{"id":874,"date":"2025-08-14T11:00:25","date_gmt":"2025-08-14T04:00:25","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=874"},"modified":"2025-08-14T11:58:15","modified_gmt":"2025-08-14T04:58:15","slug":"sistem-ekonomi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sistem-ekonomi","title":{"rendered":"Sistem Ekonomi: Pengertian, Jenis, Ciri, Kelebihan &#038; Kekurangan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Brainies%20Bertanya%20-%20Sistem%20Ekonomi.jpg\" alt=\"Brainies Bertanya - Sistem Ekonomi\" width=\"820\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Di artikel ini, kita akan mempelajari macam-macam sistem ekonomi, meliputi pengertian, ciri-ciri, kelebihan, serta kekurangannya.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa waktu lalu, pasokan minyak goreng di pasar maupun supermarket menjadi langka. Sekalinya ada, eh mahal banget harganya! Pemerintah pun sampai turun tangan demi menyelesaikan masalah tersebut. Kelangkaan tadi merupakan salah satu masalah ekonomi yang dialami oleh negara. Nah, setiap negara memiliki solusi yang berbeda dalam menyelesaikan masalah ekonomi mereka atau yang disebut dengan <span style=\"font-weight: bold;\">sistem ekonomi<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">. Yuk, kita bahas di artikel ini!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-weight: bold; font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Sistem Ekonomi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Sistem ekonomi adalah cara yang digunakan untuk mengatasi masalah ekonomi<\/span>. Pada dasarnya, masalah ekonomi yang dihadapi oleh negara-negara di dunia itu sama, lho.\u00a0Tetapi, karena sistem pemerintahan, sumber daya alam, serta teknologinya tidak sama, membuat masing-masing negara memiliki sistem ekonominya sendiri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Jenis-Jenis Sistem Ekonomi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa saja sih jenis sistem ekonomi yang dianut oleh negara-negara di dunia? Berikut diantaranya.<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Sistem Ekonomi Tradisional<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang paling sederhana. Cara penyelesaian masalah didasari oleh\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">kebiasaan, tradisi, dan adat istiadat secara turun-temurun<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">. <span style=\"font-weight: bold;\">Hasil produksi hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari alias tidak diperjualbelikan<\/span>. <\/span><span style=\"background-color: transparent;\">Masyarakat hanya mengandalkan tenaga dan sumber daya alam seadanya, tanpa bantuan teknologi canggih.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Tradisional<\/span><\/h4>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Tidak ada rumah tangga produksi dan rumah tangga konsumen. Pemenuhan kebutuhan masyarakat dilakukan dengan barter.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"background-color: transparent;\">Belum adanya teknologi untuk menghasilkan suatu barang.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Teknik produksi dilakukan secara sederhana, seperti bertani, berkebun, dan berburu.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional<\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Meskipun sederhana, sistem ekonomi tradisional memiliki beberapa keuntungan, yaitu <span style=\"font-weight: bold;\">tidak adanya eksploitasi sumber daya alam maupun tenaga manusia<\/span>. Hal ini disebabkan karena masyarakatnya enggan mencari keuntungan, melainkan hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari. Peluang terjadinya konflik antar masyarakat pun kecil ya, Brainies.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Sedangkan <span style=\"font-weight: bold;\">kekurangan sistem ekonomi tradisional adalah terbatasnya hasil produksi, pertumbuhan ekonomi melambat, serta barang yang tidak senilai ketika melakukan barter<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">. <\/span>Misalnya nih, kamu pengen makan singkong rebus. Akhirnya, kamu menukar 1 ekor ayam demi mendapatkan sepiring singkong rebus. Padahal, nilai tukar ayam jauh lebih besar daripada singkong.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/latihan-soal-utbk-soshum-ekonomi\" rel=\"noopener\">Latihan Soal dan Pembahasan UTBK Ekonomi<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 14pt;\">2. Sistem Ekonomi Liberal<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Sistem ekonomi liberal atau pasar merupakan <span style=\"font-weight: bold;\">sistem ekonomi yang memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk menjalankan kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi<\/span>. Berbeda dengan sistem ekonomi tradisional yang hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, <span style=\"font-weight: bold;\">tujuan sistem ekonomi liberal adalah mencari keuntungan sebanyak-banyaknya<\/span>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Peran pemerintah cuma sebagai pengawas, bahkan hampir nggak ada. Sistem ekonomi pasar sejalan dengan teori Adam Smith yang berbunyi, &#8220;<em><span style=\"font-weight: bold;\">Laissez Fairre, Laissez Passer<\/span>,<\/em>&#8221; yang artinya kegiatan ekonomi harus diserahkan kepada masyarakat. Sistem ekonomi ini banyak dianut oleh negara di benua Amerika dan Eropa, seperti Amerika Serikat, Inggris, atau Jerman.