Perairan Darat: Jenis, Manfaat, Karakteristik dan Contohnya

perairan darat

Perairan darat mencakup semua jenis perairan yang terdapat di daratan dan memiliki beragam manfaat bagi kehidupan. Yuk, pelajari pengertian, jenis, dan contohnya!

Kamu pasti sudah nggak asing dengan danau, sungai atau rawa, kan? Ketiganya merupakan contoh perairan darat yang sering kita temui. Ada yang sudah tahu apa itu perairan darat? Sederhananya, perairan darat adalah semua jenis perairan yang ada di daratan.

Perairan darat memiliki peran penting dalam kehidupan, mulai dari sumber air untuk kebutuhan sehari-hari, irigasi pertanian, hingga habitat bagi berbagai makhluk hidup. Supaya semakin paham, yuk kita belajar lebih dalam tentang perairan darat, jenis-jenis dan contohnya berikut ini!

 

Pengertian Perairan Darat 

Perairan darat adalah kumpulan air yang berada di daratan atau permukaan tanah, seperti sungai, danau, rawa, dan air tanah. Perairan darat juga biasa disebut air permukaan. Air permukaan biasanya bersifat tawar dan memiliki peran penting bagi kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan.

sungai

Sungai, salah satu contoh perairan darat. (Sumber: pxhere.com)

Air permukaan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, minum, dan mencuci. Selain itu, air ini juga digunakan untuk irigasi, menjadi habitat bagi berbagai makhluk hidup, serta menyediakan sumber makanan bagi ikan dan tumbuhan air. Namun, tidak semua air permukaan bisa dimanfaatkan secara langsung, seperti air rawa yang cenderung keruh dan tidak layak konsumsi.

Baca juga: Sumber Daya Alam: Pengertian, Jenis, Contoh dan Cara Melestarikan

 

Jenis-Jenis Perairan Darat 

Perairan darat meliputi empat jenis, yaitu air tanah, sungai, danau, serta rawa. Yuk, ketahui penjelasan dan contoh perairan darat berikut ini!

1. Air Tanah

Air tanah adalah air yang meresap dan tersimpan di dalam lapisan tanah dan hanya bisa didapatkan melalui proses pengeboran atau penggalian. Air tanah sering dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga seperti memasak, minum, mandi, dan lainnya. Tidak hanya itu, air tanah juga bisa digunakan dalam pertanian dan berbagai industri.

 

2. Sungai 

Sungai adalah aliran air yang bergerak dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah dan biasanya bermuara ke laut, danau, atau sungai lain. Sungai digunakan untuk transportasi, habitat makhluk hidup, juga irigasi pertanian.

Berdasarkan sumber airnya, sungai terdiri atas tiga, yaitu: 

  • Sungai hujan, sumber airnya berasal dari air hujan.
  • Sungai gletser, alisan airnya berasal dari es yang mencair, biasanya terdapat di daerah dengan iklim dingin atau bersalju.
  • Sungai campuran, airnya berasal gabungan air hujan dan gletser, di Indonesia contohnya sungai Mamberamo.

Contoh sungai di Indonesia antara lain sungai Kapuas, sungai Batanghari, dan sungai Bengawan Solo.

 

3. Danau 

Danau adalah genangan air besar di daratan yang terbentuk secara alami atau buatan. Air di danau bisa berasal dari hujan, sungai, atau mata air. Danau sering dimanfaatkan sebagai sumber air bersih, tempat wisata, dan habitat bagi tumbuhan air serta ikan.

danau

Contoh danau. (Sumber: commons.wikimedia.org) 

Berdasarkan proses terjadinya, danau terbagi dalam beberapa jenis, yaitu: 

  • Danau tektonik, terbentuk karena proses tektonik yang menyebabkan cekungan di permukaan bumi.
  • Danau vulkanik, terbentuk di kawasan bekas letusan gunung api yang kemudian terisi air. 
  • Danau karst, terjadi sebagai hasil pelarutan batu kapur, biasanya ditemukan di daerah dengan banyak gua dan tanah kapur.  
  • Danau glasial, terjadi karena erosi glasial pada zaman es. 
  • Danau bendungan, terjadi karena aliran sungai terbendung material letusan gunung api seperti lava atau endapan vulkanik.
  • Danau buatan, danau yang sengaja dibuat oleh manusia untuk berbagai keperluan.

Contoh danau di Indonesia antara lain, Danau Toba, Danau Singkarak, dan Danau Kerinci.  

