15 Contoh Autobiografi Beserta Pengertian dan Ciri-Cirinya

contoh autobiografi

Autobiografi merupakan biografi yang ditulis oleh tokohnya sendiri atau dengan bantuan orang lain. Yuk, simak contoh autobiografi berbagai latar belakang berikut ini!

Pernahkah kamu membaca kisah hidup tokoh inspiratif seperti B.J Habibie atau R.A Kartini? Kisah-kisah ini biasanya kita baca dalam bentuk biografi, atau tulisan yang menceritakan perjalanan hidup seseorang. Tapi, biografi nggak selalu ditulis oleh orang lain, lho. Ada juga tokoh yang menuliskan kisah hidupnya sendiri, biasanya disebut dengan autobiografi. Apa itu autobiografi? Yuk ketahui pengertian, ciri-ciri, dan contohnya!

 

Pengertian Autobiografi

Autobiografi, atau otobiografi, berasal dari bahasa Yunani yaitu autos yang berarti sendiri, bios yang berarti hidup, dan graphein yang berarti menulis. Jadi, autobiografi adalah tulisan tentang perjalanan hidup seseorang yang ditulis oleh tokohnya sendiri. Bisa dibilang, autobiografi mirip seperti catatan harian, tetapi lebih lengkap dan menyeluruh. 

Tujuan autobiografi adalah untuk menunjukkan riwayat hidup penulis kepada orang lain. Autobiografi juga dapat digunakan sebagai syarat administratif untuk seleksi masuk bidang atau jenjang pendidikan tertentu.

Sekitar abad ke-19, autobiografi sering digunakan untuk mencatat peristiwa sejarah penting. Lalu, seiring berkembangnya zaman, autobiografi juga dianggap penting karena bisa menunjukkan perasaan, pengalaman pribadi, dan cara seseorang menghadapi perubahan zaman.

Baca juga: Biografi dan Autobiografi: Pengertian, Contoh & Perbedaannya

 

Ciri-Ciri Autobiografi

Berikut adalah beberapa ciri teks autobiografi:

  • Ditulis oleh tokoh itu sendiri atau dengan bantuan orang lain. 
  • Mengisahkan perjalanan hidup tokoh, mulai dari masa-masa sulit hingga mencapai keberhasilan.
  • Disertai dokumen atau bukti pendukung yang relevan.
  • Biasanya menggunakan sudut pandang orang pertama, tapi bisa juga pakai sudut pandang lain. 
  • Biasanya menonjolkan sisi positif dari kehidupan tokoh.
  • Tujuan penulisan autobiografi adalah agar pembaca lebih mengenal tokoh tersebut sekaligus mengambil pelajaran dari kisah hidupnya.

 

Baca juga: Contoh Teks Biografi Singkat yang Menginspirasi

 

Contoh Autobiografi

Setelah memahami pengertian dan ciri-cirinya, yuk simak contoh autobiografi dengan berbagai latar belakang berikut ini!

1. Contoh Autobiografi Diri Sendiri

Nama saya Al Habib Sholihul Amri biasa dipanggil Habib dan ada pula yang memanggil saya Amri. Saya anak laki-laki yang lahir pada 29 Februari 2000 di Pekanbaru, Riau. Saya adalah anak pertama dari tiga bersaudara, dari pasangan bapak Danil dan ibu Eka Suhela.

Saat usia 6 tahun, saya bersekolah di SDN 031 Pekanbaru yang sekarang berganti menjadi SDN 145 Pekanbaru. Setelah lulus SD, saya diterima di SMPN 22 Pekanbaru. Kemudian, saya melanjutkan ke SMKN 2 Pekanbaru.

Di SMKN 2 Pekanbaru saya mendapatkan dua prestasi yang pertama, yakni mendapat peringkat ketiga lomba Jaringan Olimpiade Teknologi Informasi dan Komunikasi (OTIK-9) SMA/SMK Sederajat se-Provinsi Riau yang diadakan oleh UIN Suska Riau. Selanjutnya saya mendapat peringkat kedua lomba jaringan Information Technology Olympiad (ITO-6) yang diselenggarakan oleh Politeknik Caltex Riau.

 

2. Contoh Autobiografi Singkat

Namaku Muhammad Mulkan Fauzi atau biasa dipanggil Mulkan oleh orang-orang di sekitarku. Aku memiliki hobi membaca buku dan bermain futsal dan lahir di kota Semarang pada tanggal 30 Oktober 1997 dari pasangan Rahmat Kartoso dan Linda Kusumaningtyas. Kakakku bernama Lusi Apriani yang sudah menikah dan kini tinggal bersama suaminya di Solo. Ia juga memiliki sepasang adik kembar perempuan bernama Sifa dan Isfi yang baru berusia 5 tahun.

