{"id":79,"date":"2025-08-19T11:00:19","date_gmt":"2025-08-19T04:00:19","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=79"},"modified":"2025-08-19T14:42:30","modified_gmt":"2025-08-19T07:42:30","slug":"puisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/puisi","title":{"rendered":"Pengertian Puisi, Ciri, Struktur, Unsur dan Contohnya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/puisi.png\" alt=\"puisi\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"color: #434856;\">Kamu suka baca puisi? Yuk, lihat beberapa contoh puisi pendek, beserta pengertian, ciri-ciri, jenis, bentuk, dan unsur pembangun puisi di artikel berikut ini.<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #434856;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Hei-hei! Siapa di antara kamu yang pernah membaca puisi? Hmm, atau justru kamu sangat gemar menulis puisi? Puisi memang termasuk ke dalam suatu karya tulis yang indah dan menarik untuk kita baca.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Seperti puisi Rangga di sebuah film Ada Apa Dengan Cinta yang berhasil menarik perhatian banyak remaja Indonesia. Namun, sudah tahukah kamu apa itu pengertian puisi sebenarnya? Lalu, bagaimana ciri, unsur, dan struktur puisi? Buat yang penasaran, yuk baca terus!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 18pt;\">Pengertian Puisi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Puisi merupakan satu bentuk karya sastra yang berisi ungkapan hati, pikiran, dan perasaan penyair yang dituangkan dengan memanfaatkan segala daya bahasa, kreativitas dan imajinasi pengarang dengan rangkaian bahasa yang indah serta mengandung irama juga makna.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), puisi adalah ragam sastra yang bahasa terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Jadi, dapat disimpulkan <strong>puisi <\/strong>adalah <strong>ungkapan pikiran dan perasaan penyair yang dituangkan dengan menggunakan bahasa yang indah serta mengandung makna mendalam.<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi\">Contoh Puisi Pendek Berbagai Tema yang Penuh Makna<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 18pt;\">Ciri-Ciri Puisi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Puisi memiliki ciri yang membedakannya dengan karya sastra lain, yaitu:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"color: #434856;\">Berisikan ungkapan pikiran, perasaan, dan pengalaman penyair yang bersifat imajinatif.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Menggunakan bahasa konotatif.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Terdapat pemadatan segala unsur daya bahasa.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Menggunakan diksi yang tepat dengan memperhatikan irama atau bunyi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #434856;\">Dapat dibentuk oleh tipografi.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 18pt;\">Jenis-Jenis Puisi Berdasarkan Isi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Puisi terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu puisi naratif, puisi lirik, dan puisi deskriptif. Apa saja perbedaan diantara ketiganya?<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\"><strong>1. Puisi Naratif<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><span style=\"font-size: 16px;\">Puisi naratif mengungkapkan cerita atau penjelasan penyair. Puisi ini terbagi ke dalam beberapa macam, yaitu balada dan romansa.\u00a0 Balada adalah puisi yang berisi cerita tentang orang-orang perkasa ataupun tokoh pujaan. Romansa adalah jenis puisi cerita yang menggunakan bahasa romantik yang berisi kisah percintaan, yang diselingi perkelahian dan petualangan.<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\"><strong>2. Puisi Lirik<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><span style=\"font-size: 16px;\">Puisi lirik berisi ungkapan perasaan yang tersusun dalam larik-larik atau baris. Puisi lirik terdiri dari tiga jenis, yaitu elegi, ode, dan serenada. <strong>Elegi <\/strong>adalah puisi yang mengungkapkan perasaan duka. Sementara itu, <strong>ode <\/strong>adalah puisi yang berisi pujian terhadap seseorang, suatu hal, atau suatu keadaan. Terakhir, <strong>serenada <\/strong>merupakan sajak percintaan yang dapat dinyanyikan. Kata serenada sendiri berarti nyanyian yang tepat dinyanyikan di waktu senja.<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\"><strong>3. Puisi Deskriptif<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><span style=\"font-size: 16px;\">Puisi deskriptif adalah puisi yang disampaikan oleh penulis untuk memberi kesan terhadap keadaan, peristiwa, benda, atau suasana yang dipandang menarik kepada pembaca. Puisi yang termasuk ke dalam jenis puisi deskriptif, misaInya satire dan puisi yang bersifat kritik sosial.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; background-color: #eeeeee;\"><span style=\"font-size: 16px; background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/contoh-teks-deskripsi-dan-strukturnya\" rel=\"noopener\">Contoh Teks Deskripsi dan Strukturnya dengan Berbagai Tema<\/a><\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 18pt;\">Unsur Pembangun Puisi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Sebelum membuat puisi, kamu harus tahu unsur pembangunnya nih. Ada unsur fiksi dan unsur batin. Keduanya penting agar orang yang mendengar atau membaca puisi kamu memahami maksud yang hendak kamu sampaikan.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\"><strong>Unsur Fisik Puisi<\/strong><\/span><\/h3>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 16px;\"><strong>1. Diksi <\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 16px;\">Diksi adalah pemilihan kata yang dapat menimbulkan imajinasi estetis. Penyair dalam membuat puisi harus selalu mempertimbangkan diksi agar memberikan kekuatan dan daya magis.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 16px;\"><strong>2. Imaji <\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 16px;\">Pengimajian adalah susunan kata yang dapat menimbulkan khayalan dan imaji. Imaji yang terdapat pada puisi dapat menimbulkan khayalan pada pembaca sehingga pembaca seolah merasa, melihat, dan mendengar sesuatu yang diungkapkan penyair.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 16px;\"><strong>3. Kata konkret<\/strong> <\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 16px;\">Bertujuan untuk menimbulkan imajinasi pada pembaca. Kata konkret harus memperjelas isi puisi agar menimbulkan imaji penglihatan, pendengaran, atau perasaan pembaca. Kata konkret ini selalu berkaitan dengan pengimajian.