125 Contoh Klausa, Pengertian, Ciri, dan Jenisnya

Apa ciri-ciri kalimat bisa disebut sebagai klausa? Yuk, simak perbedaannya di artikel ini!
—
Coba perhatikan kalimat “Dia membaca buku di taman”.
Kalau kita bedah, kalimat tersebut punya subjek (Dia) dan apa yang sedang dilakukan atau predikat (membaca buku di taman). Nah, bagian kalimat yang punya pasangan subjek dan predikat seperti inilah yang disebut dengan klausa.
Klausa sendiri adalah gabungan dua kata atau lebih yang memiliki subjek dan predikat, dan bisa dilengkapi dengan objek, pelengkap, atau keterangan. Dengan memahami klausa, kamu akan lebih mudah membuat kalimat lengkap, menyusun kalimat majemuk, dan membedakan bagian-bagian kalimat.
Supaya lebih jelas, yuk kita lihat beberapa contoh klausa di bawah ini!
Pengertian Klausa
Apa itu klausa? Nah, klausa adalah gabungan kata yang terdiri dari subjek dan predikat. Sekilas mirip dengan kalimat, tapi pada klausa tidak diakhiri dengan intonasi akhir dan tidak punya tanda baca. Intonasi akhir yang dimaksud bisa berupa intonasi tanya, perintah, dan berita.
Perbedaan Frasa dan Klausa
Dalam sebuah klausa ada yang namanya frasa. Frasa adalah kelompok kata yang membentuk satu kesatuan makna, tetapi tidak memiliki subjek dan predikat. Frasa tidak bisa berdiri sendiri sebagai kalimat karena hanya berfungsi sebagai bagian dari kalimat, misalnya sebagai subjek, objek, dan keterangan.
Contohnya:
- Di rumah saya
- Sedang membaca buku
- Pagi yang cerah
Sementara klausa adalah bagian kalimat yang memiliki subjek dan predikat. Klausa bisa berdiri sendiri sebagai kalimat lengkap (klausa independen) atau tergantung pada klausa lain (klausa dependen). Klausa menyampaikan satu ide atau aksi tertentu dan bisa digabungkan dengan klausa lain untuk membentuk kalimat majemuk.
Contohnya:
- Dia membaca buku
- Karena hujan turun
Secara ringkas, kalau frasa hanya sebagai bagian kalimat, sedangkan klausa sudah memiliki struktur subjek dan predikat, serta bisa menyampaikan ide.
Baca Juga: Kalimat Majemuk: Pengertian, Jenis-Jenis dan Contohnya
Ciri-Ciri Klausa
Berikut beberapa ciri-ciri yang harus dipenuhi agar bagian kalimat bisa disebut sebagai klausa.
- Memiliki subjek dan predikat
- Terdiri dari dua kata atau lebih
- Menyampaikan satu ide
- Dapat digabungkan dengan klausa lain
- Memiliki fungsi gramatikal atau berperan sebagai subjek, objek, predikat, dan keterangan dalam kalimat
- Tidak memiliki intonasi akhir dan tanda baca
Jenis-Jenis Klausa
Mari kita bahas jenis-jenis klausa beserta contoh kalimatnya berdasarkan kelengkapan unsur, struktur, fungsi, dan kata negatif.
A. Berdasarkan Kelengkapan Unsurnya
Klausa ini dibedakan dari seberapa lengkap komponen pembentuknya, subjek dan predikat.
1. Klausa Lengkap
Memiliki unsur Subjek (S) dan Predikat (P). Contohnya: Paman (S) memancing (P) di sungai.
2. Klausa Tidak Lengkap
Biasanya hanya terdiri dari Predikat (P) saja karena Subjeknya dianggap sudah jelas atau merupakan kalimat perintah. Contoh kalimatnya: Sedang memasak di dapur.
Baca Juga: Contoh Kalimat Simpleks, Pengertian, Jenis & Cirinya
B. Berdasarkan Strukturnya
Berdasarkan unsur yang menjadi predikat, klausa dibedakan menjadi klausa bebas dan terikat.
1. Klausa Bebas
Klausa yang memiliki unsur lengkap dan berpotensi menjadi kalimat mandiri. Contoh: Adik menyanyi. (Bisa langsung diberi tanda titik menjadi kalimat).
