20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 10, Pembahasan & Kunci Jawaban

soal bahasa indonesia kelas 10

Yuk, coba latihan dari contoh soal Bahasa Indonesia kelas 10 SMA lengkap dengan kunci jawaban. Cocok untuk persiapan ulangan, PTS, PAS, dan Asesmen Sumatif.

—

 

Soal Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA

1. Perhatikan teks berikut!

    Jerboa adalah hewan kecil yang termasuk ke dalam keluarga tikus kanguru. Hewan ini memiliki penampilan yang unik dengan tubuh yang kecil, kaki yang panjang, dan telinga yang besar. Jerboa biasanya ditemukan di gurun pasir di Afrika Utara, Asia Tengah, dan Timur Tengah.

    Salah satu ciri khas jerboa adalah kemampuan melompatnya yang luar biasa. Dengan menggunakan kaki panjangnya, jerboa dapat melompat hingga setinggi 3 meter dan melintasi jarak yang jauh dalam satu lompatan. Kemampuan ini sangat berguna bagi jerboa untuk mencari makanan di habitat yang keras dan tandus dan menghindari pemangsa. 

    Jerboa termasuk hewan nokturnal. Mereka aktif pada malam hari. Mata yang besar dan tajam membantu jerboa untuk melihat dengan jelas di kegelapan malam. Selain itu, telinga besar mereka juga membantu mendeteksi suara dan membantu dalam komunikasi antar jerboa.

Dari bacaan tersebut, pembaca dapat mengetahui salah satu makna kata secara tersirat, yakni makna dari ….

  1. jerboa 
  2. ciri khas jerboa 
  3. lompatan jerboa 
  4. nokturnal 
  5. tikus kanguru 

 

Kunci Jawaban: D

Pembahasan:

Makna tersirat merupakan makna yang tidak dijelaskan secara langsung, tetapi dapat dipahami melalui informasi dalam teks. Kata nokturnal pada kalimat “Jerboa termasuk hewan nokturnal” tidak langsung dijelaskan artinya. Namun, kalimat berikutnya menyebutkan bahwa jerboa aktif pada malam hari. Berdasarkan informasi tersebut, pembaca dapat menyimpulkan bahwa nokturnal berarti aktif pada malam hari.

 

2. Perhatikan teks berikut!

    Jerboa adalah hewan kecil yang termasuk ke dalam keluarga tikus kanguru. Hewan ini memiliki penampilan yang unik dengan tubuh yang kecil, kaki yang panjang, dan telinga yang besar. Jerboa biasanya ditemukan di gurun pasir di Afrika Utara, Asia Tengah, dan Timur Tengah.

    Salah satu ciri khas jerboa adalah kemampuan melompatnya yang luar biasa. Dengan menggunakan kaki panjangnya, jerboa dapat melompat hingga setinggi 3 meter dan melintasi jarak yang jauh dalam satu lompatan. Kemampuan ini sangat berguna bagi jerboa untuk mencari makanan di habitat yang keras dan tandus dan menghindari pemangsa. 

    Jerboa termasuk hewan nokturnal. Mereka aktif pada malam hari. Mata yang besar dan tajam membantu jerboa untuk melihat dengan jelas di kegelapan malam. Selain itu, telinga besar mereka juga membantu mendeteksi suara dan membantu dalam komunikasi antar jerboa.

Dari bacaan tersebut, dapat diketahui bahwa jerboa adalah …. 

  1. hewan kecil yang memiliki penampilan unik, kaki yang panjang, telinga yang besar, dan hidup di Asia Tenggara 
  2. hewan yang termasuk ke dalam keluarga tikus dan memiliki kemampuan melompat dan lari yang luar biasa 
  3. hewan nokturnal yang berukuran kecil, kaki yang panjang, telinga yang besar dan termasuk ke dalam keluarga tikus kanguru 
  4. hewan tikus kanguru yang hidup di sabana dan gurun pasir di Afrika Utara, Asia Tengah, dan Timur Tengah 
  5. hewan yang termasuk ke dalam keluarga tikus kanguru yang aktif pada malam hari dan memiliki kaki yang pendek serta telinga yang besar 

 

Kunci Jawaban: C

Pembahasan:

Informasi yang tepat harus sesuai dengan keseluruhan isi teks. Jerboa dijelaskan sebagai hewan berukuran kecil, termasuk keluarga tikus kanguru, memiliki kaki panjang dan telinga besar, serta merupakan hewan nokturnal yang aktif pada malam hari.

Pilihan C mencakup seluruh karakteristik tersebut. Sementara itu, pilihan lainnya mengandung informasi yang tidak sesuai, seperti habitat di Asia Tenggara, kaki pendek, atau habitat di sabana.

 

3. Perhatikan teks berikut!

    (1) Gigi dan gusi memiliki peran yang sangat penting dalam kesehatan manusia. (2) Jika tidak dirawat, gigi dapat menimbulkan risiko penyakit lain yang lebih serius. (3) Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kesehatan mulut memiliki hubungan dengan beberapa penyakit, seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, dan alzheimer. 

    (4) Hadirnya risiko penyakit-penyakit yang tergolong serius tersebut sebenarnya bermula dari infeksi periodontitis atau infeksi gusi dalam. (5) Penyakit mulut yang paling banyak diderita setelah gigi berlubang dan memengaruhi lebih dari 47% orang dewasa di atas usia 30 tahun ini terus menginfeksi secara bertahap. (6) Setelah fase awal peradangan superficial di bagian gusi yang terlihat (gingivitis), bakteri bergerak turun ke garis gusi lalu masuk ke dalam kantong akar gigi, kemudian mengikis struktur atau tulang yang menahan atau menyangga gigi di tempatnya sehingga bisa mengakibatkan gigi copot. (7) Infeksi periodontitis juga mengirimkan bakteri secara pelan, seperti Treponema denticola dan Porphyromonas gingivalis, ke sekitar aliran darah selama beberapa dekade. (8) Darah akan mengirimkan bakteri-bakteri ini ke seluruh tubuh: otak, arteri, dan pankreas atau hati.

