Mengenal Kebutuhan dan Kelangkaan Manusia dalam Ekonomi!

Dalam ilmu ekonomi, kita mengenal istilah kebutuhan manusia dan kelangkaan. Apa arti dan maksud dari keduanya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
—
Sebagai manusia, kita pasti memiliki berbagai kebutuhan, mulai dari yang sangat penting seperti makanan, pakaian dan tempat tinggal, sampai kebutuhan yang nggak terlalu penting. Tapi, pernahkah kamu mengalami kesulitan mendapatkan barang yang benar-benar dibutuhkan? Misalnya, gas.
Masih ingat saat awal tahun 2025 gas elpiji 3 kg sempat langka? Atau baru-baru ini banyak yang mengeluhkan harga beras naik dan stok yang sedikit di berbagai supermarket? Nah, kondisi ini disebut kelangkaan.
Kebutuhan manusia dan kelangkaan dibahas dalam ilmu ekonomi. Apa yang dimaksud dengan kelangkaan dan kebutuhan? Yuk, simak penjelasan lengkapnya!
Apa Itu Kebutuhan?
Kebutuhan adalah segala sesuatu yang harus atau perlu dipenuhi manusia untuk bisa bertahan hidup dan mencapai kesejahteraan, baik fisik maupun mental.
Kebutuhan berbeda dengan keinginan, jika kebutuhan nggak terpenuhi, maka kehidupan bisa terganggu, sedangkan keinginan umumnya hanya menambah kenyamanan atau kepuasan, nggak memengaruhi kelangsungan hidup kita sendiri.
Baca juga: Pertumbuhan dan Perkembangan Ekonomi: Definisi, Ciri, Rumus, dan Contoh
Jenis-Jenis Kebutuhan
Jenis-Jenis kebutuhan dapat dibedakan berdasarkan kepentingan, sifat, waktu, dan subjeknya. Yuk, kita bahas satu per satu!
1. Kebutuhan Berdasarkan Intensitas atau Tingkatan
Berdasarkan intensitasnya, kebutuhan manusia terdiri atas:
a. Kebutuhan Primer
Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang paling penting dan harus dipenuhi untuk bertahan hidup. Karena sifatnya mendasar, kebutuhan ini biasa disebut dengan kebutuhan pokok atau kebutuhan utama. Contohnya, makanan & minuman, pakaian, dan tempat tinggal.
b. Kebutuhan Sekunder
Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan penunjang dari kebutuhan primer. Intensitasnya nggak setinggi kebutuhan primer, tapi tetap dibutuhkan untuk meningkatkan kenyamanan hidup. Contohnya, akses internet, transportasi, dan rekreasi.
c. Kebutuhan Tersier
Kebutuhan tersier adalah kebutuhan dengan intensitas paling rendah dan biasanya berkaitan dengan kemewahan. Pemenuhannya lebih ditujukan untuk kepuasan pribadi atau meningkatkan status sosial. Contohnya, perhiasan, mobil mewah, rumah mewah, serta sepatu dan tas branded.

2. Kebutuhan Berdasarkan Sifatnya
Menurut sifatnya, kebutuhan terbagi menjadi dua, yaitu:
a. Kebutuhan Jasmani
Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang diperlukan oleh tubuh manusia, seperti makan, olahraga, dan minum.
b. Kebutuhan Rohani
Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang diperlukan batin atau jiwa manusia, seperti rasa aman, kasih sayang, dan ketenangan.
3. Kebutuhan Berdasarkan Waktu Penggunaannya
Berdasarkan waktu penggunaan, kebutuhan manusia dibagi menjadi 2, yaitu:
a. Kebutuhan Sekarang
Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang harus segera dipenuhi dan nggak bisa ditunda. Misalnya, minum ketika sedang haus.
b. Kebutuhan yang Akan Datang
Kebutuhan yang akan datang adalah kebutuhan yang pemenuhannya bisa ditunda karena diperlukan di masa Depan. Misalnya, menabung dana pendidikan.
4. Kebutuhan Berdasarkan Subjeknya
Berdasarkan subjeknya, kebutuhan manusia dibagi menjadi:
a. Kebutuhan Individual
Kebutuhan individual adalah kebutuhan yang sifatnya pribadi dan berbeda setiap orang. Contohnya, meskipun sama-sama murid SMA, setiap siswa memiliki kebutuhan yang berbeda sesuai kondisi masing-masing.
b. Kebutuhan Kelompok
Kebutuhan kelompok adalah kebutuhan banyak orang, baik kelompok kecil maupun besar. Misalnya, layanan sampah, toilet umum, dan angkutan kota.
