Wawancara: Pengertian, Jenis, Teknik, & Contoh Pertanyaannya

Apakah yang dimaksud dengan wawancara dan bagaimana cara melakukannya? Yuk, simak penjelasan lengkap di artikel ini!
—
Saat melakukan penelitian dan ingin mendapatkan informasi langsung dari seseorang, salah satu caranya adalah dengan wawancara. Meski kegiatan ini identik dengan pekerjaan jurnalis, tetapi kamu juga bisa loh melakukan wawancara untuk tugas di sekolahmu.
Melalui metode ini, kamu dapat menggali informasi secara lebih jelas dari narasumber. Nah, di artikel ini kamu akan belajar tentang pengertian wawancara, tujuan, jenis wawancara, cara membuat pertanyaan, teknik melakukan wawancara, contoh dialog, dan cara menyusun laporan hasil wawancara. Yuk, langsung aja kita bahas!
Pengertian Wawancara
Wawancara adalah proses komunikasi antara dua pihak atau lebih yang bertujuan untuk menggali informasi tertentu melalui sesi tanya jawab. Pada kegiatan ini, terdapat dua peran, yaitu pewawancara (pihak yang mengajukan pertanyaan) dan narasumber.
Narasumber merupakan orang yang memiliki pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai topik yang dibahas. Merekalah yang menjadi sumber dalam memberikan jawaban. Di era digital saat ini, wawancara tidak hanya dilakukan secara tatap muka langsung, tetapi juga bisa melalui telepon dan media yang lebih modern seperti video call.
Tujuan Wawancara
Secara umum, tujuan dilakukan wawancara adalah sebagai berikut:
1. Mendapatkan Informasi Secara Langsung
Wawancara bertujuan untuk memperoleh data dan fakta yang akurat langsung dari sumbernya.
2. Melengkapi Data Penelitian
Jika kamu sedang mengerjakan tugas atau penelitian, wawancara berfungsi untuk memperkuat data angka dan teori yang sudah kamu temukan di buku atau internet.
3. Menggali Opini
Wawancara juga bertujuan untuk mengetahui pendapat, tanggapan, dan perasaan seseorang terhadap suatu masalah.
4. Mengonfirmasi Kebenaran
Wawancara sering digunakan untuk mengecek kembali apakah informasi yang beredar itu benar atau tidak.
5. Mengenal Narasumber
Wawancara bertujuan agar pembaca bisa mengenal lebih dekat riwayat hidup, pemikiran, dan prestasi seseorang.
Unsur-Unsur Wawancara
1. Pewawancara
Orang yang mengajukan pertanyaan dalam wawancara disebut pewawancara. Tugasnya adalah menyiapkan daftar pertanyaan, mengarahkan pembicaraan, mencatat, dan merekam jawaban.
2. Narasumber
Narasumber adalah orang yang memberikan informasi dan menjawab pertanyaan. Narasumber biasanya dipilih karena memiliki keahlian, pengalaman, dan pengetahuan terkait topik yang dibahas.
3. Topik atau Tema
Topik atau tema menjadi pokok pembicaraan. Sebelum memulai, pewawancara harus menentukan tema agar pembicaraan tidak melebar ke mana-mana.
4. Pertanyaan
Pertanyaan yang baik biasanya menggunakan rumus 5W + 1H (What, Who, Where, When, Why, dan How) agar informasi yang didapat lengkap.
5. Waktu dan Tempat
Waktu dan tempat menjadi kesepakatan antara pewawancara dan narasumber mengenai kapan dan dimana wawancara akan dilakukan, baik secara langsung maupun daring.
6. Sarana Pendukung
Alat yang digunakan untuk mendokumentasikan hasil wawancara, seperti alat tulis, alat perekam suara, dan kamera.
Baca Juga: Macam-Macam Konjungsi, Ciri, dan Contoh Kalimatnya
Jenis-Jenis Wawancara
A. Jenis Wawancara berdasarkan Pelaksanaannya
Berdasarkan cara pelaksanaannya, wawancara dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Wawancara Bebas (Tidak Terstruktur)
Pada wawancara bebas, pewawancara tidak menggunakan daftar pertanyaan yang kaku. Percakapan mengalir seperti obrolan biasa, namun tetap berfokus pada topik yang ingin digali.