Aku pertama kali masuk sekolah di tahun 2003-2009 di SDN Budi Mulya. Kemudian setelah lulus melanjutkannya ke SMPN 4 Karang Naga dari tahun 2010-2013. Dan kemudian melanjutkan sekolah lagi ke SMAN Tarakan 12 Semarang. di SMA ini dia mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Paskibra dan juga aktif dalam organisasi OSIS. Bahkan aku sempat menjabat sebagai wakil ketua OSIS di sekolahnya.

Aku adalah anggota tim futsal SMAN 12 Tarakan dan beberapa kali menjuarai kejuaraan futsal baik itu kejuaraan antar sekolah maupun umum. Di antaranya: Juara III Piala Walikota Semarang 2015, juara III futsal Hardiknas Cup 2015, juara pertama Kilimanjaro Cup 2016 dan lain sebagainya.

Aku memiliki cita-cita dalam beberapa tahun mendatang dapat bergabung dengan Tim Nasional futsal Indonesia dan membawa harum nama Bangsa di Asia dan Dunia.

 

3. Contoh Autobiografi Panjang 

Perjalanan hidupku di mulai pada tanggal 5 November 2000, pada tanggal itu merupakan hari paling bersejarah bagi Bapak Rizka Sasongko Aji dan Ibu Bintan Humeira. Mereka berdua telah mengucapkan janji suci pernikahan yang bertempat di Asrama Haji Pondok Gede. 

Pada hari tersebut juga merupakan hari paling bahagia karena ibu Bintan tengah merayakan hari jadinya bertepatan dengan pernikahan, itu mungkin merupakan kado terindah yang pernah diterima oleh ibu bintan. Kemudian berselang satu tahun pernikahan mereka, pada tanggal 7 Januari 2002, di salah satu rumah sakit di daerah Blok M, lahirlah si penulis autobiografi ini.

Ibuku dan ayahku memilih untuk pisah rumah dengan kakek dan nenekku, orang tua saya tinggal di sebuah rumah di daerah Kerinci, rumah di dapat atas pemberian kakek dan nenekku. Kami tinggal disana selama 4 bulan lamanya, banyak hal- hal mistis yang kedua orang tua saya alami selama kami tinggal di rumah tersebut. 

Saya belum mengetahui kejadian mistis apa yang mereka alami karena pada saat itu umurku baru 4 bulan, saya pernah mendengar cerita dari orang tua saya, bahwa mereka ketika tinggal di rumah itu pernah diganggu oleh makhluk gaib yang ada di sana.

Hingga pada akhirnya kami pindah sebelum kami pindah ke Ampera, nenekku mencarikan tanah di suatu daerah. Ibuku bilang “Daerah mana ni?”, nenekku menjawab “ini daerah Ampera”, nenekku membeli sepetak tanah untuk dibangun rumah kepada salah satu juragan tanah di daerah itu namanya Hj. Abdul Rahim, nenekku membelikan tanah selebar 168 M2. Dari tanah itulah mulai di bangun rumah tempat tinggalku yang baru.

Hari pertama saya bersekolah adalah pada saat saya berusia 4 tahun, saya bersekolah di salah satu sekolah di daerah Pasar Inpres, Cipete. Sekolah tersebut bernama Al-Syukro. Saya bersekolah di sana bersama dengan teman-teman dan saya sudah memiliki satu teman dekat yang bernama Rifaat, tapi saya biasa memanggil dia Aat. Saya bersekolah di sana hanya selama 1 tahun. Hal yang paling saya ingat dari sekolah itu adalah merayakan hari ulang tahun saya yang ke-5 di sana bersama teman-teman saya.

Setelah lulus dari TK, saya dan teman-temanku naik ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi yakni SD atau sekolah dasar. Hari pertama saya di sekolah dasar merupakan hari paling indah dalam hidupku saat itu, karena saya memiliki banyak teman di kelas, tidak dapat saya sebutkan satu persatu. ketika duduk di kelas satu saya belum merasakan perbedaan yang signifikan ketika saya berada di TK, saya pernah menyaksikan kejadian mengerikan kala itu, ketika saya duduk di kelas 2, saya pernah melihat salah satu temanku mengalami kecelakaan ketika bermain di tangga sekolahku, ia mengalami patah tulang di tangan dan ia tidak masuk selama beberapa minggu.

