Apa itu Literasi Finansial? Ini Pengertian, Manfaat, dan Contohnya

Salah satu tujuan literasi finansial adalah membantu cara berpikir kamu dalam mengelola uang. Simak contoh literasi finansial dalam kehidupan sehari-hari!
—
Uang jajan yang tiba-tiba habis di tengah minggu pasti pernah kamu alami. Rasanya baru aja pegang uang, tapi sekarang udah harus mikir dua kali hanya untuk beli kuota internet dan jajan. Padahal, sering kali masalahnya bukan pada jumlah uang yang kamu dapat, melainkan bagaimana cara kamu mengaturnya.
Nah, inilah pentingnya kamu paham tentang literasi finansial. Apa yang dimaksud dengan literasi finansial itu?
Secara sederhana, literasi finansial adalah kemampuan untuk mengelola uang dengan lebih bijak. Dengan begitu, kamu bisa lebih siap menghadapi kebutuhan tak terduga lainnya.
Yuk, kita bahas lebih lengkap mengenai pengertian, manfaat, dan contoh literasi finansial!
Pengertian Literasi Finansial
Literasi finansial adalah kemampuan seseorang untuk memahami serta menerapkan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan ini meliputi pemahaman berbagai aspek keuangan, seperti perencanaan keuangan, pengelolaan pendapatan dan pengeluaran, menabung, berinvestasi, mengelola utang, dan menggunakan kredit secara bijak.
Dengan literasi finansial yang baik, seseorang dapat mengambil keputusan keuangan secara lebih tepat sekaligus merencanakan masa depan keuangan dengan lebih terarah.
Manfaat Literasi Finansial
Paham literasi finansial itu kayak punya super power buat ngatur hidup kamu. Berikut beberapa manfaat literasi finansial yang perlu kamu tahu.
1. Membantu Mengelola Keuangan Pribadi
Melalui literasi finansial, kamu bisa lebih paham cara mengatur pemasukan dan pengeluaran. Kamu juga jadi lebih mudah membedakan mana yang benar-benar kebutuhan dan mana yang hanya sekadar keinginan kayak beli skincare atau jajan boba.
2. Mencegah Utang Berlebihan
Zaman sekarang godaan Pay Later atau pinjol itu ada di mana-mana. Kalau kamu paham literasi finansial, kamu gak bakal gampang kejebak cicilan yang bikin pusing. Kamu jadi lebih bijak kalau gak mampu beli tunai, ya mending nabung dulu!
3. Membantu Merencanakan Masa Depan
Literasi finansial juga membantu kamu merencanakan kebutuhan jangka panjang, seperti menabung untuk pendidikan, membeli rumah, dan menyiapkan dana darurat. Literasi finansial bantu kamu bikin rencana biar target-target itu gak cuma jadi wacana.
4. Meningkatkan Kemampuan Berinvestasi
Melalui literasi finansial, kamu bakal paham bedanya nabung biasa sama investasi di reksa dana atau emas, lengkap dengan risiko dan untungnya. Jadi, gak bakal gampang ketipu janji cepat kaya di medsos.
5. Mengurangi Stres Keuangan
Nah, kalau pengelolaan keuanganmu rapi dan punya dana darurat, kamu bakal lebih santai ngadepin situasi nggak terduga. Less drama, more chill!
Baca Juga: Lembaga Keuangan Non Bank: Pengertian, Jenis & Contoh
Cakupan Literasi Finansial
Apa saja sih yang dipelajari di literasi finansial? Berdasarkan arahan pemerintah dalam program Gerakan Literasi Nasional di bidang literasi finansial, kita sebagai pelajar dapat mempelajari dan mengembangkan kemampuan literasi finansial dalam enam cakupan berikut.
1. Memiliki Pemahaman tentang Transaksi Ekonomi
Cakupan pertama adalah memahami dasar-dasar transaksi ekonomi dalam kehidupan sehari-hari. Jadi bukan cuma soal beli barang, kamu jadi tahu gimana uang bekerja.
Dari mulai proses barang dibuat (Produksi), nyampe ke tangan kamu (Distribusi), sampai akhirnya kamu pakai (Konsumsi). Kamu juga jadi paham kenapa harga barang bisa naik-turun dan gimana sistem bayar pakai QRIS atau dompet digital itu bekerja.
2. Mengenali Pemasukan (Earning)
Literasi finansial juga mencakup kemampuan mengenali sumber pemasukan. Kamu harus tahu dari mana uangmu berasal. Apakah itu uang jajan bulanan, hasil side hustle jualan stiker, atau hadiah ulang tahun dari tante. Kalau kamu tahu persis berapa pemasukan kamu, rencana keuanganmu bakal lebih rapi.