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Liberal<\/span><\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"background-color: transparent;\">Masyarakat terbagi menjadi 2 golongan, yaitu golongan pemberi kerja yang bebas menentukan bidang usaha mereka, dan golongan penerima kerja yang bebas memilih pekerjaan yang mereka inginkan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"background-color: transparent;\">Masyarakat diberi kebebasan untuk membeli alat produksi menggunakan uang pribadi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"background-color: transparent;\">Timbul persaingan antar masyarakat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"background-color: transparent;\">Peran pemerintah sangat minim.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"background-color: transparent;\">Kegiatan ekonomi selalu mempertimbangkan kondisi pasar.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Liberal<\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Seperti yang dikatakan di awal, negara memberi kebebasan kepada rakyat untuk menjalankan roda perekonomian. Masyarakat yang berperan sebagai produsen <span style=\"font-weight: bold;\">bebas berinovasi untuk menciptakan produk<\/span>. Di sisi lain, masyarakat yang menjadi konsumen <span style=\"font-weight: bold;\">memiliki banyak opsi barang yang berkualitas<\/span>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Akan tetapi, sistem ekonomi pasar juga berdampak buruk bagi sebagian pihak, khususnya mereka yang tidak memiliki modal banyak. <span style=\"font-weight: bold;\">Penjual dengan modal sedikit bisa kalah dengan pengusaha bermodal tinggi<\/span>. Mereka akan kalah dari segi kualitas, produktivitas, bahkan sulit membuat promo karena menghindari kerugian. Selain itu, <span style=\"font-weight: bold;\">negara bisa saja mengalami resesi atau krisis ekonomi<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/jurusan-ilmu-ekonomi\" rel=\"noopener\">Jurusan Kuliah Ekonomi, Belajar Apa dan Kerja Dimana?<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Brainies%20Bertanya%20-%20Macam-macam%20Sistem%20Ekonomi.jpg\" alt=\"Brainies Bertanya - Macam-macam Sistem Ekonomi\" width=\"600\" \/><\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 14pt;\">3. Sistem Ekonomi Komando<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Nah, kalau sistem ekonomi komando merupakan kebalikan dari sistem ekonomi liberal, Brainies. <span style=\"font-weight: bold;\">Pemerintah menguasai sumber daya alam dan modal untuk menggerakkan roda perekonomian di suatu negara<\/span>. Merekalah yang menentukan barang apa yang bakal diproduksi, cara pendistribusian, harga jual, bahkan pekerjaan.<span style=\"font-weight: bold;\"> Tujuan sistem ekonomi ini adalah memenuhi kebutuhan bersama.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">Sistem ekonomi komando disebut juga sebagai sistem ekonomi terpusat \/ terpimpin \/ sosialis. Contoh negara yang menerapkan sistem ekonomi komando adalah Korea Utara.<\/span><\/span><\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Komando<\/span><\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Sumber daya dikuasai oleh pemerintah, sehingga masyarakat tidak boleh mengambil secara bebas.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"background-color: transparent;\">Seluruh kegiatan ekonomi diatur oleh pemerintah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Peran masyarakat hanya sebagai pelaksana.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Komando<\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Negara yang menerapkan sistem ekonomi komando memang terkesan otoriter, namun negara tersebut <span style=\"font-weight: bold;\">jarang sekali mengalami krisis ekonomi<em>,\u00a0<\/em><\/span><span style=\"font-weight: normal;\">karena pemerintahnya berusaha untuk menjaga ekonomi agar tetap stabil. <span style=\"font-weight: bold;\">Pendapatan masyarakat pun merata<\/span>, sebab pemerintah telah mengatur distribusi pekerjaan bagi setiap orang.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Pasti kamu udah bisa tebak dong apa saja kekurangan sistem ekonomi komando? Ya, betul! <span style=\"font-weight: bold;\">Masyarakat tidak diberi ruang untuk berinovasi<\/span> karena segala sesuatu sudah diatur oleh pemerintah. <span style=\"font-weight: bold;\">Kualitas barang pun tidak maksimal, hak milik pribadi tidak diakui, serta kebijakan akan cenderung bersifat memaksa<\/span>.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 14pt;\">4. Sistem Ekonomi Campuran<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Sistem ekonomi campuran adalah gabungan dari kelebihan sistem ekonomi pasar dan komando. Artinya, pemerintah dan rakyatnya memiliki peran dalam menyelesaikan masalah perekonomian. Contoh negara yang menggunakan sistem ekonomi campuran adalah Brazil, Mesir, dan Prancis.