Hingga ketika saya kelas 5, saya mengikuti perlombaan pertama. Saya mengikuti lomba menjadi imam tingkat kelurahan yang diselenggarakan di salah satu SD negeri, saya dan teman temanku menjadi juara pertama pada tingkat kelurahan, dan kami berhak melaju untuk lomba tingkat kecamatan, namun sayang kami gagal mendapat juara pada tingkat kecamatan.

Setelah menjalani masa-masa SD selama 6 tahun, saya masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi, yakni SMP. Pada tahun pertama saya menjadi anak SMP, sebenarnya saya masuk ke MTS bukan SMP, saya merasa sangat bingung sekaligus senang karena saya bertemu dengan banyak sekali orang baru, di kelasku saja ada sekitar 38 siswa, dan angkatanku mencapai 286 orang siswa yang di bagi menjadi 8 kelas.

Ketika saya duduk di kelas 7, saya mengawali perjalanan masa MTS-ku dengan mengikuti kegiatan MOS. MOS adalah singkatan untuk masa orientasi siswa. Saya mengikuti MOS selama 3 hari, dan ketika MOS saya dikerjain oleh kakak kelasku, dari mulai memakai atribut yang membuat malu, meminta tanda tangan ke semua guru yang ada hingga membuat surat cinta untuk kakak kelas yang kita sukai. Itu merupakan pengalaman pertama saya merasakan MOS.

Masa kelas 7-ku belum habis sampai di situ. Ketika saya kelas 7 saya mengikuti program belajar bahasa Inggris di kampung Inggris, Pare, Kediri selama 1 bulan penuh. Menurutku dari seluruh kegiatan kelas 7-ku kegiatan inilah yang paling seru dan paling berkesan, pada kegiatan ini juga saya pertama kalinya naik kereta selama 18 jam lebih dari Jakarta ke stasiun Kediri. Sampai di stasiun Kediri saya dan teman temanku di jemput oleh bus yang langsung menuju ke tempat kami menginap. Sampai di sana saya pun langsung mandi membersihkan badan karena sudah seharian di kereta.

Selama di Pare saya dan teman-temanku belajar seminggu 5 hari, dan pada hari Sabtu & Minggu kami berjalan jalan ke tempat wisata di daerah Pare, namun yang paling teringat adalah ketika kami mengunjungi Simpang Lima Gumul, tempat itu sangat mirip dengan bangunan tembok bersejarah yang ada di kota Paris dan dua hari sebelum kami pulang ke Jakarta, kami menuju ke Jogja menggunakan bus, dan setelah menetap di Jogja selama 2 hari akhirnya kami pulang ke Jakarta menggunakan kereta.

Ketika kelas 9 saya juga mendapat gelar juara futsal sebanyak 3 kali. Itu merupakan pencapaian futsal terbaik dalam hidup saya. Pertama saya menjuarai PORSEMA, kemudian STAMP, dan yang terakhir AKSES. Dan perjuangan terakhir saya sebagai anak MTS adalah ketika saya menghadapi segala ujian yang diberikan oleh sekolah, dari mulai ujian praktik, UAMBN, USBN, dan UNBK. Awalnya saya berpikir sangat mustahil menjalani itu semua, namun kenyataannya saya sanggup untuk melewati itu semua.

Dan segala “kegilaan” saya di MTS berakhir dengan sebuah wisuda yang amat meriah. Wisuda saya dilaksanakan di salah satu kampus ternama di Tangerang, yakni UT atau universitas Terbuka. Itu merupakan pertama kali bagi saya merasakan perpisahan sekolah menggunakan pakaian yang benar-benar resmi, dan di akhir acara saya menampilkan penampilan persembahan kepada teman-teman saya di MTS.

 

4. Contoh Autobiografi Sunda

Ngaranna Ayu Rahma, lahir di Sukabumi, 1 Februari 1999, anak katilu ti tiga anak, buah ti pasangan Toni Surya jeung Siti Aminah. Ayu teh landihanana, lahir di kulawarga anu basajan pisan.

Bapanan guru honorer di madrasah aliyah, sedengkeun indungna gawena jadi kuli di pabrik sapatu. Ti leuleutik sok dijurung ku bapana sangkan salawasna getol ibadah, jujur, jeung bageur ka batur.

Anjeunna ngamimitian atikan di SDN 2 Sukabumi, teras saatos lulus anjeunna neraskeun ka SMPN 3 Sukabumi tahun 2013. Saparantos lulus SMP tahun 2015, anjeunna ngagabung sareng pamanna anu cicing di Kota Jakarta sareng neraskeun ka SMAN 5 Jakarta.