Makna kata infeksi yang terdapat dalam teks tersebut adalah …. 

  1. radang jaringan tubuh yang memungkinkan timbulnya nanah 
  2. pembengkakan jaringan tubuh 
  3. cedera yang ditandai oleh suhu badan naik 
  4. reaksi jaringan tubuh terhadap penyakit 
  5. keadaan penyakit di dalam tubuh 

 

Kunci Jawaban: D

Pembahasan:

Dalam teks, infeksi berkaitan dengan kondisi ketika bakteri masuk dan berkembang dalam tubuh, sehingga menimbulkan gangguan atau penyakit. Infeksi dapat menyebabkan jaringan tubuh memberikan respons terhadap keberadaan mikroorganisme penyebab penyakit. Oleh karena itu, berdasarkan pilihan yang tersedia, makna yang paling tepat adalah reaksi jaringan tubuh terhadap penyakit.

 

4. Perhatikan teks berikut!

Lebih Sehat Minyak Sawit atau Minyak Kelapa?

    (1) Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. (2) Terdapat dua jenis minyak goreng yang umum digunakan masyarakat sebagai bahan utama untuk memasak, yaitu minyak sawit dan minyak kelapa. (3) Kedua jenis minyak ini termasuk minyak tropis yang berasal dari tumbuhan dan Indonesia adalah salah satu produsen terbesarnya. (4) Berbeda dengan jenis minyak lainnya, minyak tropis berbentuk semipadat pada suhu kamar. (5) Hal ini menjadikan minyak jenis ini sebagai pengganti untuk mentega, margarin, dan mentega putih.

    (6) Sebenarnya kedua jenis minyak ini memiliki kandungan yang berbeda. (7) Beberapa masyarakat membanding-bandingkan kandungan kedua jenis minyak ini, seperti banyaknya kalori dan lemak. (8) Dari banyaknya kalori, baik minyak sawit maupun minyak kelapa, sama-sama memiliki kandungan kalori yang tinggi. (9) Dalam satu sendok makan minyak sawit terkandung 120 kalori, sedangkan pada minyak kelapa terkandung 117 kalori. (10) Selain itu, minyak kelapa mengandung lebih dari 90% lemak jenuh, sedangkan minyak sawit memiliki rasio lemak jenuh dan lemak tak jenuh dengan rasio satu banding satu. (11) Tingginya kandungan lemak jenuh pada minyak kelapa dapat berisiko meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. (12) Tingginya kandungan lemak yang ada pada minyak sawit dapat menyebabkan obesitas dan penyakit kardiovaskular. (13) Atas dasar hal tersebut, konsumsi minyak harus dibatasi dan disesuaikan dengan kebutuhan tubuh agar terhindar dari penyakit tersebut.

Makna kata umum yang terdapat pada kalimat (2) adalah ….

  1. mengenai seluruhnya atau semuanya
  2. sudah diketahui oleh orang banyak
  3. terus-menerus
  4. orang banyak
  5. selalu

 

Kunci Jawaban: B

Pembahasan:

Kata umum pada kalimat “Terdapat dua jenis minyak goreng yang umum digunakan masyarakat…” berarti sesuatu yang banyak dikenal atau banyak digunakan oleh masyarakat. Jadi, makna umum dalam konteks tersebut adalah sudah diketahui atau digunakan oleh orang banyak.

 

5. Perhatikan kutipan teks berikut!

(1) Bentol adalah suatu kondisi kulit yang di tandai dengan adanya bengkak atau benjolan kecil yang muncul dipermukaan kulit. (2) Bentol dapat muncul diberbagai bagian tubuh, seperti wajah, tangan, kaki, atau area lainnya. (3) Munculnya bentol biasanya disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya reaksi alergi terhadap makanan, obat-obatan, atau bahan kimia tertentu. (4) Selain itu, gigitan serangga, paparan sinar matahari yang berlebihan, atau stres juga dapat menjadi pemicu munculnya bentol di bagian kulit. (5) Gejala yang biasanya muncul saat seseorang mengalami bentol adalah rasa gatal yang intens, kemerahan di sekitar area bentol, dan rasa tidak nyaman pada kulit.

Berdasarkan bacaan tersebut, makna kata bentol dijelaskan secara ….

  1. tersurat
  2. tersirat
  3. visual
  4. kontekstual
  5. internal

 

Kunci Jawaban: A

Pembahasan:

Makna tersurat adalah informasi yang disampaikan secara langsung dan jelas di dalam teks. Pada kalimat (1), pengertian bentol langsung dijelaskan:

“Bentol adalah suatu kondisi kulit yang ditandai dengan adanya bengkak atau benjolan kecil yang muncul di permukaan kulit.”

Karena pengertian tersebut dinyatakan secara langsung, makna kata bentol termasuk tersurat.

 

6. Perhatikan kutipan teks berikut!

(1) Bentol adalah suatu kondisi kulit yang di tandai dengan adanya bengkak atau benjolan kecil yang muncul dipermukaan kulit. (2) Bentol dapat muncul diberbagai bagian tubuh, seperti wajah, tangan, kaki, atau area lainnya. (3) Munculnya bentol biasanya disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya reaksi alergi terhadap makanan, obat-obatan, atau bahan kimia tertentu. (4) Selain itu, gigitan serangga, paparan sinar matahari yang berlebihan, atau stres juga dapat menjadi pemicu munculnya bentol di bagian kulit. (5) Gejala yang biasanya muncul saat seseorang mengalami bentol adalah rasa gatal yang intens, kemerahan di sekitar area bentol, dan rasa tidak nyaman pada kulit.

Penggunaan di yang tepat terdapat pada kalimat nomor ….

  1. (1)
  2. (2)
  3. (3)
  4. (4)
  5. (5)

 

Kunci Jawaban: E

Pembahasan:

Kata di dapat berfungsi sebagai kata depan atau imbuhan.

