100 Contoh Kalimat Retoris: Pengertian, Ciri & Fungsinya

kalimat retoris

Apa itu kalimat retoris? Sekilas seperti kalimat pertanyaan, tetapi tujuannya bukan untuk meminta jawaban. Agar nggak tertukar dengan kalimat tanya biasa, yuk simak penjelasannya!

“Masa belajar sebentar saja mengeluh?”

Kalau ada yang bertanya begitu, kamu bakal jawab apa nih? Eits, tunggu dulu. Pertanyaan di atas sebenarnya adalah contoh kalimat retoris yang tidak butuh jawaban loh. Tapi kalau memang nggak butuh jawaban, kenapa ditanyakan ya?

Nah, meskipun bentuknya pertanyaan, kalimat retoris tidak memerlukan jawaban ya. Kalimat ini disampaikan bukan untuk bertanya, melainkan untuk menegaskan pernyataan.

Kalau kamu masih bingung, yuk, simak penjelasan mengenai kalimat retoris dan contohnya di artikel berikut!

 

Pengertian Kalimat Retoris

Dalam bahasa Indonesia yang dimaksud dengan kalimat retoris adalah kalimat pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban. Hal ini dikarenakan maksud dan jawaban dari pertanyaan tersebut biasanya sudah diketahui oleh penanya maupun pendengar. 

Kalimat retoris sering digunakan untuk menyindir, memberi saran, dan menggugah pikiran pembaca. Kalimat retoris dalam teks anekdot biasanya dipakai untuk menyindir dengan cara yang halus tapi mengena. 

Contohnya, “Datang terlambat terus, memang sekolah ini rumah sendiri?” 

Kalimat di atas sekilas seperti bertanya, padahal tujuannya adalah menegur.

Selain untuk sindiran, kalimat retoris juga berfungsi sebagai penegas emosi penulis, seperti kemarahan, keraguan, dan perintah. Bahkan, kamu bisa menemukan kalimat ini di berbagai iklan untuk menarik minat pembeli. Misalnya, “Lapar tapi malas keluar rumah? Pesan lewat aplikasi kami saja!” 

Baca Juga: Teks Anekdot: Pengertian, Struktur, Ciri, Tujuan, & Contoh

 

Ciri Kalimat Retoris

Lalu, gimana sih cara membedakan kalimat retoris dengan kalimat tanya biasa? Sebenarnya tidak terlalu sulit kok. Kalimat retoris punya beberapa ciri sendiri yang membuatnya mudah dikenali. Yuk, simak penjelasannya!

  • Berbentuk pertanyaan, tetapi tidak memerlukan jawaban.
  • Memiliki bentuk kalimat berupa pertanyaan dan penegasan.
  • Terkadang di dalam kalimat menggunakan kata tanya.
  • Penanya maupun yang ditanya sudah mengetahui jawabannya.

 

Fungsi Kalimat Retoris

Selain yang sudah disebutkan sebelumnya, yuk kita bahas fungsi kalimat retoris lainnya apabila dipakai dalam tulisan dan percakapan! 

1. Sebagai Sindiran dan Kritik Halus

Daripada menegur secara langsung, kadang seseorang memilih memakai kalimat retoris agar terdengar lebih sopan tetapi tetap mengena.

Misalnya, “Tugasmu kan cuma satu, masa masih belum selesai juga?” 

Sekilas seperti pertanyaan biasa, padahal maksud sebenarnya adalah menyindir keterlambatan seseorang agar dia segera sadar.

 

2. Sebagai Refleksi Diri 

Pernahkah kamu membatin, “Kenapa ya aku masih suka menunda pekerjaan?” Pertanyaan seperti itu tidak butuh jawaban orang lain, melainkan ajakan untuk introspeksi. Fungsi ini mengajak kita untuk menilai kembali sikap, kebiasaan, dan keputusan yang telah diambil. 

Itulah sebabnya kalimat retoris sering muncul dalam konten motivasi dan renungan. Karena sifatnya menyentuh pikiran dan perasaan, kalimat retoris sering dipakai dalam motivasi, nasihat, dan renungan.

 

3. Sebagai Cara Memberikan Nasihat 

Fungsi berikutnya adalah untuk menyampaikan nasihat tanpa terdengar menggurui.

Coba perhatikan kalimat, “Bukankah belajar dari sekarang lebih baik daripada menyesal nanti?”

Alih-alih memerintah, kalimat itu mengajak lawan bicara berpikir mengenai mana yang lebih baik.

 

4. Sebagai Pendukung Pernyataan  

Kalimat ini juga sering digunakan untuk memperkuat suatu ide agar audiens lebih mudah setuju. 

Contohnya, “Siapa sih yang tidak ingin hidup tenang dan bahagia?” 

Kalimat tersebut bukan menanyakan jawaban, melainkan dipakai untuk mendukung ide kalau semua orang pasti menginginkan hal yang sama. 

Baca Juga: Contoh Teks Anekdot Berbagai Tema Beserta Strukturnya

 

Contoh Kalimat Retoris

Agar kamu semakin paham, yuk simak beberapa contoh kalimat retoris berikut ini! 

