100+ Contoh Frasa serta Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenisnya

frasa

Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang memiliki satu makna dan tidak membentuk predikat. Yuk, pelajari pengertian, ciri-ciri, jenis, dan contohnya!

Saat belajar Bahasa Indonesia, kamu mungkin pernah mendengar istilah frasa dan klausa. Keduanya merupakan unsur penting dalam kalimat. Tapi, kali ini kita akan fokus belajar tentang frasa. 

Pernahkah kamu mendengar istilah meja hijau? Istilah tersebut berarti pengadilan dan termasuk contoh frasa idiomatik. Selain frasa idiomatik, masih ada jenis frasa lainnya. Yuk, kita pelajari bersama pengertian frasa, ciri-ciri, jenis-jenis, dan contohnya!

 

Apa Itu Frasa? 

Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang tidak memiliki predikat. Frasa terbentuk dari kata-kata yang memiliki makna dan mengisi fungsi tertentu dalam struktur kalimat.

Apa perbedaan klausa dan frasa? Klausa memiliki subjek dan predikat, sedangkan frasa bersifat nonpredikatif atau tidak memiliki predikat dan hanya menempati satu fungsi dalam kalimat. Klausa bisa menjadi kalimat lengkap, sementara frasa nggak bisa berdiri sendiri sebagai kalimat dan nggak diakhiri dengan tanda baca.

Baca juga: Contoh Kalimat Deklaratif, Pengertian, Ciri, dan Jenis

 

Ciri-Ciri Frasa 

Frasa memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 

  • Terdiri dari dua kata atau lebih. 
  • Memiliki satu makna gramatikal. 
  • Tidak memiliki predikat (bersifat nonpredikatif).
  • Memiliki satu fungsi gramatikal dalam kalimat, seperti subjek, objek, atau keterangan.
  • Menduduki atau memiliki suatu fungsi gramatikal pada kalimat. 

 

Jenis-Jenis Frasa dan Contohnya

Frasa terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan persamaan distribusi & unsurnya, kedudukan, makna yang terkandung di dalamnya, serta kelas kata. Yuk, kita bahas satu per satu!

1. Jenis Frasa Menurut Persamaan Distribusi dan Unsurnya 

Berdasarkan persamaan distribusi dan unsurnya, frasa terbagi menjadi 2, yaitu: 

a. Frasa Endosentrik

Frasa endosentrik adalah frasa yang memiliki satu unsur inti atau unsur pusat. Kata inti ini bisa menggantikan seluruh frasa dalam kalimat tanpa mengubah fungsi utamanya.

Misalnya, rumah besar. Unsur pusatnya adalah rumah.

Kalimat Mereka tinggal di rumah besar. bisa diubah menjadi “Mereka tinggal di rumah.”, tapi nggak bisa diubah menjadi “Mereka tinggal di besar.”, karena rumah adalah unsur pusat dari frasa tersebut.

Berikut contoh frasa endosentrik: 

  1. Buku baru 
  2. Anak kecil 
  3. Suami istri 
  4. Ibu Lisa 
  5. Sebuah pohon 
  6. Sepatu baru
  7. Rumah mewah 
  8. Anak pintar

 

Contoh frasa endosentrik dalam kalimat: 

  • Ayah membeli sepatu baru kemarin.
  • Mereka tinggal di rumah mewah.
  • Suami istri itu berangkat ke kantor bersama.

 

b. Frasa Eksosentrik

Frasa eksosentrik adalah frasa yang tidak memiliki unsur pusat (inti) yang bisa menggantikan seluruh frasa dalam kalimat. Biasanya, frasa ini diawali preposisi dan konjungsi yang diikuti kata benda.

Contoh farasa eksosentik:

  1. Di pasar
  2. Dari kayu
  3. Ke sekolah 
  4. Kepada ayah
  5. Sang raja 
  6. Kaum buruh 
  7. Dari Bali
  8. Si miskin 

 

Contoh dalam kalimat: 

  • Meja itu terbuat dari kayu.
  • Adik pergi ke sekolah bersama kakak. 
  • Carmen adalah idol K-Pop dari Bali.

 

Baca juga: Contoh Kalimat Langsung & Tidak Langsung serta Perbedaannya 

 

2. Jenis Frasa Berdasarkan Kelas Kata 

Berdasarkan kelas kata, frasa terdiri atas 6 jenis, yaitu: 

a. Frasa Preposisi

Frasa preposisi adalah frasa yang diawali preposisi atau kata depan, seperti di, ke, dari, dan dengan, lalu diikuti oleh kata benda, kata ganti, atau kata lainnya.

