya, mengajak berdonasi, menjaga lingkungan, atau membeli produk tertentu.

Contoh paragraf persuasi: 

Plastik sekali pakai adalah salah satu penyebab utama pencemaran lingkungan. Sampah plastik membutuhkan ratusan tahun untuk terurai dan sangat berbahaya bagi hewan serta ekosistem. Oleh karena itu, mari kita kurangi penggunaannya dengan membawa tas belanja sendiri, menggunakan botol minum isi ulang, dan memilih produk ramah lingkungan. Dengan langkah kecil ini, kita bisa bantu menyelamatkan bumi!

5. Paragraf Deskripsi

Paragraf deskriptif adalah paragraf yang menggambarkan suatu objek, tempat, atau peristiwa secara rinci sehingga pembaca seolah-olah bisa melihat, mendengar, atau merasakannya langsung.

Contoh paragraf deskriptif: 

Meja yang dibelikan ayah untuk Ari sebagai hadiah ulang tahun sudah sampai. Meja itu terbuat dari kayu jati. Meja itu tingginya kurang lebih 75 cm dan lebarnya 50 cm dengan panjang 1,5 meter. Meja berwarna coklat muda ini terlihat sangat cocok dengan ruang belajar Ari yang sedikit gelap. Meja ini memiliki 2 lemari yang 1 sebelah kiri dan satunya sebelah kanan. Dengan adanya penyangga kaki membuat meja ini nyaman digunakan untuk belajar.

Baca juga: Contoh Kalimat Fakta dan Opini Beserta Ciri-Cirinya 

cara membuat paragraf

 

B. Jenis Paragraf Berdasarkan Letak Kalimat Utama

Macam-macam paragraf berdasarkan letak kalimat utamanya terbagi menjadi tiga, yaitu paragraf deduktif, induktif, dan campuran. Berikut penjelasannya: 

1. Paragraf Deduktif 

Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya berada di awal paragraf. Setelah itu, diikuti oleh kalimat-kalimat penjelas yang mendukung atau memperjelas ide utamanya.

Contoh paragraf deduktif: 

Fenomena kemacetan sudah menjadi hal yang biasa ditemui di berbagai kota besar di Indonesia. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti jumlah kendaraan yang terus meningkat hingga melampaui kapasitas jalan. Selain itu, kurangnya kedisiplinan pengendara serta lemahnya penegakan aturan oleh aparat turut memperparah situasi, sehingga lalu lintas menjadi semakin tidak terkendali.

2. Paragraf Induktif 

Paragraf induktif adalah paragraf yang kalimat utamanya berada di akhir paragraf. Bagian awal berisi kalimat penjelas atau contoh, lalu diakhiri dengan kesimpulan yang menjadi ide pokok. 

Contoh paragraf induktif: 

Setelah banjir surut, anak-anak yang berhasil dievakuasi, diantar ke pelayanan medis darurat untuk mendapatkan pemeriksaan. Ternyata, kasus penyakit yang diderita anak-anak korban banjir bandang tersebut cukup beragam. Sebanyak 15 anak mengalami diare akut, 2 anak menderita penyakit kulit, dan 4 anak dipastikan terkena demam berdarah. Banjir bandang yang melanda Denpasar ini membawa dampak buruk bagi kesehatan para korban. 

3. Paragraf Campuran

Paragraf campuran adalah paragraf yang memiliki kalimat utama di awal paragraf dan diulang kembali pada akhir paragraf dalam bentuk yang sedikit berbeda. Tujuannya untuk menegaskan ide pokok paragraf yang ingin disampaikan.

Contoh paragraf campuran:

Membuang sampah sembarangan bisa mendatangkan bencana alam. Sampah yang dibuang di sungai bisa membuat sungai menjadi dangkal sehingga air lebih cepat meluap saat hujan dan menyebabkan banjir. 

Hal serupa juga bisa terjadi pada sampah yang masuk ke got depan rumah. Saat hujan, air tidak memiliki akses untuk mengalir bebas, sehingga terjadilah banjir. Itulah mengapa penting sekali membuang sampah pada tempatnya.

Itulah pembahasan mengenai paragraf, mulai dari arti paragraf, ciri-ciri, jenis & contoh, serta strukturnya. Lengkap, kan? Kalau kamu mau belajar lebih banyak lagi tentang materi bahasa Indonesia atau pelajaran lainnya, yuk belajar di Brain Academy

Sumber:

Septiani, Adelia. 2024. Pengertian Paragraf, Ciri, Unsur, Jenis, Syarat, dan Contoh [daring]. Tautan: https://www.ruangguru.com/blog/jenis-unsur-dan-syarat-paragraf 

CNN Indonesia. 2023. Paragraf: Pengertian, Jenis, Unsur, Syarat, dan Contohnya [daring]. Tautan: https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20230224110840-569-917327/paragraf-pengertian-jenis-unsur-syarat-dan-contohnya

Pengertian Paragraf, Tanda, Jenis, dan Syarat Pembentukannya [daring. Tautan: https://www.tempo.co/gaya-hidup/pengertian-paragraf-tanda-jenis-dan-syarat-pembentukannya-1190888 (Diakses 14 Oktober 2025)

Devi Lianovanda