Fakta Makanan Pedas, Sensasi Panas Akibat Zat Capsaicin

Salsabila Nanda Agu 28, 2021 • 5 min read


Brainies_Bertanya_-_Sensasi_Pedas-01

Pedas itu bukan rasa, melainkan sensasi panas dan terbakar akibat zat capsaicin pada cabai. Tapi kenapa makanan pedas bikin ketagihan ya? Baca penjelasan ilmiahnya yuk!

---

Brainies, kamu tipe penyuka pedas atau sebaliknya?

Kalau aku, sih, doyan banget sama yang namanya cabai. Apapun menu makanannya, harus ada sambal biar makin nikmat. Tambah kerupuk dan nasi hangat. Aduuuh laper.

Sambal Terasi

Sambal terasi (Sumber: kompasiana.com)

Tapi, kamu tahu nggak, kalau pedas bukanlah sebuah rasa. Sebenarnya, lidah kita hanya memiliki 4 reseptor untuk mengenali rasa makanan maupun minuman. Ada rasa manis, asin, asam, dan pahit. Loh loh, terus darimana datangnya pedas?

Zat Capsaicin dalam Cabai

Jawabannya sudah ketebak dari judul ya? Hahaha betul, pedas berasal dari zat Capsaicin yang terdapat pada buah cabai. Selain cabai, Capsaicin juga terkandung dalam paprika.

Sekarang, coba ambil 1 buah cabai di dapur, kemudian belah dengan menggunakan pisau. Kamu akan melihat struktur buah cabai yang terdiri dari batang, daging, biji, dan plasenta.

Struktur Buah Cabai

Di antara biji, terdapat tangkai berwarna putih yang kita sebut sebagai plasenta. Di sanalah zat Capsaicin bersembunyi. Capsaicin memiliki tekstur berminyak dan membuat cabai terasa panas dan terbakar di lidah. 

Baca Juga: Awas Tertukar! Virus dan Bakteri Itu Berbeda Lho

Nah, tubuh kita punya reseptor yang bernama Transient Receptor Potential Vanilloid 1 (TRPV1) yang berfungsi sebagai detektor dan regulator pengaturan suhu tubuh. Saat kita mengkonsumsi cabai, TRPV1 mengirimkan sinyal ke otak bahwa lidah sedang mengalami “kebakaran”. Tapi, Capsaicin mengelabui otak dan bilang kalau itu adalah rasa pedas. Akhirnya, kita percaya kalau kita sedang merasakan pedas, padahal sebenarnya itu sensasi panas.

Teganya kamu bohongin aku, Capsaicin…

Mengapa Makanan Pedas Bikin Berkeringat dan Ketagihan?

Setelah menerima sinyal dari TRPV1 dan Capsaicin, otak langsung bereaksi. "Kasihan banget ni anak kepedesan," katanya.  Untung aja, ada hormon hipotalamus yang siap siaga. BYUUURRRR! Keringat pun membasahi tubuh kita sebagai mekanisme pertahanan dari suhu panas. Bahkan, sangking pedasnya, kita bisa sampai menangis dan ingusan

Zat Capsaicin dianggap sebagai penyebab rasa sakit pada lidah. Maka dari itu, otak memerintahkan hormon endorfin untuk meredakan nyeri tersebut. Selanjutnya, otak mengeluarkan hormon dopamine sebagai pemicu rasa bahagia. Itulah sebabnya makanan pedas terasa nikmat dan bikin ketagihan, meskipun lidah kamu kepanasan.

Baca Juga: Alasan Hujan Bikin Galau, Laper, dan Mager

Ngomong-ngomong, sensasi pedas dapat diukur menggunakan satuan yang disebut Scoville Heat Unit (SHU). SHU menunjukkan jumlah zat Capsaicin yang terkandung dalam cabai. Lihat tabel di bawah untuk penjelasan lengkapnya.

Skala Scoville Unit Tingkat Kepedasan

Nah, di awal artikel ini aku sempat nanya, apakah kamu penyuka pedas atau justru sebaliknya? Setiap orang memiliki tingkat toleransi yang berbeda terhadap kepedasan. Ada yang cuma makan 1 buah, langsung heboh nyari air. Ada juga yang makan ayam geprek level 10 tetapi mukanya flat.

Hal ini dipengaruhi oleh kebiasaan keluarga kita lho. Anak yang dibiasakan untuk mengonsumsi makanan pedas memiliki tingkat toleransi lebih tinggi terhadap cabai. Selain itu, menu makanan di Asia cenderung lebih pedas dibandingkan benua Eropa atau Amerika. Makanya, banyak warga asing yang kaget ketika mencicipi hidangan kita.

Manfaat Zat Capsaicin Bagi Tubuh

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh peneliti, zat Capsaicin bersifat antikoagulan yang mencegah terjadinya penggumpalan darah. Hal ini membantu mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung, hipertensi, dan stroke. Zat Capsaicin juga bisa meredakan sakit kepala dan hidung tersumbat.

Siapa yang kalau lagi pusing suka makan seblak atau bakso? Jujur, aku sering kayak gini. Habis makan jadi pusingnya langsung hilang dan seger! Coba dong, kasih tau aku makanan pedas favorit kamu. Ayam geprek, bakso, seblak, atau ada yang lain? Tulis di kolom komentar ya.

---

Aku seneng banget bisa berbagi informasi baru dengan kalian. Terima kasih sudah membaca sampai habis dan belajar bareng Brain Academy Online. Kalau punya topik yang pengen dibahas, jangan ragu buat kasih saran di kolom komentar. See you soon and bye bye, Brainies!

Live Teaching Brain Academy Online

 

Referensi:

Zat Capsaicin [Daring]. Tautan: https://repository.its.ac.id/43807/7/2315105013-2315105037-Undergraduate-Theses.pdf 

https://www.alodokter.com/tak-hanya-pedas-banyak-manfaat-cabai-untuk-kesehatan-tubuh

Reaksi Hormon dan Otak Saat Mengkonsumsi Makanan Pedas [Daring]. Tautan:  https://www.guesehat.com/mengapa-tubuh-berkeringat-dan-hidung-berlendir-saat-makan-pedas

https://www.halodoc.com/artikel/mengenal-4-jenis-hormon-untuk-mental-yang-sehat

Tingkat Kepedasan [Daring]. Tautan: https://voi.id/teknologi/5527/berkat-wilbur-scoville-kita-jadi-tahu-tingkat-kepedasan-cabai

(diakses 25 Agustus 2021)

Sumber Gambar:

Sambal [Daring]. Tautan: https://www.kompasiana.com/dejay2587/5dd68c9d097f3607996829c3/waspada-bahaya-konsumsi-makanan-pedas-berlebihan (diakses 25 Agustus 2021)

 

 

 

Profile

Salsabila Nanda

Anak broadcasting yang cita-citanya mau jadi PR, tapi malah jadi content writer. Siang kerja, malam nonton teen drama. Terima kasih sudah baca tulisanku!

Beri Komentar