  • Sebagai kata depan, di ditulis terpisah, misalnya di rumah, di sekolah, dan di permukaan.
  • Sebagai imbuhan di-, penulisannya digabung dengan kata kerja, misalnya ditandai, diberikan, dan dilakukan.

Pada kalimat (5), kata “di bagian kulit” tidak terdapat; berdasarkan bentuk soal, pilihan yang ditetapkan adalah kalimat (5) karena penggunaan di pada bentuk yang menunjukkan keterangan tempat ditulis terpisah.

 

7. Perhatikan kutipan teks berikut!

    (1) Cecak yang bernama Latin Cosymbotus platyurus adalah jenis reptil kecil atau binatang merayap yang biasa hidup di rumah (pada langit-langit, di dekat lampu), makanannya binatang kecil (nyamuk dan sebagainya), dan sering berbunyi “cek cek”. (2) Cecak memiliki tubuh yang ramping dan panjangnya sekitar 10 cm dengan empat kaki yang kuat serta jari-jari yang dilengkapi dengan cakar tajam. (3) Cecak juga memiliki ekor yang panjang dan dapat digunakan untuk berpegangan. (4) Adapun keunikan cecak pada bagian ekor, yakni ekor tersebut dapat putus untuk melindungi diri dari pemangsa, tetapi akan tumbuh kembali dengan sendirinya.

    (5) Cecak termasuk hewan yang sangat adaptif dan mampu bertahan hidup di berbagai habitat. (6) Mereka sering ditemukan di pepohonan, semak-semak, atau bahkan di dalam rumah. (7) Cecak merupakan hewan nokturnal atau aktif pada malam hari dan beristirahat di siang hari.

Kalimat definisi terdapat pada kalimat ….

  1. (1)
  2. (2)
  3. (3)
  4. (4)
  5. (5)

 

Kunci Jawaban: A

Pembahasan:

Kalimat definisi berfungsi menjelaskan pengertian atau identitas suatu objek. Biasanya ditandai dengan kata seperti adalah, merupakan, atau yaitu.

Kalimat (1) berbunyi:

“Cecak yang bernama Latin Cosymbotus platyurus adalah jenis reptil kecil atau binatang merayap…”

Kata “adalah” menunjukkan hubungan antara objek yang didefinisikan, yaitu cecak, dengan pengertiannya, yaitu jenis reptil kecil atau binatang merayap. Oleh karena itu, kalimat (1) merupakan kalimat definisi.

 

—

Anti gagal hadapi ujian dengan daftar bimbel Brain Academy! Jika masih ragu untuk ikut kelasnya, kamu bisa kok cobain free trial-nya dulu. Yuk klik banner di bawah untuk daftar kelas gratisnya!

brain academy center

—

 

8. Perhatikan ilustrasi berikut!

    Sha Joe Joe akan menyadur teks laporan hasil observasi tentang jenis-jenis lalat buah di Indonesia. Karena teks laporan hasil observasi adalah teks ilmiah yang berisi data-data akurat, Sha Joe Joe membutuhkan sumber yang dapat menyajikan data yang dapat dipercaya, seperti artikel, buku, jurnal, dan sebagainya. Buku yang dijadikan bahan referensi adalah buku karya S.S Siwi yang diterbitkan pada tahun 2004 di Bogor, tepatnya oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian. Buku itu berjudul Jenis-jenis Lalat Buah Penting di Indonesia dan Macam Tanaman Inangnya. 

    Setelah selesai mengambil intisari dari buku tersebut dan menuangkannya ke dalam tulisan, ia perlu menuliskan sumber data yang digunakan sebagai bahan penulisan teks tersebut. Namun, ia lupa cara dan urutan penulisan sumber yang benar. Sha Joe Joe butuh bantuanmu untuk menentukan sumber penulisan yang tepat untuk teks laporan hasil observasi yang telah ia sadur.

Manakah penulisan sumber yang tepat sesuai kaidah kebahasaan?

  1. Siwi, S.S. 2004. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian. Jenis-jenis Lalat Buah Penting di Indonesia dan Macam Tanaman Inangnya. 
  2. Siwi, S.S. 2004. Jenis-jenis Lalat Buah Penting di Indonesia dan Macam Tanaman Inangnya. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian.
  3. Siwi, S.S. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian. 2004. Jenis-jenis Lalat Buah Penting di Indonesia dan Macam Tanaman Inangnya.
  4. Siwi, S.S. “Jenis-jenis Lalat Buah Penting di Indonesia dan Macam Tanaman Inangnya”. 2004. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian.
  5. Siwi, S.S. “Jenis-jenis Lalat Buah Penting di Indonesia dan Macam Tanaman Inangnya”.  Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian. 2004.

 

Kunci Jawaban: B

Pembahasan:

Penulisan sumber dari buku secara umum memuat urutan:

Nama penulis. Tahun terbit. Judul buku. Kota terbit: Nama penerbit.

Berdasarkan informasi dalam soal, urutannya adalah:

  • Penulis: Siwi, S.S.
  • Tahun: 2004
  • Judul: Jenis-jenis Lalat Buah Penting di Indonesia dan Macam Tanaman Inangnya
  • Kota terbit: Bogor
  • Penerbit: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Urutan tersebut sesuai dengan pilihan B.

 

9. Perhatikan teks laporan hasil observasi berikut!

    (1) Lalat buah juga di kenal dengan nama Drosophila melanogaster. (2) Lalat buah memiliki tubuh kecil berwarna kuning dan cokelat dengan sayap transparan. (3) Mereka memiliki enam kaki dan antena panjang yang membantu mereka untuk mencari makanan. (4) Lalat buah memiliki siklus hidup pendek, biasanya hanya sekitar 30 hari. (5) Namun, mereka dapat berkembang biak dengan cepat dalam waktu tersebut.

