{"id":844,"date":"2025-10-21T13:00:49","date_gmt":"2025-10-21T06:00:49","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=844"},"modified":"2025-10-22T09:54:54","modified_gmt":"2025-10-22T02:54:54","slug":"stratifikasi-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/stratifikasi-sosial","title":{"rendered":"Stratifikasi Sosial: Bentuk, Jenis, Fungsi, dan Sifatnya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Stratifikasi%20Sosial.png\" alt=\"Stratifikasi Sosial\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Apa yang dimaksud dengan stratifikasi sosial? Berikut penjelasan stratifikasi sosial beserta contohnya dalam kehidupan.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernah nggak merasa minder karena status sosial yang kita miliki? Misalnya kamu merasa kurang cocok dengan sahabatmu karena perbedaan gaya hidup. Kamu lahir dari keluarga yang sederhana, sedangkan dia adalah anak pejabat pemerintahan. Apalagi kalau urusan <em>healing<\/em>, sahabat kamu bisa pergi ke luar negeri kapanpun, sementara kamu diajak keliling Jakarta naik MRT aja sudah kegirangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perbedaan status sosial seperti tadi bisa kita pelajari di materi Stratifikasi Sosial. Yuk, simak di artikel ini!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Stratifikasi Sosial<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Stratifikasi sosial adalah <span style=\"font-weight: bold;\">pengelompokan masyarakat secara vertikal atau bertingkat berdasarkan sesuatu yang dihargai dalam masyarakat (<em>prestige<\/em>)<\/span>. Ingat ya, ada kata\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\"><em>prestige<\/em><\/span> di sini. Artinya,<span style=\"font-weight: bold;\"> seseorang dapat berada di lapisan yang lebih tinggi apabila memiliki sesuatu yang tidak dimiliki orang lain<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum lanjut ke pembahasan berikutnya, alangkah baiknya kamu menghafal definisi stratifikasi sosial menurut para ahli di bawah ini. <em>Psstt<\/em>, pengertian stratifikasi sosial menurut Max Weber, Pitirim Sorokin, dan Robert M.Z Lawang sering muncul di soal PAT lho!<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pengertian%20Stratifikasi%20Sosial.png\" alt=\"Pengertian Stratifikasi Sosial\" \/><em><span style=\"font-size: 14px;\">Pengertian Stratifikasi Sosial Menurut Para Ahli<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Jenis atau Dasar Pembentuk Stratifikasi Sosial<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Stratifikasi sosial tidak terbentuk dengan sendirinya. Ada 7 jenis atau dasar pembentuk stratifikasi sosial yang tidak semua orang bisa memilikinya. Oleh sebab itu, muncul lapisan-lapisan untuk membedakan mereka yang memiliki <em>prestige<\/em> dan tidak memiliki\u00a0<em>prestige<\/em>.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Kekayaan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kekayaan menjadi dasar pembentuk stratifikasi sosial karena adanya perbedaan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Seseorang yang memiliki harta lebih banyak diletakkan di lapisan sosial teratas. Sebaliknya, seseorang yang tidak berkecukupan akan diletakkan di lapisan paling bawah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Kekuasaan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kekuasaan menjadi dasar pembentuk stratifikasi sosial karena tidak semua orang bisa menduduki jabatan yang sama. Hal ini membuat individu yang memiliki kekuasaan ditempatkan di lapisan sosial atas, seperti Presiden, Menteri, Gubernur, dan sebagainya. Mereka juga memiliki wewenang untuk menguasai dan mengatur jalannya pemerintahan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Kehormatan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Stratifikasi sosial berdasarkan kehormatan ditempati oleh mereka yang dianggap memiliki kemampuan untuk memimpin, berjiwa kharismatik, atau seseorang yang tinggal di wilayah tertentu dalam waktu yang lama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contohnya, pemuka adat. Mereka mempunyai pengaruh yang kuat dalam kehidupan bermasyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Keturunan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Stratifikasi ini diperoleh secara turun temurun, atau dengan kata lain hanya bisa didapatkan melalui kelahiran atau perkawinan. Stratifikasi ini berhubungan dengan status individu yang dibawa sejak lahir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contohnya, Pangeran William yang merupakan cucu dari Ratu Elizabeth II atau keluarga konglomerat.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Dasar%20Pembentuk%20Stratifikasi%20Sosial.png\" alt=\"Dasar Pembentuk Stratifikasi Sosial\" \/><em><span style=\"font-size: 14px;\">Jenis atau Dasar Pembentuk Stratifikasi Sosial<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Pendidikan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apakah kamu sadar bahwa pendidikan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan status sosial? Dengan menempuh pendidikan tinggi, kamu dapat memperoleh penghasilan yang lebih besar, sehingga taraf hidup kamu pun ikut naik. Makanya, kalau mau jadi orang sukses, harus rajin belajar ya!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Status Sosial<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Stratifikasi berdasarkan status sosial dilihat dari hak dan kewajiban individu dalam masyarakat. Jenis stratifikasi ini juga bisa berubah tergantung di mana tempat individu itu berada.