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Campuran<\/span><\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"background-color: transparent;\">Pemerintah, pihak swasta, atau masyarakat bekerjasama dalam mengatasi masalah perekonomian.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"background-color: transparent;\">Pemerintah bertugas mengontrol sumber daya vital (hutan, air, listrik, dan lain-lain) yang dimiliki oleh negara.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"background-color: transparent;\">Masyarakat diberi kebebasan untuk menentukan barang apa yang akan diproduksi, metode pembuatannya, serta harganya, dengan pengawasan dari pemerintah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"background-color: transparent;\">Jika harga barang di pasaran melonjak tinggi dan mengalami kelangkaan, pemerintah berhak menetapkan batasan harga jual.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Campuran<\/span><\/h4>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Adanya kebebasan pihak swasta dan masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi, serta didukung oleh kebijakan dari pemerintah membuat kestabilan ekonomi tetap terjaga. Selain itu, kelebihan sistem ekonomi campuran adalah\u00a0 <span style=\"font-weight: bold;\">meningkatnya kreativitas pengusaha atau pelaku UMKM<\/span>. Meski begitu, pemerintah selalu berupaya <span style=\"font-weight: bold;\">mencegah terjadinya monopoli usaha<\/span> oleh pihak swasta. Jadi, <span style=\"font-weight: bold;\">persaingan usahanya tetap sehat<\/span> ya.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Kalau kekurangannya ada nggak? Hmm, <span style=\"font-weight: bold;\">sayangnya penerapan sistem ekonomi campuran terkadang berat sebelah nih.<\/span> Jika campur tangan pemerintah terlalu sedikit, maka memungkinkan berlakunya sistem ekonomi pasar atau liberal. Sebaliknya, jika campur tangan pemerintah terlalu kuat, maka berpeluang menimbulkan sistem ekonomi komando.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u2014<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Psst, udah tau belum kalau di\u00a0<strong>Aplikasi belajar Ruangguru<\/strong>, ada<strong>\u00a0fitur Drill Soal<\/strong>? Aplikasi ini berisi\u00a0<strong>kumpulan contoh soal latihan beserta pembahasannya<\/strong>, loh. Pas banget buat kamu mempersiapkan ujian. Langsung aja\u00a0<strong>cobain dengan klik banner<\/strong>\u00a0di bawah ini!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/drillsoalgeneralBA\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/63046608-1a3b-4381-a4df-4521a254ff09.png\" alt=\"Drill Soal\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u2014<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-weight: bold; font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Sistem Ekonomi di Indonesia<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah membahas 4 sistem ekonomi, kamu pasti penasaran kan, kira-kira sistem ekonomi apa sih yang berlaku di negara kita? Jawabannya, <strong>Indonesia menganut sistem ekonomi Pancasila<\/strong> yang merupakan pengembangan dari sistem ekonomi campuran, namun berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Brainies%20Bertanya%20-%20Sistem%20Ekonomi%20Pancasila.jpg\" alt=\"Brainies Bertanya - Sistem Ekonomi Pancasila\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Pancasila<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ciri-ciri Sistem Ekonomi Pancasila tertuang pada pasal 33 ayat 1-4 UUD 1945, yaitu sebagai berikut:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Seluruh kegiatan ekonomi didasari rasa kekeluargaan.<\/li>\n<li>Pemerintah menguasai sumber daya penting untuk kemakmuran rakyat. Contohnya, listrik dan air dikuasai oleh BUMN.<\/li>\n<li>Kegiatan ekonomi harus berwawasan lingkungan, sehingga tidak terjadi eksploitasi sumber daya.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Pancasila<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelebihan yang pertama, setiap warga negara Indonesia diberikan hak untuk berkreasi asalkan tidak melanggar kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah. Kedua, perekonomian diutamakan untuk kemakmuran rakyat. Akan tetapi, sistem ekonomi Pancasila juga memiliki kelemahan, seperti pengambilan keputusan yang terlalu lambat karena harus memikirkan kepentingan bersama.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apakah kamu sudah memahami sistem ekonomi yang berlaku di berbagai negara, termasuk Indonesia? Psstt, materi ini masuk ke soal UTBK, lho. Kalau masih bingung, langsung tanya kakak STAR Master Teacher di <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/\" rel=\"noopener\">Brain Academy<\/a> ya! Bisa belajar online lewat aplikasi Ruangguru atau datang langsung ke <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"https:\/\/brainacademy.id\/branch\" rel=\"noopener\">cabang terdekat<\/a> dari kotamu.