Pengertian Kelangkaan
Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia kadang menghadapi kesulitan karena sumber daya yang diperlukan jumlahnya terbatas atau mengalami kelangkaan. Apa itu?
Kelangkaan adalah kondisi ketika jumlah kebutuhan manusia nggak sebanding dengan alat pemenuh kebutuhannya. Pengertian kelangkaan dalam ilmu ekonomi adalah kesenjangan antara kebutuhan dan keinginan manusia yang tidak terbatas dengan sumber daya yang tersedia untuk memenuhinya yang terbatas.
Misalnya kelangkaan gas elpiji 3 kg yang terjadi di awal tahun 2025 ini. Masyarakat sampai mengantri berjam-jam untuk mendapatkan gas ini. Kelangkaan memaksa manusia untuk membuat pilihan tertentu dan menemukan alternatif lain. Misalnya, dengan beralih menggunakan gas alam atau kompor listrik.
Baca juga: Perdagangan Internasional: Pengertian, Tujuan, dan Kebijakannya

Penyebab Kelangkaan
Kelangkaan dapat terjadi karena beberapa faktor, antara lain:
1. Kemampuan Produksi
Kemampuan manusia atau mesin dalam menghasilkan barang terkadang memiliki keterbatasan. Produksi juga dipengaruhi oleh modal, tenaga kerja, dan ketersediaan sumber daya alam yang terbatas.
Misalnya, mesin pabrik hanya dapat menghasilkan jumlah tertentu setiap harinya, sehingga nggak bisa langsung memenuhi semua permintaan.
2. Pertumbuhan Penduduk
Jumlah penduduk di Indonesia terus bertambah setiap tahun. Semakin banyak penduduk, semakin besar juga kebutuhan yang harus dipenuhi. Jika pertumbuhan ini nggak seimbang dengan ketersediaan sumber daya alam, maka dapat terjadi kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan sumber daya.
3. Perbedaan Letak Geografis
Nggak semua daerah memiliki sumber daya yang sama. Misalnya, di daerah pantai mudah mendapatkan ikan, tapi sulit mendapatkan sayuran segar. Sebaliknya, di dataran tinggi banyak sayuran, tapi nggak ada ikan laut.
Perbedaan letak geografis ini membuat suatu barang bisa melimpah di satu tempat, tapi langka di tempat lain. Akibatnya, harga barang di daerah yang kekurangan sumber daya bisa menjadi lebih tinggi.
4. Bencana Alam
Bencana alam seperti banjir, gempa, atau kekeringan merupakan faktor yang nggak bisa diprediksi. Kejadian ini dapat merusak lahan pertanian, peternakan, tempat usaha, hingga rumah penduduk.
Misalnya, banjir atau kekeringan dapat membuat gagal panen, sehingga sayur dan hasil pertanian lainnya menjadi langka di pasaran dan harganya cenderung naik. Proses untuk memulihkan kondisi (lahan pertanian, peternakan, rumah) setelah bencana juga memerlukan waktu dan biaya, ini juga dapat menyebabkan kelangkaan.
5. Perkembangan Teknologi
Perkembangan teknologi berperan penting dalam memenuhi kebutuhan manusia. Negara dengan teknologi maju biasanya lebih mudah memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Sebaliknya, jika teknologi masih terbatas dan kurang efisien, maka produksi dan distribusi juga terbatas. Ini juga bisa menyebabkan kelangkaan.
Baca juga: Pengertian Supply and Demand & Faktor yang Memengaruhinya
Jenis-Jenis Kelangkaan
Secara garis besar, ada empat kelangkaan yang umum terjadi, yaitu:
1. Kelangkaan Sumber Daya Alam
Kelangkaan sumber daya alam adalah kelangkaan yang terjadi ketika sumber daya alam yang paling dibutuhkan, nggak lagi mampu mencukupi kebutuhan manusia. Contoh sumber daya alam yang jumlahnya mulai terancam adalah bahan bakar fosil.
2. Kelangkaan Sumber Daya Manusia
Kelangkaan sumber daya manusia adalah kondisi ketika tenaga kerja atau keahlian manusia nggak mampu memenuhi kebutuhan pada suatu masa. Misalnya, saat Indonesia baru merdeka, jumlah insinyur sangat sedikit sehingga kebutuhan pembangunan lama terpenuhi.