Tangu wae hal ieu ngajadikeun hatena bagja jeung leuwih sumanget dina nulis hususna sajak-sajak anu bertema sosial.

 

5. Contoh Biografi Diri Sendiri Panjang 

Saya lahir hari Kamis tanggal 17 Agustus 1983, di Desa Alor yang dulu kecamatannya Gegesik, sekarang pindah ganti menjadi Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon. Saya dibesarkan oleh kedua orang tua dari umur 0 tahun sampai 5 tahun. Layaknya anak-anak kecil yang suka bermain di mana suka dan duka anak kecil yang berusia 0 sampai 5 tahun, menangis kepada kedua orang tuanya kalau minta sesuatu tidak dituruti kayaknya anak-anak kecil yang lainnya sama seperti aku.

Menurut kedua orang tuaku saya tumbuh sangat cerdas pintar dan tidak bandel ataupun nakal seperti anak-anak yang lain. Saya anaknya penurut dan pendiam walaupun umurku masih balita tapi saya sudah bisa disuruh-suruh oleh kedua orang tuaku.

Umur 6 sampai 18 tahun saya seperti anak-anak lainnya, belajar sekolah masuk SD keluar SD lulus tahun 1994-1995 dan SMP keluar 1997-1998. Saya sekolah SD di SDN Gua Lor 1 Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon dan SMP saya di SMPN 2 Gegesik kabupaten Cirebon SMP. Saya mengikuti organisasi PMR palang merah remaja dan Alhamdulillah lulus dan melanjutkan sekolah ke SMK di Cirebon yaitu SMK PUI Cirebon.

Waktu itu di Jalan Perjuangan, saya mengambil jurusan di mesin tenaga atau mekanik umum pembelajaran waktu STM atau SMK meliputi mesin bubut otomotif las listrik dan las karbit. Alhamdulillah lulus STM pada tahun 2000-2001. Waktu sekolah STM, saya dari rumah ke sekolahan itu naik mobil yang namanya kopayu dari Cadangpinggan sampai ke Jalan Perjuangan dengan ongkos waktu itu 500 rupiah.

Setelah lulus SMK saya pergi ke luar desa untuk mencari pengalaman ke ibukota dan sempat bekerja di PT Muhammad yang berada di Ancol Jakarta Utara selama 1 tahun. Setelah itu kerja menjadi satpam di blok M selama 1 tahun, terus bekerja menjadi satpam di Tangerang 1 tahun.

Setelah itu, saya bekerja kerja menjadi tukang parkir di Jakarta selama 1 tahun dan pulang lagi ke kampung halaman. Lalu berangkat lagi ke daerah Cikarang untuk mencari kerja dan alhamdulillah kerja di PT Sinta selama 1 tahun dan habis kontrak. Lalu, saya menyetir pribadi dan narik taksi setelah itu kerja menjadi sopir ekspedisi di PT Cirebon kontainer membawa ekspor-impor.

Saya kemudian melamar ke ekspedisi pengangkut sepeda motor Honda di PT MJP yang kantornya di Karawang Barat. Setelah itu pindah lagi masih di ekspedisi pengangkut sepeda motor Honda di PT Karya Putra Lokatirta yang kantornya di Karawang timur Kosambi. Pengiriman sepeda motor Honda saya muat dari pabrik Cibitung kawasan MM2100 untuk di bawa ke pulau Bali yang gudangnya di Denpasar. Lalu saya berhenti jadi sopir ekspedisi pengangkut sepeda motor Honda tanggal 26 Juli 2019.

Sekarang saya ingin mengikuti kuliah di jurusan hukum supaya bisa dan mengerti tentang hukum yang ada di dunia terutama di Indonesia dan untuk bermanfaat bagi diri saya keluarga dan masyarakat. Tujuan saya masuk universitas Muhammadiyah Cirebon ingin menjadi sarjana hukum agar bisa mengayomi masyarakat yang tidak mengerti hukum untuk menuju keadilan yang seadil-adilnya.

Saya menikah pada tanggal 29 September 2007 dan Alhamdulillah sekarang sudah mempunyai 1 orang putra yang sekarang sudah berusia 7 tahun. Mungkin itu autobiografi saya, sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih.

 

6. Contoh Autobiografi Bahasa Sunda

Nurul Aini dibabarkeun di Garut, 10 Desember 1999. Anjeunna cikal ti tilu murangkalih, buah ti Suryo sareng Rima. Nurul teh landihananan, lahir di kulawarga anu kasang tukang tani.

