{"id":7180,"date":"2026-10-12T13:00:47","date_gmt":"2026-10-12T06:00:47","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=7180"},"modified":"2026-10-12T15:16:19","modified_gmt":"2026-10-12T08:16:19","slug":"soal-sosiologi-kelas-12","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-12","title":{"rendered":"30 Soal Sosiologi Kelas 12, Pembahasan &#038; Kunci Jawaban"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/db0a08f0-12df-4eac-b813-126ec72c2114.png\" alt=\"soal sosiologi kelas 12\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Latihan contoh soal Sosiologi kelas 11 SMA Kurikulum Merdeka lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan untuk persiapan ulangan dan asesmen sumatif.<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>1. Perhatikan realitas sosial berikut!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kehadiran aplikasi belanja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memudahkan masyarakat dalam berbelanja, terlebih lagi banyak promo yang ditawarkan sehingga harga barang menjadi lebih murah. Hal ini menyebabkan banyak masyarakat yang lebih memilih untuk berbelanja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dibandingkan harus ke pasar atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">supermarket.<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Realitas ini menunjukkan karakteristik <strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-sosial\">perubahan sosial<\/a><\/strong>, yaitu &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">terciptanya kontroversi di tengah masyarakat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">arah perkembangan perubahan yang sulit dikontrol<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">menciptakan kebiasaan baru di tengah masyarakat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">perubahan sosial dapat mengubah pola interaksi masyarakat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">dapat menguntungkan pihak tertentu dan merugikan pihak lain<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: E<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kehadiran aplikasi belanja <em>online<\/em> mengubah kebiasaan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Masyarakat yang sebelumnya berbelanja langsung ke pasar atau supermarket kini dapat membeli barang melalui aplikasi karena dinilai lebih praktis dan menawarkan harga yang kompetitif. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa perubahan sosial dapat memberikan keuntungan bagi pihak tertentu, tetapi juga berpotensi merugikan pihak lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kasus ini, konsumen memperoleh kemudahan dan keuntungan dari promo belanja <em>online<\/em>. Sebaliknya, pedagang di pasar tradisional atau toko fisik berpotensi kehilangan sebagian pelanggan karena masyarakat beralih ke belanja digital. Dengan demikian, perubahan sosial tidak selalu memberikan dampak yang sama bagi seluruh kelompok masyarakat.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-11\">Soal Sosiologi Kelas 11, Pembahasan &amp; Kunci Jawaban<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">2. Peristiwa Reformasi 1998 merupakan gejala sosial yang dapat memengaruhi kondisi sosial, budaya, politik, maupun ekonomi masyarakat. Peristiwa tersebut dapat dikategorikan sebagai faktor penyebab internal perubahan sosial, karena \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">berasal dari sudut pandang pemerintah dan menghasilkan perubahan sosial bagi masyarakatnya <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">berasal dari masyarakat itu sendiri dan menghasilkan perubahan sosial bagi masyarakatnya <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">berasal dari masyarakat itu sendiri dan menghasilkan perubahan sosial bagi masyarakat lain <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">memunculkan konflik antara pemerintah dan masyarakat dan merugikan kedua belah pihak <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">berasal dari masyarakat lain dan merugikan masyarakat yang terkena dampak pemberontakan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: B<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Reformasi 1998 merupakan contoh perubahan sosial yang disebabkan oleh faktor internal karena gerakan tersebut berasal dari dalam masyarakat Indonesia sendiri. Gerakan reformasi melibatkan mahasiswa, masyarakat, dan berbagai kelompok yang menuntut perubahan dalam kehidupan politik dan pemerintahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Faktor internal perubahan sosial adalah faktor yang berasal dari dalam masyarakat, seperti perubahan jumlah penduduk, konflik sosial, pemberontakan, dan penemuan baru. Reformasi 1998 mendorong perubahan dalam sistem pemerintahan, kebebasan berpendapat, serta kehidupan politik Indonesia. Oleh karena itu, peristiwa tersebut sesuai dengan pernyataan bahwa perubahan berasal dari masyarakat itu sendiri dan menghasilkan perubahan sosial bagi masyarakatnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>3. Perhatikan kutipan artikel berikut!