Fakta Mie Instan, Sejarah dan Bahayanya Bagi Tubuh

Salsabila Nanda Sep 24, 2021 • 8 min read


Sejarah Mie Instan di Dunia dan Bahayanya untuk Kesehatan

Mie instan memang digemari semua orang. Tapi, benar nggak sih kalau mie instan berbahaya bagi tubuh? Cari tahu kandungan di dalamnya yuk.

---

Belakangan ini, waktuku diisi dengan menonton drama serial Hospital Playlist. Selain ceritanya yang seru dan lucu, Hospital Playlist bikin nafsu makanku ikut naik. Gimana nggak naik kalau di setiap episodenya ada scene kayak gini. Pasti kamu hafal dengan tingkah laku dokter Song Hwa dan Jun Wan yang doyan makan. Apalagi kalau ketemu ramyeon, mereka nggak segan menghabiskan dua porsi untuk dimakan sendiri. 

Ramyeon Hospital Playlist

Adegan makan Ramyeon di Hospital Playlist (Sumber: annyeongoppa.com)

Ramyeon adalah sebutan untuk mie instan di Korea. Selain Korea, orang Indonesia juga suka banget makan mie instan. Rasanya yang gurih dan proses memasaknya yang mudah membuat hidangan tersebut jadi penyelamat di saat lapar. Omong-omong, berapa kali kamu mengonsumsi mie instan dalam sebulan?

Ada yang bilang, mie instan tidak baik jika dikonsumsi terus-menerus. Memangnya ada apa sih dalam kandungan mie instan? Sebelum dijawab, kita kenalan dulu yuk sama sejarahnya.

Asal Usul Mie

Sekitar abad ke 6, mie pertama di dunia berhasil dibuat oleh masyarakat China. Mereka menyebutnya sebagai Shui Yin Bing, yang berarti mie rebus. Mereka memanfaatkan tepung terigu sebagai adonan utama yang direndam ke dalam air, lalu dibentuk menjadi gulungan panjang, dan dimasak dengan air panas. Atas penemuan ini, proses pembuatan mie diabadikan ke dalam Qimin Yaoshu, yaitu buku sejarah agrikultur masyarakat China.

Liang-Fen-Mung-bean-jelly-salad-01

Liangfen atau cold noodle khas China Utara (Sumber: redhousespice.com)

Seiring berjalannya waktu, mie tidak dimasak dengan kuah panas saja. Di China bagian utara, muncul sajian yang bernama Liangfen atau mie yang dihidangkan dalam keadaan dingin. Teksturnya lebih mirip seperti jelly dan disajikan dengan potongan wortel, lobak, serta kacang tanah. Menu ini menjadi salah satu makanan favorit saat musim panas. Pernah nyobain nggak, Brainies?

Kapan Mie Instan Ditemukan?

Bukan cuma populer di negara asalnya, mie juga dikenal sampai Jepang, Afganistan, Iran, bahkan Italia. Ada yang bilang kalau pasta adalah sebuah evolusi dari mie. Meskipun masih banyak perdebatan soal ini, bentuk mereka memang agak mirip sih, panjang-panjang pipih gitu.. Intinya, mie berkembang dan bentuknya dimodifikasi sesuai selera penduduk dunia.

Nah, sekitar abad ke 19, tepatnya tahun 1957 ide pembuatan mie instan muncul dari seorang warga Jepang bernama Ando Momofoku,. Kenapa ya Pak Ando kepikiran buat mie instan? Kenapa nggak bikin yang lain aja gitu?

Gini ceritanya. Setelah Jepang kalah di Perang Dunia II, masyarakat di sana mengalami krisis bahan pangan. Mereka rela antre berjam-jam demi mendapatkan semangkuk ramen. Pak Ando berpikir kalau situasi tersebut dibiarkan, maka semakin banyak orang-orang yang kelaparan karena terlalu lama menunggu. Akhirnya, dia mencoba menciptakan mie instan.

Sejarah Mie Instan di Dunia

Mesi berkali-kali gagal, tapi Pak Ando nggak mau menyerah. Sampai ia menemukan metode untuk mengeringkan mie dengan minyak panas bekas menggoreng tempura. Eh, ternyata berhasil! Proses ini membentuk rongga-rongga kecil pada mie sehingga lebih awet dan cepat matang saat dimasak. Yeay, nggak perlu antre lagi deh. Pak Ando memutuskan untuk menjual produk mie instan pertamanya yang bernama Chikin Ramen pada tahun 1958.