Bapana tukang tani di kampung bari indungna digawe di imah ngurus adi-adina.

Riwayat atikanana dimimitian nalika asup SD umurna kurang leuwih 7 tahun. Ti SD anjeunna sok aya 5 besar di kelasna. Sanggeus lulus, Nurul nuluykeun atikananan di SMPN1 Garut. Saprak harita minatna kana dunya kuliner.

Saparantos lulus SMP, anjeunna mutuskeun neruskeun atikanana di salah sahiji SMK favorit di Garut. Berbekal peunteun ujian sakola anu lumayan alus, anjeunna junun meunang bangku di SMK anu dituju ku jurusan tata boga.

 

7. Contoh Autobiografi Diri Sendiri yang Menarik 

Nama lengkap saya Annisa Rahma. Di lingkungan keluarga, saya biasa dipanggil Rahma. Sedangkan di lingkungan pergaulan luar, saya sering dipanggil dengan Annisa. Saya lahir di Kediri, 01 Februari 1998. Saya adalah anak pertama dari 2 bersaudara. Ayah saya bernama Suharsono dan ibu saya bernama Nunik Dyah Winarni. Ayah saya bekerja sebagai seorang pengawas TK/SD di UPTD wates. Sedangkan ibu saya merupakan seorang wanita karir, beliau menjadi seorang guru di sebuah sekolah menengah pertama.

Pada tahun 2013, saya lulus dari sekolah menengah pertama dan melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya yaitu di SMAN 3 Kediri hingga saat ini. Saat ini saya sedang berada di kelas 11 dan menempuh jurusan Matematika IPA atau yang disingkat dengan MIA. Saya menempati kelas 11 MIA 1. Semenjak masuk SMA, saya memilih untuk mengikuti ekstrakurikuler Jurnalistik karena saya ingin mendalami dunia tulis-menulis.

Di ekstrakurikuler Jurnalistik, saya mendapatkan posisi sebagai Ketua Redaksi. Dalam bidang Jurnalistik, saya pernah mendapatkan Juara 3 karya tulis jurnalistik dalam event Festival Komunikasi STAIN tahun 2013. Saya ingin lebih mendalami menulis, karena saya bisa menyalurkan semua imajinasi maupun berbagai ide melalui tulisan. Sejak kelas 10, saya juga mulai belajar untuk aktif menulis di dunia blog, walaupun belum bisa konsisten hingga sekarang.

Cita cita saya menjadi seorang dokter gigi dan kadang saya juga bercita-cita menjadi pegawai pajak, kadang kala saya juga ingin bekerja menjadi crew pertelevisian. Rencana saya setelah lulus dari Sekolah Menengah Pertama yaitu bisa menjadi mahasiswa di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan mengambil Fakultas Kedokteran Gigi ataupun Fakultas Komunikasi. Motto saya yaitu “tetaplah menjadi diri sendiri, karena sesungguhnya dirimu lebih spesial daripada yang lain”.

 

8. Contoh Autobiografi Diri Sendiri dari Lahir Sampai SMA

Namaku Dewi Anggraeni, lahir di Majalengka, 12 Desember 1997. Aku adalah anak kedua dari lima bersaudara, buah dari pasangan Dimas Koswara dan Nyimas Ratuwangi. Dewi adalah panggilan akrab ku, Aku terlahir dari keluarga yang sangat sederhana. Ayahku seorang pegawai negeri sipil di lingkungan Pemda. Sedangkan Ibuku adalah seorang guru di sebuah Madrasah Tsanawiyah tak jauh dari rumah. Sejak kecil Ayah selalu menasihatiku agar rajin beribadah, bersikap jujur dan baik terhadap sesama.

Sejak menginjak kelas SMP dulu sebetulnya aku sudah suka dengan dunia kepenulisan, saya suka membaca dan menulis puisi-puisi ataupun cerpen walaupun tak pernah aku publikasikan kepada siapapun termasuk teman-teman dekatku. Rasa minder dan merasa tulisanku jelek kadang membuatku merasa tak berbakat menjadi seorang penulis.

Ketika menginjak kelas X SMA, aku mengikuti lomba menulis puisi antar sekolah se Kota Bandung dan puisiku yang berjudul “Senja di Barat Cikapundung” menjadi juara ke 3 dalam perlombaan tersebut. Tentu saja ini membuat hatiku senang dan semakin bersemangat dalam menulis, terutama puisi-puisi bertemakan lingkungan. Bagiku lingkungan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan karena lingkungan yang bersih dan asri dapat membuat jiwa manusia kuat dan sehat.

