Ngobrol Bareng STAR Master Teacher Brain Academy di Hari Guru

Salsabila Nanda Nov 26, 2021 • 9 min read


STAR Master Teacher Brain Academy Kak Nindya dan Kak Wendy

Seberapa penting sih peran guru di era digital seperti sekarang? Yuk, kita simak penuturan Kak Nindya dan Kak Wendy selaku STAR Master Teacher Brain Academy!

---

Tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Jadi ingat masa-masa SMA bikin surprise buat wali kelas. Suasananya campur aduk, antara terkejut sekaligus terharu. Kalau Brainies ngapain aja pas Hari Guru kemarin? Nggak perlu kasih kado mahal lho, cukup tunjukkan rasa terima kasih kita atas dedikasi mereka dalam mendidik siswa-siswanya.

Bukan cuma guru sekolah, ucapkan juga rasa terima kasih kepada guru bimbel online, salah satunya STAR Master Teacher Brain Academy. Kebetulan, aku mendapat kesempatan untuk mengobrol dengan mereka di Hari Guru kemarin. Ada Kak Wendy STAR Master Teacher Matematika dan Kak Nindya STAR Master Teacher Geografi. Cus, kita kepoin!

1. Halo, Kak Wendy dan Kak Nindya! Apa kabar? Lagi sibuk apa nih sekarang?

Kak Wendy:

Halo semua! Baik, sehat dan selalu semangat! Kesibukannya selain mengajar, pastinya bikin materi buat Brainies, mengoreksi soal, jumping dari satu meeting ke meeting lainnya untuk merencanakan program belajar yang paling cocok untuk kalian.

Kak Nindya:

Baik banget. Sekarang lagi sibuk mencerdaskan anak bangsa hahaha.

2. BTW, Brainies mau ngucapin Selamat Hari Guru buat Kakak. Makasih ya sudah sabar dan helpful ngajarin kita. Penasaran deh, apa dari dulu cita cita Kakak mau jadi guru?

Kak Wendy:

Wah, thank you Brainies huhu terharu. Ini lucu banget sih, waktu kelas 3 SD  kak Wendy terpilih untuk mengenakan baju guru saat pawai 17 Agustus. Padahal, cita-cita Kakak bukan jadi guru, melainkan pramugari, ilmuwan, sampai arsitek. Banyak ya? Maklum masih kecil hahaha. Malah, Kak Wendy pernah kepikiran mau bikin rumah anti gempa. 

Kak Nindya:

Awww, terimakasih juga sudah mau berusaha sampai ke titik ini, meskipun kita semua tahu kalau belajar itu nggak mudah. Aku senang sekali kalian mau membagi waktu antara sekolah dan bimbel, thank you udah berusaha hadir di setiap Live Teaching dengan antusiasmenya yang selalu ngangenin.

Pada awalnya, tidak keinginan untuk menjadi guru. Sampai ketika aku gagal di SNMPTN dan memutuskan memilih jurusan Pendidikan Geografi di SBMPTN. Kenapa pendidikan? Aku terinspirasi dari guru Geografiku, Ibu Tambun, yang senantiasa memotivasi siswa untuk hidup lebih baik lewat belajar. Dari situ, aku merasa kalau aku ingin seperti beliau.

3. Hal apa yang membuat Kakak mantap berkarir sebagai seorang guru?

Kak Wendy: 

Cita-cita menjadi guru itu dimulai saat memilih jurusan kuliah. Dulu, Kak Wendy pengen banget kuliah Teknik tapi nggak lolos di pilihan pertama. Akhirnya, Kak Wendy kuliah di pilihan kedua yaitu Pendidikan Kimia. Kakak pun harus mengubah cita-cita dan tujuan berkarir. Menurutku, tugas seorang guru bukan hanya mempersiapkan kehidupan sekarang, melainkan bekal menuju kehidupan selanjutnya. Banyak insight yang kita dapatkan dari siswa, sehingga tidak membosankan untuk dijalani. Kak Wendy juga bersyukur bisa berkenalan dengan Brainies di seluruh Indonesia berkat mengajar.

Kak Nindya:

Ketika diterima di Jurusan Pendidikan Geografi, aku merasa bahwa Tuhan sudah mengkehendaki aku untuk mengabdi di dunia Pendidikan. Terlebih, sosok Ibu Tambun yang menjadi inspirasiku. Meskipun ada godaan untuk berkarir di luar dunia pendidikan, tetapi aku kembali ke komitmen awal. Menjadi guru bukan hanya memikirkan diri sendiri, tetapi memikirkan cara supaya siswa bisa menggapai mimpinya. Menjadi teman belajar mereka, mendengarkan keluh kesahnya, dan sekaligus tempat recharge energi.

4. Apa sih tantangan atau kendala terbesar yang dialami seorang guru?

Kak Wendy: 

Pastinya teknologi yang semakin canggih. Di era digital seperti sekarang menuntut Kak Wendy untuk tetap kreatif dalam menyampaikan materi. Nggak boleh gaptek, berpikir bagaimana cara agar siswa memahami apa yang Kakak jelaskan. Selain itu, Kakak harus bisa menjadi teman diskusi bagi mereka, karena anak-anak zaman sekarang lebih terbuka dan kritis dalam berpendapat. Kakak juga konsisten dalam membawa nilai-nilai afektif dalam kelas, sebab tingkah laku guru menjadi teladan bagi siswanya.

Kak Nindya:

Menyusun strategi pembelajaran. Jujur, muter otak banget rasanya. Berpikir agar penjelasanku bisa diterima dengan mudah oleh siswa. Aku harus menumbukan mood mereka supaya terus semangat. Mencari aktivitas yang dapat menumbuhkan public speaking dan kemampuan berpikir kritis. Aku berharap murid-muridku bisa paham, aktif, sekaligus happy selama belajar di kelas. Semua ini butuh kreativitas, karena cari ide nggak gampang. Hahaha.

