Uang: Pengertian, Fungsi, Jenis-Jenis, Syarat, dan Unsur Pengaman

uang

Uang merupakan alat pembayaran sah yang kita gunakan untuk transaksi jual beli barang dan jasa. Apa saja fungsi dan jenis-jenis uang? Yuk, cari tahu disini! 

Uang menjadi salah satu hal penting dalam kehidupan sehari-hari karena banyak hal memerlukan uang. Sekolah, jajan, membeli seragam, makan, hingga tempat tinggal, semuanya membutuhkan uang sebagai alat pembayaran. Tapi, selain sebagai alat pembayaran, kira-kira apa saja fungsi uang? Yuk, kita bahas apa itu uang, jenis-jenisnya, fungsi, syarat, dan pengaman uang! 

 

Pengertian Uang 

Uang adalah alat tukar yang diterima secara umum untuk membeli barang dan jasa. Fungsi uang adalah sebagai alat tukar, satuan hitung, dan penyimpan nilai. Dalam perekonomian modern, uang berperan penting karena membuat proses pertukaran menjadi lebih praktis dibandingkan sistem barter. 

Sebelum uang digunakan, manusia melakukan transaksi dengan sistem barter, yaitu pertukaran barang atau jasa secara langsung. Tapi, barter punya banyak keterbatasan. Misalnya, sulit menentukan nilai barang yang akan ditukar dan susah menemukan orang yang punya dan membutuhkan barang yang sesuai. Karena itu, uang menjadi alat tukar yang sangat praktis.

Baca juga: Kegiatan Ekonomi: Pengertian, Jenis, Tujuan & Contohnya

 

Fungsi Uang

Apa fungsi uang? Selain sebagai alat pembayaran, uang memiliki fungsi sebagai berikut:

1. Fungsi Uang Asli

Fungsi asli uang adalah peran utama uang dalam kegiatan ekonomi. Ada tiga fungsi asli uang, yaitu:

a. Alat Tukar (Medium of Exchange)

Uang digunakan untuk menukar barang dan jasa. Dengan adanya uang, kita nggak perlu lagi menggunakan sistem barter. Uang membuat transaksi menjadi lebih mudah dan praktis.

b. Satuan Hitung (Unit of Account)

Uang berfungsi sebagai alat untuk mengukur nilai barang dan jasa. Dengan uang, harga bisa ditentukan dengan jelas dan mudah dibandingkan. Misalnya, harga jeruk medan adalah Rp30.000/kg, sementara harga jeruk santang adalah Rp50.000/kg. Kita bisa tahu kalau harga jeruk santang lebih mahal dibandingkan jeruk medan.

c. Sebagai Penyimpan Nilai (Store of Value)

Uang bisa disimpan untuk kita gunakan di masa depan. Nilainya cukup stabil dalam jangka pendek, jadi kita bisa menunda belanja dan mengatur keuangan. Tapi, jika disimpan terlalu lama, nilainya bisa berkurang karena inflasi.

Baca juga: Inflasi: Pengertian, Jenis, Penyebab, Dampak & Cara Mengatasi

 

2. Fungsi Uang Turunan

Uang juga memiliki fungsi turunan karena perkembangan sistem ekonomi dan kebutuhan masyarakat. Berikut beberapa fungsi turunan uang: 

a. Alat Pembayaran yang Sah

Selain untuk membeli barang dan jasa, uang juga digunakan untuk membayar kewajiban, seperti utang, pajak, dan biaya layanan lainnya.

b. Alat Penimbun Kekayaan

Uang bisa digunakan untuk menyimpan kekayaan dalam jangka waktu tertentu. Tapi, karena adanya inflasi, uang bukanlah instrumen yang cukup baik untuk menimbun kekayaan.

c. Alat Pemindah Kekayaan 

Fungsi selanjutnya, uang juga memudahkan pemindahan kekayaan dari satu orang ke orang lain. Misalnya saat membeli rumah, saham, atau tanah.

d. Pendorong Kegiatan Ekonomi 

Uang membuat kegiatan ekonomi berjalan lancar. Uang membuat orang bekerja, berusaha, dan berinvestasi untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. Jika peredaran uang dikelola dengan baik, perekonomian bisa semakin berkembang.

 

Jenis-Jenis Uang

Uang yang kita gunakan terdiri dari beberapa jenis; berdasarkan lembaga, bahan, dan nilainya. Yuk, kita bahas!

1. Berdasarkan Lembaga 

Berdasarkan lembaga yang mengeluarkannya, uang dibagi menjadi dua, yaitu uang kartal dan uang giral. Yuk, simak penjelasannya! 

a. Uang Kartal 

Uang kartal adalah uang yang berbentuk fisik, yaitu uang logam dan uang kertas. Uang ini menjadi alat pembayaran yang sah dan diakui oleh negara berdasarkan undang-undang.

b. Uang Giral

Uang giral adalah uang yang tidak berbentuk fisik. Uang ini berupa saldo yang tersimpan di bank dan bisa digunakan kapan saja untuk transaksi, misalnya cek, giro, atau transfer.

