20 Contoh Puisi Kontemporer Singkat, Pengertian dan Jenisnya

Puisi kontemporer tidak terikat aturan kaku seperti puisi umumnya. Yuk, simak beberapa contoh puisi kontemporer di artikel berikut!
—
Dalam karya sastra, selain puisi lama dan puisi baru, ada juga puisi kontemporer yang punya ciri khas berbeda dari puisi pada umumnya. Kenapa bisa begitu? Karena puisi jenis ini sudah tidak lagi terikat aturan baku seperti rima, jumlah baris, dan pola bait tertentu.
Puisi kontemporer tercipta dari kebebasan berekspresi penyairnya. Alih-alih mengikuti aturan lama, para penyair justru lebih mementingkan bagaimana pesan dan rasa bisa sampai ke pembaca. Bahkan, tak jarang penyair bereksperimen dengan bentuk visual dan tata letak yang terlihat tidak biasa.
Lalu, seperti apa contoh puisi kontemporer itu? Yuk, langsung saja simak beberapa contohnya di bawah ini!
Apa itu Puisi Kontemporer?
Pengertian puisi kontemporer adalah jenis puisi yang dibuat berdasarkan masa kini atau mengikuti arus perkembangan zaman. Berbeda dengan puisi lama seperti pantun yang terikat aturan jumlah baris dan rima, puisi kontemporer justru bersifat sangat bebas.
Penyairnya lebih suka bereksperimen, entah itu memainkan bentuk tulisan/tipografi, bunyi yang mirip mantra, dan pakai kata-kata yang gak ada di kamus. Intinya, puisi ini gak mau terikat dengan tradisi lama dan lebih fokus pada kebebasan ekspresi si penulis.
Dalam sejarah sastra Indonesia, kemunculan puisi kontemporer Sutardji Calzoum Bachri menjadi salah satu penanda meledaknya fenomena estetika ini sekitar tahun 1970-an. Perkembangannya dipelopori juga oleh tokoh-tokoh revolusioner seperti Remy Sylado, Iwan Simatupang, Danarto, dan masih banyak lagi.
Baca Juga: Pengertian Puisi, Ciri, Struktur, Unsur dan Contohnya
Ciri-Ciri Puisi Kontemporer
Puisi kontemporer memiliki tampilan dan gaya yang berbeda dari puisi pada umumnya. Aturannya lebih fleksibel dan kadang terasa seenaknya, tapi justru di situlah letak seninya. Berikut beberapa ciri-cirinya:
1. Tipografi yang Tidak Konvensional
Bentuk tulisannya gak melulu baris-baris rata kiri, tapi ada yang membentuk zig zag, melingkar, dan gambar. Jadi, sebelum dibaca pun, puisinya sudah berbicara lewat tampilannya. Bentuk visualnya ikut menyampaikan makna dan suasana yang ingin disampaikan penyair.
2. Musikalisasi Kata
Dalam puisi kontemporer, bunyi sering kali lebih diutamakan daripada arti harfiahnya. Ada pengulangan kata, permainan ritme, dan susunan bunyi yang terdengar seperti mantra. Kadang saat dibaca keras-keras, puisinya terasa seperti pertunjukan suara.
3. Bahasanya Fleksibel dan Campuran
Puisi ini sering memakai bahasa sehari-hari, bahasa daerah, dan bahasa asing. Penyair bebas memilih kata yang paling pas buat menyampaikan perasaan dan gagasannya.
4. Berisi Simbolik & Kritik
Isi puisi kontemporer seringkali berupa kritik sosial yang tajam dan ungkapan batin yang sangat personal. Penyair menggunakan bahasa sebagai alat refleksi, kritik, dan ekspresi terhadap realitas zamannya.
Jenis-Jenis Puisi Kontemporer
Puisi kontemporer punya banyak bentuk karena sifatnya memang bebas dan eksperimental. Berikut beberapa jenis puisi kontemporer yang sering dibahas:
1. Puisi Tipografi
Puisi tipografi adalah jenis puisi kontemporer yang memiliki pandangan bahwa bentuk atau wujud fisik puisi, mampu memperkuat ekspresi dari puisi itu sendiri. Dalam puisi ini, kata-kata bisa disusun membentuk pola tertentu, menyebar, dan menyerupai gambar, misalnya zigzag atau melingkar. Jadi, pembaca bisa menikmati isi puisi dan tampilan visualnya sekaligus.