Contoh Kalimat Retoris dalam Teks Editorial

Contoh kalimat retoris dalam teks editorial biasanya digunakan untuk mengkritik kebijakan dan menggugah kesadaran masyarakat terkait isu publik.

  1. Apakah kita akan membiarkan polusi ini merusak paru-paru anak cucu kita?
  2. Sampai kapan hukum hanya tajam ke bawah namun tumpul ke atas?
  3. Bukankah pendidikan adalah hak mendasar bagi setiap warga negara?
  4. Haruskah kita menunggu bencana besar datang baru mulai peduli lingkungan?
  5. Pantaskah seorang pejabat publik menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi?
  6. Siapa yang tidak ingin melihat Indonesia menjadi negara maju di tahun 2045?
  7. Apakah harga pangan yang melambung tinggi ini dianggap hal biasa bagi rakyat kecil?
  8. Maukah kita terus menjadi penonton di negeri sendiri saat sumber daya alam dikelola pihak asing?
  9. Bukankah keamanan data pribadi adalah tanggung jawab negara?
  10. Akankah kemacetan ini menjadi pemandangan abadi di ibu kota kita?
  11. Sampai kapan masyarakat kecil harus menanggung kebijakan yang tidak berpihak?
  12. Bukankah pelayanan kesehatan layak merupakan kebutuhan semua orang?
  13. Haruskah rakyat terus sabar menghadapi janji yang tak kunjung nyata?
  14. Apakah korupsi akan terus dianggap penyakit yang sulit disembuhkan?
  15. Mungkinkah pembangunan berjalan adil jika hanya terpusat di kota besar?
  16. Bukankah lapangan pekerjaan adalah harapan utama generasi muda?
  17. Siapa yang rela melihat hutan kita habis demi keuntungan sesaat?
  18. Akankah suara rakyat hanya didengar saat musim pemilu tiba?
  19. Haruskah pendidikan mahal menjadi penghalang masa depan anak bangsa?
  20. Apakah kemiskinan ini hanya akan menjadi angka dalam laporan tahunan?
  21. Bukankah transportasi umum yang nyaman adalah hak masyarakat perkotaan?
  22. Sampai kapan sungai dijadikan tempat sampah raksasa?
  23. Maukah kita terus diam melihat ketimpangan sosial yang makin lebar?
  24. Apakah generasi mendatang harus mewarisi lingkungan yang rusak karena kelalaian kita?
  25. Apakah banjir tahunan ini masih akan disebut musibah biasa? 

 

Baca Juga: Pengertian Kalimat Interogatif, Ciri, Jenis, dan Contohnya

 

Contoh Kalimat Retoris dalam Teks Anekdot

Biasanya digunakan untuk menyindir perilaku seseorang dengan cara yang lucu dan sarkas. 

  1. Kamu mau ke sekolah atau mau ikut peragaan busana, kok dandanannya heboh begitu?
  2. Tiap hari datang terlambat, kamu pikir sekolah ini punya kakekmu?
  3. Buku paket setebal ini cuma buat alas tidur saja?
  4. Kalau nilai ujianmu nol begini, kamu mau jadi juara di bidang apa?
  5. Tadi bilangnya sudah di jalan, tapi kok masih pakai sarung di depan TV?
  6. Memang ada ya orang yang mau kenyang hanya dengan melihat foto makanan?
  7. Sudah tahu dilarang parkir, apa kamu tidak bisa membaca tulisan sebesar itu?
  8. Baru kerja sejam sudah minta istirahat, kamu ini robot atau manusia?
  9. Katanya mau diet, tapi kenapa di depanmu ada tiga piring gorengan?
  10. Uang jajan habis dalam sehari, kamu pikir orang tuamu mencetak uang sendiri?
  11. PR menumpuk begini masih sempat maraton drama, hebat sekali ya?
  12. Katanya lagi hemat, lalu tas belanja itu isi angin?
  13. Alarm bunyi lima kali masih bisa tidur, telingamu libur ya?
  14. Belajar lima menit lalu berharap nilai seratus, kamu pesulap?
  15. Baru disuruh sedikit sudah mengeluh, pundakmu terbuat dari kaca?
  16. Katanya nggak lapar, terus siapa yang habisin dua mangkuk bakso?
  17. Rumah berantakan begini mau kedatangan presiden?
  18. Baru tanggal muda uang sudah hilang, dompetmu berlubang?
  19. Disuruh simpan rahasia malah diumumkan ke grup, kamu penyiar radio?
  20. Laptop dibuka, tugas tidak dikerjakan, memang layar itu bisa menyelesaikan sendiri?
  21. Hujan deras begini masih mau jemur baju, kamu kenal matahari secara pribadi?
  22. Bilang mau fokus belajar, tapi chat aku dibalas dalam satu detik?
  23. Sudah kesiangan masih sempat foto mirror selfie, memang sekolah menunggu artis?
  24. Apakah tidak terlalu berlebihan ketika kamu bercita-cita menikahi artis terkenal, sedangkan kamu hanya seorang pengangguran?
  25. Tugas belum selesai tapi tidur paling nyenyak, siapa yang mau mengerjakan kalau bukan kamu?