3. Mengelola Pengeluaran (Spending)
Selain mengetahui pemasukan, kamu juga perlu mengatur pengeluaran. Literasi finansial bisa ngajarin kamu buat bikin skala prioritas. Mana yang butuh banget kayak kuota belajar dan mana yang cuma pengen doang seperti kopi susu tiap hari. Tujuannya biar saldo kamu gak mendadak nol di tengah bulan.
4. Merencanakan Tabungan (Saving)
Cakupan lainnya adalah gimana caranya nyisihin sebagian buat masa depan. Bisa buat dana darurat kalau HP rusak, atau mulai kenalan sama investasi biar uangmu tumbuh. Intinya, siapkan payung sebelum hujan!

Sisa selisih antara pemasukan dan pengeluaran kebutuhan primer dapat kita alokasikan untuk tabungan (Sumber: freepik.com)
5. Merancang Alokasi Berbagi (Sharing)
Kemampuan literasi finansial mengajarkan kamu mengalokasikan uang buat berbagi. Dana berbagi yang wajib menurut hukum adalah dengan membayar pajak negara. Misalnya saat kita berbelanja makanan di restoran, maka kita akan dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10%. Selain itu, kegiatan berbagi lainnya seperti zakat dan sedekah.
6. Mengenali Praktik Tidak Baik dan Kejahatan Finansial
Cakupan terakhir adalah kemampuan memahami berbagai risiko dalam aktivitas keuangan. Kamu bakal belajar cara ngenalin mana investasi bodong yang janjiin untung gak masuk akal, atau cara ngamanin data biar gak kena scam.
Baca Juga: Pengertian Ilmu Ekonomi Menurut Para Ahli & Ruang Lingkupnya
Mengapa Literasi Finansial itu Penting?
Pernah gak sih kamu ngerasa uang jajan baru dikasih tapi tiba-tiba habis gitu aja? Nah, itulah pentingnya literasi finansial. Singkatnya, literasi finansial ini soal gimana cara kamu jadi bos buat uangmu sendiri, bukan malah dikendalikan sama keinginan jajan yang gak ada habisnya.
Kenapa kamu harus peduli dengan keuanganmu? Nih beberapa alasannya.
1. Agar Keuangan Tidak Boncos
Hampir semua hal di hidup kita berkaitan dengan uang, dari beli kuota sampai nabung buat beli sepatu incaran. Kalau kamu paham cara mengaturnya, kamu gak bakal bingung di akhir bulan gara-gara pengeluaran yang gak kekontrol.
2. Jago Atur Budget (Budgeting)
Kamu bakal belajar caranya mengatur uang buat main, jajan, dan menabung dengan seimbang. Jadi, kamu tetap bisa senang-senang sekarang tanpa harus mengorbankan keamanan finansialmu di masa depan.

Lakukan budgeting untuk tahu rincian keuanganmu (Sumber: freepik.com)
3. Tidak Gampang Terpancing Trend
Dengan literasi finansial, kamu jadi lebih kritis. Kamu gak akan asal ikut-ikutan trend investasi atau tergoda pinjaman online (pinjol) cuma demi gaya hidup, karena kamu sudah paham apa risiko dan manfaatnya.
4. Tidak Mudah Tertipu
Di zaman sekarang, banyak banget tawaran investasi bodong yang kelihatannya menggiurkan. Kalau kamu punya dasarnya, kamu bakal lebih waspada dan gak gampang kemakan janji investasi yang nggak masuk akal.
Prinsip Literasi Finansial
Biar pengelolaan keuanganmu gak berantakan, ada beberapa prinsip literasi finansial yang perlu kamu jadikan pedoman. Prinsip ini bakal bantu kamu lebih bijak dalam mengambil keputusan setiap kali berhubungan dengan uang.
1. Seimbangkan Pemasukan dan Pengeluaran
Kunci utama keuangan yang sehat adalah memastikan pengeluaran kamu gak lebih besar daripada pemasukan atau istilahnya jangan besar pasak daripada tiang. Cara paling efektif adalah dengan membuat catatan keuangan sederhana atau anggaran bulanan, jadi kamu tahu persis kemana larinya uang jajanmu.
2. Prioritaskan Kebutuhan di Atas Keinginan
Kamu harus tegas membedakan mana yang benar-benar kebutuhan dan mana yang sekadar keinginan. Kebutuhan adalah hal wajib yang kalau nggak dipenuhi bakal mengganggu aktivitasmu, seperti ongkos sekolah atau makan. Sementara keinginan biasanya bersifat hiburan atau tambahan, seperti ganti HP model terbaru padahal yang lama masih bagus.