2. Puisi Mantra (Supra Kata)
Puisi mantra atau supra kata adalah jenis puisi kontemporer yang cenderung memutarbalikkan kata-kata konvensional, serta menemukan kata-kata baru yang belum pernah ada sebelumnya. Ciri khasnya ada pada pengulangan kata, irama yang kuat, dan bunyi yang terasa magis. Tujuannya bukan buat dimengerti maknanya, tapi untuk menciptakan efek magis dan suasana tertentu lewat bunyi.
3. Puisi Mbeling
Jenis puisi yang satu ini diambil dari bahasa Jawa, yaitu “mbeling”, artinya nakal atau sukar diatur. Puisi mbeling adalah jenis puisi kontemporer yang tidak punya aturan tertentu.
Puisi ini biasanya pakai bahasa yang blak-blakan, kasar, dan nyeleneh buat menyindir atau mengkritik kondisi sosial dan politik. Isinya cenderung menghadirkan humor dan kelakar melalui lagu sederhana.
4. Puisi Konkret
Hampir mirip dengan tipografi, tapi kalau puisi konkret lebih menekankan pada bentuk visual yang nyata. Puisi konkret adalah jenis puisi kontemporer yang cara penulisannya menggunakan permainan huruf, kata, dan bentuk garis seperti pola atau lambang tertentu. Kamu gak perlu baca katanya satu-satu, tapi cukup lihat bentuk keseluruhannya saja kamu sudah bisa paham apa maksud si penulis.
5. Puisi Tanpa Kata
Puisi tanpa kata adalah salah satu bentuk puisi kontemporer yang tidak mengandalkan rangkaian diksi seperti puisi pada umumnya. Alih-alih menggunakan kata, jenis puisi ini memanfaatkan tanda baca, simbol, garis, titik, dan bentuk visual tertentu untuk menyampaikan gagasan dan emosi penyair. Maknanya tidak dibaca melalui bunyi, melainkan ditafsirkan melalui tampilan visualnya.
6. Puisi Multi Lingual
Jenis puisi kontemporer ini menggunakan lebih dari satu bahasa dalam satu karya. Misalnya, Bahasa Indonesia dipadukan dengan bahasa daerah atau bahasa asing seperti Inggris, Arab, dan lainnya. Perpaduan bahasa ini dapat memperkaya nuansa, mempertegas identitas budaya, dan menghadirkan lapisan makna yang lebih kompleks.
7. Puisi Idiom Baru
Sekarang kita beralih ke puisi idiom baru. Puisi idiom baru merupakan bentuk puisi kontemporer yang menghadirkan ungkapan segar atau idiom yang diciptakan sendiri oleh penyair.
Dalam puisi ini, keterkaitan makna antar kata sering kali tidak mengikuti pola konvensional. Bahkan, hubungan makna bisa dipelintir, dibalik, dan diputus secara sengaja untuk menghasilkan kesan yang unik, mengejutkan, dan penuh tafsir.
8. Puisi Mini Kata
Sesuai dengan sebutannya, puisi mini kata merupakan salah satu bentuk puisi kontemporer yang ditulis dengan jumlah kata yang sangat sedikit. Dalam puisi ini, kepadatan makna lebih diutamakan dibandingkan panjang teksnya.
Biasanya, puisi mini kata juga memanfaatkan unsur pendukung seperti tanda baca, huruf tertentu, garis, titik, dan simbol lainnya untuk memperkuat kesan dan makna. Dengan keterbatasan kata tersebut, penyair justru dituntut untuk lebih kreatif dalam menyampaikan pesan secara singkat, padat, dan penuh tafsir.
Baca Juga: Contoh Puisi Lama Beserta Pengertian dan Jenis-Jenisnya
Perbedaan Puisi Lama, Baru, dan Kontemporer
Dilihat dari bentuk dan karakteristiknya, puisi dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu puisi lama, puisi baru, dan puisi kontemporer. Pada pembahasan sebelumnya, kamu sudah mempelajari tentang puisi lama dan puisi baru.
Lalu, apa yang membedakan ketiganya? Nah, perhatikan tabel berikut ya buat tahu perbedaan puisi lama, puisi baru, dan puisi kontemporer.