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya, ibumu adalah seorang CEO perusahaan teknologi. Di kantornya, ia menempati posisi yang paling tinggi. Akan tetapi, saat dia pulang ke rumah, status ibumu sama seperti ibu-ibu di perumahan lainnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">7. Gaya Hidup<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan adanya globalisasi, kehidupan masyarakat semakin maju. Ditambah kehadiran <strong><a href=\"\/blog\/mengenal-fear-of-missing-out-fomo\" rel=\"noopener\">media sosial<\/a> <\/strong>yang membuat <span style=\"font-weight: bold;\">orang berlomba-lomba tampil paling menarik dan ingin dihargai<\/span>. Hal ini membuat\u00a0<span style=\"font-weight: normal;\">gaya hidup menjadi dasar pembentuk stratifikasi sosial. Coba deh, kamu pergi ke mal dengan baju apa adanya, kamu mungkin bakal <em>dicuekin<\/em> sama si pramuniaga. Tapi, kalau kamu pake iPhone 13 Pro Max dan tas <em>branded<\/em>, bisa-bisa mereka yang <span style=\"font-style: italic;\">nyamperin<\/span> kamu. Hihi.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/diferensiasi-sosial\">Diferensiasi Sosial: Pengertian, Ciri, Contoh &amp; Dampaknya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Fungsi Stratifikasi Sosial<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terus, fungsi stratifikasi sosial itu apa? Bukannya malah memicu konflik ya? Eh tunggu dulu, stratifikasi sosial justru membuat tatanan hidup menjadi lebih terstruktur lho. Langsung aja kita bahas yuk!<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Bidang Ekonomi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fungsi stratifikasi sosial dalam bidang ekonomi yaitu sebagai berikut:<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">a. Alat pembagian kerja<\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Artinya, stratifikasi sosial berfungsi sebagai alat pembagian peran individu di tempat kerja. Ada pemilik perusahaan, bagian HRD, bagian keuangan, bagian pemasaran, dan sebagainya. Mereka memiliki hak dan kewajiban yang berbeda-beda untuk menjalankan roda perusahaan. <em>Hayo<\/em>, kamu tahu nggak kenapa bisa berbeda? <em>Yup<\/em>, karena setiap orang memiliki keahlian, latar pendidikan, dan kompetensi yang tak sama.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">b. Distribusi hak istimewa<\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah memperoleh posisi pekerjaan, stratifikasi sosial kembali digunakan untuk menentukan gaji, wewenang, dan kewajiban individu. Sudah pasti mereka yang berada di posisi teratas memperoleh distribusi hak istimewa yang lebih besar.<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><strong>c. Penentu status sosial<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Stratifikasi sosial menunjukkan perbedaan gaya hidup dan keistimewaan yang dimiliki seseorang. Contohnya, waktu vaksin COVID-19 ada di Indonesia, yang memiliki akses untuk memperoleh suntikan pertama yaitu selebritis, pejabat, dan <em>influencer<\/em>. Mereka mempunyai pengaruh yang kuat untuk membujuk masyarakat agar melakukan vaksinasi.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: bold;\">d. Alat<\/span><\/span><span style=\"font-weight: bold;\"> solidaritas<\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berada di lapisan sosial yang sama membuat hubungan antar kelompok menjadi lebih solid. Pengusaha saling bekerjasama untuk mengembangkan bisnis mereka, sementara para buruh melakukan demonstrasi untuk memperjuangkan hak hidup yang lebih baik.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: bold;\">e. P<\/span><span style=\"font-weight: bold;\">endorong\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: bold;\">mobilitas sosial<\/span><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; font-weight: normal;\">Siapa sih yang nggak mau berada di lapisan atas? Adanya stratifikasi sosial mendorong seseorang untuk meningkatkan taraf hidupnya. Mengenyam pendidikan dan memperoleh gaji yang besar membuat mereka mendapatkan kebutuhan hidup yang lebih baik.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/jurusan-sosiologi\" rel=\"noopener\">Apa Benar Kuliah Jurusan Sosiologi Kerjanya Jadi Aktivis?<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Bidang Politik<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fungsi stratifikasi sosial dalam bidang politik yaitu sebagai berikut:<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>a. Penentu peran dan wewenang<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu masih ingat kan, hak dan kewajiban seseorang dilihat dari seberapa besar kekuasaan yang ia punya. Fungsi stratifikasi dalam bidang politik bertujuan untuk membagi wewenang dalam kehidupan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Contoh:<\/span> Pemerintah berperan dalam memimpin negara dan berkewajiban untuk menjamin kehidupan rakyatnya. Oleh sebab itu, pemerintah memiliki hak untuk membuat kebijakan berupa undang-undang. Sedangkan kita memiliki peran untuk memberikan kritik terhadap kebijakan yang dibuat serta berpartisipasi dalam pemilihan umum.