Rukun dan Syarat Wajib Puasa Ramadan yang Harus Diketahui!

rukun puasa

Puasa Ramadhan adalah ibadah wajib bagi umat muslim. Yuk, ketahui rukun dan syarat wajib puasa Ramadhan yang harus kita pahami dan penuhi!

Sebentar lagi, kita akan menyambut bulan suci Ramadhan. Bulan yang selalu dinantikan umat Islam karena menjadi kesempatan untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, dan mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya.

Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib bagi umat muslim, terutama yang sudah baligh atau dewasa. Tapi, puasa nggak hanya sekadar menahan lapar dan haus saja, lho. Ada rukun dan syarat wajib puasa yang harus dipenuhi agar puasa kita sah dan diterima sesuai syariat Islam. Apa rukun puasa dan apa saja syaratnya? Yuk, kita bahas!

 

Rukun Puasa Ramadhan 

Rukun puasa adalah dasar utama yang harus dipenuhi agar ibadah puasa kita sah dan diterima menurut syariat Islam. Emangnya kenapa, sih kalau nggak menjalankan rukun puasa? Jika salah satu rukun puasa nggak kita laksanakan, puasa bisa dianggap batal atau nggak sah. Rukun puasa ada berapa? Rukun puasa ada 2 yaitu; niat dan menahan diri. Berikut penjelasannya: 

1. Niat

Rukun puasa yang pertama adalah niat. Niat sangat penting karena menegaskan bahwa puasa yang kita lakukan adalah ibadah karena Allah, bukan sekadar menahan lapar dan haus saja.

Biasanya niat diucapkan pada malam hari. Berikut bacaan niat puasa Ramadhan: 

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri ramadhani hadzihisanati lillahi ta’ala.

Artinya: Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah ta’ala. 

Menurut mazhab Syafi’i, niat puasa harus dilakukan setiap malam sebelum fajar, meskipun sebelumnya sudah berniat puasa sebulan penuh. Tapi, Menurut mazhab Maliki, niat puasa untuk satu bulan penuh yang diucapkan di awal Ramadhan sudah dianggap sah, agar nggak lupa membaca niat puasa harian.

Berikut bacaan niat puasa Ramadhan sebulan penuh:

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيْدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis santai taqlidan lil imami Malik fardhan lillahi ta’ala. 

Artinya: Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti Imam Malik, fardhu karena Allah.

Baca juga: Ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Berbagai Bahasa

 

2. Menahan Diri

Puasa dilakukan mulai terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Selama berpuasa, kita harus menahan dari hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, muntah disengaja, merokok, dan hal-hal lainnya.

Selain itu, kita juga harus menahan diri dari perkataan dusta, perbuatan buruk, dan ghibah. Ini sesuai dengan hadits berikut: 

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

Artinya: Barang siapa yang tidak meninggalkan perkadaan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh rasa lapar dan haus yang dia tahan. (HR. Bukhari: 1903).

Baca juga: Hunger Breath: Penyebab Bau Mulut saat Puasa & Cara Mencegahnya

 

Syarat Wajib Puasa Ramadhan

Selain 2 rukun puasa di atas, ada juga syarat wajib puasa yang harus kita penuhi, yaitu: 

1. Islam

Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib bagi umat Islam. Ini merupakan rukun Islam yang ke 4. 

 

2. Baligh (Dewasa)

Baligh artinya sudah mencapai usia dewasa, biasanya sudah mencapai masa pubertas. Seperti mimpi basah pada laki-laki dan haid pada perempuan. Anak-anak yang belum mencapai usia dewasa belum diwajibkan berpuasa, tapi boleh dilatih untuk puasa secara bertahap.

 

3. Berakal Sehat

Syarat puasa selanjutnya adalah berakal sehat. Puasa hanya diwajibkan bagi orang yang berakal sehat serta bisa membedakan yang benar dan salah. Orang dengan gangguan jiwa berat, pingsan, mabuk, atau gangguan mental nggak diwajibkan berpuasa.

 

4. Mampu Berpuasa

Orang lanjut usia, sakit, ibu hamil, ibu menyusui, atau orang dengan kondisi kesehatan tertentu yang jika ia berpuasa malah membahayakan dirinya, diperbolehkan nggak berpuasa. Kewajibannya bisa diganti dengan puasa di hari lain atau membayar fidyah. 

Ini sesuai dengan surah Al-Baqarah ayat 185: 

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya: (Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka wajib mengganti sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan orang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

 

5. Tidak dalam Perjalanan Jauh (Musafir)

Musafir adalah orang yang sedang dalam perjalanan jauh. Jarak perjalanannya minimal 80-90 km. Seseorang yang sedang musafir diperbolehkan untuk nggak berpuasa untuk menjaga kondisi tubuhnya. Puasanya dapat diganti pada hari-hari lain di luar bulan Ramadhan.

 

6. Tidak dalam Masa Haid atau Nifas 

Perempuan yang sedang haid atau nifas nggak diperbolehkan berpuasa. Jumlah puasa yang ditinggalkan selama haid atau nifas wajib diganti di hari lain.

Nah, itulah syarat dan rukun puasa Ramadhan yang wajib kita lakukan. Rukun adalah inti dari ibadah, sementara syarat adalah hal-hal yang harus kita penuhi sebelum berpuasa. Rukun dan syarat puasa Ramadhan harus kita jalankan agar puasa kita sah dan diterima menurut syariat Islam.

Jangan lupa untuk menjaga asupan makanan dan minum air yang cukup saat sahur dan berbuka, biar nggak lemes menjalankan aktivitas sehari-hari!

Meskipun puasa, jangan mager buat terus belajar, ya! Kamu bisa belajar di Brain Academy secara online atau cabang offline terdekat dari rumahmu.

IDN CTA Blog Brain Academy Center

Sumber: 

Kristina. 2021. Rukun Puasa Ramadhan Beserta Syarat Wajib yang Harus Dipenuhi [daring]. Tautan: https://news.detik.com/berita/d-5550072/rukun-puasa-ramadhan-beserta-syarat-wajib-yang-harus-dipenuhi

Universitas Mulia. 2025. Tausiyah Ramadan: Makna Rukun dan Syarat Wajib Puasa Ramadan [daring]. Tautan: https://universitasmulia.ac.id/2025/03/12/tausiyah-ramadan-makna-rukun-dan-syarat-wajib-puasa-ramadan/

Baznas. 2024. Mengenal Rukun Puasa: Pilar Utama yang Harus Dipahami [daring]. Tautan: https://baznas.go.id/artikel-show/Mengenal-Rukun-Puasa:-Pilar-Utama-yang-Harus-Dipahami/363 (Diakses 6 Februari 2026)

Devi Lianovanda