2. Wawancara Terpimpin (Terstruktur)
Pada wawancara jenis ini, pewawancara sudah menyiapkan daftar pertanyaan yang lengkap dan rinci sebelum bertemu narasumber. Jadi, selama wawancara, pertanyaan yang diajukan hanya terpaku pada daftar tersebut.
3. Wawancara Semi-Terstruktur
Dalam wawancara semi-terstruktur, pewawancara akan menggabungkan pertanyaan terstruktur dengan fleksibilitas untuk mengeksplorasi topik tambahan yang muncul selama wawancara. Pewawancara memiliki kebebasan untuk mengajukan pertanyaan lanjutan berdasarkan jawaban dari narasumber.
B. Jenis Wawancara berdasarkan Jumlah Pesertanya
Selain itu, ada juga jenis wawancara berdasarkan jumlah pesertanya dan dibedakan menjadi beberapa jenis berikut ini.
1. Wawancara Individual
Dilakukan oleh satu pewawancara kepada satu narasumber (paling umum dilakukan).
2. Wawancara Kelompok
Bisa berupa beberapa pewawancara menanyai satu narasumber, dan satu pewawancara menanyai beberapa narasumber sekaligus.

Press conference merupakan contoh wawancara kelompok (Sumber: freepik.com)
C. Jenis Wawancara berdasarkan Tujuannya
Berdasarkan tujuannya, salah satu jenis wawancara adalah wawancara klinis. Wawancara ini digunakan dalam bidang psikologi dan medis untuk mengevaluasi kondisi mental dan kesehatan pasien. Biasanya, wawancara klinis dilakukan oleh psikolog, psikiater, dan dokter.
Wawancara klinis memiliki beberapa jenis sesuai dengan tujuannya, yaitu:
1. Wawancara Diagnostik
Wawancara ini dilakukan untuk membantu menentukan jenis penyakit dan gangguan yang dialami pasien
2. Wawancara Terapeutik
Wawancara ini dilakukan sebagai bagian dari proses pengobatan dan penyembuhan, misalnya dalam kegiatan konseling.

Wawancara terapeutik biasanya dilakukan oleh psikolog atau psikiater sebagai bagian dari proses konseling (Sumber: freepik.com)
Teknik Wawancara yang Benar
Untuk mendapatkan informasi yang akurat dan mendalam, seorang pewawancara perlu menguasai beberapa metode wawancara atau teknik bertanya berikut ini:
1. Teknik Pertanyaan Terbuka
Memberikan ruang bagi narasumber untuk memberikan jawaban yang panjang, mendetail, dan bercerita. Contoh: “Bisakah Anda ceritakan bagaimana awal mula Anda menekuni bidang ini?”
2. Teknik Pertanyaan Tertutup
Digunakan untuk mendapatkan fakta cepat atau konfirmasi yang hanya membutuhkan jawaban singkat seperti “Ya” atau “Tidak”. Contohnya: “Apakah Anda sudah menyelesaikan laporan penelitian tersebut?”
3. Teknik Pertanyaan Lanjutan (Probing Questions)
Teknik untuk menggali informasi lebih dalam setelah narasumber memberikan jawaban awal yang dirasa masih menggantung. Contoh: “Tadi Anda menyebutkan bahwa prosesnya cukup kompleks, apa maksud dari kompleks dalam konteks proyek tersebut?”
4. Teknik Pertanyaan Cermin (Reflective Questions)
Pewawancara mengulang kembali inti jawaban narasumber untuk memastikan pemahaman sekaligus memancing penjelasan tambahan. Contoh: “Jadi, menurut Anda pendekatan ini lebih efisien daripada metode sebelumnya, benar begitu?”