3. Jadikan Menabung Sebagai Kebiasaan
Menabung merupakan salah satu prinsip penting dalam literasi finansial. Kebiasaan ini sangat penting untuk menyiapkan dana darurat atau kebutuhan tak terduga. Selain itu, menabung juga melatih kedisiplinan kamu dalam mengontrol diri.
4. Pahami Setiap Risiko Keuangan
Setiap keputusan keuangan biasanya memiliki risiko. Misalnya, saat kamu tertarik mencoba investasi atau sekadar meminjamkan uang ke teman. Kamu harus mempertimbangkan matang-matang apakah keputusan tersebut bakal aman buat kondisi keuanganmu kedepannya atau justru malah merugikan.
5. Tentukan Tujuan Keuangan yang Jelas
Prinsip lainnya adalah memiliki tujuan keuangan yang jelas. Misalnya, kamu punya target menabung buat beli buku referensi kuliah, beli perlengkapan hobi, atau buat dana pendidikan mandiri. Kalau ada tujuan yang jelas, kamu nggak bakal gampang tergoda buat menghabiskan uang secara impulsif.
Baca Juga: Ekonomi Digital: Pengertian, Peluang, Tantangan, dan Contoh
Contoh Literasi Finansial
Berikut adalah beberapa contoh praktik literasi finansial dalam kehidupan sehari-hari.
1. Rutin Mencatat Pengeluaran
Coba deh catat semua uang yang masuk dan keluar, baik harian maupun bulanan. Dengan cara ini, kamu jadi tahu uangmu habis buat apa saja dan bisa lebih gampang mengerem pengeluaran yang gak perlu.
2. Disiplin Menyisihkan Uang Tabungan
Setiap kali menerima uang saku atau gaji, kamu langsung menyisihkan sebagian untuk ditabung. Kebiasaan ini membantu kamu memiliki dana cadangan untuk kebutuhan di masa depan.
3. Membuat Anggaran Bulanan
Sebelum uangnya habis, buat dulu rencana penggunaannya. Misalnya, berapa untuk ongkos sekolah, makan, kebutuhan tugas, dan jatah hiburan/nongkrong. Kalau sudah ada anggarannya, pengeluaranmu jadi lebih terukur.
4. Membandingkan Harga Sebelum Membeli
Jangan malas untuk check and recheck harga di beberapa toko atau marketplace sebelum membeli barang. Dengan sedikit riset, kamu bisa mendapatkan barang yang sama dengan harga yang lebih hemat.
5. Tidak Mudah Tergiur Promo
Diskon besar memang menggoda, tapi coba tanyakan ke diri sendiri “Ini beneran butuh atau cuma laper mata karena murah?” Tetap objektif dan utamakan kebutuhan daripada sekadar mengejar promo.
6. Menyiapkan Dana Darurat
Mulai simpan sebagian kecil uangmu khusus sebagai dana darurat. Dana ini hanya boleh dipakai untuk situasi mendesak yang gak terduga, misalnya saat HP rusak atau ada keperluan sekolah yang sifatnya tiba-tiba.
7. Mulai Belajar Investasi
Gak ada salahnya mulai belajar jenis investasi sederhana yang cocok buat pelajar, seperti reksa dana atau tabungan emas. Lalu, pahami dulu gimana cara kerjanya, risiko, serta manfaatnya sebelum mencoba.
—
Nah, itulah pentingnya literasi finansial. Literasi finansial bisa membantu kamu lebih bijak dalam memakai uang dan tidak mudah tergoda membeli barang yang tidak perlu. Kebiasaan mengelola keuangan yang baik bisa membangun kondisi finansial kamu jadi lebih stabil di kemudian hari.
Ternyata belajar soal ekonomi ternyata gak sesulit yang dibayangkan, kan? Kamu juga bisa belajar materi lainnya di Brain Academy, lho. Materinya lengkap, gurunya asyik diajak diskusi, dan dapat diakses secara online atau datang langsung ke cabang Brain Academy terdekat. Coba gratis dulu aja!
Referensi:
OJK. Edukasi Keungan [Daring]. Tautan: https://ojk.go.id/id/kanal/edukasi-dan-perlindungan-konsumen/Pages/literasi-keuangan.aspx. Diakses 9 Maret 2026.
Prudential. 6 Februari 2025. Literasi Finansial: Pengertian, Manfaat, dan Prinsip Utamanya [Daring]. Tautan: https://www.prudential.co.id/id/knowledge-corner/pahami-keuangan-investasi/literas-finansial-pengertian-manfaat-dan-prinsip-utamanya/. Diakses 9 Maret 2026.