Dalam sekejap, produk tersebut laris manis di pasaran. Pak Ando juga mengenalkan mie instan ke Amerika Serikat dengan kemasan baru menggunakan cup styrofoam tahan panas. Tujuannya agar konsumen bisa merebus dan langsung memakannya tanpa repot. Brilian banget sih ide Pak Ando!

Kandungan dalam Mie Instan, Apakah Berbahaya?

64 tahun setelah diciptakan, banyak orang yang menganggap mie instan sebagai makanan pokok sehari-hari. Nggak heran, selain harganya yang murah, produk ini mudah ditemukan di warung atau minimarket. Cara masaknya juga praktis dan cepat. Tapi, apa ya efek negatif jika terlalu banyak mengonsumsi mie instan?

Bahan yang Terkandung dalam Mie Instan

Dalam sebungkus mie instan mengandung tepung terigu, gula, natrium, minyak sawit, TBHQ, dan BHA. TBHQ (tertiary butylhydroquinone) dan BHA (butylated hydroxyanisole) berfungsi sebagai pengawet makanan. Sebenarnya, zat ini juga digunakan pada makanan instan lainnya, namun jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan fungsi hati.

Ada yang bilang, makan mie instan nggak cukup 1 porsi. Hal ini karena bahan utamanya adalah tepung terigu olahan. Tepung terigu tidak memiliki nutrisi apapun, melainkan kadar kalori yang tinggi. Itulah mengapa terlalu sering mengonsumsi mie instan dikaitkan dengan resiko obesitas.

Gula dan natrium pun sama. Meskipun dibutuhkan oleh tubuh, jika jumlahnya berlebih akan mengganggu tekanan darah, jantung, dan fungsi ginjal. Jadi, secukupnya aja ya, Brainies.

Boleh Makan Mie Instan, Tapi...

Tenang-tenang, kamu masih boleh kok makan mie instan. Asalkan dengan porsi yang wajar, seperti seminggu atau sebulan sekali. Kalau udah kecanduan, kamu bisa mencoba cara berikut:

  • Ganti dengan shirataki

    Shirataki adalah mie yang terbuat dari glucomannan, yakni serat akar tanaman konjak. Dalam 1 porsi shirataki mengandung 15 kalori dan 4 gram karbohidrat, sehingga cocok untuk orang yang ingin menurunkan kadar kolesterol dan  berat badan. Serat dalam shirataki juga membuat kamu kenyang lebih lama.
  • Olahraga teratur

    Kalori dalam mie instan berkisar antara 350-500 kkal. Jumlah ini meningkat kalau ditambah telur, bakso, dan lain-lain. Jika masih ingin mengonsumsi mie instan, ada baiknya kamu berolahraga secara teratur agar kalori tidak menumpuk di dalam tubuh. Sanggup nggak?

---

Itu dia sejarah dan efek negatif mie instan bagi kesehatan. Ternyata, mie yang kita makan selama ini dibuat dengan proses yang panjang. Kalau kamu penasaran dengan topik lainnya, tulis di kolom komentar atau ikutan belajar bareng STAR Master Teacher di Brain Academy Online. Aku tunggu!

Live Teaching Brain Academy Online

Referensi:

Sejarah Mie Instan [Daring].  Tautan:

https://gizmodo.com/the-humble-origins-of-instant-ramen-from-ending-world-5814099

https://thedieline.com/blog/2020/8/18/the-history-of-instant-ramen?

https://instantnoodles.org/en/noodles/history/

Varian Mie di China [Daring]. Tautan:

https://www.tasteatlas.com/most-popular-noodles-in-china

Kandungan Mie Instan [Daring]. Tautan:

https://www.thehealthsite.com/fitness/diet/what-makes-instant-noodles-so-bad-770692/

https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/zat-aditif-pada-makanan-bha-bht/

Shirataki [Daring]. Tautan:

https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/manfaat-mie-shirataki-untuk-kesehatan/

(diakses 20 September 2021)

Sumber Gambar:

Hospital Playlist [Daring]. Tautan: https://annyeongoppa.com/2021/06/17/8-reasons-why-we-should-be-excited-for-hospital-playlist-season-2/

Liangfen [Daring]. Tautan: https://redhousespice.com/mung-bean-jelly/

(diakses 22 September 2021)

 

 

Profile

Salsabila Nanda

Anak broadcasting yang cita-citanya mau jadi PR, tapi malah jadi content writer. Siang kerja, malam nonton teen drama. Terima kasih sudah baca tulisanku!

Beri Komentar