 

4. Rawa

Rawa adalah area yang selalu tergenang air, baik dari air hujan, sungai, maupun air tanah. Genangan air di rawa terjadi karena drainasenya buruk atau lokasinya yang lebih rendah, sehingga air sulit mengalir keluar. Genangan ini bisa bersifat sementara atau terus-menerus. 

Air rawa biasanya tidak layak untuk dikonsumsi karena cenderung keruh dan mengandung banyak bakteri serta mikroorganisme berbahaya bagi kesehatan.

Baca juga: Jenis Tanah dan Persebarannya di Indonesia 

 

Karakteristik Perairan Darat

Perairan darat memiliki karakteristik yang membedakannya dengan perairan lainnya, antara lain:

  1. Air di perairan darat biasanya tawar, tidak mengandung banyak garam seperti air laut. 
  2. Saat musim kemarau, tanah di sekitar perairan darat bisa mengering dan retak. Sebaliknya, saat musim hujan menjadi becek dan berlumpur. 
  3. Air sungai biasanya memiliki arus yang tenang dan mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah. 
  4. Adanya proses pengendapan, dimana air membawa material seperti pasir dan lumpur yang mengendap di dasar perairan.
  5. Terjadi erosi, ketika arus air yang deras mengikis tepi sungai sehingga alirannya berkelok-kelok.

 

Manfaat Perairan Darat

Perairan darat atau air permukaan memiliki beragam manfaat bagi kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan, seperti: 

  1. Sumber air bersih untuk minum, memasak, dan kebutuhan sehari-hari. 
  2. Irigasi pertanian agar tanaman bisa tumbuh dengan baik. 
  3. Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang memanfaatkan arus sungai untuk menghasilkan energi listrik. 
  4. Tempat wisata dan rekreasi, seperti menaiki perahu di sungai, memancing, atau sekadar menikmati pemandangan. 
  5. Menjadi habitat bagi hewan dan tumbuhan seperti ikan, katak, dan tanaman air seperti teratai, eceng gondok, ganggang, rumput air, dan lain sebagainya. 

 

Contoh Soal Perairan Darat 

Yuk, kerjakan soal di bawah ini untuk mengasah pemahamanmu!

1. Di bawah ini yang bukan merupakan perairan darat adalah…

  1. Danau
  2. Air tanah
  3. Sungai
  4. Laut
  5. Rawa 

 

Jawaban: D, karena laut merupakan bagian perairan laut, bukan perairan darat.

 

2. Berikut yang bukan termasuk potensi dari perairan darat adalah…

  1. Sumber air minum
  2. Irigasi pertanian 
  3. Tempat habitat ikan air tawar
  4. Transportasi air
  5. Tambak garam 

 

Jawaban: E, karena tambak garam merupakan potensi perairan laut.

 

3. Sebutkan dua contoh kegiatan perairan darat…

  1. Memancing di laut dan berenang di pantai
  2. Membuat tambak garam dan berlayar di laut 
  3. Menyiram tanaman dengan air sungai dan memancing di danau 
  4. Membangun pelabuhan dan memancing di laut
  5. Surfing dan snorkeling 

 

Jawaban: C, dua kegiatan tersebut memanfaatkan perairan darat yaitu sungai dan danau. 

Itulah pembahasan mengenai perairan darat, mulai dari sungai, air tanah, danau, dan rawa. Kalau kamu mau belajar lebih banyak tentang Geografi atau materi pelajaran lain, yuk belajar di Brain Academy! Fasilitasnya super lengkap dengan tutor berpengalaman dan metode belajar yang seru!

Brain Academy

Sumber: 

Hartono. 2007. Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. 

app.ruangguru.com. Karakteristik Perairan Darat Indonesia [daring]. Tautan: https://app.ruangguru.com/ruangbelajar/v/karakteristik-perairan-darat-indonesia-2jxwhpnjng-hr-sma-kelas-11-ips

Nugroho, Faozan Tri. 2021. Macam-macam Perairan Darat yang Perlu Diketahui [daring]. Tautan: https://www.bola.com/ragam/read/4733423/macam-macam-perairan-darat-yang-perlu-diketahui (Diakses 10 Maret 2025)

Sumber foto: 

Foto sungai: https://pxhere.com/id/photo/564901

Foto danau: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Danau_Situ_Patenggang,_Ciwidey,_Jawa_Barat.jpg

Devi Lianovanda