Speech Delay Pada Anak: Kenali Tanda dan Cara Mengatasinya

08022021_Speech_Delay_Pada_Anak_Content_Blog_820x410_Draft1Artikel ini membahas tentang speech delay yang dapat dialami oleh anak

Setiap anak tentunya memiliki perkembangan bicara yang berbeda-beda. Saat masih kecil, anak hanya bisa babbling hal-hal tidak jelas – hingga kemudian, mereka tumbuh besar dan tentunya mengalami kemajuan dalam cara berbicara. Umumnya, anak akan mengenal bahasa di usia 3 bulan, dan mereka akan mulai bicara antara usia 11 hingga 14 bulan.

Baca Juga: Apakah Mengajarkan Dua Bahasa Sedari Dini itu Baik?

Tapi, apakah parents tahu, bahwa ada beberapa anak yang mengalami keterlambatan dalam kemampuan bicaranya?

speech delay pada anakSpeech delay dapat dialami oleh anak saat usia pertumbuhan (sumber: study.com)

Kondisi ini disebut sebagai speech delay atau keterlambatan berbicara. Ini merupakan keadaan dimana seorang anak yang telah menginjak 2 tahun masih belum bisa berbicara layaknya anak di usia tersebut. Speech delay bukan hal yang dapat dianggap remeh lho, parents! Sebab jika tidak segera ditangani, hal ini dapat mengakibatkan masalah ketika anak menginjak usia dewasa nantinya.

Lalu, bagaimana caranya agar parents mengetahui bahwa kemampuan bicara si kecil tidak sesuai dengan anak-anak seusianya? Kemudian, apa yang harus dilakukan jika si kecil terlanjur mengalami speech delay? Agar parents bisa mendapatkan jawabannya, yuk simak penjelasannya di bawah ini!

 

Cara Deteksi Speech Delay Pada Anak

Langkah pertama yang dapat parents lakukan untuk mendeteksi speech delay adalah dengan membandingkan kemampuan si kecil dengan anak seusianya. Cara ini bisa menjadi petunjuk sederhana untuk mengetahui apakah kemampuan bicara si kecil tertinggal atau tidak.

waspadai speech delay sejak usia diniWaspadai speech delay secepat mungkin (sumber: parentsneed.com)

Tetapi, parents tidak boleh langsung menyimpulkan ya! Sebab, speech delay biasanya baru akan terlihat ketika anak memasuki usia 12 bulan. Sebab para ahli menyebutkan bahwa di usia tersebut, anak setidaknya telah mengetahui 1 hingga 20 kosa kata. Lalu ketika menginjak usia 18 bulan, setidaknya anak telah memiliki 20 hingga 100 kata. 

Adapun timeline perkembangan bicara pada anak yang dapat parents gunakan sebagai acuan untuk mengetahui apakah kemampuan berbicara si kecil sudah sesuai dengan anak-anak sebayanya;

1. Usia 3 bulan → anak mulai mengeluarkan babbling. Selain itu, anak juga sudah bisa mengenali suara dan memperhatikan wajah orang tuanya saat diajak berkomunikasi.

2. Usia 6 bulan → suku kata yang diucapkan sudah mulai terdengar jelas. Seperti “pa-pa” atau “ba-ba”. Pada usia ini juga anak mulai bersuara untuk mengekspresikan emosinya, menoleh ke sumber suara, dan merespon pada musik.

3. Usia 9 bulan → kata dasar seperti “ya” dan “tidak” sudah bisa dipahami oleh si kecil.

4. Usia 12 bulan → di usia ini, si kecil sudah bisa mengucap kata seperti “mama” atau “papa” dengan baik, memahami perintah, serta menirukan ucapan dari orang-orang sekitar.

5. Usia 18 bulan → anak sudah mampu meniru kata-kata yang diucapkan oleh orang tuanya dan dapat menunjuk ke sebuah benda atau bagian tubuh yang disebutkan oleh orang tuanya. Anak juga sudah bisa mengucapkan setidaknya 10 kata dasar. Tapi, jangan khawatir jika si kecil belum bisa mengucapkannya dengan jelas – seperti “makan” yang diucap dengan “mam”.

Kemudian pada usia 3-5 tahun, kosakata yang dimiliki oleh anak akan berkembang dengan pesat. Bahkan di usia 3 tahun ada beberapa anak yang bisa menyerap kosakata baru dengan cepat. Di usia tersebut juga, anak sudah bisa memahami perintah yang lebih panjang.

