Batuan: Pengertian, Jenis, Siklus, & Proses Pembentukannya

batuan

Terdapat berbagai jenis batuan dengan proses pembentukan yang berbeda-beda. Apa saja perbedaannya? Yuk, simak selengkapnya di artikel berikut!

Batuan di sekitar kita terbentuk melalui proses alami yang berlangsung selama jutaan tahun, lho! Nah, setiap jenis batuan memiliki proses pembentukan yang berbeda, tergantung pada faktor seperti suhu, tekanan, dan lingkungan tempat terbentuknya.

Secara umum, batuan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Masing-masing memiliki karakteristik dan proses pembentukan yang beragam. Agar lebih memahami perbedaannya, simak penjelasannya di artikel berikut ya!

 

Pengertian Batuan

Batuan adalah bahan alami yang menyusun kerak bumi dan sebagian besar tersusun dari campuran mineral. Setiap jenis batuan memiliki komposisi mineral yang berbeda, tergantung pada proses pembentukannya. Ada batuan yang terbentuk dari magma panas yang membeku, ada yang berasal dari endapan, dan ada juga yang mengalami perubahan akibat tekanan dan suhu tinggi di dalam bumi. 

 

Siklus Batuan

Siklus batuan adalah proses alami yang menggambarkan bagaimana batuan mengalami perubahan yang digerakan oleh energi panas bumi. Proses dalam siklus batuan melibatkan pelapukan, erosi, pengendapan, litifikasi, peleburan, metamorfisme, serta kristalisasi magma yang membuat batuan terus mengalami perubahan bentuk dari satu jenis ke jenis lainnya secara alami. 

siklus batuan

Proses perubahan dan pembentukan ulang batuan (Sumber: freepik.com)

 

Jenis-Jenis Batuan dan Proses Pembentukannya

Batuan yang menyusun kulit bumi dibagi menjadi tiga jenis, yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Ketiga jenis batuan ini memiliki susunan dan proses pembentukan yang berbeda. Seperti apa perbedaannya? Yuk, simak penjelasannya!

1. Batuan Beku

Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari magma pijar yang membeku menjadi padat karena proses pendinginan. Berdasarkan tempat terbentuknya magma, jenis-jenis batuan beku dibagi menjadi tiga, yaitu batuan beku dalam (plutonik), batuan beku korok/gang/celah (hypabisal), dan batuan beku luar/lelehan (vulkanik). 

a. Batuan Beku Dalam

Batuan beku dalam (plutonik), atau dikenal juga sebagai batuan beku abisik, terbentuk jauh di dalam kerak bumi saat magma mengalami penurunan suhu secara perlahan. Proses pendinginan yang lambat ini menyebabkan kristalisasi terjadi secara sempurna, sehingga batuan yang terbentuk memiliki struktur holokristalin, yaitu seluruhnya tersusun dari kristal-kristal.

Proses pembentukan kristal berlangsung dalam waktu lama dan kondisi tertentu, sehingga batuan beku plutonik memiliki struktur fanerik, artinya mineral-mineral penyusunnya dapat dilihat mata tanpa bantuan alat. Contoh jenis batuan beku ini antara lain batuan granit, batuan diorit, batuan gabro, dan batuan peridotit.

b. Batuan Beku Korok/Gang/Celah

Batuan beku korok disebut juga sebagai batuan gang/celah. Sesuai namanya, jenis batuan beku ini terbentuk di korok atau gang, yaitu celah-celah dalam kerak bumi yang dekat dengan permukaan. Karena lokasinya yang tidak terlalu dalam, proses pendinginannya berlangsung lebih cepat dibandingkan batuan beku dalam, tetapi lebih lambat dari batuan beku luar.

Batuan korok dapat memiliki kristal kecil dan kristal besar dalam satu batuan. Contoh batuan korok adalah granit porfir, andesit porfir, dan basalt porfir.

c. Batuan Beku Luar/Lelehan

Batuan beku luar terbentuk dari pembekuan magma di permukaan bumi. Akibatnya, penurunan suhu berlangsung sangat cepat, sehingga magma tidak memiliki cukup waktu untuk membentuk kristal besar.

Batuan beku luar atau batuan leleran dapat memiliki berbagai bentuk, seperti kristal kecil, kristal besar, atau bahkan bahan amorf (tidak berkristal). Contoh batuan beku luar adalah liparit, batu apung, batuan basalt, dan andesit.

Baca juga: Geografi Menurut Para Ahli, Objek Kajian, dan Cabang Ilmunya

 

2. Batuan Sedimen

Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari endapan material yang berasal dari batuan yang mudah lepas dan terbawa oleh air, angin, atau es. Endapan tersebut lama kelamaan akan menumpuk, mengalami tekanan, dan akhirnya mengeras menjadi batuan. Salah satu ciri khas batuan sedimen adalah bentuknya berlapis-lapis.