2. Klausa Terikat
Klausa terikat adalah klausa yang tidak bisa berdiri sendiri karena memiliki konjungsi/kata hubung di depannya. Contoh: Mereka pergi menuju lokasi dengan kereta. (Maknanya menggantung jika tidak ditambah klausa lain).
C. Berdasarkan Fungsinya
Klausa terikat sering kali menempati posisi fungsi tertentu di dalam kalimat yang lebih besar.
1. Klausa Subjek
Klausa subjek adalah klausa yang berfungsi sebagai subjek. Contoh: Bahwa ia mencuri sudah terbukti.
2. Klausa Objek
Klausa objek adalah klausa yang berfungsi sebagai objek. Contoh: Ibu mengatakan bahwa kami harus jujur.
3. Klausa Keterangan
Klausa keterangan adalah klausa yang menjelaskan waktu, sebab, atau syarat. Contoh: Saya tetap berangkat meskipun hari hujan.
D. Berdasarkan Kata Negatifnya
Dilihat dari ada atau tidaknya kata ingkar (negasi) pada predikatnya. Klausa ini dibedakan menjadi klausa positif dan negatif.
1. Klausa Positif
Klausa positif merupakan klausa dengan predikat bersifat positif dan tidak mengandung kata negatif. Contoh: Kakek membaca koran.
2. Klausa Negatif
Klausa negatif adalah klausa yang mengandung kata negatif seperti tidak, bukan, jangan, belum, dan lain sebagainya. Contoh: Kakek tidak membaca koran.
Baca Juga: Pengertian Resensi, Struktur, Jenis, dan Contohnya!
Contoh Kalimat Klausa
Supaya kamu gak bingung, yuk perhatikan beberapa contoh klausa berikut ini!
- Saya pergi ke pasar.
- Dia membaca buku.
- Mereka bermain bola di lapangan.
- Ibu memasak di dapur.
- Ayah bekerja di kantor.
- Anak itu menangis keras.
- Kita menonton film bersama.
- Burung itu terbang tinggi.
- Kami belajar matematika.
- Adik tidur siang.
- Guru menjelaskan pelajaran.
- Kakak menyapu halaman.
- Siswa menulis jawaban di papan.
- Kucing itu mengejar tikus.
- Saya membeli sepatu baru.
- Mereka mendengarkan musik.
- Ayah membaca koran pagi ini.
- Ibu menanam bunga di halaman.
- Kami pergi berlibur ke pantai.
- Anak-anak bermain hujan-hujanan.
- Dia menyanyi dengan merdu.
- Kakak menonton pertandingan sepak bola.
- Siswa belajar dengan tekun.
- Burung berkicau di pagi hari.
- Saya menulis surat untuk teman.
- Mereka bersepeda di taman.
- Ibu menyetrika pakaian.
- Ayah memperbaiki sepeda.
- Anak itu tersenyum lebar.
- Kita memasak makan malam bersama.
- Dia memotong kue ulang tahun.
- Kakak mencuci mobil.
- Siswa mengerjakan PR di rumah.
- Burung hantu terbang di malam hari.
- Saya menonton televisi.
- Mereka membersihkan rumah.
- Ibu membuat kue kacang.
- Ayah memancing di sungai.
- Anak-anak bermain di halaman.
- Dia membaca novel baru.
- Kakak belajar bahasa Inggris.
- Siswa mengikuti lomba matematika.
- Burung merpati hinggap di atap.
- Saya menulis catatan harian.
- Mereka menyanyikan lagu nasional.
- Ibu membeli sayuran segar.
- Ayah memperbaiki keran air.
- Anak itu melukis gambar.
- Kita menyiapkan pesta ulang tahun.
- Dia menonton film di bioskop.
- Adik menangis.
- Kakak belajar.
- Kucing mengeong.
- Burung terbang.
- Matahari terbit.
- Dia tidak datang.
- Kami bukan pencuri.
- Ibu belum tidur.
- Saya tidak tahu.
- Mereka tidak setuju.
- Barang itu bukan milikku.
- Ayah belum pulang.
- Kereta tidak berhenti.
- Kamu tidak bersalah.
- Rencana itu tidak berhasil.
- Langit sangat biru.
- Kamar ini rapi.
- Gunung itu tinggi.