 

Contoh Kalimat Retoris dalam Artikel

Biasanya digunakan untuk mengajak pembaca merenung dan menarik minat pembaca. 

  1. Siapa sih yang tidak ingin punya masa depan yang cerah?
  2. Bukankah belajar dari kesalahan adalah guru terbaik dalam hidup?
  3. Apakah kamu ingin terus terjebak di zona nyaman tanpa ada kemajuan?
  4. Bukankah sehat itu mahal harganya jika kita sudah jatuh sakit?
  5. Siapa yang tidak merasa senang jika pekerjaannya selesai tepat waktu?
  6. Apa gunanya punya gadget canggih kalau hanya dipakai untuk mengeluh?
  7. Bukankah senyuman adalah cara termudah untuk berbagi kebahagiaan?
  8. Masihkah kita harus menunda pekerjaan yang bisa selesai dalam lima menit?
  9. Siapa yang bisa menjamin hari esok akan selalu ada untuk kita?
  10. Bukankah persiapan yang matang adalah separuh dari kemenangan?
  11. Apakah sukses bisa datang tanpa usaha dan pengorbanan?
  12. Siapa yang tidak ingin hidup lebih tenang dan teratur?
  13. Bukankah membaca membuka jendela pengetahuan yang luas?
  14. Sampai kapan kita hanya bermimpi tanpa mulai melangkah?
  15. Apa jadinya jika waktu terus kita sia-siakan?
  16. Bukankah kebiasaan kecil bisa menentukan hasil yang besar?
  17. Siapa yang tidak ingin tubuh sehat dan pikiran segar?
  18. Mungkinkah tujuan tercapai jika kita mudah menyerah?
  19. Bukankah disiplin adalah kunci dari banyak keberhasilan?
  20. Apa arti kesempatan jika tidak pernah dimanfaatkan?
  21. Siapa yang mau menyesal karena tidak mencoba?
  22. Bukankah menabung dari sekarang lebih baik daripada bingung nanti?
  23. Haruskah menunggu gagal dulu baru mau belajar?
  24. Apa gunanya bakat jika tidak diasah?
  25. Bukankah perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil?

 

Contoh Kalimat Retoris dalam Percakapan

  1. Masa kamu lupa hari ini ulang tahun ibu?
  2. Siapa juga yang tidak panik kalau dompet hilang?
  3. Bukankah aku sudah bilang dari tadi?
  4. Memangnya hujan bisa berhenti kalau kamu marah-marah?
  5. Apa aku harus teriak dulu baru kamu dengar?
  6. Masa tugas semudah ini tidak bisa?
  7. Siapa yang tidak kesal kalau antriannya panjang?
  8. Bukankah kamu sendiri yang memilih jalan ini?
  9. Apa gunanya menyesal kalau semuanya sudah terjadi?
  10. Masa jam segini baru bangun?
  11. Memangnya nasi akan matang kalau cuma dilihat?
  12. Siapa yang tidak capek kerja seharian?
  13. Apa aku harus mengulang sampai seratus kali?
  14. Bukankah uang tidak jatuh dari langit?
  15. Masa lupa bawa kunci lagi?
  16. Siapa yang mau rumahnya berantakan terus?
  17. Memangnya tugas itu selesai sendiri?
  18. Apa tidurmu kurang sepuluh tahun?
  19. Bukankah kebersihan rumah tanggung jawab bersama?
  20. Masa kamu percaya gosip begitu saja?
  21. Bukankah masa muda seharusnya dipakai untuk berkarya?
  22. Haruskah menunggu tua baru peduli kesehatan?
  23. Siapa yang bisa mengubah hidupmu kalau bukan dirimu sendiri?
  24. Apa kamu mau terus diam tanpa mencoba?
  25. Bukankah kegagalan hanyalah bagian dari proses menuju berhasil?

Nah, sekarang kamu udah paham kan apa yang dimaksud dengan kalimat retoris? Mau belajar lebih banyak tentang materi lainnya? Yuk, bimbel di Brain Academy! Fasilitasnya lengkap, Master Teachernya asyik dan bisa coba kelas gratis secara online atau datang langsung ke cabang terdekat dari rumahmu!

IDN CTA Blog Brain Academy Center

Referensi:

Nikita, R. 2023. 15 Contoh Kalimat Retoris Lengkap dengan Pengertian dan Fungsinya [Daring]. Tautan: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6906072/15-contoh-kalimat-retoris-lengkap-dengan-pengertian-dan-fungsinya. Diakses 18 April 2026

Pujiati. 2025. Kalimat Retoris, Ciri, Fungsi, dan Contoh [Daring]. Tautan: http://penerbitdeepublish.com/dasar-menulis/kalimat-retoris/. Diakses 18 April 2026

Olivia Yunita