Nah, tahukah kamu bahwa berdasarkan tempat terjadinya pengendapan, terdapat tiga jenis batuan sedimen? Yuk, kenali lebih lanjut!

a. Batuan Sedimen Kontinental

Batuan sedimen kontinental adalah batuan sedimen yang proses pengendapannya terjadi di laut, contohnya terjadi di tanah los dan tanah gurun pasir.

b. Batuan Sedimen Marine

Sesuai namanya, proses pengendapan batuan sedimen marine terjadi di laut. Contohnya adalah endapan radiolaria di laut dalam, lumpur biru di pantai, dan lumpur merah.

c. Batuan Sedimen Lakustre

Batuan sedimen lakustre adalah batuan sedimen yang pengendapannya terjadi di danau. Misalnya, tuf danau dan tanah liat danau yang berasal dari material halus yang mengendap di dasar perairan tenang.

Baca juga: Jenis Tanah dan Persebarannya di Indonesia

 

Sementara itu, jika ditinjau dari proses pembentukannya batuan sedimen dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu:

d. Batuan Sedimen Klastik

Batuan ini terbentuk dari batuan asal yang mengalami penghancuran secara mekanis dari ukuran besar menjadi kecil. Setelah itu, materialnya mengendap dan menyatu membentuk batuan sedimen klastik. Contoh batuan sedimen klastik adalah batuan konglomerat, batuan pasir, dan batu lempung (shale).

e. Batuan Sedimen Kimiawi

Proses terbentuknya batuan ini dipengaruhi oleh proses kimiawi, seperti penguapan, pelarutan, dan dehidrasi. Salah satu contoh batuan sedimen kimiawi yang terjadi secara langsung adalah batuan sedimen kapur, termasuk stalaktit dan stalagmit yang sering ditemukan di gua kapur.

f. Batuan Sedimen Organik

Jenis batuan ini terbentuk dengan bantuan organisme, seperti sisa-sisa makhluk hidup yang tertimbun di dasar laut. Contohnya adalah kerang dan terumbu karang.

 

Selain berdasarkan proses pembentukannya, batuan sedimen juga dapat dibagi berdasarkan perantara atau medium yang membawanya. Nah, ada tiga jenis batuan yang bisa kita kenali. Yuk, kita bahas satu per satu!

g. Batuan Sedimen Aeris (Aeolis)

Batuan ini terbentuk dengan bantuan angin sebagai perantaranya. Contohnya adalah tanah los, tuf, dan pasir di gurun.

h. Batuan Sedimen Glasial

Proses pengangkutan batuan ini dilakukan melalui media perantara es atau gletser. Contohnya adalah moraine, yaitu material batuan yang terbawa dan menumpuk akibat pergerakan gletser.

i. Batuan Sedimen Aquatis

Batuan ini terbentuk dengan bantuan air sebagai media pengangkutnya. Contohnya adalah batuan yang tersusun dari pecahan batuan kecil yang direkatkan satu sama lain oleh aliran air.

 

3. Batuan Metamorf

Batuan metamorf adalah batuan hasil perubahan dari batuan beku dan batuan endapan yang terjadi akibat proses metamorfosis. Jenis batuan metamorf terdiri dari tiga jenis, yaitu:

a. Batuan Metamorf Kontak

Batuan metamorf kontak adalah jenis batuan metamorf yang terbentuk akibat peningkatan suhu karena kedekatannya dengan magma aktif. Karena prosesnya dipengaruhi oleh panas dari magma, area pembentukannya biasanya tidak terlalu luas.

b. Batuan Metamorf Dinamo

Batuan metamorf dinamo adalah batuan yang terbentuk akibat tekanan tinggi yang disertai panas dan tumbukan. Tekanan ini berasal dari lapisan batuan lain yang berada di atasnya, sehingga batuan mengalami perubahan bentuk dan struktur.

c. Batuan Metamorf Kontak Pneumatalitis (Thermal-Pneumatalitics)

Jenis batuan ini terbentuk ketika zat lain masuk ke dalam batuan selama proses metamorfosis berlangsung. Zat tambahan ini bisa berasal dari magma yang membawa mineral baru, sehingga batuan mengalami perubahan komposisi.

Nah, itulah pembahasan mengenai pengertian batuan, jenis batuan, dan proses pembentukannya. Kalau kamu tertarik mempelajari materi Geografi lainnya, yuk, gabung di Brain Academy! Kamu bisa belajar bareng teman-teman yang seru dan para Master Teacher berpengalaman.

[IDN] CTA Blog Kelas Gratis Brain Academy Online

 

Referensi:

Agus, P. 2025. Dinamika Litosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan [daring]. Tautan: https://repositori.kemdikbud.go.id/21848/1/X_GEOGRAFI_KD-3.5_FINAL.pdf (Diakses tanggal 8 Maret 2025)

Dibyo, S. & Ruswanto. 2025. Geografi [daring]. Tautan: https://bloggeografi.id/wp-content/uploads/2010/10/dibyo-soegimo-x.pdf. (Diakses tanggal 8 Maret 2025)

  1. Mustaghfirin. 2025. Batuan [daring]. Tautan: https://repositori.kemdikbud.go.id/8914/1/BATUAN-X-2.pdf. (Diakses tanggal 8 Maret 2025)
Olivia Yunita