Selain itu aku juga aktif dalam berbagai kegiatan di sekolah, aku bergabung dengan organisasi Pramuka dan juga pernah menjabat sebagai pemimpin redaksi majalah dinding sekolah.

Saat ini aku masih duduk di kelas XII SMA jurusan Bahasa, setelah lulus nanti aku berencana untuk melanjutkan kuliah di jurusan Sastra Indonesia Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

 

9. Contoh Autobiografi Seorang Pemain Bulutangkis Sekolah

Namaku Liben Ananda, aku lahir tanggal 17 Agustus 1997 di Papua. Tetapi, saat ini aku sedang bersekolah di Jakarta sebagai siswa kelas X, jurusan IPS, tepatnya di SMAN 12 Jakarta.

Usiaku sekarang 17 tahun. Dari kecil, aku sudah suka sekali berolahraga dan bermain bulutangkis. Hingga kini, bulutangkis adalah cabang olahraga kesukaanku.

Oleh sebab itu, aku bercita-cita menjadi pemain bulutangkis yang hebat dan bisa membawa harum nama bangsa di kancah internasional.

Tidak hanya membanggakan Indonesia, tentu aku juga ingin membanggakan ayah dan mama yang sudah merawatku sejak kecil serta semua teman-temanku.

Dulu saat aku masih duduk di bangku kelas 5 SD, aku diberi hadiah ulang tahun berupa raket oleh kakeku. Kakek itu juga handal sekali dalam bermain bulutangkis.

Ia selalu mengajakku bermain dan mengajariku bagaimana bermain bulutangkis yang benar. Biasanya aku selalu menghabiskan waktu liburan sekolahku bersamanya bermain bulutangkis.

Dua tahun yang lalu saat aku masih berusia 15 tahun, aku menjadi perwakilan sekolah dalam sebuah kompetisi bulutangkis antar sekolah se-kabupaten.

Dan saat itu pula merupakan kali pertamaku mengikuti kompetisi resmi.

Aku sangat senang dan merasa bangga saat itu karena terpilih menjadi perwakilan sekolah. Kesempatan ini tidak aku sia-siakan sama sekali hingga aku berhasil melaju ke babak final.

Di final, ternyata aku harus menerima kekalahan dan menjadi juara 2. Tetapi, aku tidak bersedih karena ini juga merupakan salah satu pengalaman berharga yang akan ku kenang.

Saat ini aku menjadi salah satu anggota tim bulutangkis sekolahku. Seiring waktu, aku berharap kemampuanku terus meningkat agar aku bisa terus memperjuangkan cita-citaku sejak kecil. 

 

10. Contoh Autobiografi Singkat 

Aku lahir di Tangerang, 19 Desember 1996. Namun, saat ini aku tinggal di Bandung dan menginjak bangku kelas 2 SMA di SMA Negeri 1 dengan jurusan IPA. Hobiku adalah bernyanyi dan berolahraga, terutama renang. Bagiku, renang sudah seperti makanan sehari-hari yang menyehatkan tubuh.

Waktu umur 6 tahun, aku tinggal di dekat Sungai Cisadane. Setiap musim hujan, sungai tersebut meluap hingga banjir. Aku akhirnya sering mengungsi ke tempat lain, terkadang juga menginap di rumah keluarga lain. Hal itu terus berulang hingga kami memutuskan pindah kota.

Setelah memasuki bangku SMA, aku menyadari bahwa banjir tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat. Banyaknya orang yang membuang sampah sembarangan menyebabkan sungai meluap tanpa henti. Masyarakat perlu memperbaiki perilaku buruk yang merugikan lingkungan ini.

Oleh karena itu, aku akhirnya bergabung dengan Komunitas Go Earth. Komunitas ini mengajak banyak orang untuk aktif sebagai sukarelawan dalam membersihkan sampah-sampah di pantai dan sungai yang berserakan. Komunitas ini juga menjelaskan gaya hidup baru yang dapat memperbaiki lingkungan secara perlahan.

Kini, aku merasa bangga dengan pencapaian yang mau berusaha memperbaiki lingkungan. Semoga orang lain juga dapat tergerak dengan aksiku dan membantu menyehatkan lingkungan yang mulai rusak ini.

 

11. Contoh Autobiografi Saat Masih Kecil 

Nama saya Jeremy Maggi. Saya seorang guru di Orange Glen High School di Escondido, California. Saya sedang menulis esai autobiografi, sebuah cerita tentang suatu peristiwa dalam hidup saya dan bagaimana hal itu mengubah saya. Saya menulis tentang pertemuan menakutkan yang saya alami dengan ular derik ketika saya masih muda untuk menunjukkan apa yang saya pelajari dan untuk memberi tahu betapa pentingnya acara ini bagi saya.

