Memahami Kalimat Kompleks: Benarkah Tidak Sekompleks Namanya?

Kenya Swawikanti Mei 11, 2021 • 4 min read


Kalimat Kompleks

Artikel ini dapat membantu kamu memahami  kalimat kompleks secara lebih mendetail, mulai dari pengertian, struktur, hingga contohnya.

--

 

“Meskipun tangan tak mampu menjabat, izinkan saya mengucapkan mohon maaf lahir dan batin.”

Menjelang hari raya Idulfitri, biasanya kita akan mulai dibombardir dengan pesan broadcast permohonan maaf seperti contoh di atas. Kamu pasti juga dapet pesan-pesan sejenis itu, kan?

Eh, tapi kamu sadar nggak, sih? Dilihat dari struktur kalimatnya, pesan broadcast permohonan maaf tersebut tergolong kalimat kompleks, lho! 

Kalimat kompleks adalah kalimat yang terdiri atas klausa utama dan klausa subordinatif. Klausa utama pada kalimat kompleks merupakan klausa yang bisa berdiri sendiri menjadi kalimat lepas. 

Sedangkan klausa subordinatif merupakan klausa yang tidak bisa berdiri sendiri menjadi kalimat lepas karena klausa ini bergantung kepada klausa utama. Tanpa adanya klausa utama, informasi yang dikandung oleh klausa ini akan menjadi kurang jelas. 

Baca juga: Pengertian Frasa, Klausa, dan Kalimat Beserta Contohnya

Kalimat kompleks juga disebut sebagai kalimat majemuk bertingkat. Kalimat ini biasa digunakan untuk menjelaskan dua kejadian yang berlangsung secara bersamaan dalam satu waktu. Nah, dua kejadian ini dihubungkan menggunakan konjungsi subordinatif yang melekat pada klausa subordinatif.

Contoh Konjungsi Subordinatif

Nah, sekarang, coba kita kembali lagi ke pesan broadcast lebaran tadi. Jika dilihat dari struktur kalimatnya, pesan broadcast tersebut tergolong kalimat kompleks karena terdiri atas klausa utama dan klausa subordinatif. Klausa utama dalam kalimat kompleks boleh diletakkan di depan, boleh juga di belakang. Begitupun dengan klausa subordinatif.

Klausa pada Kalimat Kompleks

Karena kalimat kompleks disusun oleh dua tipe klausa, yaitu klausa utama dan klausa subordinatif, maka hubungan antarklausanya tidak sederajat atau tidak sejajar

Hubungan antara dua klausa ini bagaikan induk dan anak. Klausa subordinatif selaku anak memiliki sifat bergantung kepada induknya, yaitu si klausa utama. Sementara klausa utama tidak bergantung kepada si anak dan bisa berdiri sendiri. Oleh karena itu, klausa utama juga disebut sebagai induk kalimat, sedangkan klausa subordinatif juga disebut sebagai anak kalimat.

Bergantung maksudnya kayak gimana, sih? Kenapa klausa subordinatif bisa bergantung ke klausa utama?

Maksudnya, ketika kedua klausa tersebut dipisah, klausa utama tetap bisa berdiri sendiri menjadi suatu kalimat lepas dengan kandungan informasi yang tetap jelas. Sedangkan si klausa subordinatif nggak bisa berdiri sendiri menjadi suatu kalimat lepas karena informasi yang dikandung akan menjadi kurang jelas.

Klausa Subordinatif vs Klausa Utama

Seperti terlihat pada gambar, klausa ‘meskipun tangan tak mampu menjabat’ akan menjadi aneh dan kurang jelas jika berdiri sendiri. Kesannya jadi kayak orang ngomong tapi setengah-setengah.

Coba bayangin deh, ada orang yang ngomong,

“Meskipun tangan tak mampu menjabat.”

Kamu pasti akan langsung merespon dengan, 

“Cakeeeppp….”

Padahal orangnya lagi nggak mau pantun :(

Nah, sedangkan klausa ‘izinkan saya mengucapkan mohon maaf lahir dan batin’ bisa berdiri sendiri nih, karena klausa ini akan menjadi kalimat lepas yang informasinya tetap jelas.

Hmm.. manja juga ya, si klausa subordinatif ini.

Yah.. namanya juga anak-anak ya kan, masih suka bergantung sama induknya hehe..

Struktur Kalimat Kompleks

Nah, setelah tahu tentang kalimat kompleks, klausa utama, dan klausa subordinatif, sekarang kita coba membedah struktur kalimat kompleks lebih jauh, yuk!

Struktur dari kalimat kompleks terdiri atas satu klausa utama dan satu klausa subordinatif. Struktur dari klausa utama sendiri minimal terdiri atas subjek dan predikat (S-P). 

Sedangkan struktur dari klausa subordinatif minimal terdiri atas konjungsi subordinatif, subjek, dan predikat (Konj-S-P). Namun, pada kalimat kompleks, klausa subordinatif hanya mewakili satu fungsi kalimat saja, seperti keterangan, objek, atau subjek.

Contoh Kalimat Kompleks

Selain dapat menduduki fungsi keterangan seperti contoh di atas, klausa subordinatif juga bisa menduduki fungsi kalimat lain seperti objek atau subjek. Kamu bisa melihat contohnya pada infografik berikut.

Contoh Kalimat Kompleks 2

Nah, sekarang kita latihan, yuk! Coba bedah struktur kalimat kompleks berikut sampai ke struktur klausa utama dan klausa subordinatifnya!

“Ketika hujan turun, Jojo masih berada di atas bus.”

Tulis jawaban kamu di kolom komentar, ya!

Gimana? Sudah paham? Biar makin paham, yuk langganan Brain Academy Online sekarang! Belajar online-mu dijamin lebih mudah dan nyaman!

BA online

 

Referensi:

Sasangka, S. S. 2015. Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia: Kalimat. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Beri Komentar