Contoh frasa preposisi: 

  1. Di bawah meja
  2. Pada malam hari 
  3. Ke jalan
  4. Untuk Anda
  5. Di perpustakaan
  6. Ke arah sekolah 
  7. Dari ayah 
  8. Dengan pensil warna

 

Contoh dalam kalimat: 

  • Kucing makan di bawah meja.
  • Gina mengerjakan tugas di perpustakaan.
  • Adik menggambar dengan pensil warna.

 

b. Frasa Nomina 

Frasa nomina adalah frasa yang memiliki inti berupa nomina atau kata benda. Nomina juga disebut sebagai frasa benda.

Contoh frasa nomina: 

  1. Buku baru
  2. Meja belajar
  3. Sepeda motor
  4. Baju kuning 
  5. Sate ayam 
  6. Sandang pangan 
  7. Sayur mayur
  8. Ayah ibu
  9. Dunia akhirat 

 

Contoh dalam kalimat: 

  • Ayah membeli sate ayam di dekat rumah.
  • Adik meminjam buku baru dari perpustakaan.
  • Ibu membeli sayur mayur di pasar.

 

c. Frasa Verba 

Frasa verba adalah frasa yang memiliki unsur pusat berupa kata kerja. Biasanya ditandai adanya afiks verba (ber-, di-, ter-, me-). Frasa verbal juga dapat diikuti kata keterangan seperti sedang, sudah atau akan

Contoh frasa verba: 

  1. Belum makan
  2. Sudah mandi
  3. Membawa tas belanja
  4. Bekerja keras
  5. Makan dan minum
  6. Mendengarkan dan melihat
  7. Membaca buku
  8. Sedang belajar 

 

Contoh dalam kalimat: 

  • Adik belum makan dari pagi. 
  • Ayah bekerja keras demi keluarga. 
  • Kakak sedang belajar di kamarnya.

 

d. Frasa Adjektiva

Frasa adjektiva adalah frasa yang memiliki unsur pusat berupa kata sifat (adjektiva). Frasa ini bisa diikuti kata penjelas seperti sangat, terlalu, lebih, atau sekali. Dalam kalimat, frasa ini biasanya berfungsi sebagai predikat.

Contoh frasa adjektiva: 

  1. Sangat besar
  2. Terlalu mahal
  3. Lebih cepat
  4. Sangat indah
  5. Aman tenteram 
  6. Rusak parah 
  7. Panas membara
  8. Dingin sekali
  9. Cantik jelita 
  10. Sepi senyap 

 

Contoh dalam kalimat: 

  • Cuaca pagi ini dingin sekali. 
  • Pemandangan di gunung itu sangat indah.
  • Desa itu sepi senyap saat malam hari.

 

e. Frasa Numeralia 

Frasa numeralia adalah jenis frasa yang memiliki unsur pusat berupa kata bilangan. Numeralia digunakan untuk menunjukkan jumlah, banyak, atau urutan sesuatu.

Contoh frasa numeralia: 

  1. Dua ekor kucing
  2. Tiga orang 
  3. Dua liter minyak
  4. Satu lusin mangkuk 
  5. Tiga lembar uang 
  6. Lebih dari sepuluh orang
  7. Kurang dari delapan siswa
  8. Hanya satu buku
  9. Cuma sembilan pensil
  10. Sekitar lima buku

 

Contoh dalam kalimat: 

  • Indah memelihara dua ekor kucing. 
  • Ibu membeli dua liter minyak goreng. 
  • Peserta yang hadir lebih dari sepuluh orang.

 

f. Frasa Adverbia 

Frasa adverbia adalah frasa yang yang membentuk kata keterangan dalam suatu kalimat. Frasa ini bisa menerangkan kata kerja, kata sifat, atau kata keterangan lainnya. 

Contoh frasa adverbial: 

  1. Dengan sangat hati-hati
  2. Kemarin sore
  3. Tadi malam 
  4. Setiap hari 
  5. Akhir pekan
  6. Dengan gembira
  7. Sangat cepat
  8. Sangat lambat 

 

Contoh dalam kalimat: 

  • Petugas mengevakuasi korban bencana dengan sangat hati-hati.
  • Dia berlari dengan sangat cepat.
  • Saya ke rumah nenek kemarin sore.

 

Baca juga: Contoh Kalimat Tunggal, Pengertian, Unsur, dan Jenisnya

 

3. Jenis Frasa Berdasarkan Makna 

Berdasarkan makna yang terkandung, frasa dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu: 

a. Frasa yang Bermakna Sebenarnya

Frasa ini memiliki arti sesuai dengan makna kata-kata penyusunnya. Artinya, nggak ada kiasan dan nggak mengandung makna tersembunyi. 