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 16px;\"><strong>4. Bahasa figuratif (majas)<\/strong> <\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 16px;\"><a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/blog\/penjelasan-dan-contoh-majas\" rel=\"noopener\">Majas<\/a> adalah bahasa yang digunakan penyair untuk mengungkapkan sesuatu dengan cara membandingkan suatu hal dengan hal lainnya. Bahasa figuratif terdiri atas pengiasan yang menimbulkan makna kias dan pelambangan yang menimbulkan makna lambang.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 16px;\"><strong>5. Verifikasi <\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 16px;\">Verifikasi adalah merupakan unsur pembentuk keindahan sebuah puisi. Ketika membaca puisi tentu saja kita akan menikmati rima, ritma, dan metrum yang terdapat dalam puisi tersebut.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 16px;\"><strong>6. Tipografi<\/strong>\u00a0<\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 16px;\">Adalah pembeda yang penting antara puisi dengan prosa dan drama. Tipografi merupakan bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Hal-hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\"><strong>Unsur Batin Puisi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"font-size: 18px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><span style=\"font-size: 16px;\">Unsur batin puisi merupakan unsur yang berkaitan dengan batin dalam pembacaan puisi.<\/span><\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 16px;\"><span style=\"font-weight: bold;\">1. Tema<\/span><br \/>\n<\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 16px;\">Tema adalah unsur utama pada puisi karena tema berkaitan erat dengan makna yang dihasilkan dari suatu puisi.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 16px;\"><strong>2. Rasa<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 16px;\">Rasa atau <em>feeling<\/em> pada puisi merupakan sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 16px;\"><strong>3. Nada<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 16px;\">Yang dimaksud nada atau suasana pada puisi adalah sikap penyair terhadap pembacanya.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 16px;\"><strong>4. Amanat<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 16px;\">Pada puisi, amanat atau tujuan merupakan pesan yang terkandung di dalam sebuah puisi.<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/QGXwUwm__j0KCWAkIMqLsm_yzDue5wa7Se02Kl_Ld0R5i3_3HMuf2m-aNW-3TjedL4z__5hSbTrL2tNzls0Q3AUgOKQIxVNrdZw_cbd23DCRMc8iLWHv9tOcPxTNc6zFeiy0mrNp2Hl3798DvhQBB3I\" width=\"4\" height=\"5\" \/>\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; background-color: #eeeeee;\"><strong>Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/contoh-cerita-pendek\" rel=\"noopener\">Contoh Cerpen Berdasarkan Jenis-jenisnya, Yuk Belajar!<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 18pt;\">Struktur Puisi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Struktur puisi terdiri dari 2 jenis, yakni struktur batin dan struktur fisik. Berikut penjelasannya:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\">1. Struktur Batin<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 16px; color: #434856;\">Struktur batin adalah unsur pembangun puisi yang tidak tampak langsung dalam penulisan kata-katanya. Struktur batin puisi meliputi tema, amanat, dan sikap penyair.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\">2. Struktur Fisik<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 16px; color: #434856;\">Struktur fisik adalah unsur pembangun puisi yang bersifat fisik atau tampak dalam bentuk susunan kata-katanya. Struktur fisik puisi meliputi majas, rima, konotasi, kata berlambang, dan pengimajian.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong><b>Bentuk Penyampaian Puisi<\/b><\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nggak seperti teks biasa, puisi dibacakan dengan teknik-teknik tertentu. Cara penyampaian puisi ini bertujuan agar isi puisi dapat dihayari oleh pendengarnya. Apa saja sih bentuk penyampaian puisi?<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b><\/b><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>1. Membacakan Puisi<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teknik membacakan puisi dilakukan dengan cara menyampaikannya dengan bahasa lisan atau ucapan. Saat membaca puisi menggunakan teknik ini, kamu bisa membaca teks puisi ke depan panggung.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b><\/b><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>2. Deklamasi Puisi<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Deklamasi puisi adalah teknik menyampaikan puisi secara lisan, tetapi penyampaiannya dilakukan dengan penghayatan yang lebih dalam dan luapan kejiwaan. Kadang, pembacanya juga bisa menggunakan gerakan tangan atau kaki. Saat melakukan deklamasi puisi, kamu harus menghafalkan puisi alias nggak bisa membuat teksnya ke atas panggung.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b><\/b><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><b>3. Pertunjukkan Puisi<\/b><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bentuk penyampaian puisi melalui pertunjukkan dibagi menjadi dua jenis yaitu musikalisasi puisi dan dramatisasi puisi. Saat melakukan musikalisasi puisi, kamu harus mengubah teks puisi menjadi sebuah lagu. Pastikan penyampaian puisi dan irama lagu harus selaras agar lebih hikmat disimak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, dramatisasi puisi dilakukan dengan memperagakan atau memerankan tokoh sesuai dengan peristiwa yang ada di dalam puisi. Dramatisasi puisi bisa dilakukan secara individu atau kelompok sesuai dengan kebutuhan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 18pt;\">Contoh Puisi<\/span><\/h2>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\"><strong>1. Doa di Medan Laga<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>(Oleh Subagio Sastrowardoyo)<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Berilah kekuatan sekeras baja<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Untuk menghadapi dunia ini, untuk melayani zaman ini<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Berilah kesabaran seluas angkasa<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Untuk mengatasi siksaan ini, untuk melupakan derita ini<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Berilah kemauan sekuat garuda<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Untuk melawan