Realitas Sosial: Bentuk, Proses, Jenis, dan Contohnya

Realitas sosial adalah kenyataan yang terbentuk dari konstruksi sosial di masyarakat. Yuk, ketahui bentuk, proses, macam, dan contohnya!
—
Dalam sosiologi, kita mengenal istilah realitas sosial, yaitu hal-hal yang dianggap nyata diakui dalam kehidupan bersama. Contohnya, adanya kemiskinan, sistem sekolah, atau aturan-aturan yang berlaku di masyarakat. Semua itu nggak muncul begitu saja, tapi terbentuk melalui proses sosial yang disepakati bersama.
Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan realitas sosial? Bagaimana proses terbentuknya, dan apa saja contohnya? Yuk, kita bahas bersama!
Apa Itu Realitas Sosial?
Realitas sosial disebut juga fakta sosial. Menurut Émile Durkheim, realitas sosial adalah cara-cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang berasal dari kekuatan di luar diri individu, bersifat memaksa dan mengendalikan individu, serta di luar kehendak pribadi seseorang. Contoh realitas sosial ini, seperti hukum, moral, kepercayaan, adat istiadat, cara berpakaian, hingga aturan-aturan ekonomi yang berlaku dalam masyarakat.
Dalam sosiologi, realitas sosial adalah hal-hal yang dianggap nyata dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan hasil konstruksi sosial. Artinya, realitas ini terbentuk melalui kesepakatan bersama, interaksi antar individu, dan kebiasaan yang berlangsung terus-menerus.
Misalnya, sekolah. Sistem sekolah formal seperti sekarang ini terbentuk melalui kesepakatan sosial yang dibangun oleh masyarakat sejak dulu. Karena aturan ini diterapkan terus-menerus dan diajarkan sejak kecil, lama kelamaan sekolah menjadi sesuatu yang mutlak dan sudah seharusnya ada.
Baca juga: Kelompok Sosial: Ciri, Contoh, Syarat, dan Proses Terbentuknya
Bentuk-Bentuk Realitas Sosial
Menurut Berger & Luckmann, bentuk realitas sosial terdiri atas tiga, yaitu objektif, simbolik, dan subjektif. Yuk, simak penjelasannya satu per satu!
1. Realitas Objektif
Realitas objektif adalah kenyataan yang benar-benar ada di masyarakat dan diakui bersama, tanpa terpengaruh oleh pendapat atau perasaan pribadi.
2. Realitas Simbolik
Realitas simbolik adalah kenyataan yang disampaikan melalui simbol-simbol, seperti dalam karya seni, cerita fiksi, atau berita di media. Simbol-simbol ini membantu kita memahami dan memperkuat kenyataan sosial yang ada.
3. Realitas Subjektif
Realitas subjektif adalah cara seseorang memahami kenyataan sosial berdasarkan pengalaman pribadi. Pemahaman ini terbentuk dari pengaruh lingkungan (realitas objektif) dan simbol-simbol yang sering ditemui (realitas simbolik).
Baca juga: Masalah Sosial: Pengertian, Faktor Penyebab & Contohnya
Proses Pembentukan Realitas Sosial
Berger dan Luckmann menjelaskan bahwa realitas sosial terbentuk melalui tiga tahap, yaitu eksternalisasi, objektifikasi, dan internalisasi. Yuk, simak penjelasannya!
1. Eksternalisasi
Eksternalisasi adalah proses ketika ide atau gagasan yang awalnya hanya ada dalam pikiran seseorang mulai diwujudkan dan menjadi bagian dari kehidupan bersama. Artinya, ide tersebut sudah mulai tampak nyata di masyarakat dan menjadi bagian dari struktur sosial.
2. Objektifitasi
Ide-ide yang muncul dari proses eksternalisasi kemudian dipersepsikan menjadi sebuah kenyataan. Ide-ide tadi disepakati (konsensus), mengalami proses interaksi sosial, lalu berlangsung secara berulang (habituasi).
3. Internalisasi
Internalisasi adalah proses ketika ide yang telah melalui tahap objektifikasi dan dianggap sebagai kenyataan, kemudian diterima, diserap, dan dipahami oleh individu sebagai bagian dari pengetahuan.