| Puisi Lama | Puisi Baru | Puisi Kontemporer |
|
|
|
Contoh Puisi Kontemporer
1. Puisi Shang Hai Karya Sutardji Calzoum Bachri
SHANG HAI
ping di atas pong
pong di atas ping
ping ping bilang pong
pong pong bilang ping
mau pong? bilang ping
mau mau bilang pong
mau ping? bilang pong
mau mau bilang ping
ya pong ya ping
ya ping ya pong
tak ya pong tak ya ping
ya tak ping ya tak pong
sembilu jarakMu merancap nyaring
2. Puisi Kontemporer Tragedi Winka dan Sihka Karya Sutardji Calzoum Bachri
TRAGEDI WINKA DAN SIHKA
kawin
kawin
kawin
kawin
kawin
kawin
winka
sihka
kawin
kawin
kawin
kawin
kawin
kawin
kawin
winka
sihka
ka
win
ka
win
ka
win
wi
ka
wi
ka
wi
ka
si
ka
si
ka
si
ka
ka
ka
ka
ka
ka
3. Contoh Puisi Kontemporer Mbeling
PEDAS
pedas
cabai rawit
semua kecanduan
pedas
harga cabe rawit
haruskah mati kecanduan?
super pedas
ulah sang penguasa
pedas kecanduan
4. Contoh Puisi Kontemporer Mini Kata
REFORMASI
RR R
RRRR
R
RRRRRRRR
RRRRRRR
RRRRRRRR
!! Reformasi!!
5. Contoh Puisi Kontemporer Konkret
POHON
daun
daun daun
daun daun daun
daun daun daun daun
batang
batang
batang
6. Contoh Puisi Konkret Karya Noorca Marendra
Di
Di
Betul
kau pasti
sedang menghitung
berapa nasib lagi tinggal
sebelum fajar terakhir kau tutup
tanpa seorang pun tahu siapa kau dan
di
kau
masa kini
lengkaplah sudah
perhitungan di luar akal
dan angan-angan di dalam hati kita
tentang sesuatu yang tak bias siapa pun
menerangkatakan pada saat itu kau mungkin sedang
di
Betul
kan
?
7. Puisi Jadi Karya Sutardji Calzoum Bachri
JADI
Jadi
tidak setiap derita
jadi luka
tidak setiap duri
jadi duri
tidak setiap tanda
jadi makna
tidak setiap tanya
jadi ragu
tidak setiap jawab
jadi sebab
tidak setiap seru
jadi mau
tidak setiap tangan
jadi pegang
tidak setiap kabar
jadi tahu
tidak setiap luka
jadi kaca
memandang kau
pada wajahku!
8. Puisi Dua Jembatan: Mirabeau & Asemka Karya Remy Sylado
DUA JEMBATAN: MIRABEAU & ASEMKA
Mengapa orang mau mendengar Apollonaire
Yang berkisah tentang kebohongan dunia
-Et Sous le pount Mirabeau coule la Seine
-Et nouns amours
-?
Mengapa tak mau dengan Remifasolasido
Yang berkisah tentang kejujuran dunia
-Ning ngisore kreteg Asemka iku
-Akeh umbele Cino
-?
9. Puisi Mantera Karya Sutardji Calzoum Bachri
MANTERA
lima percik mawar
tujuh sayap merpati
sesayat langit perih
dicabik puncak gunung
sebelas duri sepi
dalam dupa rupa
tiga menyan luka
mengasapi duka
puah!
kau jadi Kau!
Kasihku
10. Puisi Peringatan Karya Wiji Thukul
PERINGATAN
Jika rakyat pergi
Ketika penguasa pidato
Kita harus hati-hati
Barangkali mereka putus asa
Kalau rakyat bersembunyi
Dan berbisik-bisik
Ketika membicarakan masalahnya sendiri
Penguasa harus waspada dan belajar mendengar
Bila rakyat berani mengeluh
Itu artinya sudah gasat
Dan bila omongan penguasa
Tidak boleh dibantah
Kebenaran pasti terancam
Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
Dituduh subversif dan mengganggu keamanan
Maka hanya ada satu kata: lawan!
11. Puisi O Karya Sutardji Calzoum Bachri
O
dukaku dukakau dukarisau dukakalian dukangiau
resahku resahkau resahrisau resahbalau resahkalian
raguku ragukau raguguru ragutahu ragukalian
mauku maukau mautahu mausampai maukalian maukenal maugapai
siasiaku siasiakau siasia siabalau siarisau siakalian siasia
waswasku waswaskau waswaskalian waswaswaswaswaswaswaswaswaswas
duhaiku duhaikau duhairindu duhaingilu duhaikalian duhaisangsai
oku okau okosong orindu okalian obolong o risau o Kau O..