 

Dampak dari Speech Delay Terhadap Anak

Jika tidak ditangani sejak dini, speech delay tentunya dapat memberikan dampak berkepanjangan bagi si kecil – khususnya ketika anak telah memasuki usia dewasa – di antaranya yaitu; sulit bersosialisasi, memusatkan perhatian, prestasi akademik memburuk, sulit mendapatkan pekerjaan, bahkan sampai mengalami masalah kejiwaan.

dampak buruk speech delaySpeech delay yang tidak ditangani akan berdampak buruk bagi anak (sumber: upbility.com)

 

Bagaimana Cara Mengatasi Anak yang Telanjur Speech Delay?

Penting bagi parents untuk melakukan pemeriksaan terhadap tumbuh kembang si kecil secara menyeluruh dan berkala. Sebab, masalah speech delay dapat ditimbulkan oleh berbagai macam faktor. Misalnya seperti anak memiliki kelainan pendengaran, autisme, disabilitas intelektual, hingga penyakit langka seperti sindrom Angelman.

atasi speech delay dengan terapiTerapi wicara dapat membantu anak yang mengalami speech delay (sumber: grkids.com)

Terapi wicara terbukti efektif untuk membantu anak yang mengalami kesulitan dalam bicara ekspresif (berbicara untuk mengungkapkan keinginannya). Tetapi, terapi ini tidak cukup efektif untuk mengatasi anak yang mengalami hambatan dalam bicara reseptif (kemampuan untuk merespon ketika diajak berkomunikasi). Berikut jenis-jenis terapi wicara yang dapat membantu anak:

1. Terapi wicara → terapi dilakukan untuk merangsang anak untuk berbicara. Terapi yang akan dilakukan berupa mengajak anak bermain, memperkenalkan kartu bergambar, sampai belajar bahasa isyarat.

2. Terapi apraxia → terapi yang dapat membantu anak yang mengalami kesulitan untuk menyebutkan suatu kata dengan baik – padahal si kecil tahu betul apa yang ia inginkan. Terapi dilakukan biasanya dengan merekam suara anak saat berbicara atau melatih mereka untuk berbicara di depan cermin.

3. Terapi untuk gagap atau stuttering → terapi untuk mengatasi anak yang mengalami gagap bicara. Terapi dilakukan dengan melatih anak untuk berbicara secara pelan-pelan dan jelas. Sebab, berbicara terlalu cepat bisa menjadi salah satu penyebab anak mengalami gagap.

Tidak hanya kemampuan berbicara. Selama masa pertumbuhannya, anak juga butuh mengasah berbagai macam kemampuan – seperti teamwork, leadership, critical thinking, problem solving, dan soft skill lainnya yang dibutuhkan oleh anak di masa depan. Agar semua kemampuan tersebut dapat diasah dengan baik, jangan lupa daftarkan anak untuk bimbel di Brain Academy Online saat telah menduduki bangku sekolah nanti ya, parents!

BA online - Brain Academy

Referensi:

Ariska Puspita Anggraini. Speech Delay Pada Anak: Definisi, Gejala, dan Cara Penanganannya. 8 Februari 2020. kompas.com. [Daring]. Tautan: https://health.kompas.com/read/2020/02/08/103300868/speech-delay-pada-anak–definisi-gejala-dan-cara-penanganannya?page=all (Diakses: 11 Januari 2021)

Dr. Verury Verona Handayani. 3 Cara Mengatasi Speech Delay Pada Anak. 14 Februari 2020. halodoc.com. [Daring]. Tautan: https://www.halodoc.com/artikel/3-cara-mengatasi-speech-delay-pada-anak (Diakses: 11 Januari 2021)

Dr. Argaruci Gemilang. Kenali Tanda-tanda Keterlambatan Bicara Pada Balita. nutriclub.co.id. [Daring]. Tautan: https://www.nutriclub.co.id/article-balita/stimulasi/tumbuh-kembang-anak/tanda-keterlambatan-bicara-pada-balita (Diakses: 11 Januari 2021)

Sumber Gambar

Speech delay dapat dialami oleh anak saat usia pertumbuhan. study.com. [Daring]. Tautan: https://study.com/blog/how-do-i-know-if-my-child-has-a-language-delay.html (Diakses: 11 Januari 2021)

Waspadai speech delay secepat mungkin. parentsneed.com. [Daring]. Tautan: https://parentsneed.com/language-development-speech-delay/ (Diakses: 11 Januari 2021)

Speech delay yang tidak ditangani akan berdampak buruk bagi anak. upbility.com. [Daring]. Tautan: https://upbility.net/blogs/news/17371485-7-key-social-skills-to-help-children-with-autism-cope-with-bullying (Diakses: 11 Januari 2021)

Terapi wicara dapat membantu anak yang mengalami speech delay. grkids.com. [Daring]. Tautan: https://grkids.com/occupational-therapy-and-speech-therapy-grand-rapids/ (Diakses: 11 Januari 2021)

Tiara Syabanira Dewantari