Contoh frasa bermakna sebenarnya:  

  1. Meja kayu
  2. Rumah susun 
  3. Air panas 
  4. Buku baru 
  5. Rumah besar
  6. Sayur kangkung 
  7. Baju baru 

 

Contoh dalam kalimat: 

  • Karina mengenakan baju baru.
  • Gisel beli sayur kangkung di pasar.
  • Ningsih tinggal di rumah susun.

 

b. Frasa yang Bermakna Idiomatik 

Frasa ini kebalikan frasa biasa, frasa idiomatik memiliki makna yang nggak sesuai dengan arti kata penyusunnya. Maknanya bersifat kiasan atau memiliki arti khusus.

Contoh frasa bermakna idiomatik: 

  1. Meja hijau
  2. Buah bibir
  3. Kampung halaman
  4. Banting tulang 
  5. Ringan tangan 
  6. Tinggi hati
  7. Besar kepala 
  8. Tebal muka 
  9. Rendah hati 

 

Contoh dalam kalimat: 

  • Jenie menjadi buah bibir di kelasnya. 
  • Lisa kembali ke kampung halaman setelah lulus kuliah.
  • Rose adalah gadis yang ringan tangan.

 

c. Frasa Ambigu 

Frasa ambigu adalah frasa yang memiliki lebih dari satu makna, tergantung pada konteks kalimatnya.

Contoh frasa ambigu: 

  1. Panjang tangan 
  2. Kambing hitam
  3. Orang tua
  4. Buku sejarah baru
  5. Kucing makan tikus mati

 

Contoh dalam kalimat: 

Orang tua itu sangat ramah.”

Kalimat tersebut bisa berarti:

  1. Bapak/Ibu itu sangat ramah.
  2. Orang yang sudah tua itu sangat ramah.

Jadi, maknanya tergantung pada situasi dan konteks kalimatnya.

 

4. Jenis Frasa Berdasarkan Kedudukan 

Berdasarkan kedudukan, frasa terbagi menjadi 2, yaitu: 

a. Frasa Setara 

Frasa setara adalah frasa yang terdiri dari dua unsur dengan kedudukan sama atau setara. Biasanya kedua unsur tersebut dihubungkan kata dan atau atau

Contoh frasa setara: 

  1. Tua muda
  2. Suami istri
  3. Hitam putih 
  4. Pulang pergi
  5. Sopan santun
  6. Maju mundur
  7. Siang malam
  8. Keluar masuk

 

Contoh dalam kalimat: 

  • Pengedar narkoba itu keluar masuk penjara. 
  • Suami istri itu berjalan di taman kota. 
  • Dia bekerja siang malam demi keluarganya.

 

b. Frasa Bertingkat

Frasa bertingkat adalah frasa yang unsur-unsurnya tidak setara. Dalam frasa ini, ada satu unsur pusat dan satu unsur penjelas. Jika salah satu unsur dihilangkan, maknanya bisa jadi berubah atau kurang jelas. 

Contoh frasa bertingkat: 

  1. Cara baru
  2. Sedang pergi
  3. Musim panen
  4. Tanah air
  5. Dari rumah
  6. Mengayuh sepeda
  7. Bangku kayu 
  8. Pisau tajam
  9. Uang tunai 

 

Contoh dalam kalimat: 

  • Pembayaran harus dilakukan dengan uang tunai.
  • Ibu menggunakan pisau tajam untuk memotong daging.
  • Petani menunggu datangnya musim panen.

Itulah pembahasan tentang frasa, mulai dari arti frasa, ciri-ciri, jenis, dan contohnya. Semoga penjelasan di atas membantumu memahami materi ini dengan lebih mudah, ya!

Kalau kamu tertarik belajar materi Bahasa Indonesia atau mata pelajaran lainnya dengan cara seru, yuk belajar di Brain Academy

Brain Academy Center

Sumber: 

Pangesti, Rika. 2022. Frasa: Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Kalimat [daring]. Tautan: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5945276/frasa-pengertian-jenis-dan-contohnya-dalam-kalimat

Kumparan. 2024. Contoh Frasa, Pengertian, dan Jenisnya dalam Bahasa Indonesia [daring]. Tautan: https://kumparan.com/kabar-harian/contoh-frasa-pengertian-dan-jenisnya-dalam-bahasa-indonesia-22b1a6wQ9X7

Ammariah, Hani. 2024. Pengertian Frasa, Klausa, Kalimat serta Jenis & Contohnya [daring]. Tautan: https://www.ruangguru.com/blog/frasa-klausa-kalimat (Diakses 22 Februari 2026)

Devi Lianovanda