Pengertian Iklim dan Berbagai Sistem Klasifikasinya

Kamu penasaran gak, kenapa iklim di dunia bisa beda-beda? Yuk, simak artikel berikut untuk memahami pengertian iklim dan klasifikasinya!
—
Iklim merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kehidupan di bumi. Setiap wilayah di dunia memiliki kondisi iklim yang berbeda, tergantung pada letak geografis, ketinggian, dan faktor alam lainnya.
Nah, karena adanya perbedaan tersebut, para ahli klimatologi mengembangkan sistem klasifikasi untuk mengelompokkan berbagai jenis iklim. Tapi, bagaimana sih cara mereka mengelompokkannya? Yuk, cari tahu jawabannya di artikel berikut!
Pengertian Iklim
Iklim adalah rata-rata kondisi cuaca yang terjadi dalam jangka waktu panjang dan mencakup wilayah yang luas. Berbeda dengan cuaca yang dapat berubah-ubah setiap hari, iklim bersifat lebih stabil dan konsisten dalam periode waktu yang lama. Contohnya, Indonesia beriklim tropis karena letaknya yang dekat dengan garis khatulistiwa.

Iklim subtropis di Korea membuat wilayah ini mengalami empat musim dalam satu tahun, yaitu musim semi, panas, gugur, dan dingin (Sumber: freepik.com)
Karena iklim itu terjadi dalam rentang waktu lama dan mencakup wilayah yang luas, kita bisa mengenali dan mengelompokkannya dengan lebih mudah. Nah, dari situlah muncul berbagai klasifikasi iklim yang digunakan secara global. Beberapa klasifikasi iklim yang sering dipakai antara lain:
- Iklim Matahari
- Iklim Koppen
- Iklim Junghuhn
- Iklim Schmidt-Ferguson
- Iklim Oldeman
Baca juga: La Nina dan El Nino, “Si Kembar” yang Membawa Dampak Global
Klasifikasi Iklim
Klasifikasi iklim adalah sistem untuk mengelompokkan berbagai jenis iklim berdasarkan ciri-ciri tertentu, seperti suhu, curah hujan, dan kelembapan. Ada beberapa cara untuk mengklasifikasikan iklim yang umum digunakan adalah sebagai berikut:
1. Klasifikasi Iklim Matahari
Iklim matahari merupakan klasifikasi iklim yang mengacu pada seberapa banyak sinar matahari yang diterima oleh suatu daerah. Karena sinar matahari mempengaruhi suhu suatu wilayah, maka berdasarkan klasifikasi ini, iklim di bumi dibagi jadi empat iklim, yaitu tropis, subtropis, sedang, dan dingin.
2. Klasifikasi Iklim Koppen
Klasifikasi iklim Koppen merupakan pengelompokkan iklim berdasarkan rata-rata curah hujan dan temperatur di suatu wilayah. Klasifikasi ini dikembangkan oleh Wladimir Koppen dan digunakan dalam bidang klimatologi karena sifatnya yang rinci dan sistematis. Berikut adalah klasifikasi iklim Koppen:
a. Iklim A – Tropis
Iklim tropis adalah iklim yang berada di sekitar garis khatulistiwa dan ditandai dengan suhu panas sepanjang tahun. Subtipe iklim ini dibagi menjadi tiga yaitu Af (Hutan Hujan Tropis), Am (Muson Tropis), dan Aw (Sabana Tropis).
Ciri-ciri iklim tropis antara lain:
- Rata-rata suhu tahunan di atas 18°C
- Curah hujan tinggi sepanjang tahun
- Beberapa wilayah mengalami musim kemarau yang singkat
- Vegetasi dominan berupa hutan hujan tropis di sebagian besar wilayah
b. Iklim B – Kering
Iklim kering memiliki curah hujan yang rendah dan suhu tinggi di siang hari. Iklim ini dibagi menjadi dua, yaitu Bs (Stepa) dan Bw (Gurun).
Ciri-ciri iklim kering adalah:
- Curah hujan kurang dari 250 mm per tahun
- Suhu siang hari bisa sangat tinggi dan malam hari bisa sangat dingin, tergantung pada jenisnya (gurun atau semi-gurun)
- Vegetasi yang ada terbatas, dan didominasi dengan tanaman yang tahan kekeringan seperti kaktus atau semak-semak
- Umumnya tidak terdapat sungai permanen
c. Iklim C – Sedang
Iklim sedang terletak di antara wilayah tropis dan dingin dengan perbedaan suhu yang jelas antara musim panas dan musim dingin. Iklim ini dibagi menjadi tiga, yaitu Cw (musim dingin kering), Cs (musim panas kering), dan Cf (tidak ada musim kering).
Ciri-ciri iklim sedang adalah:
- Suhu rata-rata bulan terdingin antara 0°C – 18°C
- Curah hujan cukup bervariasi, dan terdapat empat musim yang berbeda, yaitu musim semi, panas, gugur, dan dingin
- Vegetasi berupa hutan gugur, semak belukar, atau padang rumput, tergantung pada sub kategori iklim
d. Iklim D – Dingin
Iklim ini berada di wilayah lintang tinggi, jauh dari Khatulistiwa, dan memiliki musim dingin yang panjang. Iklim ini dibagi menjadi dua, yaitu Df (hujan bersalju, basah sepanjang tahun) dan Dw (hujan bersalju, musim dingin kering).
Ciri-ciri iklim dingin adalah:
- Suhu rata-rata sangat rendah dengan musim dingin yang panjang dan suhu sangat ekstrem
- Musim panas relatif pendek
- Vegetasi terbatas pada jenis tanaman yang tahan suhu rendah
e. Iklim E – Kutub
Iklim kutub terjadi di wilayah paling utara dan selatan bumi, seperti Arktik dan Antartika. Iklim ini dibagi menjadi dua, yaitu Et (Tundra) dan Ef (salju abadi).
Ciri-ciri iklim kutub adalah:
- Suhu sepanjang tahun sangat rendah, hampir tidak ada suhu yang hangat
- Curah hujan sangat rendah, sebagian besar berupa salju
- Vegetasi sangat terbatas, hanya lumut dan tanaman kecil tertentu
Setiap iklim dalam klasifikasi Koppen masih dibagi ke dalam sub kategori berdasarkan kombinasi dua atau tiga huruf, misalnya Cs (iklim sedang dengan musim panas kering) atau Csa/Csb. Pembagian ini bertujuan untuk memberikan informasi iklim yang lebih spesifik mengenai suatu daerah.
Baca juga: Jenis Awan, Arah Gerak, dan Proses Terbentuknya
3. Klasifikasi Iklim Junghuhn
Klasifikasi iklim menurut Junghuhn didasarkan pada ketinggian tempat dan jenis vegetasi yang dapat tumbuh di wilayah tersebut. Klasifikasi ini diperkenalkan oleh Franz Wilhelm Junghuhn dan umumnya digunakan dalam bidang pertanian dan kehutanan. Pembagian iklim dalam sistem ini meliputi:
- Zona Panas (0–650 mdpl): cocok untuk jenis tanaman padi, kelapa, jagung, dan tebu.
- Zona Sedang (650–1500 mdpl): cocok untuk jenis tanaman seperti teh, kopi, tembakau, dan cokelat.
- Zona Sejuk (1500–2500 mdpl): cocok untuk sayuran, kina, dan teh..
- Zona Dingin (>2500 mdpl): tidak ada tanaman budidaya hanya lumut yang bisa hidup
4. Klasifikasi Iklim Schmidt-Ferguson
Klasifikasi iklim Schmidt-Ferguson didasarkan pada perbandingan jumlah bulan basah dan bulan kering dalam setahun. Penentuan tipe iklim dilakukan dengan menghitung nilai Q menggunakan rumus:

Cara untuk mengetahui sebuah bulan disebut bulan basah atau kering adalah melalui curah hujan di bulan tersebut. Klasifikasi iklim menurut Schmidt-Ferguson kriteria bulan berdasarkan curah hujan adalah sebagai berikut:
- Bulan Basah: curah hujan >100 mm
- Bulan Lembab: curah hujan 60–100 mm
- Bulan Kering: curah hujan <60 mm
Dari hasil perhitungan nilai Q, wilayah akan dikelompokkan ke dalam 8 tipe iklim yang menggambarkan kondisi curah hujan tahunan, yaitu
- Tipe A, Q = 0 – 14.3%
- Tipe B, Q = 14,3% – 33,3%
- Tipe C, Q = 33,3% – 60%
- Tipe D, Q = 60% – 100%
- Tipe E, Q = 100% – 167%
- Tipe F, Q = 167% – 300%
- Tipe G, Q = 300% – 700%
- Tipe H, Q = >700%
Baca juga: Mitigasi Bencana: Pengertian, Pedoman, dan Langkahnya
5. Klasifikasi Iklim Oldeman
Klasifikasi Iklim Oldeman juga menggunakan curah hujan sebagai dasar pengelompokan, namun metode yang digunakan lebih sederhana dibandingkan Schmidt-Ferguson. Penentuan tipe iklim hanya didasarkan pada jumlah bulan basah dalam satu tahun, tanpa menggunakan rumus perbandingan. Berikut adalah klasifikasi iklim Oldeman:
- Iklim A, bulan basah secara berturut-turut > 9 kali
- Iklim B, bulan basah secara berturut-turut antara 7 – 9 kali
- Iklim C, bulan basah secara berturut-turut antara 5 -6 kali
- Iklim D, bulan basah secara berturut-turut antara 3 – 4 kali
- Iklim E, bulan basah secara berturut-turut < 3 kali
Pada iklim Oldeman, untuk menentukan tipe iklimnya kamu tidak perlu menggunakan rumus seperti iklim Schmidt-Ferguson. Kamu hanya perlu menentukan bulan basah dalam satu tahun berdasarkan curah hujannya. Berikut adalah kriteria bulan basah pada iklim Oldeman:
- Bulan Basah: curah hujan >200 mm
- Bulan Lembab: curah hujan 100–200 mm
- Bulan Kering: curah hujan <100 mm
—
Nah, itu tadi penjelasan lengkap tentang iklim, mulai dari pengertiannya hingga berbagai klasifikasinya. Dengan memahami klasifikasi iklim, kita bisa lebih mengenali karakteristik cuaca di berbagai wilayah serta hubungannya dengan kehidupan manusia.
Kalau kamu masih ingin memperdalam materi ini atau belajar topik menarik lainnya, yuk coba kelas gratis di Brain Academy! Kamu bisa belajar secara langsung di cabang terdekat atau mengikuti kelas online dari rumah.
Referensi:
Cut, M. 2025. Atmosfer (Cuaca dan Iklim) [daring]. Tautan: https://bloggeografi.id/wp-content/uploads/2010/08/atmosfer-cuaca-dan-iklim.pdf. Diakses tanggal 17 April 2025
Agus Pratomo. 2025. Dinamika Atmosfer dan Dampaknya Terhadap Kehidupan [daring]. Tautan: https://repositori.kemdikbud.go.id/21836/1/X_GEOGRAFI_KD-3.6_FINAL.pdf. Diakses tanggal 17 April 2025
Pengertian Iklim dan 5 Macam Klasifikasinya [daring]. Tautan: https://www.ruangguru.com/blog/klasifikasi-tipe-iklim. Diakses tanggal 17 April 2025