Jadi, apa yang kita anggap sebagai kenyataan sehari-hari sebenarnya berasal dari ide dan pandangan manusia sendiri. Hal ini sesuai dengan pandangan W.I. Thomas, yang mengatakan bahwa realitas sosial terbentuk dari definisi atau cara kita memahami suatu situasi.
Baca juga: Ketimpangan Sosial: Pengertian, Penyebab, Bentuk & Dampak
Macam-Macam Realitas Sosial
Menurut Soerjono Soekanto (1982), ada beberapa macam realitas sosial dalam masyarakat, yaitu:
1. Interaksi Sosial
Interaksi sosial adalah hubungan yang terjadi saat individu atau kelompok saling bertemu dan berkomunikasi. Interaksi ini bisa terjadi antarindividu, individu dengan kelompok, atau antarkelompok.
2. Kebudayaan
Manusia menciptakan kebudayaan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan melindungi diri, seperti pakaian, rumah, atau alat perlindungan. Kebudayaan ini menjadi bagian dari kehidupan sosial.
3. Nilai dan Norma Sosial
Nilai sosial adalah prinsip atau keyakinan yang dianggap penting oleh masyarakat, seperti kejujuran atau gotong royong. Norma sosial adalah aturan atau pedoman yang berasal dari nilai tersebut, misalnya peraturan di sekolah atau adat istiadat.
4. Stratifikasi Sosial
Stratifikasi sosial adalah adanya tingkatan atau lapisan dalam masyarakat, seperti orang kaya dan miskin atau atasan dan bawahan. Perbedaan ini memengaruhi hubungan sosial.
5. Status dan Peran Sosial
Status adalah posisi seseorang dalam masyarakat, misalnya siswa, guru, atau orang tua. Sementara itu, peran adalah perilaku yang diharapkan dari seseorang sesuai statusnya. Contohnya, siswa diharapkan belajar dengan rajin dan menghormati guru.
6. Perubahan Sosial
Masyarakat selalu berubah, misalnya perubahan aturan, teknologi, atau sistem politik. Perubahan ini membuat masyarakat menyesuaikan diri dan memengaruhi cara hidup mereka.
Contoh Realitas Sosial
Nah, setelah memahami pengertian, bentuk, dan proses pembentukan realitas sosial, yuk simak contoh realitas sosial berikut ini!
1. Keluarga
Keluarga merupakan bentuk realitas sosial karena masyarakat membentuk pemahaman bahwa ayah, ibu, dan anak adalah satu kesatuan. Anak yang baru lahir pun mengenal orang tuanya sebagai keluarga karena konsep ini sudah melekat dalam kehidupan sosial.
2. Sekolah
Seperti yang disebutkan sebelumnya, sekolah juga merupakan contoh realitas sosial. Sistem sekolah muncul dari ide dan kesepakatan manusia terkait pentingnya pendidikan. Dari ide tersebut, lahirlah bentuk nyata seperti gedung, kurikulum, guru, dan murid yang menjalankan peran masing-masing.
—
Itulah pembahasan mengenai realitas sosial, mulai dari pengertian, dimensi, proses pembentukan, hingga contoh-contohnya. Mau belajar lebih banyak tentang realitas sosial atau materi sosiologi lainnya? Yuk, belajar bareng Master Teacher di Brain Academy!
Sumber:
Suhardi, Sri Sunarti. 2009. Sosiologi 1: Untuk SMA/MA Kelas X Program IPS. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Swasikanti, Kenya. 2022. Realitas Sosial sebagai Objek Kajian Sosiologi [daring]. Tautan: https://www.ruangguru.com/blog/realitas-sosial
Pelajaran. 2025. Pengertian Realitas Sosial, Macam, Bentuk, Konsel, dan Contoh Realitas Sosial Menurut Para Ahli [daring]. Tautan: https://www.pelajaran.co.id/pengertian-macam-bentuk-konsep-dan-contoh-realitas-sosial-menurut-para-ahli/
Erilia, Erika. 2021. Apa Itu Realitas Sosial, Apa Saja Contohnya? [daring]. Tautan: https://tirto.id/apa-itu-realitas-sosial-apa-saja-contohnya-f8Qh (Diakses 28 Juli 2025)


