Fear of Missing Out (FOMO), Cemas Jika Tertinggal Informasi di Medsos

Salsabila Nanda Agu 17, 2021 • 7 min read


FOMO, Pengertian, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Fear of Missing Out (FOMO) adalah ketakutan jika terlihat kurang update di media sosial. Kenali penyebab dan cara mencegah FOMO biar nggak berbahaya!

---

Bangun tidur ku ngecek HP. Tidak lupa liat FYP~

Jujur, aku juga gini sih. Bangun tidur langsung ngecek notification HP. Buka Twitter, penasaran, ada berita apa hari ini guys? Lanjut nonton Instagram Story influencer sampe titik-titik. Baru deh, scroll Tiktok sampe diteriakin Mama.

“MANDIIIIIII!”

Selesai mandi, aku bergegas ke dapur untuk menyantap nasi goreng. Tapi rasanya kurang kalau makan nggak bawa HP. Alhasil, aku makan sambil lanjut nonton video Tiktok atau mukbang di YouTube. Kalian juga sama kayak aku, kan? Ngaku.

Kadang-kadang aku mikir, jangan-jangan kita kena FOMO.

Emang Apa Sih Definisi FOMO?

Istilah FOMO pertama kali diperkenalkan oleh Patrick McGinnis, seorang penulis asal Amerika Serikat. Pada tahun 2003, waktu masih sekolah di Harvard Business School, dia ngerasa kalau masa itu merupakan era di mana manusia berada di dalam dotcom bubble.

Dotcom bubble? Yup, Ini adalah sebutan ketika teknologi dan internet sedang berkembang pesat. Ditambah kehadiran Friendster, media sosial paling hits di jamannya. Om Patrick berpikir kalau kemunculan Friendster dan internet mempengaruhi manusia untuk live to the fullest alias nggak mau kehilangan momen apapun. 

Patrick McGinnis HBS

Patrick McGinnis saat berkuliah di Harvard Business School (Sumber: hbs.edu)

Di kampusnya, Om Patrick juga ketemu orang-orang seperti ini. Murid di sana berusaha untuk terlihat paling gaul dan update. Mereka nggak pengen ketinggalan tren, berita, atau apapun yang lagi ramai dibicarakan.

Dia pun memutuskan untuk menulis sebuah artikel yang berjudul  "Social Theory at HBS: McGinnis’ Two FOs” pada tahun 2004. Di artikel inilah kata FOMO pertama kali muncul. FOMO merupakan singkatan dari Fear of Missing Out, artinya kecemasan jika tertinggal informasi. FOMO menyebabkan seseorang merasa dikucilkan dan berpikir bahwa kehidupan orang lain di media sosial lebih menyenangkan dibanding hidupnya sendiri.

Hubungan FOMO dan Media Sosial

Bentar, bentar, maksudnya cemas ketinggalan informasi gimana sih?

Coba deh, kamu baca kalimat pertama di artikel ini. Bangun tidur ku ngecek HP. Aku, kamu, maupun orang lain yang hidup di era medsos kayak sekarang pasti nggak bisa lepas dari HP.

Berkat media sosial, kita bisa tahu berita tanpa harus nonton TV. Aktivitas setiap orang pun dapat terlihat di seluruh dunia. Lagi makan apa, pergi ke mana, bahkan lagu yang sering dia dengerin.

Semuanya terekam di situ. Meskipun teknologi membantu kehidupan sehari-hari, nggak dipungkiri bahwa kehadiran media sosial bikin ketagihan. Lambat laun, kita mulai kecanduan buat nontonin hidup orang lain. 

Pernah nggak sih, lagi rebahan terus liat postingan temen liburan ke Bali? Terus kamu mulai ngayal, "Coba aja kalau gue ada di sana, pasti seru banget. Ah, sayang, gue cuma bisa rebahan, bukan liburan kayak orang-orang." Kamu jadi mempertanyakan kenapa hidup kamu ngebosenin, sedangkan orang lain semenyenangkan itu.

Atau misalnya, temen kamu abis beli croffle terus bikin review-nya di Tiktok. Kamu bisa aja ngerasa "Anjiiir, cuma gue doang yang belum nyobain croffle!" Itulah yang dinamakan FOMO. Takut kalau cuma kamu satu-satunya orang yang ketinggalan update.