- Masakan ibu lezat.
- Ujiannya cukup sulit.
- Kopi ini pahit.
- Bajunya sangat mahal.
- Rumahnya luas sekali.
- Suaranya sangat merdu.
- Jalanan sangat licin.
- Anaknya lima orang.
- Harganya sepuluh ribu.
- Kambingnya dua ekor.
- Koleksinya ratusan buah.
- Luas tanahnya seribu meter.
- Pesertanya dua puluh orang.
- Bukunya hanya satu.
- Saudaranya tiga pria.
- Tabungannya jutaan rupiah.
- Dompet di dalam tas.
- Paman ke luar negeri.
- Mereka di lapangan.
- Guru di depan kelas.
- Bukunya di atas lemari.
- Kita bisa pergi bermain ketika hujan reda.
- Rapat hari ini dibatalkan karena dia sakit.
- Kita harus rajin membaca supaya kita pintar.
- Ayah akan membelikan sepeda jika kamu datang tepat waktu.
- Mereka tetap bekerja di ladang meskipun hari panas.
- Petani sudah berangkat ke sawah sebelum fajar tiba.
- Kami akan membersihkan ruangan ini setelah acara selesai.
- Berikan pupuk secara rutin agar tanaman tumbuh subur.
- Saya sangat yakin bahwa dia jujur dalam bekerja.
- Aku akan berkeliling dunia seandainya aku kaya.
- Semuanya sudah kusiapkan seperti yang kau minta.
- Karena hujan turun, saya membawa payung.
- Jika saya punya waktu, saya akan membantu kamu.
- Saat malam tiba, burung hantu mulai bersuara.
- Meskipun lelah, dia tetap menyelesaikan pekerjaannya.
- Karena dia sakit, ia tidak masuk sekolah.
- Jika kamu datang tepat waktu, kita bisa menonton film bersama.
- Saat matahari terbenam, langit terlihat sangat indah.
- Walaupun hujan deras, anak-anak tetap bermain di halaman.
- Karena makanan habis, ibu pergi ke pasar.
- Jika saya kaya, saya ingin berkeliling dunia.
- Saat teman datang, kami sedang makan malam.
- Meskipun sulit, dia berhasil menyelesaikan soal matematika.
- Karena listrik padam, kami menyalakan lilin.
- Jika kamu mau, aku bisa mengajarkanmu bermain gitar.
- Saat liburan sekolah, kami pergi ke pantai.
- Walaupun hujan ringan, saya tetap berlari ke sekolah.
- Karena dia terlambat, guru marah padanya.
- Jika saya bisa, saya ingin belajar bahasa Jepang.
- Saat pesta dimulai, semua tamu sudah hadir.
- Meskipun sibuk, dia masih sempat membantu adiknya.
- Karena tidak ada uang, kami menunda perjalanan.
- Jika cuaca cerah, kita bisa piknik di taman.
- Saat bel berbunyi, siswa segera masuk kelas.
- Walaupun lapar, anak-anak menunggu ibunya pulang.
- Karena mobil rusak, ayah pergi ke bengkel.
—
Nah, gimana pendapatmu tentang materi contoh kalimat klausa barusan? Semoga materi arti klausa ini bisa kamu pahami dengan baik. Jangan lupa, latih terus kemampuanmu agar bisa membedakan kalimat klausa dengan kalimat lainnya dengan mudah ya!
Mau belajar lebih banyak lagi? Kakak-kakak Master Teacher di Brain Academy siap banget bantuin kamu, loh. Ada sesi live teaching interaktif, dan kamu bisa tanyain apa aja yang kamu bingung ke kakak STAR Master Teacher. Yuk cobain sekarang!
Referensi:
Deepublish. Klausa Adalah: Ciri-Ciri, Jenis dan Contoh Terbaru. (Daring). Diakses 27 Februari 2026, dari https://deepublishstore.com/blog/materi/klausa/?srsltid=AfmBOopOnlI8RKe42c6VnOXGCxTc9M1dz4XFxckTL7YMvxbCzIElGFek.
Sampoerna University. Klausa adalah: Pengertian, Jenis, dan Contohnya. (Daring). Diakses 27 Februari 2026, dari https://www.sampoernauniversity.ac.id/id/news/klausa-adalah.


