Sejarah Uang di Dunia dan Indonesia serta Perkembangannya

Penasaran nggak sih, darimana asal uang yang kita gunakan sehari-hari? Yuk, simak sejarah uang dunia dan Indonesia serta perkembangannya!
—
Kamu mungkin pernah mendengar kalau pada zaman dahulu manusia melakukan transaksi dengan barter atau bertukar barang. Lama-kelamaan, cara ini dianggap kurang praktis dan memiliki banyak keterbatasan.
Lalu, muncullah uang sebagai alat pembayaran yang sah dan kita gunakan sampai hari ini. Kira-kira, bagaimana asal-usul uang digunakan sebagai alat pembayaran? Yuk, kita simak sejarah uang di dunia dan di Indonesia!
Sejarah Uang Dunia
Sebelum uang ditemukan, manusia bertransaksi dengan sistem barter. Lalu, bagaimana perkembangannya sampai akhirnya manusia menggunakan uang? Yuk, simak sejarah uang dalam kehidupan manusia!
1. Tahap Sebelum Barter
Sebelum mengenal sistem barter, manusia hidup dalam masyarakat primitif dan hidup secara nomaden (berpindah-pindah tempat). Mereka memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara berburu, memancing, dan meramu. Pada masa ini, manusia belum mengenal konsep kepemilikan dan belum memiliki barang yang bisa ditukar dengan barang lainnya.
2. Tahap Sistem Barter
Setelah itu, manusia mulai sadar bahwa mereka butuh bantuan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dari sinilah muncul sistem barter. Dalam sistem ini, manusia saling menukar barang sesuai kesepakatan untuk mendapatkan barang yang mereka butuhkan.
3. Tahap Uang Barang
Setelah sistem barter, pemikiran manusia semakin berkembang. Mereka mulai merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan karena barang yang dimiliki seseorang tidak sesuai dengan barang yang dibutuhkan orang lain.
Karena itu, manusia mulai menggunakan barang tertentu sebagai alat pembayaran, seperti kulit, kerang, kopi, gara, dan hasil pertanian. Barang-barang tersebut digunakan sebagai alat transaksi yang disepakati bersama. Misalnya, pada zaman Mesir Kuno, masyarakat menggunakan gandum sebagai alat pembayaran.
Baca juga: Lembaga Keuangan Non Bank: Pengertian, Jenis & Contoh
4. Tahap Uang Pasca Barang
Uang barang memiliki kelemahan karena mudah rusak dan nggak tahan lama. Karena itu, manusia mulai mencari bahan lain yang lebih kuat dan awet, salah satunya besi.
Selain besi, ada juga bahan-bahan lain yang dijadikan alat tukar pada ini. Tapi, saat itu besi adalah yang paling umum digunakan karena nggak mudah rusak dan bisa digunakan dalam waktu lama.
Kaum Olibia di Ukraina menciptakan uang berbentuk mata panah pada abad ke-7 sebelum Masehi. Uang ini digunakan sebagai alat tukar di wilayah yang dikenal Great Scythia, yaitu daerah yang mencakup wilayah Ukraina, Asia Tengah, Eropa Timur, Kaukasus Utara, dan Rusia.
Uang pasca barang nggak hanya berbentuk mata panah saja, tapi juga sekop, dan lumba-lumba dari besi. Tapi, uang pasca barang nggak memiliki standar mata uang jelas dan hanya berlaku di daerah tertentu saja.
5. Tahap Uang Logam
Uang logam pertama kali dibuat oleh bangsa Lydia pada abad ke-6 sebelum Masehi, sekitar tahun 580 SM. Uang logam ini terbuat dari elektrum, yaitu campuran emas 75% dan perak 25%, dengan gambar singa.
Selain bangsa Lydia, masyarakat Aztec dan Yunani juga membuat uang logam versi mereka sendiri. Bangsa Yunani kemudian menjadi salah satu pelopor dalam pembuatan uang koin karena bentuknya mirip seperti uang koin yang kita kenal sekarang. Mereka juga menyebarkan penggunaan uang logam di wilayah yang mereka kuasai.
Melalui penyebaran ini, banyak masyarakat yang sebelumnya belum menggunakan uang mulai mengenal uang logam. Sementara itu, India dan China juga mulai mencetak uang sendiri dari emas dan perak pada masa Kerajaan Syailendra, sekitar abad ke-8.
6. Tahap Uang Kertas
Seiring waktu, uang logam semakin dibutuhkan. Tapi, jumlah logam mulia sebagai bahan dasar uang semakin terbatas. Ini membuat uang logam sulit digunakan untuk transaksi dalam jumlah besar,
Karena itu, dibuatlah uang kertas. China dianggap sebagai bangsa pertama yang menemukannya, sekitar abad pertama Masehi pada masa Dinasti T’ang. Penemunya adalah Ts’ai Lun.