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>b. Mobilitas politik<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fungsi yang kedua adalah mobilitas politik. Artinya, stratifikasi sosial memotivasi individu atau kelompok untuk menduduki jabatan pemerintahan. Tujuannya untuk mendapatkan kekuasaan yang lebih tinggi agar bisa membantu menyalurkan aspirasi masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fungsi%20Stratifikasi%20Sosial.png\" alt=\"Fungsi Stratifikasi Sosial\" \/><span style=\"font-size: 14px;\"><em>Fungsi Stratifikasi Sosial<\/em><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Bidang Pendidikan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fungsi stratifikasi sosial dalam bidang pendidikan yaitu sebagai berikut:<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">a. Pengelompokan peserta didik<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nggak cuma ekonomi dan politik, lapisan sosial juga berlaku pada sistem pendidikan. Siswa akan dikelompokkan berdasarkan usia dan kemampuannya. Mulai dari PAUD, Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga perguruan tinggi.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">b. Motivasi untuk meningkatkan kemampuan<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tingkatan dalam sistem pendidikan mendorong siswa untuk meningkatkan prestasi akademik untuk menggapai cita-cita mereka.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">c. Mendorong mobilitas sosial dan kompetisi<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk bisa masuk ke sekolah dan perguruan tinggi ternama, siswa harus berusaha keras dalam belajar.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>d. Menentukan kedudukan individu<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mereka yang berpendidikan tinggi lebih dipandang daripada mereka yang berpendidikan rendah, terlebih di beberapa daerah yang tidak semua penduduknya memiliki akses pendidikan ke perguruan tinggi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Sifat Stratifikasi Sosial<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terdapat 3 sifat stratifikasi sosial menurut Soerjono Soekanto , yaitu:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Stratifikasi Terbuka (<em>Opened Social Stratification)<\/em><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Stratifikasi sosial terbuka memungkinkan anggota di tiap lapisan untuk dapat berpindah posisi ke atas <span style=\"font-weight: bold;\">(<em>social climbing<\/em>)<\/span> atau ke bawah <span style=\"font-weight: bold;\">(<em>social sinking<\/em>)<\/span>. Tentu saja, diperlukan usaha untuk mencapai puncak tertinggi, salah satunya lewat pendidikan. Stratifikasi ini bersifat <span style=\"font-weight: bold;\">dinamis<\/span> sehingga siapapun bisa melakukan mobilitas sosial.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Stratifikasi Tertutup (<em>Closed Social Stratification<\/em>)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Stratifikasi sosial tertutup biasanya terjadi pada lingkungan kerajaan atau keluarga konglomerat (<em>kalau sekarang sih<\/em> <em>disebutnya<\/em>\u00a0<em>old money<\/em>). Sistem pelapisan sosial ini cenderung <span style=\"font-weight: bold;\">kaku<\/span> dan membatasi anggotanya untuk menikah dengan orang di luar klan mereka. Ini sebabnya status sosial yang diperoleh hanya bergantung kepada kelahiran.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sifat%20Stratifikasi%20Sosial.png\" alt=\"Sifat Stratifikasi Sosial\" \/><span style=\"font-size: 14px;\"><em>Sifat Stratifikasi Sosial<\/em><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Stratifikasi Campuran<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Stratifikasi sosial campuran adalah kombinasi antara stratifikasi sosial terbuka dan stratifikasi sosial tertutup. Perlu diingat, individu yang mengalami stratifikasi campuran hanyalah\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">mereka yang berasal dari stratifikasi tertutup, kemudian berpindah ke masyarakat yang menganut sistem stratifikasi terbuka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Contohnya, mereka yang memiliki kasta Brahmana sangat dihormati di Bali, tetapi ketika pindah ke kota lain, status sosialnya menjadi sama dengan masyarakat lainnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Dampak Stratifikasi Sosial<\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Adanya stratifikasi sosial memungkinkan terjadinya beberapa konflik dalam masyarakat, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: normal;\">Penyalahgunaan kekuasaan dan wewenang oleh pejabat pemerintahan yang dapat merugikan rakyat, atau memperburuk citra pemerintah di mata rakyatnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\">Kecerdasan siswa di sekolah hanya diukur melalui peringkat akademik. Padahal, beberapa siswa memiliki kecerdasan di bidang seni, olahraga, sastra, dan lain-lain.<\/li>\n<li style=\"font-weight: normal;\">Masyarakat lapisan bawah sulit untuk mengakses kebutuhan hidup yang layak, sehingga tercipta kesenjangan sosial.<\/li>\n<li style=\"font-weight: normal;\">Diskriminasi oleh kelompok mayoritas terhadap minoritas.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itu dia pembahasan<strong> stratifikasi sosial<\/strong> yang biasanya muncul pada soal UTBK. Masih ada pertanyaan seputar materi di atas? Langsung aja tanya sama STAR Master Teacher di <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/branch\" rel=\"noopener\">Brain Academy<\/a>! Selain guru-gurunya yang asyik diajak diskusi, kamu juga bisa konsultasi jurusan kuliah, akses ribuan video belajar, <span style=\"font-style: italic;\">live teaching<\/span><span style=\"font-style: normal;\">, <\/span>dan masih banyak lagi. Ayo, langganan!