5. Teknik Meringkas (Summarizing)
Dilakukan di akhir sesi atau perpindahan topik untuk menyimpulkan poin-poin penting yang telah disampaikan agar tidak ada salah paham. Contoh: “Berdasarkan penjelasan Anda, tantangan utamanya ada pada koordinasi tim, apakah poin ini sudah benar?”
Baca Juga: Contoh Teks Diskusi Berbagai Tema beserta Strukturnya
Contoh Pertanyaan Wawancara
Agar lebih mudah dipahami, berikut adalah pembagian contoh pertanyaan berdasarkan situasi dan tujuannya:
1. Contoh Pertanyaan Wawancara Penelitian
- “Sudah berapa lama Bapak/Ibu bergelut di bidang ini?”
- “Menurut pandangan Anda, apa faktor utama yang menyebabkan masalah ini terjadi?”
- “Menurut Anda, langkah apa yang paling efektif untuk mengatasi kendala yang ada saat ini?”
- “Bagaimana pengaruh kebijakan tersebut terhadap aktivitas masyarakat sehari-hari?”
- “Bisa Bapak/Ibu ceritakan awal mula fenomena ini terjadi di lingkungan ini?”
2. Contoh Pertanyaan untuk Wawancara Kerja
- “Silahkan ceritakan tentang diri Anda dan apa yang membuat Anda tertarik dengan posisi ini.”
- “Apa kelebihan Anda yang bisa mendukung pekerjaan ini, dan bagaimana cara Anda mengatasi kelemahan Anda?”
- “Bisa ceritakan pengalaman Anda saat menghadapi situasi sulit di pekerjaan sebelumnya? Bagaimana cara Anda menyelesaikannya?”
- “Mengapa kami harus memilih Anda dibandingkan kandidat lain? Kontribusi apa yang ingin Anda berikan bagi perusahaan?”
- “Apa rencana atau target karier yang ingin Anda capai dalam 3 hingga 5 tahun ke depan?”
Contoh Dialog Wawancara
Berikut adalah contoh wawancara singkat yang terdiri atas pertanyaan dari pewawancara beserta jawaban dari narasumber.
Fajar: “Halo, selamat siang, Kak Maya! Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu di tengah kesibukan Kakak untuk wawancara singkat ini. Saya Fajar, sedang ada tugas sekolah untuk mewawancarai sosok inspiratif di bidang wirausaha.”
Kak Maya: “Halo, Fajar! Selamat siang juga. Sama-sama, senang sekali bisa berbagi. Apa nih yang mau kamu gali dari bisnis kedai kopi ini?”
Fajar: “Wah, langsung saja ya, Kak. Pertama-tama, apa sih yang sebenarnya memotivasi Kakak untuk membuka kedai kopi ini di usia yang masih sangat muda?”
Kak Maya: “Pertanyaan bagus. Awalnya karena hobi nongkrong dan suka kopi, tapi saya lihat di daerah sini belum ada tempat yang suasananya pas buat belajar dan kerja. Jadi, motivasi utamanya adalah ingin menciptakan tempat yang nyaman buat pelajar, mahasiswa, dan remote worker sambil menikmati kopi dengan harga terjangkau.”
Fajar: “Oalah, jadi berangkat dari kebutuhan lingkungan sekitar juga ya, Kak? Lalu, selama menjalankan bisnis ini, tantangan terbesar apa yang pernah Kakak hadapi?”
Kak Maya: “Tantangan paling berat itu konsistensi, Jar. Di bulan-bulan awal, pelanggan masih sepi. Saya harus putar otak bagaimana cara pemasarannya, mulai dari media sosial sampai bikin promo. Selain itu, mengatur stok bahan baku agar tidak terbuang juga cukup menantang.”
Fajar: “Menarik banget! Tadi Kakak menyebutkan soal media sosial. Seberapa besar sih pengaruh literasi digital atau promosi online terhadap kemajuan kedai ini?”
Kak Maya: “Besar sekali! Menurut saya, di zaman sekarang, kalau bisnis tidak punya jejak digital, orang bakal susah percaya. Kami aktif di Instagram dan TikTok buat kasih lihat proses pembuatan kopi yang higienis dan itu terbukti menaikkan omzet kedai.”
