Sosialisasi: Pengertian, Fungsi, Agen, Tahapan & Bentuk

sosialisasi

Sosialisasi membantu kita memahami peran dalam masyarakat. Yuk, pelajari pengertian, fungsi, jenis, bentuk, agen, dan tahapannya!

Pernahkah kamu mendengar istilah sosialisasi? Sosialisasi merupakan hal yang sangat penting, terutama sebagai makhluk sosial, kita hidup saling membutuhkan satu sama lain. Agar kita bisa hidup sesuai peran dan aturan dalam masyarakat, kita perlu memahami bagaimana cara berinteraksi dan aturan dalam masyarakat. Nah, untuk itu kita perlu menjalani proses sosialisasi. Apa itu sosialisasi? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

 

Pengertian Sosialisasi

Sosialisasi adalah proses di mana seseorang membentuk sikap dan perilaku agar sesuai dengan kelompoknya. Sosialisasi melibatkan proses belajar mengajar, yang mana seseorang mempelajari cara berinteraksi, peran, dan status sosial dalam masyarakat. Melalui sosialisasi, setiap orang memahami dan menjalankan hak, kewajiban, serta aturan yang ada dalam budaya mereka.

Proses sosialisasi mengajarkan kita tentang cara hidup yang sesuai dengan nilai, norma, dan kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Dengan demikian, kita bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial kita.

Baca juga: Struktur Sosial: Pengertian, Ciri-ciri, Jenis dan Contohnya

 

Pengertian Sosialisasi Menurut Ahli

Berikut adalah beberapa pengertian sosialisasi menurut para ahli:

1. Peter L. Berger

Menurut Peter L. Berger, seorang sosiolog dari Amerika Serikat, sosialisasi artinya proses pada seorang anak yang sedang belajar menjadi anggota masyarakat. 

2. Charlotte Buhler

Menurut Charlotte Buhler, sosialisasi adalah proses belajar dan beradaptasi untuk membantu anggota masyarakat memahami cara hidup dan cara berpikir kelompok mereka. 

3. Robert M. Z. Lawang

Sementara itu, menurut Robert M. Z. Lawang, sosialisasi adalah proses untuk mempelajari dan memahami aturan, nilai, peran, dan hal-hal lain yang dibutuhkan agar seseorang bisa berpartisipasi dengan baik dalam kehidupan sosial.

Baca juga: Konflik Sosial: Pengertian, Penyebab, Dampak & Contoh

 

Fungsi dan Tujuan Sosialisasi

Berikut adalah fungsi sosialisasi: 

  • Menjaga integrasi kelompok dalam masyarakat.
  • Membentuk pola perilaku dan kepribadian individu sesuai dengan nilai dan norma yang ada di masyarakat.
  • Menjaga keteraturan hidup masyarakat dengan mengikuti nilai dan norma yang diajarkan. 

 

Selain itu, tujuan sosialisasi antara lain: 

  • Memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam kehidupan masyarakat.
  • Mengembangkan kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik dengan orang lain.
  • Menanamkan nilai dan norma yang sesuai dengan peraturan dan kepercayaan masyarakat.
  • Membantu individu memahami peran dan status sosial mereka masing-masing.

 

Baca juga: Diferensiasi Sosial: Pengertian, Ciri, Contoh & Dampaknya

 

Agen-Agen Sosialisasi

Proses sosialisasi terjadi dalam kelompok masyarakat, dan ada beberapa pihak yang berperan penting dalam proses ini: 

1. Keluarga

Keluarga memiliki peran besar dalam mengajarkan anak tentang peranannya, baik di dalam keluarga maupun di masyarakat. Dari keluarga, anak belajar kebiasaan yang teratur, seperti cara makan, berpakaian, dan waktu tidur yang sehat. 

Keluarga juga mengajarkan anak untuk membangun hubungan yang baik dengan orang lain, baik di dalam keluarga (seperti ayah, ibu, dan saudara) maupun di luar keluarga. Jika anak mulai berperilaku yang tidak sesuai, orang tua harus segera mengingatkan dan mengarahkan anak ke perilaku yang lebih baik. Anak sangat pandai meniru, jadi orang tua perlu menjadi contoh yang baik.

Baca juga: Interaksi Sosial: Pengertian, Ciri, Syarat, Bentuk & Faktor

 

2. Teman Sepermainan

Teman sepermainan juga penting dalam pembentukan kepribadian anak. Anak-anak belajar banyak dari teman sebaya mereka dengan saling meniru dan berbagi pengalaman. Di sini, mereka mulai memahami orang lain di sekitar mereka. Dengan begitu, anak mulai membentuk kepribadiannya dan belajar berinteraksi dengan orang lain.