Hehehe, gimana? Udah paham 'kan artinya FOMO?

Dampak Negatif FOMO: Bikin Insecure!

Gara-gara FOMO, kita cemas membandingkan hidup kita dengan postingan orang di media sosial. Kenapa hidup dia seru? Kenapa hidup dia perfect banget? Cantik, pintar, temennya banyak, punya keluarga dan pacar yang pengertian.

Kok aku nggak???

It's okay. Kadang aku pun ngerasa kayak gini. Gapapa. 

Baca Juga: Cara Menghilangkan Perasaan Insecure 

Tapi, yang harus diingat, jangan biarkan kebahagiaan orang lain bikin kamu ngerasa jadi orang paling worthless di dunia. Kadang-kadang kita terlanjur percaya kalau semua yang terjadi di feed Instagram atau media sosial lainnya adalah hal yang nyata. Padahal, kita nggak tahu ada apa di baliknya.

Eits, bukan julid ya, Brainies. Gini deh, kita pasti pernah mengalami hal yang menyenangkan dan menyedihkan. Kebanyakan orang memilih untuk menampilkan sisi terbaiknya dong? So, berhenti membandingkan hidup kamu dengan orang lain ya.

Cara Mengatasi FOMO

Gimana cara menghilangkan perasaan FOMO?

Ya... nggak perlu nonaktifin HP juga. Nanti repot kalau mau sekolah daring. Aku punya beberapa tips yang bisa membantu kita keluar dari lingkaran FOMO. Ayo disimak!

  • Journaling

    Journaling adalah menuangkan seluruh pikiran dan perasaan kamu di atas kertas. Kamu bisa menulis, menambahkan foto atau hiasan untuk mempercantik journal. Dengan journal, kamu punya memori untuk dikenang. It's not always come to Instagram Story, rightMenurut Dr. James Pennebaker, journaling dapat menurunkan tingkat depresi dan anxiety, serta meningkatkan kualitas hubungan sosial manusia.

  • Ngobrol dengan teman

    FOMO bikin kita merasa sendiri dan tertinggal. Yang lain seru-seruan, kok gue nggak ikutan? Ah, itu cuma perasaan kamu aja. Teman-teman kamu masih ada kok. Try to seek real connections instead of engagement. Supaya nggak ngerasa ketinggalan, ajak temen kamu videocall, nonton film online bareng, dan cerita.  Udah lama 'kan nggak denger kabar mereka?

  • Fokus dengan kegiatan lain

    Kamu nggak harus uninstall semua aplikasi media sosial. Kurangi penggunaannya dengan mengalihkan perhatianmu ke kegiatan lain. Memasak, olahraga, main musik, melukis, apapun yang kamu suka. Awalnya mungkin sulit, tapi akan terbiasa.

---

Semoga pembahasan kali ini dapat menambah wawasan baru bagi kita semua ya. BTW, udah tahu belum kalau di Brain Academy Online ada klub hobi? Di sana kamu bisa kenalan sama temen-temen yang punya hobi sama denganmu. Daftar yuk biar bisa seru-seruan bareng!

Live Teaching Brain Academy Online

Referensi:

FOMO [Daring]. Tautan: https://www.forbes.com/sites/kittyknowles/2016/03/22/fomo-patrick-mcginnis-book-the-10-entrepreneur-fomo-meme/?sh=75150f977f1d

https://harbus.org/2004/social-theory-at-hbs-2749/

Cara Mengatasi FOMO [Daring]. Tautan: https://www.verywellmind.com/how-to-cope-with-fomo-4174664 

(diakses 13 Agustus 2021)

Sumber Gambar:

Patrick McGinnis [Daring]. Tautan: https://www.hbs.edu/mba/student-life/people/Pages/portrait-project.aspx?profile=pmcginnis (diakses 16 Agustus 2021)

Profile

Salsabila Nanda

Anak broadcasting yang cita-citanya mau jadi PR, tapi malah jadi content writer. Siang kerja, malam nonton teen drama. Terima kasih sudah baca tulisanku!

Beri Komentar