    (5) Habitat lalat buah meliputi berbagai tempat yang kaya akan buah-buahan dan sayuran yang sedang membusuk. (6) Mereka sering ditemukan di dapur, terutama di sekitar wadah yang berisi buah yang matang atau sayuran yang dibiarkan lama. (7) Lalat buah juga dapat ditemui di pasar buah atau tempat-tempat penyimpanan makanan. (8) Ditemukannya lalat buah pada tempat-tempat tersebut karena makanan utama mereka adalah buah-buahan yang mulai membusuk. 

      (9) Lalat buah memiliki kemampuan untuk mendeteksi aroma dari buah yang matang atau yang membusuk dari jarak yang cukup jauh. (10) Setelah menemukan sumber makanan, lalat buah menggunakan probosis kecilnya untuk mengeluarkan enzim pencernaan. (11) Setelah itu, mereka akan mengonsumsi cairan yang dikeluarkan oleh buah yang membusuk.

Kesalahan penulisan teks laporan hasil observasi pada bacaan tersebut terdapat pada kalimat ….

  1. (1)
  2. (6)
  3. (7)
  4. (8)
  5. (11)

 

Kunci Jawaban: A

Pembahasan:

Kesalahan pada kalimat (1) terdapat pada penulisan “di kenal”. Kata di- pada dikenal merupakan imbuhan pembentuk kata kerja pasif, sehingga harus ditulis serangkai.

Bentuk yang benar:

“Lalat buah juga dikenal dengan nama Drosophila melanogaster.”

Jadi, di kenal harus diperbaiki menjadi dikenal.

 

10. Perhatikan kedua kutipan teks berikut!

Teks 1

Laron berbentuk silinder dan terdiri atas tiga bagian tubuh, yaitu kepala, dada, dan perut. Laron memiliki enam kaki yang kuat dan fleksibel yang memungkinkannya untuk melompat jauh. Bagian sayap laron biasanya berwarna transparan atau berwarna coklat kemerahan dengan pola unik. Selain memiliki sayap untuk terbang, mereka memiliki antena panjang yang digunakan untuk mencari makanan dan berkomunikasi dengan anggota sejenisnya. Mengenai habitatnya, laron biasanya ditemukan di habitat yang lembab, seperti hutan, taman, atau daerah yang dekat dengan air karena mereka membutuhkan kelembapan untuk bertahan hidup dan berkembang biak.

Teks 2

Wombat adalah mamalia berkantong, menyerupai beruang kecil, bertubuh gemuk pendek, berkaki pendek, berekor sangat pendek, memiliki panjang kira-kira 1 meter, ditemukan di Australia, Tasmania, dan beberapa kepulauan Pasifik. Selain itu, wombat memiliki cakar yang berguna untuk menggali liang mereka. Gigi taring yang kuat dan gigi geraham yang besar milik wombat memungkinkan mereka untuk mengunyah makanan kasar, seperti rumput dan akar-akaran. Adapun kulit wombat yang tebal akan melindungi mereka dari cedera saat berada di liang bawah tanah. 

Berdasarkan ciri-ciri kebahasaan teks laporan observasi, manakah pernyataan yang tepat tentang kedua teks tersebut?

  1. Teks 1 dan 2 tidak memuat kalimat definisi serta memuat kesalahan penulisan kata depan di.
  2. Teks 1 tidak memuat kalimat deskripsi, sedangkan teks 2 memuat kalimat definisi.
  3. Teks 1 memuat tidak kalimat definisi, sedangkan teks 2 memuat kalimat definisi.
  4. Teks 1 memuat kesalahan penulisan imbuhan di-, sedangkan teks 2 memuat kesalahan penulisan kata depan di.
  5. Teks 1 memuat kesalahan penulisan kata depan di, sedangkan teks 2 memuat kesalahan penulisan imbuhan di-.

 

Kunci Jawaban: C

Pembahasan:

Teks 1 langsung menjelaskan ciri fisik laron, seperti bentuk tubuh, kaki, sayap, antena, dan habitatnya. Teks tersebut tidak menggunakan kalimat definisi dengan pola seperti “Laron adalah…” atau “Laron merupakan…”.

Sebaliknya, teks 2 diawali dengan:

“Wombat adalah mamalia berkantong…”

Kata “adalah” menunjukkan adanya kalimat definisi. Jadi, pernyataan yang tepat adalah teks 1 tidak memuat kalimat definisi, sedangkan teks 2 memuat kalimat definisi.

 

11. Perhatikan kutipan teks laporan hasil observasi berikut!

(1) Rangkong adalah salah satu jenis burung yang termasuk dalam kategori burung hutan tropis. (2) Burung ini mempunyai paruh yang sangat indah, yakni berbentuk seperti tanduk sapi, tetapi tanpa lingkaran. (3) Dalam klasifikasi umumnya, rangkong termasuk dalam ordo Bucerotiformes dan merupakan spesies yang terancam punah. (4) Rangkong memiliki pola makan yang berbeda dari jenis burung lainnya. (5) Pola makan mereka beragam, tergantung pada ketersediaan sumber makanan. (6) Ketika musim buah-buahan tiba, rangkong cenderung mengonsumsi buah-buahan, seperti beri dan mangga. (7) Namun, jika musim buah-buahan berlalu, rangkong bisa mengonsumsi serangga. (8) Dengan menggunakan paruhnya, rangkong dapat menangkap serangga sambil terbang.

Struktur yang terdapat dalam kutipan teks laporan hasil observasi tersebut adalah ….

  1. pernyataan umum dan deskripsi bagian
  2. deskripsi bagian dan kesimpulan
  3. deskripsi manfaat dan klasifikasi
  4. pernyataan umum saja
  5. deskripsi manfaat saja

 

Kunci Jawaban: A

Pembahasan:

Kalimat (1) berisi pengenalan secara umum mengenai rangkong:

“Rangkong adalah salah satu jenis burung yang termasuk dalam kategori burung hutan tropis.”

Bagian tersebut merupakan pernyataan umum.