Baca Juga: Contoh Puisi Pendek yang Menyentuh Hati
12. Puisi Sepisaupi Karya Sutardji Calzoum Bachri
SEPISAUPI
sepisau luka sepisau duri
sepikul dosa sepukau sepi
sepisau duka serisau diri
sepisau sepi sepisau nyanyi
sepisaupa sepisaupi
sepisapanya sepikau sepi
sepisaupa sepisaupi
sepikul diri keranjang duri
sepisaupa sepisaupi
sepisaupa sepisaupi
sepisaupa sepisaupi
sampai pisauNya ke dalam nyanyi
13. Puisi Olahraga Karya Remy Sylado
OLAHRAGA
Orang kota
Mengangkat barbel
Di fitnes centre
Olahraga
Orang desa
Memacul tanah
Di sawah ladang
Yang satu
Mencari sehat
Karena anjuran
Yang lain
Menemukan sehat
Karena terlanjur
14. Puisi Menyingkat Kata Karya Remy Sylado
MENYINGKAT KATA
Karena
kita orang Indonesia
suka
menyingkat kata wr.wb.
Maka
rahmat dan berkah Ilahi
pun
menjadi singkat
dan tak utuh buat kita.
15. Puisi Percakapan Rahasia Karya Remy Sylado
PERCAKAPAN RAHASIA
Kucuri uang ini saat perut amat lapar
Belikan nasi, kumakan, tapi tetap terasa lapar
Lalu, kucuri lagi
Kumakan lagi
Tapi tetap terasa lapar
Begitu seterusnya hingga terkapar
Aku sadar tanpa khayal
Hidup ini penuh rasa lapar
Lapar uang, kekuasaan, wanita dan sebagainya
Aku berbisik kepada malaikat
Ssssstt….sssssttttt
Jangan bilang siapa-siapa
Ini percakapan rahasia dengan Tuhan.
16. Puisi Sajak tentang Sebuah Mimpi Karya Noorca Marendra
SAJAK TENTANG SEBUAH MIMPI
Seorang anak yang malang
Mimpi ketemu sinterklas, tadi malam
Katanya: “Sorga ada di bawah telapak kaki ibu…”
Pagi-pagi sekali anak yang malang itu
Menangis di depan ibunya
Yang telah terputus kedua kakiknya
Adegan ini, sesungguhnya agak mengharukan
tapi kalau nasib menghendakinya begitu
kita mau pa lagi?
17. Contoh Puisi Multi Lingual
MERAPI
merapi…
gagah bak penguasa
asap putih memayungimu
lebat hutan pengawalmu
sejarah laharmu abadi kini
merapi…
saumpamane kowe bisa nguri-uri
kabeh sing kaleksana ing tanah Jawi
prilakune manungsa
becik lan ora
marang alam
karunia sang Illahi.
18. Puisi Jaman Bahari Karya Sides Sudyarto DS
PUISI JAMAN BAHARI
GIRISA
Ya meraja jaramaya
Ya marani niramaya
Ya silapa palasiya
Ya mirado rodamiya
Ya midosa sadomiya
Ya dayuda dayudaya
Ya siyaca cayasiya
Ya sihama mahasiya
19. Puisi Forsythia Karya Mary Ellen Solt

Puisi berjudul “Forsythia” tahun 1966 karya Mary Ellen Solt (Sumber: https://www.britannica.com/art/concrete-poetry)
20. Contoh Puisi Idiom Baru
TIDAK
keheningan
bukanlah sepi
kesepian
bukanlah sunyi
penderitaan
bukanlah luka
pertanyaan
bukanlah ketidakpercayaan
menghilang
bukanlah ketakutan
firasat
jadi pertanda
kau pergi
tuk selamanya!
—
Nah, itu tadi penjelasan lengkap mengenai pengertian, ciri-ciri, jenis, dan contoh puisi kontemporer yang biasanya dibahas pada pelajaran Bahasa Indonesia.
Kalau kamu masih bingung dengan materi pelajaran Bahasa Indonesia lainnya, yuk tanyakan langsung ke Master Teacher di Brain Academy. Kini, tersedia juga Brain Academy Center buat kamu yang mau les secara tatap muka lho!
Referensi:
Abdul W. B. S. 2022. Puisi Mbeling [Daring]. Tautan: https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/artikel-detail/896/puisi-mbeling. Diakses 10 Februari 2026
Britannica. 2025. Concrete Poetry [Daring]. Tautan: https://www.britannica.com/art/concrete-poetry. Diakses 10 Februari 2026
Juwati. 2017. Diksi dan Gaya Bahasa Puisi-Puisi Kontemporer Karya Sutardji Calzoum Bachri (Sebuah Kajian Stilistik) [Daring]. Tautan: https://journal.ipm2kpe.or.id/index.php/KIBASP/article/view/96/32. Diakses 10 Februari 2026