Fajar: “Berarti memang harus melek teknologi juga ya. Terakhir nih Kak, apa pesan atau tips dari Kak Maya buat teman-teman pelajar seperti saya yang mungkin punya mimpi ingin jadi pengusaha?”
Kak Maya: “Pesannya cuma satu jangan takut gagal sebelum mencoba. Mulai saja dulu dari hal kecil yang kamu sukai. Catat setiap pengeluaran sekecil apapun, karena itu kunci biar bisnis kamu bertahan.”
Fajar: “Wah, daging semua nih ilmunya! Terima kasih banyak ya Kak Maya buat penjelasannya yang sangat mendetail. Sangat membantu tugas saya.”
Kak Maya: “Sama-sama, Fajar. Sukses ya buat tugas sekolahnya!”
Baca Juga: Proposal: Pengertian, Struktur, Jenis, Contoh dan Kebahasaan
Cara Membuat Hasil Laporan Wawancara
Laporan yang baik biasanya terdiri dari beberapa poin penting berikut:
- Judul Laporan: Nama dan kepala laporan yang menggambarkan isi wawancara secara singkat dan jelas.
- Latar Belakang: Alasan mengapa wawancara tersebut dilakukan, misalnya untuk memenuhi tugas sekolah dan penelitian tertentu.
- Tujuan Wawancara: Poin-poin apa saja yang ingin diketahui dari narasumber melalui kegiatan tersebut.
- Topik Wawancara: Tema dan pokok bahasan dalam sesi tanya jawab.
- Waktu dan Tempat: Keterangan lengkap mengenai kapan (hari, tanggal, jam) dan di mana lokasi wawancara dilakukan.
- Identitas Narasumber & Pewawancara: Nama lengkap serta profesi dari masing-masing pihak yang terlibat.
- Ringkasan Hasil Wawancara: Poin-poin penting dari jawaban yang diberikan narasumber dan dapat ditulis dalam bentuk poin,narasi, dan paragraf.
- Kesimpulan: Bagian penutup yang berisi pesan utama, kesan, dan hasil akhir yang didapat dari seluruh rangkaian wawancara.
Contoh Laporan Hasil Wawancara
Judul Laporan: Laporan Wawancara Tokoh Inspiratif: Strategi Bisnis Kuliner di Usia Muda
Latar Belakang: Laporan ini disusun sebagai bagian dari tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk mengenal lebih dekat profil tokoh wirausaha sukses yang ada di lingkungan sekitar.
Tujuan Wawancara: Untuk memahami motivasi awal, tantangan yang dihadapi, serta kunci sukses dalam membangun bisnis kedai kopi bagi generasi muda.
Topik Wawancara: Kiat Sukses Memulai Usaha bagi Generasi Muda.
Waktu dan Tempat: Sabtu, 7 Maret 2026, pukul 14.00 WIB, bertempat di Kedai Kopi Bureau.
Identitas:
- Pewawancara: Fajar (Siswa SMA)
- Narasumber: Kak Maya (Pemilik Kedai Kopi Bureau)
Ringkasan Hasil Wawancara: Berdasarkan hasil wawancara, Kak Maya mendirikan usahanya karena melihat peluang akan kebutuhan tempat berkumpul yang nyaman bagi pelajar, mahasiswa, dan remote worker di lingkungannya. Tantangan terbesar yang beliau hadapi di awal bisnis adalah menjaga konsistensi pelayanan dan mengelola stok bahan baku agar tetap efisien.
Kak Maya juga menekankan bahwa pemanfaatan media sosial, seperti Instagram & TikTok sangat penting untuk meningkatkan penjualan. Beliau berpesan agar calon pengusaha muda tidak takut untuk memulai dan harus disiplin dalam melakukan pencatatan keuangan sejak awal.
Kesimpulan: Kesuksesan Kak Maya membuktikan bahwa keberanian untuk mencoba, kemauan untuk melek teknologi, serta kedisiplinan dalam literasi keuangan adalah pondasi dalam membangun bisnis yang stabil dan berkelanjutan.