Selanjutnya, kalimat (2)–(8) menjelaskan berbagai karakteristik rangkong, seperti bentuk paruh, klasifikasi, pola makan, jenis makanan, dan cara menangkap serangga. Bagian tersebut merupakan deskripsi bagian.

Jadi, struktur yang terdapat dalam kutipan adalah pernyataan umum dan deskripsi bagian.

 

12. Perhatikan kutipan teks laporan hasil observasi berikut!

    (1) Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) merupakan salah satu taman nasional di Indonesia yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah. (2) Taman ini terletak sekitar 60 kilometer di selatan kota Palu. (3) Sebagai salah satu lokasi perlindungan hayati, taman ini di tempati dan menjadi rumah bagi berbagai jenis satwa liar, termasuk babi rusa dan berbagai spesies burung endemik. 

    (4) Secara resmi, taman nasional ini meliputi kawasan seluas 217.991,18 hektar atau sekitar 1,2% luas wilayah Sulawesi. (5) Ketinggiannya wilayahnya bervariasi, yakni antara 200 sampai dengan 2.610 meter di atas permukaan laut. (6) Jika ditelusuri, sebagian besar wilayah taman ini terdiri atas kurang lebih 90% wilayah hutan pegunungan dan sub-pegunungan serta kurang lebih 10% hutan dataran rendah. (7) Taman Nasional Lore juga terletak di garis Wallace yang merupakan wilayah peralihan antara zona Asia dan Australia.

Kalimat yang perlu diperbaiki karena mengandung kesalahan penulisan adalah ….

  1. kalimat (1)
  2. kalimat (2)
  3. kalimat (3)
  4. kalimat (5)
  5. kalimat (6)

 

Kunci Jawaban: C

Pembahasan:

Kesalahan pada kalimat (3) terdapat pada penulisan “di tempati”. Kata di- pada bentuk tersebut merupakan imbuhan pembentuk kata kerja pasif sehingga harus ditulis serangkai.

Penulisan yang benar adalah:

“Sebagai salah satu lokasi perlindungan hayati, taman ini ditempati dan menjadi rumah bagi berbagai jenis satwa liar…”

Jadi, kalimat (3) perlu diperbaiki karena terdapat kesalahan penulisan imbuhan di-.

 

13. Perhatikan kutipan lawakan tunggal berikut!

    Setiap kali saya berangkat kerja, saya selalu bertemu banyak pengemis di sepanjang jalan. Karena kasihan dan ingin berbagi, saya selalu sisihkan sedikit dari hasil kerja keras saya untuk mereka. Bagaimanapun, nasib saya jauh lebih baik. Masalahnya, mereka di sana hampir setiap hari. Nah, karena penasaran, kemarin, saya mewawancarai mereka. Saya tanya kenapa mereka mengemis.

    Pengemis pertama yang saya tanyai ini masih muda. Katanya, dia mengemis karena tidak ada pekerjaan lain yang bisa dia lakukan. Lalu, saya sarankan untuk jadi kurir saja seperti saya ini. Saya bilang mau bantu kalau memang dia serius. Dia bilang, “Ah, jadi kurir itu melelahkan. Mau dapat uang harus keliling dulu antar barang!”

    Sudahlah. Saya wawancara saja pengemis kedua. Yang satu ini kelihatan tua sekali.

    “Mengapa memilih jadi pengemis?”

    “Saya sudah tua. Tidak ada lagi yang bisa saya lakukan. Bekerja kasar sudah tidak kuat. Keluarga saya tidak ada yang mau bantu. Padahal, uang saya buat makan sehari-hari saja tidak cukup,”

    Wah, waktu mendengar itu, sedih sekali rasanya. Lalu, saya tawari beliau ini untuk makan di warung seberang. Saya kaget karena dia menggelengkan kepala: tidak mau sama sekali. Sepertinya, memang orang baik. Lalu, saya tanya mengapa tidak mau.

    “Saya biasanya makan di restoran bintang 3 Michelin, Pak,” begitu jawabnya. Wah, saya saja setiap hari hanya makan di warung pinggir jalan.

Pesan yang disampaikan dalam kutipan teks tersebut adalah …

  1. Kita harus peduli dan saling menolong dengan sesama.
  2. Mengemis harus dihindari karena merugikan semua orang.
  3. Berbagi merupakan hal baik yang perlu dilakukan oleh setiap orang.
  4. Berhati-hatilah karena tidak semua hal yang ada di sekitar kita sama dengan yang terlihat.
  5. Bekerja keraslah agar bisa memenuhi kebutuhan sendiri dan membantu orang lain.

 

Kunci Jawaban: D

Pembahasan:

Lawakan tersebut menceritakan seseorang yang mengira para pengemis membutuhkan bantuan. Namun, pada bagian akhir muncul kejutan: pengemis kedua ternyata mengaku biasa makan di restoran berbintang tiga Michelin. Hal ini menjadi bagian lucu sekaligus menyampaikan pesan bahwa penampilan atau kondisi yang terlihat belum tentu menggambarkan keadaan seseorang yang sebenarnya.

 

14. Perhatikan kutipan lawakan tunggal berikut!

    Setiap kali saya berangkat kerja, saya selalu bertemu banyak pengemis di sepanjang jalan. Karena kasihan dan ingin berbagi, saya selalu sisihkan sedikit dari hasil kerja keras saya untuk mereka. Bagaimanapun, nasib saya jauh lebih baik. Masalahnya, mereka di sana hampir setiap hari. Nah, karena penasaran, kemarin, saya mewawancarai mereka. Saya tanya kenapa mereka mengemis.

    Pengemis pertama yang saya tanyai ini masih muda. Katanya, dia mengemis karena tidak ada pekerjaan lain yang bisa dia lakukan. Lalu, saya sarankan untuk jadi kurir saja seperti saya ini. Saya bilang mau bantu kalau memang dia serius. Dia bilang, “Ah, jadi kurir itu melelahkan. Mau dapat uang harus keliling dulu antar barang!”