Semuanya terjadi ketika musim panas tahun 1995 dan saya masih berumur 10 tahun. Saat itu, saya tinggal di Valley Center, California bersama orang tua dan saudara laki-laki saya. Rumah kami berada di pedesaan dan ada banyak tumbuhan dan hewan liar, dan saya senang berjalan-jalan dengan ayah saya melalui hutan belantara.

Pada hari itu, ayah saya, adik laki-laki saya, dan saya sedang berjalan-jalan di semak-semak di luar rumah saya. Saya ingin memimpin, jadi saya berjalan di depan, saudara laki-laki saya mengikuti saya, dan ayah saya di belakang.

Itu adalah hari yang indah ketika kami mulai berjalan; langit biru tua di atas kami, matahari menyinari kami dari atas kepala kami, dan di sekeliling Anda bisa mendengar dengungan serangga dan gemerisik angin di dedaunan semak hijau yang indah. Aku bisa mencium bau indah bunga musim panas di sekitarku.

Tiba-tiba seekor ular besar muncul di hadapan saya. Awalnya, saya tidak peduli dan mengganggunya dengan kayu kecil.

Namun, ular tersebut langsung mengejar saya dan berusaha menggigit. Saya panik dan berlari sekencang mungkin. Ayah yang melihat peristiwa tersebut langsung memanggil nama saya secara histeris dan menarik saya sekuat tenaga dari area hutan.

Meski sudah bertahun-tahun, cerita ini masih membekas di benak saya. Saya sangat ingat hari itu, dan saya bersyukur ayah saya menyelamatkan saya dari gigitan ular. Saya juga belajar bahwa saya harus lebih berhati-hati saat berjalan di alam liar dan memperlakukan hewan dengan hormat. Itulah mengapa ini adalah peristiwa penting dalam hidup saya.

 

12. Contoh Autobiografi Diri Sendiri 

Namaku Nuraeni, aku tinggal di kota Bandung dan menjadi salah satu siswi kelas XI, SMA Negeri 76 Bandung Jurusan IPA. Aku lahir di Ambon pada tanggal 10 Agustus 1999.

Semasa kecil aku pernah tinggal di dekat kali Ciliwung. Setiap musim hujan rumahku selalu kebanjiran dan kemudian aku bersama keluarga akan mengungsi ke tempat penampungan. Kejadian seperti ini terus saja terulang dari tahun ke tahunnya sehingga membuatku berpikir bahwa banjir bukan semata karena faktor alam. Tapi juga karena faktor manusia yang sering membuang sampah di sungai, juga pemukiman liar di bantaran sungai dan kurangnya resapan air.

Itulah yang membuat hatiku tergerak untuk ikut menyadarkan masyarakat agar tak membuang sampah sembarangan. Aku pun kemudian bergabung dengan komunitas peduli lingkungan di kota Jakarta. Setiap akhir pekan gadis berkulit hitam manis ini ikut melakukan penyuluhan dan bakti sosial. Untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan lingkungan.

Saat ini Aku tinggal bersama ayah yang berprofesi sebagai pegawai swasta di perumahan Puri Makmur no 103 Kemang. Selain aktif di komunitas peduli lingkungan, ia juga aktif di komunitas sepeda Batavia, komunitas tanaman hias dan juga komunitas parkour Jakarta Selatan.

 

13. Contoh Autobiografi tentang Perjalanan Menjadi Penulis 

Sejak kecil, aku sudah membayangkan diriku akan menjadi seorang penulis. Namun, ternyata jalan yang harus kulalui untuk menjadi penulis begitu panjang dan tidak mudah. Aku mulai suka menulis sejak bisa membaca banyak majalah anak-anak pada usia SD. Kemudian aku belajar menulis cerita pendek seperti yang biasa kubaca dalam majalah anak-anak tersebut.

Hobi menulis tersebut membuatku bergabung dalam klub menulis di SMP dan klub jurnalistik di SMA, serta unit kegiatan mahasiswa bidang jurnalistik di bangku kuliah. Lulus dari perguruan tinggi, aku mencoba menulis, tetapi tidak ada sambutan antusias terhadap hasil karyaku. Tidak ada penerbit yang melirik naskahku meski aku sudah mengirimkannya ke lebih dari 10 penerbit di Indonesia.