 

3. Lingkungan Sekolah

Sekolah berperan besar dalam perkembangan kepribadian anak. Di sekolah, anak belajar berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan dari mata pelajaran yang diajarkan oleh guru. Ini membantu anak memahami dunia luar dan menambah pengetahuan mereka.

 

4. Lingkungan Kerja

Lingkungan kerja juga mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang. Di tempat kerja, individu belajar tentang cara berinteraksi dengan rekan kerja dan bagaimana bertanggung jawab terhadap pekerjaan. Misalnya, seorang pengusaha, pedagang, atau petani belajar banyak tentang etika dan tanggung jawab di bidangnya masing-masing.

 

5. Media Massa, Cetak dan Komunikasi 

Saat ini, banyak proses sosialisasi yang terjadi lewat media massa, seperti majalah, surat kabar, dan media komunikasi seperti radio dan TV. Lewat media ini, seseorang bisa belajar banyak hal, dari tren sosial hingga informasi penting lainnya yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari.

 

Tahapan Sosialisasi

Menurut George Herbert Mead, tahapan sosialisasi terbagi menjadi empat yaitu: 

1. Tahap Persiapan 

Tahapan pertama dalam sosialisasi adalah persiapan. Proses ini dimulai sejak kita lahir untuk tumbuh dan mengenal orang lain. Kita akan memperoleh proses pemahaman dan meniru apa yang dilakukan oleh sekelilingnya. 

 

2. Tahap Meniru

Pada tahap meniru, anak mulai memahami lingkungan sekitar dengan meniru apa yang mereka lihat dan dengar. Misalnya, anak mulai kenal siapa namanya, nama ayah, ibu, dan mengenali wajah anggota keluarganya. 

tahap sosialisasi

Baca juga: Kelompok Sosial: Ciri, Contoh, Syarat & Proses Terbentuknya

 

3. Tahap Siap Bertindak

Pada tahap ini, anak mulai meningkatkan kemampuannya berinteraksi, terutama saat bermain dengan teman sebaya. Anak juga mulai memahami aturan di luar keluarganya. Misalnya, anak bisa berbagi makanan atau bergantian menggunakan mainan dengan temannya. 

 

4. Tahap Penerimaan Kolektif 

Saat anak sudah lebih dewasa, ia akan memahami nilai, norma, dan perannya di masyarakat. Ia mampu bekerja sama dan mengikuti aturan dalam kelompok yang lebih besar. Misalnya, remaja yang mulai aktif di OSIS atau menjadi ketua kelas yang mengerti dan menjalankan tugas sesuai posisinya.

 

Bentuk-Bentuk Sosialisasi

Ada dua bentuk atau jenis sosialisasi, yaitu sosialisasi primer dan sekunder. Ini penjelasannya: 

1. Sosialisasi Primer

Sosialisasi primer memiliki fungsi yaitu membentuk dasar kehidupan seseorang di masa depan. Sosialisasi primer adalah sosialisasi pertama dan utama yang dialami seseorang. Proses ini biasanya terjadi di lingkungan keluarga saat seseorang masih kecil, belum sekolah. Proses ini membantu mempersiapkan anak untuk berinteraksi dengan lingkungan masyarakat yang lebih luas.

 

2. Sosialisasi Sekunder

Sosialisasi sekunder adalah lanjutan dari sosialisasi primer. Pada tahap ini, seseorang mulai membangun identitas baru dalam lingkungan sosial di luar keluarga. Misalnya, saat anak-anak mulai mengenal sekolah sebagai tempat belajar, aturan, dan norma yang berlaku dalam sekolah dan masyarakat.

Demikianlah pembahasan tentang sosialisasi sebagai proses belajar mengajar mengenai perilaku yang sesuai dalam masyarakat. Sekarang kamu sudah lebih paham tentang sosialisasi, mulai dari pengertian, fungsi, tujuan, jenis-jenis, agen, hingga tahapannya. Kalau kamu tertarik belajar lebih banyak tentang materi sosiologi lainnya, yuk belajar di Brain Academy bareng Master Teacher yang super seru!

Brain Academy Branch

 

Sumber:

Ruswanto. 2009. Sosiologi untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. 

Fajri, Dwi Latifatui. 2021. Pengertian Sosialisasi, Bentuk dan Tahapannya [daring]. Tautan: https://katadata.co.id/berita/nasional/61c44f8a20fcb/pengertian-sosialisasi-bentuk-dan-tahapannya

Aris. Pengertian Sosialisasi: Fungsi, Tujuan, dan Prosesnya [daring]. Tautan: https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-sosialisasi/ (Diakses 25 November 2024).

Devi Lianovanda