    Sudahlah. Saya wawancara saja pengemis kedua. Yang satu ini kelihatan tua sekali.

    “Mengapa memilih jadi pengemis?”

    “Saya sudah tua. Tidak ada lagi yang bisa saya lakukan. Bekerja kasar sudah tidak kuat. Keluarga saya tidak ada yang mau bantu. Padahal, uang saya buat makan sehari-hari saja tidak cukup,”

    Wah, waktu mendengar itu, sedih sekali rasanya. Lalu, saya tawari beliau ini untuk makan di warung seberang. Saya kaget karena dia menggelengkan kepala: tidak mau sama sekali. Sepertinya, memang orang baik. Lalu, saya tanya mengapa tidak mau.

    “Saya biasanya makan di restoran bintang 3 Michelin, Pak,” begitu jawabnya. Wah, saya saja setiap hari hanya makan di warung pinggir jalan.

Keterkaitan antara lawakan tunggal tersebut dengan kehidupan sehari-hari adalah ….

  1. pengemis di jalanan jarang diperhatikan oleh orang sekitar
  2. mayoritas pengemis tidak mau bekerja menjadi seorang kurir
  3. banyak orang yang memilih mengemis hanya karena malas bekerja
  4. pengemis selalu lebih kaya daripada orang yang memberinya bantuan
  5. sebagian orang tidak peduli kepada pengemis yang mereka temui di jalan

 

Kunci Jawaban: C

Pembahasan:

Keterkaitan kutipan lawakan tunggal dengan kehidupan sehari-hari terlihat dari adanya fenomena sebagian orang yang memilih mengemis meskipun sebenarnya masih memiliki pilihan untuk bekerja. Hal tersebut ditunjukkan melalui ucapan pengemis pertama yang menolak menjadi kurir karena pekerjaan tersebut dianggap melelahkan dan mengharuskannya berkeliling mengantar barang.

Kutipan tersebut menyampaikan kritik sosial secara humor terhadap sikap enggan bekerja keras dan lebih memilih cara yang dianggap mudah untuk mendapatkan uang. Meskipun demikian, hal ini tidak berarti semua pengemis malas bekerja karena setiap orang dapat memiliki kondisi dan alasan yang berbeda. Jadi, keterkaitan yang paling tepat adalah banyak orang yang memilih mengemis hanya karena malas bekerja.

 

15. Perhatikan kutipan lawakan tunggal berikut!

    Setiap kali saya berangkat kerja, saya selalu bertemu banyak pengemis di sepanjang jalan. Karena kasihan dan ingin berbagi, saya selalu sisihkan sedikit dari hasil kerja keras saya untuk mereka. Bagaimanapun, nasib saya jauh lebih baik. Masalahnya, mereka di sana hampir setiap hari. Nah, karena penasaran, kemarin, saya mewawancarai mereka. Saya tanya kenapa mereka mengemis.

    Pengemis pertama yang saya tanyai ini masih muda. Katanya, dia mengemis karena tidak ada pekerjaan lain yang bisa dia lakukan. Lalu, saya sarankan untuk jadi kurir saja seperti saya ini. Saya bilang mau bantu kalau memang dia serius. Dia bilang, “Ah, jadi kurir itu melelahkan. Mau dapat uang harus keliling dulu antar barang!”

    Sudahlah. Saya wawancara saja pengemis kedua. Yang satu ini kelihatan tua sekali.

    “Mengapa memilih jadi pengemis?”

    “Saya sudah tua. Tidak ada lagi yang bisa saya lakukan. Bekerja kasar sudah tidak kuat. Keluarga saya tidak ada yang mau bantu. Padahal, uang saya buat makan sehari-hari saja tidak cukup,”

    Wah, waktu mendengar itu, sedih sekali rasanya. Lalu, saya tawari beliau ini untuk makan di warung seberang. Saya kaget karena dia menggelengkan kepala: tidak mau sama sekali. Sepertinya, memang orang baik. Lalu, saya tanya mengapa tidak mau.

    “Saya biasanya makan di restoran bintang 3 Michelin, Pak,” begitu jawabnya. Wah, saya saja setiap hari hanya makan di warung pinggir jalan.

Kutipan lawakan tersebut dibuat berdasarkan hasil penelitian penulis terhadap fenomena yang terjadi di sekitarnya. Sesuai dengan struktur teks anekdot, kutipan tersebut dapat dilanjutkan dengan menuliskan bagian ….

  1. evaluasi
  2. orientasi
  3. komplikasi
  4. klimaks
  5. reorientasi

 

Kunci Jawaban: A

Pembahasan:

Kutipan tersebut telah memuat rangkaian peristiwa yang mengarah pada bagian lucu atau sindiran utama dalam anekdot. Bagian akhir menunjukkan kejutan sekaligus kritik ketika pengemis yang mengaku tidak mampu makan justru mengatakan bahwa ia terbiasa makan di restoran bintang tiga Michelin.

Setelah bagian tersebut, teks dapat dilanjutkan dengan evaluasi, yaitu bagian yang berisi komentar, penilaian, atau tanggapan terhadap peristiwa yang telah diceritakan. Evaluasi berfungsi untuk menegaskan sindiran atau kritik yang ingin disampaikan melalui cerita sehingga pembaca dapat menangkap makna di balik humor tersebut.

Dengan demikian, bagian yang tepat untuk melanjutkan kutipan tersebut adalah evaluasi.