Lalu, upaya untuk memahami perbedaan karakter siswa. Katakanlah dalam 1 kelas ada 20 murid, aku harus menjadi teman sekaligus guru buat mereka. Aduuuh, ngetiknya sambil terharu nih, Brainies. Ingat perjuangan guru sekolahku, so amazing to be a teacher ya.

5. Nah, bagaimana sih mengatasi kemampuan belajar siswa yang berbeda?

Kak Wendy:

Perlu kita ketahui, gaya belajar setiap orang itu berbeda. Ada auditory, visual, dan kinestetik. Kak Wendy tidak hanya menjelaskan materi, tetapi memberikan penekanan berulang menggunakan intonasi. Selain itu, Kakak menggunakan gambar atau video agar pembelajaran semakin menarik. Tak lupa aktivitas untuk mendorong kemampuan berpikir kritis mereka.

Kak Nindya:

Sebelum ngajar online, aku sempat mengajar di Brain Academy cabang Medan. Biasanya aku akan buat grouping sesuai dengan kemampuan siswa. Supaya siswa dengan kemampuan lebih bisa membantu siswa lainnya. Setelah kelas, aku memberi tambahan materi di sesi klinik PR biar belajarnya lebih privat sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Kalau di Brain Academy Online, ada kelas pendalaman materi untuk siswa yang perlu ditingkatkan kemampuannya. Bahkan, ada kelas akselerasi bagi siswa yang butuh soal-soal lebih menantang dari kelas biasa. Di kelas tersebut tingkat pemahaman mereka bakal diasah.

6. Selain mengajar, keterampilan apalagi yang wajib dimiliki seorang guru?

Kak Wendy:

Harus update sama perkembangan teknologi.

Kak Nindya:

Public speaking, problem solving, and of course psikologi.

7. Pilih mana: murid dapat nilai bagus atau murid yang memahami materi? Terus ada tips belajar nggak Kak?

Kak Wendy:

Pilih yang paham materi dong, hahaha. Oh iya, perlu diingat juga kalau nilai bagus bukanlah satu-satunya kunci kesuksesan. Banyak teman Kak Wendy yang sukses karena didukung dengan softskill dan nilai afektif yang baik. 

Tips belajar? Hmm, kenali dulu gaya belajar kamu kayak gimana. Auditori, visual, atau kinestetik? Di Brain Academy ada tes VAK untuk menentukan cara belajar yang paling cocok buat kamu.

Kak Nindya:

Wah, pilihan yang sulit. Kalo disuruh milih banget nih ya, aku pilih memahami materi sih. Kalau paham materi harusnya berkorelasi dengan nilai yang apik.  Mengenai tips belajar, yang pasti mood nya harus oke, hahaha. Ingat tujuan akhir kita dan coba bikin kelompok belajar supaya nggak membosankan.

8. Sekarang kan zamannya serba online, belajar bisa dari mana aja, bahkan belajar mandiri. Menurut Kakak, peran guru masih dibutuhkan di masa depan nggak?

Kak Wendy:

Pastinya masih dong temen-temen! Meskipun gen Z harus lebih mandiri karena ilmu nggak hanya diperoleh dari guru, melainkan bisa didapatkan lewat berbagai sumber. Akan tetapi, perlu diingat, peran guru bukan cuma buat transfer ilmu aja, melainkan motivator, fasilitator, katalisator dan merencanakan pembelajaran khususnya dengan cara belajar siswa yang berbeda-beda. 

Kak Nindya:

Masih butuh banget. Karena robot mana yang punya hati? Hahaha. Selain ilmu pengetahuan, sekolah juga punya fungsi manifes untuk mengajarkan nilai dan norma. Mengajarkan gimana caranya bersosialisasi dan sisanya seperti yang disampaikan Kak Wendy. Jadi, walau teknologi semakin berkembang, peran guru tidak akan pernah mati.

9. Adakah pesan untuk Brainies yang ingin berkarier sebagai guru?

Kak Wendy:

Brainies, guru itu bukan hanya tentang profesi, tetapi bagaimana kalian mau mengambil bagian untuk merubah hidup orang lain dengan sedikit yang kalian lakukan :)

Kak Nindya:

C’mon guys join Ruangguru. Menjadi pengajar disini tidak terbatas ruang tidak terbatas waktu. Lihatlah di live chat, kalian berkumpul dari seluruh penjuru Indonesia untuk belajar bareng ^^

10. Harapan di Hari Guru tahun ini?

Kak Wendy:

Semoga ibu dan bapak guru tidak berhenti menerangi jalan anak-anak Indonesia dengan cahaya. Selamat Hari Guru!

Kak Nindya:

Semoga pandemi usai dan kegiatan belajar-mengajar bisa seperti sedia kala. Untuk temen-temen guru semangat mencari ide-ide kreatif untuk pembelajaran yang fun and meaningful. ^^

---

Seru banget ya ngobrol bareng dua STAR Master Teacher kesayangan Brainies ini. Membuka wawasan kita tentang betapa pentingnya profesi guru bagi kehidupan. Nah, kira-kira siapa yang mau ikut jejak Kak Wendy dan Kak Nindya? Atau pengen diajarin sama mereka? Kalau begitu, langganan Brain Academy yuk. Fasilitasnya super lengkap, canggih, dan bisa coba gratis dulu!

Live Teaching Brain Academy Online

Profile

Salsabila Nanda

Anak broadcasting yang cita-citanya mau jadi PR, tapi malah jadi content writer. Siang kerja, malam nonton teen drama. Terima kasih sudah baca tulisanku!

Beri Komentar