Pola Keruangan Kota: Ciri-Ciri, Teori, dan Strukturnya

pola keruangan kota

Pola keruangan merupakan cara mengatur dan memanfaatkan ruang dalam suatu wilayah. Yuk, ketahui seperti apa pola keruangan kota dan ciri-cirinya!

Sebelumnya, kita sudah membahas tentang pola keruangan desa. Dalam pembahasan tersebut, kita belajar tentang pengertian, ciri-ciri, dan pola keruangan yang ada di desa. Nah, sekarang kita akan membahas tentang pola keruangan kota. 

Pola keruangan kota tentu berbeda dengan desa, karena aktivitas penduduk, penggunaan lahan, dan tingkat kepadatan penduduknya juga berbeda. Yuk, kita pelajari bersama pola keruangan kota dan teori-teori strukturnya!

 

Pengertian Kota

Menurut UU No 22 Tahun 1999, kota adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian, dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat pemukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.

Sederhananya, kota adalah kawasan padat penduduk dan menjadi pusat berbagai kegiatan seperti pemukiman, kegiatan sosial, ekonomi, pendidikan, dan pemerintahan. Kota umumnya memiliki fasilitas dan infrastruktur yang lebih lengkap dibandingkan desa.

Baca juga: Mengenal Konsep Wilayah, Perwilayahan, dan Tata Ruang

 

Ciri-Ciri Kota

Sama seperti desa, kota juga memiliki ciri-ciri yang terbagi atas ciri fisik dan ciri sosial. Yuk, kita bahas!

1. Ciri Fisik Kota

Kalau kamu membayangkan kota dipenuhi gedung pencakar langit dan transportasi umum yang lengkap, itu benar! Tapi, selain itu, masih ada beberapa ciri fisik lainnya, yaitu:

  • Adanya tempat parkir yang luas untuk menunjang kebutuhan transportasi pribadi.
  • Tersedia ruang terbuka untuk masyarakat, seperti taman kota, alun-alun, atau pusat perbelanjaan.
  • Tersedianya fasilitas olahraga dan lapangan luas yang dapat difungsikan untuk acara umum atau event besar.
  • Memiliki pasar induk yang menyediakan kebutuhan pangan dan kebutuhan rumah tangga.
  • Terdapat pusat-pusat pemerintahan, seperti kantor walikota, dinas, atau lembaga administratif lainnya.

 

Baca juga: Interaksi Desa dan Kota serta Faktor yang Memengaruhinya

 

2. Ciri Sosial Kota

Selain ciri fisik, kota juga memiliki beberapa ciri dari aspek sosial, yaitu: 

  • Jenis pekerjaan yang beragam, mulai dari pegawai kantor, buruh pabrik, pedagang, pengajar, dan profesi lainnya. 
  • Masyarakat kota cenderung bersifat individualis, lebih fokus pada urusan pribadi dibanding kehidupan komunal.
  • Hubungan sosial bersifat gesellschaft atau patembayan, artinya hubungan dibangun atas dasar kepentingan, bukan karena kedekatan emosional.
  • Tingkat pendapatan memengaruhi posisi sosial; makin tinggi penghasilan, makin tinggi pula status sosialnya.
  • Kepemilikan barang-barang mewah dan unik sering menjadi simbol status sosial tertentu.
  • Mobilitas penduduk tinggi karena kemajuan sarana transportasi dan tuntutan pekerjaan.
  • Pola pikir masyarakat cenderung rasional dan realistis, terutama dalam hal ekonomi.

 

Baca juga: Sumber Daya Alam, Jenis, Contoh, dan Cara Melestarikan

 

Pola Keruangan Kota 

Pola keruangan kota adalah susunan dan sebaran berbagai unsur fisik dan nonfisik di dalam kota. Ciri pola keruangan kota adalah adanya pusat kegiatan, pembagian zona berdasarkan fungsi tertentu, serta sebaran penduduk dan aktivitas yang beragam. Berikut ini beberapa jenis pola keruangan kota:

1. Pola Sentralisasi 

Pola sentralisasi adalah pola keruangan yang mana berbagai aktivitas seperti ekonomi, sosial, dan pemerintahan, terkumpul di satu area utama. Wilayah ini menjadi pusat karena tersedia fasilitas dan infrastruktur penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jadi, hampir semua kegiatan terpusat di satu titik inti kota.

 

2. Pola Desentralisasi 

Pola desentralisasi menunjukkan penyebaran aktivitas kota ke arah pinggiran atau menjauhi pusat kota. Pola ini muncul karena pusat kota mulai padat, lahan semakin terbatas, atau karena bagian pinggiran kota mulai berkembang (sudah dibangun jalan, perumahan, dan fasilitas umum lainnya).

 

3. Pola Nukleasi 

Pola nukleasi mirip seperti pola sentralisasi, tapi skalanya lebih kecil. Pada pola ini, ada beberapa titik pusat kegiatan di dalam kota, nggak hanya satu. Tiap pusat memiliki fungsi yang berbeda, seperti kawasan pendidikan, kawasan industri, atau pusat perbelanjaan. 

 

4. Pola Segregasi 

Pola segregasi terjadi saat wilayah kota terbagi berdasarkan latar belakang sosial, ekonomi, atau budaya. Misalnya, ada kawasan yang dihuni masyarakat berpenghasilan tinggi, ada juga yang ditempati oleh kalangan pekerja. Kota terbagi menjadi zona dengan ciri khasnya masing-masing. 