 

2. Berdasarkan Bahan 

Berdasarkan bahan pembuatannya, uang dibagi menjadi uang logam dan uang kertas, berikut penjelasannya: 

a. Uang Logam

Uang logam adalah uang yang terbuat dari bahan logam, seperti emas, perak, atau logam lainnya. Uang logam memiliki tiga jenis nilai, yaitu nilai intrinsik, nilai nominal, dan nilai riil. Uang logam biasanya memiliki nominal yang kecil, seperti Rp100, Rp200, Rp500, dan Rp1.000.

b. Uang Kertas 

Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas khusus dan tahan air. Biasanya uang kertas memiliki gambar, angka, dan tanda tertentu sebagai ciri keasliannya.

 

3. Berdasarkan Nilai

Berdasarkan nilainya, uang terdiri dari uang penuh dan uang tanda, berikut penjelasannya: 

a. Uang Penuh 

Uang penuh adalah uang yang nilai bahannya sama dengan nilai yang tertera pada uang tersebut. Misalnya, jika uang dibuat dari emas, maka nilai emasnya sama dengan nilai yang tertulis pada uang itu. Contoh, nilai emas pada uang logam Rp500 sama dengan nominalnya.

b. Uang Tanda

Uang tanda adalah uang yang nilai bahannya lebih rendah daripada nilai yang tertera. Misalnya, biaya pembuatan uang Rp100.000 memerlukan biaya sebesar Rp50.000.

Baca juga: Sistem Ekonomi: Pengertian, Jenis, Ciri, Kelebihan & Kekurangan

 

Syarat Uang

Uang memiliki beberapa syarat agar bisa digunakan dan diterima sebagai alat tukar yang sah oleh masyarakat. Syarat uang adalah sebagai berikut: 

1. Diterima Umum (Acceptability)

Masyarakat menyetujui penggunaan uang sebagai alat tukar, alat penyimpan nilai, atau alat pembayaran. 

2. Tahan Lama (Durability)

Uang harus tahan lama, nggak mudah hancur atau rusak meskipun sudah digunakan dalam waktu yang lama. 

3. Mudah Dibawa (Portability)

Uang memiliki bentuk dan ukuran yang praktis untuk dibawa kemana saja. 

4. Mudah Dibagi (Divisibility)

Uang bisa dibagi ke dalam beberapa nominal yang lebih kecil tanpa mengurangi nilai aslinya untuk mempermudah transaksi. 

5. Nilai Stabil (Stability)

Memiliki kestabilan nilai dari waktu ke waktu, nggak mudah berfluktuasi drastis. 

6. Jumlah Cukup/Terbatas (Elasticity/Scarcity)

Jumlah uang yang beredar harus cukup memenuhi kebutuhan ekonomi, tapi terbatas agar nilainya tetap terjaga dan nggak mudah dipalsukan. 

7. Jaminan Pemerintah 

Uang harus dijamin pemerintah sehingga penggunaannya untuk berbagai keperluan bisa dipercaya oleh masyarakat. 

 

Unsur Pengaman Uang Rupiah

Berikut adalah unsur-unsur pengaman uang rupiah:

1. Tanda Air (Watermark)

Watermark atau gambar samar akan terlihat saat uang kertas diterawangkan ke arah cahaya. 

2. Benang Pengaman (Security Thread)

Benang khusus yang terlihat seperti dianyam, tampak sebagai garis melintang dari atas ke bawah. 

3. Cetak Intaglio

Teknik cetak yang membuat bagian tertentu pada uang terasa kasar saat diraba. 

4. Gambar Saling Isi

Gambar pada bagian depan dan belakang uang yang akan terlihat saling mengisi jika uang diterawang ke arah cahaya.

5. Tinta Berubah Warna 

Tinta yang warnanya bisa berubah jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda. 

6. Tulisan Mikro 

Tulisan sangat kecil yang hanya bisa dibaca menggunakan bantuan kaca pembesar. 

7. Tinta Tidak Tampak 

Tinta yang tidak terlihat dengan mata biasa, tapi bisa memendar saat di lihat di bawah sinar ultraviolet.

Nah, itulah pembahasan tentang uang, mulai dari pengertian, fungsi, jenis-jenis, syarat, hingga unsur pengaman uang rupiah. Semoga penjelasan di atas membantumu memahami materi ini dengan lebih jelas dan mudah, ya! Kalau kamu mau belajar hal-hal menarik dan seru lainnya, yuk belajar di Brain Academy

IDN CTA Blog Brain Academy Center

Sumber: 

Bank Indonesia. 2017. Apa Itu Uang? [daring]. Tautan:  https://www.bi.go.id/id/edukasi/Documents/ApaItuUang_lowres.pdf

Edra, Rabia. 2026. Pengertian Uang beserta Fungsi, Jenis, Syarat, dan Sejarahnya [daring]. Tautan: https://www.ruangguru.com/blog/pengertian-fungsi-jenis-dan-syarat-uang

OCBC. 2025. Fungsi Asli dan Turunan uang dalam Kegiatan Ekonomi [daring]. Tautan: https://www.ocbc.id/id/article/2025/07/30/fungsi-asli-dan-turunan-uang-dalam-kegiatan-ekonomi

LPS RI/IDIC. 2019. Tanda Pengaman Uang Kertas Rupiah Asli [daring]. Tautan: https://x.com/lps_idic/status/1136540419699879936

Bank Sinarmas. Mengenal Uang: Pengertian, Sejarah, Jenis-Jenis, Fungsi, dan Manfaatnya [daring]. Tautan: https://www.banksinarmas.com/id/artikel/mengenal-sejarah-uang (Diakses 22 Februari 2026)

Devi Lianovanda