Aku pun bekerja sebagai jurnalis, merintis karir dari wartawan hingga akhirnya mencapai posisi redaktur. Ketika menjadi redaktur inilah, aku memiliki cukup banyak waktu luang di samping mengelola isu dan mengerjakan kepentingan administratif di kantor. Kuisi waktuku dengan menulis. R

upanya, jauh lebih mudah menulis ketika aku sudah mengantongi banyak pengalaman dan wawasan dari profesi jurnalis ini. Aku bersyukur akhirnya dapat menerbitkan buku pertamaku pada usia 30 tahun, membahas tentang geopolitik Indonesia.

 

14. Contoh Autobiografi Seorang Guru

Nama saya Yudi Prasetyo. Saya seorang guru SD. Mungkin bagi Anda sekalian, pekerjaan ini mudah dan bahkan terkesan remeh. Namun, saya merasakan sendiri bagaimana beratnya menjadi seorang guru. Apalagi honorer. Meskipun banyak kesulitan yang saya lalui, tidak pernah sedetik pun saya menyesal menjadi guru. Sebab, menjadi guru adalah panggilan jiwa saya.

Saya senang mengajar sejak kecil. Saya menyadari ini dari kebiasaan saya mengajar dua adik saya ketika masih duduk di bangku sekolah. Saya mulai mengajar di tempat les sejak SMA pada 2002. Kegembiraan yang saya rasakan selama mengajar di tempat les membuat saya tidak ragu memilih jurusan PGSD di bangku kuliah.

Awalnya, menjadi guru dengan status PNS adalah tujuan utama saya. Namun, takdir berkata lain. Setiap seleksi PNS guru, saya selalu gagal. Pada 2010, saya sempat berpikir untuk berhenti menjadi guru dan banting setir menjadi pengusaha saja. Namun, ada satu momen dimana jiwa saya kembali terpanggil, yakni ketika anak saya minta diajari pelajaran sekolah.

Sekarang, sudah 15 tahun saya mengabdi sebagai guru honorer.

 

15. Contoh Autobiografi Pengusaha Perabot Dapur

Orang mengenal saya dengan sebutan ‘Raja Perabot Dapur’. Nama saya mungkin sulit diingat karena terlalu biasa, Agus Susanto, sehingga orang memberi julukan yang unik. Julukan itu sendiri tidak asal disematkan. Saya merintis usaha produsen perabot dapur sejak tahun 1956.

Saya awali usaha kecil saya di gudang dekat rumah, menyulapnya menjadi tempat produksi kecil-kecilan. Saya melakukannya sambil belajar tentang bisnis dan ekonomi. Pelan-pelan, saya mengembangkan bisnis dari gudang dekat rumah ke pabrik ukuran sedang. Karyawan saya yang awalnya hanya 5 orang, berkembang menjadi 500 orang pada 1965.

Saya mematenkan produk perabot dapur buatan saya, MasAgus, pada 1968. Sejak saat itu, usaha saya berkembang pesat hingga bisa berproduksi di pabrik besar di beberapa kota. Pada 2000, produk saya resmi mendapatkan penghargaan sebagai produk perabot dapur terbaik di Indonesia.

Demikian pembahasan mengenai contoh autobiografi dengan berbagai latar belakang dan kisah. Semoga membantumu memahami materi dengan baik dan bisa menjadi referensi untuk tugas sekolah ya. Kalau kamu mau belajar lebih banyak lagi soal materi bahasa Indonesia atau pelajaran lainnya, yuk gabung di Brain Academy!

IDN CTA Blog Brain Academy Center

 

Sumber: 

Rifqah, Nabila. 2024. 12 Contoh Autobiografi Versi Singkat-Panjang untuk Referensi Tugas Sekolah [daring]. Tautan: https://www.detik.com/sulsel/berita/d-7327617/12-contoh-autobiografi-versi-singkat-panjang-untuk-referensi-tugas-sekolah

Sitanggang Debora DKP, Adelia Wreta. 2022. 10 Contoh Autobiografi Singkat Beserta Struktur dan Cara Membuatnya [daring]. Tautan: https://www.detik.com/jabar/berita/d-6231908/10-contoh-autobiografi-singkat-beserta-struktur-dan-cara-membuatnya

Kumparan. Contoh Biografi Bahasa Sunda Diri Sendiri Singkat [daring]. Tautan: https://kumparan.com/ragam-info/2-contoh-biografi-bahasa-sunda-diri-sendiri-singkat-222zsgMbI1w (Diakses 22 September 2025)

Devi Lianovanda