kekejaman ini, untuk menolak penindasan ini<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Berilah perasaan selembut sutra<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Untuk menjaga peradaban ini, untuk mempertahankan kemanusiaan ini<\/em><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\"><strong>2. Sajak Putih<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>(Oleh Chairil Anwar)<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Bersandar pada tari warna pelangi<\/em><em><br \/>\n<\/em><em>Kau depanku bertudung sutra senja<\/em><em><br \/>\n<\/em><em>Di hitam matamu kembang mawar dan melati<\/em><em><br \/>\n<\/em><em>Harum rambutmu mengalun bergelut senda<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba<\/em><em><br \/>\n<\/em><em>Meriak muka air kolam jiwa<\/em><em><br \/>\n<\/em><em>Dan dalam dadaku memerdu lagu<\/em><em><br \/>\n<\/em><em>Menarik menari seluruh aku<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Hidup dari hidupku, pintu terbuka<\/em><em><br \/>\n<\/em><em>Selama matamu bagiku menengadah<\/em><em><br \/>\n<\/em><em>Selama kau darah mengalir dari luka<\/em><em><br \/>\n<\/em><em>Antara kita Mati datang tidak membelah\u2026<\/em><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\"><strong>3. Balada Orang-Orang Tercinta<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>(oleh: WS Rendra)<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Kita bergantian menghirup asam<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Batuk dan lemas terceruk<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Marah dan terbaret-baret<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Cinta membuat kita bertahan<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>dengan secuil redup harapan<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Kita berjalan terseok-seok<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Mengira lelah akan hilang<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>di ujung terowongan yang terang<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Namun cinta tidak membawa kita<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>memahami satu sama lain<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Kadang kita merasa beruntung<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Namun harusnya kita merenung<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Akankah kita sampai di altar<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Dengan berlari terpatah-patah<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Mengapa cinta tak mengajari kita<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Untuk berhenti berpura-pura?<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Kita meleleh dan tergerus<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Serut-serut sinar matahari<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Sementara kita sudah lupa<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>rasanya mengalir bersama kehidupan<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Melupakan hal-hal kecil<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>yang dulu termaafkan<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Mengapa kita saling menyembunyikan<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Mengapa marah dengan keadaan?<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Mengapa lari ketika sesuatu<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>membengkak jika dibiarkan?<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Kita percaya pada cinta<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Yang borok dan tak sederhana<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Kita tertangkap jatuh terperangkap<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Dalam balada orang-orang tercinta<\/em><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\"><strong>4. Tangis<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>(oleh: WS Rendra)<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Ke mana larinya anak tercinta<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>yang diburu segenap penduduk kota?<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Paman Doblang! Paman Doblang!<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>la lari membawa dosa<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>tangannya dilumuri cemar noda<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>tangisnya menyusupi belukar di rimba.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Sejak semalam orang kota menembaki<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>dengan dendam tuntutan mati<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>dan ia lari membawa diri.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Seluruh subuh, seluruh pagi.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Paman Doblang! Paman Doblang!<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Ke mana larinya anak tercinta<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>di padang lalang mana<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>di bukit kapur mana<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>mengapa tak lari di riba bunda?<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Paman Doblang! Paman Doblang!<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Pesankan padanya dengan angin kemarau<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>ibunya yang tua menunggu di dangau<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Kalau lebar nganga lukanya<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>mulut bunda \u2018kan mengucupnya<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Kalau kotor warna jiwanya<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Ibu cuci di lubuk hati<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Cuma ibu yang bisa mengerti<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Ia membunuh tak dengan hati<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Kalau memang hauskan darah manusia<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Suruhlah minum darah ibunya<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Paman Doblang! Paman Doblang!<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Katakan, ibunya selalu berdoa<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Kalau ia \u2018kan mati jauh di rimba<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Suruh ingat marhum bapanya<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Yang di sorga, di imannya<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Dan di dangau ini ibunya menanti<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>dengan rambut putih dan debar hati<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Paman Doblang! Paman Doblang!