3. Kelangkaan Produk/ Barang Jadi
Kelangkaan produk adalah kondisi ketika suatu produk sulit ditemukan di pasaran. Biasanya terjadi karena permintaan tinggi, sementara ketersediaannya terbatas. Akibatnya, harga barang tersebut bisa naik drastis. Contohnya, kelangkaan hand sanitizer pada masa awal pandemi Covid-19.
4. Kelangkaan Modal
Kelangkaan modal adalah kurangnya jumlah dana atau uang untuk mendukung kebutuhan ekonomi di berbagai sektor. Jika terjadi dalam skala nasional, dampaknya bisa besar, bahkan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.
Dampak Kelangkaan
Kelangkaan dapat berdampak pada kondisi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Berikut beberapa dampaknya:
- Kelangkaan membuat harga barang naik karena permintaan lebih tinggi daripada ketersediaan.
- Harga yang naik menyebabkan masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan.
- Bahan baku yang langka dapat menghambat produksi barang.
- Akses terhadap sumber daya yang terbatas menimbulkan kesenjangan antara yang kuat secara ekonomi dan yang lemah.
- Persaingan untuk mendapatkan sumber daya dapat memicu konflik.
- Kebutuhan dasar yang nggak terpenuhi bisa meningkatkan tindak kriminalitas.
- Tingginya harga bahan baku dapat membuat usaha merugi bahkan bangkrut.
- Banyaknya usaha yang tutup bisa meningkatkan angka PHK dan pengangguran.
- Kelangkaan energi fosil mendorong manusia mengeksploitasi sumber daya lain, yang berisiko merusak lingkungan.
Cara Mengatasi Kelangkaan
Berikut beberapa cara untuk mengatasi kelangkaan:
1. Melestarikan Sumber Daya Alam
Sumber daya alam yang kita miliki jumlahnya terbatas. Agar dapat terus digunakan, sumber daya alam perlu dilestarikan dan digunakan dengan bijak. Misalnya dengan hemat listrik & air, menanam pohon, serta mendaur ulang sampah.
2. Beralih ke Sumber Daya Alternatif
Selain melakukan pelestarian, kita juga dapat beralih ke sumber daya alternatif atau pengganti. Misalnya, menggunakan kompor listrik, energi surya, dan energi angin.
3. Pengendalian Pertumbuhan Penduduk
Jumlah populasi yang terus meningkat dapat memperparah kelangkaan sumber daya. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai perencanaan keluarga.
4. Pengembangan Teknologi dan Inovasi
Teknologi dapat menjadi solusi dalam mengatasi kelangkaan sumber daya. Misalnya dengan mengembangkan teknologi ramah lingkungan, menggunakan energi terbarukan, serta menciptakan alternatif bahan baku yang lebih mudah diperoleh dan lebih hemat biaya.
5. Kebijakan Pemerintah yang Mendukung
Pemerintah juga berperan penting dalam mengatasi kelangkaan melalui berbagai kebijakan. Misalnya dengan menerapkan regulasi pencegahan eksploitasi sumber daya berlebihan dan mengembangkan infrastruktur untuk distribusi sumber daya yang merata.
—
Itulah pembahasan mengenai kebutuhan dan kelangkaan. Setelah mempelajari materi ini, kita jadi tahu ternyata kebutuhan manusia itu banyak banget, sementara sumber daya untuk memenuhinya terbatas. Inilah yang menyebabkan kelangkaan dan berdampak pada kehidupan sehari-hari. Agar kita nggak menghadapi kelangkaan, penting untuk bijak memanfaatkan sumber daya yang kita miliki ya!
Seru kan belajar ekonomi? Kalau kamu ingin belajar lebih banyak lagi terkait pelajaran ekonomi atau pelajaran lainnya, yuk gabung dan belajar di Brain Academy!
Sumber:
Heryansyah, Tedy. 2025. Mengenai Kelangkaan dan Kebutuhan Manusia [daring]. Tautan: https://www.ruangguru.com/blog/mengenal-kelangkaan-dan-kebutuhan-manusia
Bank Mega Syariah. 2025. Kelangkaan: Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya [daring]. Tautan: https://www.megasyariah.co.id/id/artikel/edukasi-tips/lainnya/kelangkaan
OCBC NISP. 2023. Kelangkaan: Pengertian, Penyebab, dan Cara Mengatasinya [daring]. Tautan: https://www.ocbc.id/id/article/2021/09/06/kelangkaan-adalah (Diakses 10 September 2025)