<\/p>\n<p><a class=\"rg-cta\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/289c64b7-123e-48be-a3f9-842a150e3fa2.png\" alt=\"IDN CTA Blog Brain Academy Center\" width=\"799\" height=\"195\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Referensi:<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: left;\">Stratifikasi Sosial [Daring]. Tautan: http:\/\/repositori.kemdikbud.go.id\/19437\/1\/Kelas%20XI_Sosiologi_KD%203.3%20%282%29.pdf (diakses 22-24 Mei 2022)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":4,"featured_media":844,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Stratifikasi%20Sosial.png"],"_edit_lock":["1761101566:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Stratifikasi sosial adalah pembagian kelompok berdasarkan status yang dihargai di masyarakat. Pahami lebih dalam tentang dasar pembentuk dan contohnya."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_wp_old_date":["2022-05-25","2023-10-11","2024-10-15"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-844","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Stratifikasi Sosial: Bentuk, Jenis, Fungsi, dan Sifatnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/stratifikasi-sosial\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Stratifikasi Sosial: Bentuk, Jenis, Fungsi, dan Sifatnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/stratifikasi-sosial\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-21T06:00:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-22T02:54:54+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/stratifikasi-sosial\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/stratifikasi-sosial\",\"name\":\"Stratifikasi Sosial: Bentuk, Jenis, Fungsi, dan Sifatnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/stratifikasi-sosial#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/stratifikasi-sosial#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Stratifikasi%20Sosial.png\",\"datePublished\":\"2025-10-21T06:00:49+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-22T02:54:54+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/stratifikasi-sosial#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/stratifikasi-sosial\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/stratifikasi-sosial#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Stratifikasi%20Sosial.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Stratifikasi%20Sosial.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/stratifikasi-sosial#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Stratifikasi Sosial: Bentuk, Jenis, Fungsi, dan Sifatnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\",\"name\":\"Salsabila Nanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Salsabila Nanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Stratifikasi Sosial: Bentuk, Jenis, Fungsi, dan Sifatnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/stratifikasi-sosial","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Stratifikasi Sosial: Bentuk, Jenis, Fungsi, dan Sifatnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/stratifikasi-sosial","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-10-21T06:00:49+00:00","article_modified_time":"2025-10-22T02:54:54+00:00","author":"Salsabila Nanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Salsabila Nanda","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/stratifikasi-sosial","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/stratifikasi-sosial","name":"Stratifikasi Sosial: Bentuk, Jenis, Fungsi, dan Sifatnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/stratifikasi-sosial#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/stratifikasi-sosial#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Stratifikasi%20Sosial.png","datePublished":"2025-10-21T06:00:49+00:00","dateModified":"2025-10-22T02:54:54+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/stratifikasi-sosial#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/stratifikasi-sosial"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/stratifikasi-sosial#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Stratifikasi%20Sosial.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Stratifikasi%20Sosial.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/stratifikasi-sosial#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Stratifikasi Sosial: Bentuk, Jenis, Fungsi, dan Sifatnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783","name":"Salsabila Nanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Salsabila Nanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/844","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=844"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/844\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6015,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/844\/revisions\/6015"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/844"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=844"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=844"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=844"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}