<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/sma\/utbk-snbt\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/a5d5cc05-8907-465a-bcbd-5f6130742e8a.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Blog UTBK Brain Academy\" width=\"750\" height=\"183\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":4,"featured_media":874,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Brainies%20Bertanya%20-%20Sistem%20Ekonomi.jpg"],"_edit_lock":["1755147365:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2022-05-12","2023-10-04","2024-08-21"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Sistem ekonomi adalah metode yang diterapkan untuk menjawab permasalahan ekonomi. Pahami definisi, ciri, kelebihan, kekurangan dari sistem ekonomi di dunia."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-874","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sistem Ekonomi: Pengertian, Jenis, Ciri, Kelebihan &amp; Kekurangan - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sistem-ekonomi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sistem Ekonomi: Pengertian, Jenis, Ciri, Kelebihan &amp; Kekurangan - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sistem-ekonomi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-14T04:00:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-14T04:58:15+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sistem-ekonomi\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sistem-ekonomi\",\"name\":\"Sistem Ekonomi: Pengertian, Jenis, Ciri, Kelebihan & Kekurangan - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sistem-ekonomi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sistem-ekonomi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Brainies%20Bertanya%20-%20Sistem%20Ekonomi.jpg\",\"datePublished\":\"2025-08-14T04:00:25+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-14T04:58:15+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sistem-ekonomi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sistem-ekonomi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sistem-ekonomi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Brainies%20Bertanya%20-%20Sistem%20Ekonomi.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Brainies%20Bertanya%20-%20Sistem%20Ekonomi.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sistem-ekonomi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sistem Ekonomi: Pengertian, Jenis, Ciri, Kelebihan &#038; Kekurangan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\",\"name\":\"Salsabila Nanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Salsabila Nanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sistem Ekonomi: Pengertian, Jenis, Ciri, Kelebihan & Kekurangan - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sistem-ekonomi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sistem Ekonomi: Pengertian, Jenis, Ciri, Kelebihan & Kekurangan - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sistem-ekonomi","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-08-14T04:00:25+00:00","article_modified_time":"2025-08-14T04:58:15+00:00","author":"Salsabila Nanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Salsabila Nanda","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sistem-ekonomi","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sistem-ekonomi","name":"Sistem Ekonomi: Pengertian, Jenis, Ciri, Kelebihan & Kekurangan - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sistem-ekonomi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sistem-ekonomi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Brainies%20Bertanya%20-%20Sistem%20Ekonomi.jpg","datePublished":"2025-08-14T04:00:25+00:00","dateModified":"2025-08-14T04:58:15+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sistem-ekonomi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sistem-ekonomi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sistem-ekonomi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Brainies%20Bertanya%20-%20Sistem%20Ekonomi.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Brainies%20Bertanya%20-%20Sistem%20Ekonomi.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sistem-ekonomi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sistem Ekonomi: Pengertian, Jenis, Ciri, Kelebihan &#038; Kekurangan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783","name":"Salsabila Nanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Salsabila Nanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/874","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=874"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/874\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5756,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/874\/revisions\/5756"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/874"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=874"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=874"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=874"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}