Cara Melakukan Wawancara yang Benar
Lalu, bagaimana cara melakukan wawancara yang baik itu? Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan.
1. Menentukan Topik dan Narasumber Wawancara
Sebelum melakukan wawancara, kamu harus menentukan topiknya, misalnya, tentang kesehatan, pendidikan, hiburan, olahraga, dan pemerintahan. Pastikan narasumber yang kamu pilih memang ahli atau relevan dengan topik yang dibahas. Mintalah kesediaan narasumber dengan sopan. Sampaikan maksud, tujuan, serta waktu dan tempat yang disepakati.
2. Persiapan
Apa yang harus dipersiapkan agar wawancara berjalan dengan lancar? Nah, kamu bisa buat kerangka pertanyaan menggunakan rumus 5W + 1H. Jangan lupa bawa buku catatan dan alat perekam. Lakukan riset dengan pelajari sedikit latar belakang narasumber agar kamu tidak menanyakan hal yang sudah umum diketahui.
3. Pelaksanaan (Saat Wawancara)
Datanglah tepat waktu saat wawancara. Hal ini menunjukkan kamu menghargai waktu narasumber. Selain itu, gunakan pakaian yang sesuai dengan situasi misalnya seragam sekolah yang rapi jika untuk tugas.
Mulailah wawancara dengan memperkenalkan diri dan menyampaikan tujuan wawancara secara jelas. Sikap yang sopan akan membuat narasumber merasa lebih nyaman untuk menjawab pertanyaan.
Gunakan pertanyaan yang sudah kamu siapkan sebelumnya. Sampaikan pertanyaan dengan bahasa yang mudah dipahami agar narasumber dapat memberikan jawaban yang jelas.
4. Catat dan Rekam
Selalu minta izin jika kamu ingin merekam suara atau mengambil foto narasumber sebagai dokumentasi.
5. Hormati Narasumber
Hindari pertanyaan yang berbelit-belit. Dengarkan jawaban narasumber dengan saksama dan jangan memotong pembicaraan. Tunjukkan rasa hormat dan empati kepada narasumber.
6. Tutup Wawancara dengan Baik
Sebelum mengakhiri, pastikan tidak ada data yang terlewat atau salah catat. Sampaikan apresiasi kepada narasumber atas waktu dan informasi yang telah diberikan. Tinggalkan kesan yang baik agar di lain waktu jika butuh informasi lagi, narasumber akan dengan senang hati membantu.
—
Melakukan wawancara sebenarnya gak sesulit yang dibayangkan kok. Kalau kamu mempersiapkannya dengan baik, menyusun pertanyaan yang jelas, dan bersikap sopan saat berbicara dengan narasumber, kamu bisa mendapatkan informasi yang bermanfaat. Selain itu, kegiatan wawancara juga bisa melatih kemampuan berkomunikasi dan kepercayaan diri saat berbicara dengan orang lain.
Nah, kalau kamu ingin lebih paham tentang materi bahasa Indonesia lainnya, kamu bisa belajar bareng Master Teacher di Brain Academy. Mau belajar online atau datang langsung ke cabang, keduanya sama-sama seru dan bikin kamu lebih cepat paham materi. Yuk, coba belajar di Brain Academy!
Referensi:
Dee Publish Store. 16 September 2022. Jenis-Jenis Wawancara, Peneliti dan Mahasiswa Wajib Tau [Daring]. Tautan: https://deepublishstore.com/blog/penelitian-skripsi/jenis-jenis-wawancara/?srsltid=AfmBOopfm-8LBLWueGmTFIWFIZaBeWEjqSAYnsvvrnpkauU_1T0QfRPr. Diakses 10 Maret 2026.
Populix. Wawancara: Pengertian, Jenis, Fungsi, Tahap, dan Tips [Daring]. Tautan: https://info.populix.co/articles/wawancara-adalah/. Diakses 10 Maret 2026.