Lun membuat uang kertas pertama dari kulit kayu pohon murbei, yaitu pohon yang daunnya digunakan sebagai pakan ulat sutera di China. Selain itu, China juga mencetak mata uang Huizi dan digunakan sebagai mata uang resmi pada Dinasti Song Selatan, sekitar tahun 1160.
Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa sebelum Ts’ai Lun, orang Mesopotamia sudah membuat uang kertas. Sayangnya, mereka gagal karena bahan baku yang digunakan nggak sekuat milik Lun.
Baca juga: Kegiatan Ekonomi: Pengertian, Jenis, Tujuan & Contohnya
Sejarah Uang di Indonesia
Nah, itulah sejarah uang di dunia, mulai dari tahap sebelum barter sampai munculnya uang kertas. Lalu, bagaimana sejarah uang Indonesia? Yuk, simak sejarahnya!
1. Sejarah Uang Logam di Indonesia
Sebelum pengaruh luar masuk ke Indonesia, masyarakat kita sudah mengenal sistem barter. Mereka menggunakan benda-benda seperti bulu, kerang, hingga gading gajah sebagai alat tukar.
Setelah pengaruh Hindu-Buddha masuk ke Indonesia pada abad ke-4, masyarakat mulai mengenal uang logam. Uang logam pertama di Indonesia, berasal dari Kerajaan Sriwijaya dan disebut ‘tampang’. Uang ini terbuat dari perunggu.
Lalu, pada masa Kerajaan Majapahit, uang logam yang digunakan disebut ‘pasir emas’, yang dibuat dari campuran emas dan perak. Setelah itu, uang logam juga dibuat dari campuran kuningan dan tembaga yang dikenal dengan nama ‘duit’.
Duit pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada masa pemerintahan VOC dan digunakan sebagai alat pembayaran dalam perdagangan. Pada masa kolonial Belanda, duit diterbitkan dalam berbagai nominal dan digunakan untuk transaksi perdagangan serta pembayaran upeti kepada pemerintah kolonial.
Setelah Indonesia merdeka, duit masih digunakan sebagai alat pembayaran selama beberapa waktu. Akhirnya, duit digantikan oleh uang koin dan uang kertas yang kita kenal sekarang.
2. Sejarah Uang Kertas di Indonesia
Pada masa kolonial Belanja, uang logam dan uang kertas mulai diperkenalkan di Indonesia. Uang kertas pertama diterbitkan pada tahun 1815, tapi saat itu hanya digunakan untuk kepentingan Belanda.
Pada tahun 1826, uang kertas mulai digunakan oleh masyarakat Indonesia dengan denominasi (nominal/satuan mata uang) yang lebih kecil.
Setelah Indonesia merdeka, pada 1 Oktober 1945 pemerintah menetapkan penggunaan beberapa mata uang yang sudah beredar, yaitu uang De Javasche Bank, uang Hindia Belanda, dan uang Jepang.
Kemudian, pemerintah Indonesia mengeluarkan Oeang Republik Indonesia (ORI) yang pertama kali diedarkan pada 30 Oktober 1946. Selain itu, ada juga ORIDA (Oeang Republik Indonesia Daerah) yang diterbitkan sesuai kebijakan masing-masing daerah.

Gambar uang ORI Series III 1947. (Sumber: wikimedia.org)
Pada 1 Juli 1953, Bank Indonesia dibentuk untuk menggantikan De Javasche Bank dan berfungsi sebagai bank sentral. Setelah BI berdiri, ada dua jenis rupiah yang berlaku di Indonesia, yaitu uang yang diterbitkan oleh pemerintah (Kemenkeu) dan uang yang diterbitkan oleh Bank Indonesia.
Pemerintah RI menerbitkan uang kertas dan logam pecahan di bawah Rp5, sedangkan Bank Indonesia menerbitkan uang kertas dalam pecahan Rp5 ke atas.
—
Nah, itulah sejarah uang dunia dan sejarah uang rupiah di Indonesia Semoga penjelasan di atas membantumu memahami materi ini dengan lebih jelas dan mudah, ya! Kalau kamu mau belajar hal-hal menarik dan seru lainnya, yuk belajar di Brain Academy!
Sumber:
Visual Kemenkeu. Sejarah Oeang Republik Indonesia (ORI) [daring]. Tautan: https://visual.kemenkeu.go.id/sejarah-oeang
Febriani, Anisa Rizki. 2023. Sejarah Kemunculan Uang dan Perkembangannya di Dunia [daring]. Tautan: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6514671/sejarah-kemunculan-uang-dan-perkembangannya-di-dunia
Bizhare. 2024. Sejarah Uang di Dunia Hingga Perkembangannya di Indonesia [daring]. Tautan: https://www.bizhare.id/media/keuangan/sejarah-uang-di-dunia (Diakses 23 Februari 2026)
Sumber gambar:
Gambar uang ORI: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/7/7f/MUS_C.1.4._Uang_Indonesia_Rp25_ORI_III%2C_1947%3B_1.jpg