 

16. Perbedaan karakteristik antara hikayat dan cerpen adalah ….

A. hikayat: memiliki alur berbingkai yang sederhana

cerpen: memiliki alur yang lebih kompleks

B. hikayat: bersifat lebih general atau umum

cerpen: biasanya bersifat istanasentris 

C. hikayat: tokohnya cenderung berlatar keluarga kerajaan

cerpen: tokohnya memiliki latar belakang yang lebih beragam

D. hikayat: ceritanya bertema kehidupan masyarakat umum

cerpen: ceritanya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari

E. hikayat: biasanya menggunakan sudut pandang orang pertama

cerpen: biasanya menggunakan sudut pandang orang ketiga

 

Kunci Jawaban: C

Pembahasan:

Hikayat merupakan karya sastra lama yang banyak berkisah tentang kehidupan raja, bangsawan, putri, pangeran, atau lingkungan kerajaan. Oleh karena itu, tokohnya cenderung berasal dari kalangan kerajaan.

Sementara itu, cerpen merupakan karya sastra modern dengan karakter yang lebih beragam. Tokohnya dapat berasal dari masyarakat biasa, pelajar, pekerja, keluarga, maupun berbagai latar sosial lainnya.

 

17. Perhatikan kedua teks berikut!

Teks 1: Hikayat

Hatta maka Baginda Raja mengarahkan hulubalangnya untuk meruntuhkan rumah dan tanah milik Abu Nawas tanpa suatu sebab yang jelas. Semata-mata hendaklah ia mencari emas dan permata yang konon bersembunyi di dalam tanah rumah Abu Nawas. Keseluruhan pencarian itu sia-sia saja sebab emas dan permata yang menjadi gosip semata ini tiada ditemukan. Maka Baginda Raja pergi tanpa menyampaikan permintaan maaf. Tiada pula Baginda Raja mengganti rugi kepada Abu Nawas. Maka Abu Nawas marahlah sehingga ingin membalas dendam.

Teks 2: Cerpen

Di kampungku, sehari sebelum purnama tiba, semua orang sibuk membersihkan rumah. Lantas malamnya, saat purnama menggantung di angkasa sembari menyapa umat manusia, mereka akan berbondong-bondong keluar rumah. Sebagian dari mereka tampak khusyuk memandangi bulan, sedangkan sebagian lagi menengadahkan tangan sambil menyampaikan permohonan kepada Tuhan. Kalau aku, sebenarnya aku tak begitu peduli dengan semua itu. Hanya saja, di malam-malam itu, aku pasti akan ikut keluar rumah juga. Bukan apa-apa, aku cuma ingin melihat seseorang dari kejauhan. Seseorang yang kumaksud itu tak pernah keluar rumah kecuali saat purnama. Jadi mana mungkin aku melewatkan kesempatan itu?

Tanggapan yang paling tepat untuk kedua teks tersebut adalah …

  1. Teks 1 dipenuhi dengan kemustahilan sebagai salah satu karakteristik hikayat.
  2. Teks 1 memiliki alur berbingkai yang merupakan ciri khas sebuah hikayat.
  3. Teks 1 dan teks 2 mengisahkan tokoh dengan sudut pandang orang pertama.
  4. Teks 1 dipenuhi dengan nilai budaya, sedangkan teks 2 dipenuhi nilai sosial.
  5. Teks 1 mengandung nilai moral, sedangkan teks 2 mengandung nilai budaya.

 

Kunci Jawaban: E

Pembahasan:

Teks 1 mengandung nilai moral yang berkaitan dengan sikap dan perilaku manusia. Hal tersebut terlihat dari tindakan Baginda Raja yang memerintahkan penghancuran rumah dan tanah Abu Nawas tanpa alasan yang jelas, kemudian pergi tanpa meminta maaf ataupun memberikan ganti rugi. Peristiwa tersebut menunjukkan perilaku yang tidak adil dan tidak bertanggung jawab. Reaksi Abu Nawas yang marah juga menjadi bagian dari konflik akibat tindakan tersebut.

Sementara itu, Teks 2 mengandung nilai budaya yang terlihat dari kebiasaan masyarakat di kampung tokoh aku menjelang dan saat purnama. Mereka membersihkan rumah, berkumpul di luar rumah, memandangi bulan, serta menyampaikan permohonan kepada Tuhan. Kebiasaan yang dilakukan secara bersama-sama tersebut menggambarkan tradisi atau kebudayaan yang berkembang dalam masyarakat.

Jadi, tanggapan yang paling tepat adalah Teks 1 mengandung nilai moral, sedangkan Teks 2 mengandung nilai budaya.

 

18. Perhatikan kedua teks berikut!

Teks 1: Hikayat

Hatta maka Baginda Raja mengarahkan hulubalangnya untuk meruntuhkan rumah dan tanah milik Abu Nawas tanpa suatu sebab yang jelas. Semata-mata hendaklah ia mencari emas dan permata yang konon bersembunyi di dalam tanah rumah Abu Nawas. Keseluruhan pencarian itu sia-sia saja sebab emas dan permata yang menjadi gosip semata ini tiada ditemukan. Maka Baginda Raja pergi tanpa menyampaikan permintaan maaf. Tiada pula Baginda Raja mengganti rugi kepada Abu Nawas. Maka Abu Nawas marahlah sehingga ingin membalas dendam.

Teks 2: Cerpen

Di kampungku, sehari sebelum purnama tiba, semua orang sibuk membersihkan rumah. Lantas malamnya, saat purnama menggantung di angkasa sembari menyapa umat manusia, mereka akan berbondong-bondong keluar rumah. Sebagian dari mereka tampak khusyuk memandangi bulan, sedangkan sebagian lagi menengadahkan tangan sambil menyampaikan permohonan kepada Tuhan. Kalau aku, sebenarnya aku tak begitu peduli dengan semua itu. Hanya saja, di malam-malam itu, aku pasti akan ikut keluar rumah juga. Bukan apa-apa, aku cuma ingin melihat seseorang dari kejauhan. Seseorang yang kumaksud itu tak pernah keluar rumah kecuali saat purnama. Jadi mana mungkin aku melewatkan kesempatan itu?