<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Kalau di rimba rembulan pudar duka<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Katakan, itulah wajah ibunya<\/em><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856; font-size: 14pt;\"><strong>5. Aku Ingin<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>(oleh: Sapardi Djoko Damono)<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Aku ingin mencintaimu dengan sederhana<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>dengan kata yang tak sempat diucapkan<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>kayu kepada api yang menjadikannya abu<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>Aku ingin mencintaimu dengan sederhana<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>dengan isyarat yang tak sempat disampaikan<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><em>awan kepada hujan yang menjadikannya tiada<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #434856;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Nah, itulah penjelasan puisi dari pengertian, ciri, jenis unsur, serta struktur puisi beserta contohnya. Seru banget kan pembahasan kali ini? Semoga, setelah memahami artikel ini, kamu jadi tahu apa itu puisi, ciri-ciri, jenis, hingga unsur pembangunnya, ya. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Kalau kamu mau belajar tentang puisi dan melihat contoh-contohnya kamu bisa belajar bareng STAR Master Teacher di <\/span><a style=\"font-weight: bold;\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a><span style=\"color: #434856;\">. Bisa coba gratis via online atau datang langsung ke cabang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/kelas.brainacademy.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/e5070f85-673f-4221-bef5-1021e2f4d494.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Blog Kelas Gratis Brain Academy Online \" width=\"821\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\"><strong>Referensi<\/strong>:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434856;\">Kosasih, E. 2017. Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":10,"featured_media":79,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/puisi.png"],"_edit_lock":["1755589223:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2023-04-06","2024-01-11","2025-08-18"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Yuk, simak pembahasan lengkap seputar puisi mulai dari, pengertian, ciri-ciri, jenis, bentuk, unsur pembangun dan contohnya di artikel berikut ini."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[1],"tags":[16,19],"class_list":["post-79","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian Puisi, Ciri, Struktur, Unsur dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/puisi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Puisi, Ciri, Struktur, Unsur dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/puisi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-19T04:00:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-19T07:42:30+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nurul Hidayah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nurul Hidayah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/puisi\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/puisi\",\"name\":\"Pengertian Puisi, Ciri, Struktur, Unsur dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/puisi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/puisi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/puisi.png\",\"datePublished\":\"2025-08-19T04:00:19+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-19T07:42:30+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/puisi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/puisi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/puisi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/puisi.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/puisi.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/puisi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Puisi, Ciri, Struktur, Unsur dan Contohnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a\",\"name\":\"Nurul Hidayah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Nurul Hidayah\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/nurul-hidayah\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Puisi, Ciri, Struktur, Unsur dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/puisi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian Puisi, Ciri, Struktur, Unsur dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/puisi","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-08-19T04:00:19+00:00","article_modified_time":"2025-08-19T07:42:30+00:00","author":"Nurul Hidayah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Nurul Hidayah","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/puisi","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/puisi","name":"Pengertian Puisi, Ciri, Struktur, Unsur dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/puisi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/puisi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/puisi.png","datePublished":"2025-08-19T04:00:19+00:00","dateModified":"2025-08-19T07:42:30+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/puisi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/puisi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/puisi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/puisi.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/puisi.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/puisi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Puisi, Ciri, Struktur, Unsur dan Contohnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7337980db8beedd504d568e78720394a","name":"Nurul Hidayah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nurul Hidayah"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/nurul-hidayah"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=79"}],"version-history":[{"count":11,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3105,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79\/revisions\/3105"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=79"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=79"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=79"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}