 

Teori Struktur Keruangan Kota

Struktur ruang kota terdiri dari beberapa bagian. Berikut ini adalah teori-teori yang menjadi landasannya!

1. Teori Konsentris 

Teori konsentris dikemukakan oleh Ernest Burgess, psikolog asal Kanada. Teori ini menjelaskan bahwa kota berkembang dari pusat ke pinggiran secara melingkar, membentuk zona-zona seperti gelang. Menurut Ernest, ada lima zona utama, yaitu: 

  • Zona 1: Pusat kota atau CBD (Central Business District), tempat kegiatan bisnis dan pemerintahan berlangsung. 
  • Zona 2: Zona peralihan, berisi perdagangan dan industri ringan yang mendukung aktivitas di pusat kota. 
  • Zona 3: Pemukiman buruh atau pekerja, dekat dengan pusat kota agar biaya transportasinya lebih murah. 
  • Zona 4: Pemukiman kelas menengah, dihuni pekerja profesional yang memilih tinggal lebih jauh dari keramaian. 
  • Zona 5: Pemukiman elit yang tenang dan jauh dari pusat kota, biasanya bernuansa alami seperti daerah semi pedesaan. 

 

2. Teori Sektoral 

Teori sektoral dikemukakan oleh Homer Hoyt pada tahun 1930. Berbeda dengan teori konsentris yang menggambarkan kota tumbuh teratur dan melingkar, teori sektoral menyatakan bahwa kota berkembang secara tidak teratur, mengikuti arah tertentu.

Zona yang dibentuk ada lima, yaitu: 

  • Pusat kegiatan atau Central Business District (CBD).
  • Kawasan grosir dan manufaktur.
  • Pemukiman kelas rendah. 
  • Pemukiman kelas menengah. 
  • Pemukiman kelas atas. 

 

Arah perkembangan tiap zona dipengaruhi oleh kemudahan akses dan pertumbuhan penduduk, jadi bentuk kotanya cenderung sektoral, bukan melingkar.

 

3. Teori Inti Ganda

Ada dua ahli geografi yang mengembangkan teori Inti Ganda, yaitu Edward Ullman dan C.D. Harris, karena menilai kota jauh lebih kompleks dibandingkan dua teori sebelumnya. Menurut teori ini, kota nggak hanya punya satu pusat, tapi beberapa pusat kegiatan yang tumbuh berdasarkan lahan dan kekuatan ekonomi masing-masing.

Teori ini membagi kota menjadi 9 zona, yaitu: 

  • Pusat bisnis dan pemerintahan (Central Business District).
  • Zona grosir dan industri ringan. 
  • Pemukiman kelas bawah, dekat pusat kota agar hemat biaya transportasi. 
  • Pemukiman kelas menengah, dekat pusat kota tapi lebih tertata. 
  • Pemukiman kelas atas, jauh dari keramaian kota. 
  • Zona industri berat, ditempatkan jauh dari pemukiman karena menimbulkan polusi. 
  • Pusat bisnis di luar kota, untuk kegiatan usaha di luar kawasan CBD. 
  • Pemukiman pinggiran kota (sub-urban)
  • Zona penunjang, menyediakan fasilitas bagi masyarakat sub-urban.

 

4. Teori Poros 

Berikutnya adalah teori poros yang dikemukakan oleh Babcock pada tahun 1960. Teori ini menjelaskan bahwa jalur transportasi memiliki peran besar dalam membentuk struktur ruang kota.

Orang dan aktivitas kota cenderung mengikuti jalur transportasi. Kalau wilayahnya datar atau nggak banyak hambatan, mobilitas jadi makin mudah. Karena itu, daerah yang dilewati jalur transportasi biasanya berkembang lebih cepat dibandingkan daerah yang nggak dilewati.

 

5. Teori Historis 

Teori yang terakhir adalah teori historis yang dikemukakan oleh Alonso pada tahun 1964. Teori ini menjelaskan perubahan tempat tinggal penduduk kota dipengaruhi oleh nilai sejarah.

Banyak orang memilih tinggal di pinggiran pusat kota karena pusat kota berkembang pesat, terutama dalam hal komunikasi dan transportasi. Perkembangan ini dianggap dapat meningkatkan kualitas hidup. Jadi, semakin banyak orang yang tertarik untuk tinggal di sekitar wilayah itu. 

Demikian pembahasan tentang pola keruangan kota serta teori-teorinya. Penasaran seperti apa gambar pola keruangan kota atau mau tahu lebih banyak seputar materi ini? Yuk, belajar bareng Master Teacher di Brain Academy!

IDN CTA Blog Brain Academy Center

Sumber:

Azizah, Nurul. 2025. Pola Keruangan Kota, Struktur, dan Ciri-Cirinya [daring]. Tautan: https://tirto.id/struktur-dan-pola-keruangan-kota-karakteristik-serta-ciri-cirinya

Bisma, Leo. 2022. Pola Keruangan Kota, Ciri-Ciri dan Strukturnya [daring]. Tautan: https://www.ruangguru.com/blog/pola-keruangan-kota

Harris, Mochamad. Kota: Pengertian, Klasifikasi, Fungsi, dan Ciri-Ciri [daring]. Tautan: https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-kota/

Kumparan. 2023. Penjelasan Teori Struktur Kota dan Macamnya [daring]. Tautan: https://kumparan.com/sejarah-dan-sosial/penjelasan-teori-struktur-kota-dan-macam-macamnya-20FlNwFwxTU/full (Diakses 28 Juli 2025)

Devi Lianovanda