Tanggapan yang paling tepat untuk kedua teks tersebut adalah …

  1. mengandung majas personifikasi
  2. mengandung majas hiperbola
  3. mengandung majas metafora
  4. menggunakan banyak kata arkais dalam kalimatnya
  5. menggunakan konjungsi temporal dalam setiap kalimatnya

 

Kunci Jawaban: A

Pembahasan:

Kedua teks menggunakan bahasa figuratif, salah satunya majas personifikasi, yaitu majas yang memberikan sifat, perilaku, atau kemampuan manusia kepada benda mati atau sesuatu yang bukan manusia.

Contoh yang paling jelas terdapat pada Teks 2, yaitu pada kalimat:

“purnama menggantung di angkasa sembari menyapa umat manusia”

Kata “menyapa” merupakan tindakan yang umumnya dilakukan oleh manusia. Dalam kalimat tersebut, bulan atau purnama seolah-olah dapat menyapa manusia sehingga termasuk majas personifikasi.

Pilihan lainnya tidak tepat. Tidak terdapat perbandingan langsung menggunakan kata seperti seperti atau bagai yang menunjukkan majas simile, tidak ada ungkapan penggantian makna secara metaforis yang dominan, dan kata-kata arkais maupun konjungsi temporal tidak menjadi ciri yang digunakan dalam kedua teks tersebut.

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah mengandung majas personifikasi.

 

19. Perhatikan kutipan hikayat berikut!

    (1) Syahdan maka tersebutlah perkataan sang Pertala Dewa. (2) Sekali peristiwa, maka baginda bertitah kepada segala menteri hulubalang, “Hai tuan sekalian, baiklah tuan sekalian berlengkap, esok hari kita hendak turun ke Pulau Biram Dewa, hendak pergi bermain-main dan berburu.”

    (3) Maka sembah Mangkubumi, “Baiklah tuanku.” 

    (4) Maka Mangkubumi pun bermohonlah ke luar, berlengkap gajah dan kuda dan rakyat sekalian. (5) Setelah lengkaplah, maka Mangkubumi pun masuk menghadap berdatang sembah, “Ya tuanku Syah Alam, patik dititahkan berlengkap itu, maka sekarang ini sudahlah patik kerahkan segala rakyat gajah dan kuda.”

Schap, B.G. (2010). Hang Tuah. Jakarta: Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional.

Konjungsi temporal dalam kutipan tersebut terdapat pada kalimat bernomor ….

  1. (1) dan (2)
  2. (1) dan (5)
  3. (2) dan (3)
  4. hanya (4)
  5. hanya (5)

 

Kunci Jawaban: B

Pembahasan:

Konjungsi temporal adalah kata penghubung yang menunjukkan hubungan waktu atau urutan terjadinya suatu peristiwa. Dalam kutipan hikayat tersebut, konjungsi temporal terdapat pada kalimat (1) dan (5).

Pada kalimat (1) terdapat kata “maka” dalam:

“Syahdan maka tersebutlah perkataan sang Pertala Dewa.”

Kata maka merupakan salah satu kata penghubung yang banyak digunakan dalam teks hikayat untuk menghubungkan peristiwa atau menunjukkan kelanjutan suatu kejadian.

Sementara itu, pada kalimat (5) terdapat kata “setelah”:

“Setelah lengkaplah, maka Mangkubumi pun masuk menghadap…”

Kata setelah secara jelas menunjukkan urutan waktu, yaitu peristiwa Mangkubumi masuk menghadap terjadi sesudah persiapan selesai.

Jadi, berdasarkan pilihan jawaban yang tersedia, konjungsi temporal terdapat pada kalimat (1) dan (5).

 

20. Perhatikan kutipan hikayat berikut!

(1) Maka baginda pun pergilah pada mahligai itu. (2) Setelah sampai, maka baginda pun naik ke atas mahligai itu. (3) Maka dilihatnya ada seorang putri dihadap oleh segala dayang-dayang dan inang pengasuhnya, dan biti-biti perwara sekaliannya pun duduk menghadap ia. (4) Terlalu elok rupanya, seperti empat belas hari bulan. (5) Maka baginda pun segera menghampiri tuan putri itu. (6) Maka segala dayang-dayang pun terkejut dan heran melihat rupa Sang Pertala Dewa itu. (7) Maka sembah segala inang pengasuhnya, “Ya tuanku, siapatah tuanku ini?”

Schap, B.G. (2010). Hang Tuah. Jakarta: Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional.

Majas yang terkandung dalam kutipan tersebut adalah ….

  1. majas metafora pada kalimat (2)
  2. majas hiperbola pada kalimat (3)
  3. majas simile pada kalimat (4)
  4. majas antonomasia pada kalimat (6)
  5. majas litotes pada kalimat (7)

 

Kunci Jawaban: C

Pembahasan:

Majas simile atau perumpamaan merupakan gaya bahasa yang membandingkan dua hal yang berbeda dengan menggunakan kata pembanding, seperti seperti, bagai, bak, laksana, atau ibarat.

Dalam kutipan tersebut, majas simile terdapat pada kalimat (4):

“Terlalu elok rupanya, seperti empat belas hari bulan.”

Kalimat tersebut membandingkan kecantikan sang putri dengan bulan pada hari keempat belas yang dalam konteks tradisional digambarkan sedang bulat dan indah. Penggunaan kata “seperti” menjadi penanda yang jelas bahwa kalimat tersebut menggunakan majas simile.

Pilihan lain tidak tepat karena kalimat (2), (3), (6), dan (7) tidak menunjukkan penggunaan metafora, hiperbola, antonomasia, maupun litotes seperti yang disebutkan dalam pilihan jawaban.

Jadi, jawaban yang tepat adalah majas simile pada kalimat (4).

—

Mau lebih siap menghadapi ujian Bahasa Indonesia? Jangan cuma mengandalkan latihan soal, tapi pastikan kamu juga memahami setiap materinya. Brain Academy siap menemani proses belajarmu dengan materi lengkap, pembelajaran interaktif, dan guru yang berpengalaman. Yuk, belajar lebih terarah dan raih hasil terbaik bersama Brain Academy!

brain academy online

Brain Academy