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat Kampung Naga yang berada di Tasikmalaya, Jawa Barat, dianggap unik oleh para wisatawan. Hingga saat ini, masyarakat Kampung Naga menolak penggunaan listrik. Begitu pula dalam memasak, masyarakat Kampung Naga menolak menggunakan gas elpiji. Dilihat dari bentuk rumah, masyarakat Kampung Naga masih memanfaatkan hasil alam, seperti kayu, bambu, daun nipah, dan ijuk. Hal tersebut telah menjadi sebuah kebiasaan yang terjadi sejak lama. Fakta tersebut menunjukkan bahwa perubahan sosial dalam masyarakat Kampung Naga mengalami hambatan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan artikel, faktor penghambat perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat Kampung Naga adalah &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">adat dan kebiasaan yang masih dipegang teguh dan sulit diubah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">kurangnya peraturan akan pembolehan masuknya berbagai informasi dari luar<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">kurangnya generasi muda yang memiliki pikiran terbuka, hingga menyulitkan terjadinya gebrakan perubahan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">melunturnya peran dan upaya pihak luar yang mencoba membuat Kampung Naga menerima banyak informasi baru<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">minimnya proses akulturasi dan asimilasi budaya Kampung Naga dengan budaya masyarakat adat lain<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: A<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masyarakat Kampung Naga di Tasikmalaya, Jawa Barat, masih mempertahankan tradisi dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut terlihat dari penolakan terhadap penggunaan listrik dan gas elpiji serta pemanfaatan bahan-bahan alami dalam pembangunan rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi ini menunjukkan bahwa adat istiadat dan kebiasaan yang dipegang teguh dapat menjadi faktor penghambat perubahan sosial. Adat istiadat berfungsi sebagai pedoman hidup yang diwariskan secara turun-temurun sehingga masyarakat cenderung mempertahankan cara hidup yang telah dianggap sesuai dengan nilai dan tradisi mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, mempertahankan tradisi tidak selalu berarti masyarakat menolak seluruh bentuk kemajuan. Dalam konteks soal, tradisi yang dipertahankan menjadi faktor penghambat perubahan karena masyarakat tetap menggunakan pola kehidupan yang telah berlangsung sejak lama.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">4. Bentuk perubahan evolusi dan revolusi merupakan dua bentuk perubahan sosial yang dapat dibedakan berdasarkan &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">pengaruh\/dampaknya<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">laju\/waktunya<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">sudut pandang masyarakat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">arah perkembangan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">sifat<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: B<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan evolusi dan revolusi merupakan bentuk perubahan sosial yang dibedakan berdasarkan kecepatan atau waktu terjadinya perubahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan evolusi berlangsung secara lambat, bertahap, dan membutuhkan waktu yang relatif panjang. Perubahan ini biasanya terjadi melalui penyesuaian masyarakat terhadap kondisi baru tanpa adanya perubahan mendadak. Contohnya adalah perubahan mata pencaharian masyarakat dari sektor pertanian tradisional menuju pekerjaan di sektor industri secara bertahap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, perubahan revolusi berlangsung relatif cepat dan menyangkut sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat. Contohnya adalah Revolusi Industri yang mengubah sistem produksi dari tenaga manusia dan alat sederhana menuju penggunaan mesin.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">5. Disebut perubahan yang tidak dikehendaki, artinya &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">perubahan yang terjadi di luar jangkauan pengawasan masyarakat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">perubahan yang dihasilkan karena direncanakan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">perubahan yang berdampak besar bagi seluruh masyarakat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">perubahan yang terjadi secara cepat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">perubahan yang terjadi secara tiba-tiba<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: A<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan sosial yang tidak dikehendaki adalah perubahan yang terjadi di luar perkiraan atau keinginan masyarakat sehingga sulit dikendalikan atau diawasi. Perubahan ini dapat muncul sebagai akibat dari perubahan lain yang telah direncanakan maupun peristiwa yang tidak diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai contoh, pembangunan jalan tol direncanakan untuk memperlancar transportasi. Namun, pembangunan tersebut dapat menimbulkan kemacetan sementara, kebisingan, atau perubahan mata pencaharian masyarakat di sekitar proyek. Dampak-dampak yang tidak diharapkan tersebut termasuk perubahan yang tidak dikehendaki.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, perubahan sosial yang tidak dikehendaki bukan berarti seluruh proses perubahan berlangsung tanpa rencana, melainkan perubahan atau dampak tertentu yang tidak menjadi tujuan awal dan berada di luar perkiraan masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">6. Perubahan sosial yang justru mengarahkan masyarakat pada kemunduran dapat disebut juga sebagai perubahan \u2026.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">progress<\/span><\/i><\/li>\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">regress<\/span><\/i><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">tidak dikehendaki<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">dikehendaki<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">evolusi<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: B<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan sosial yang mengarahkan masyarakat pada kemunduran disebut perubahan <em>regress<\/em>. Perubahan ini terjadi ketika suatu kondisi baru justru menimbulkan dampak yang dinilai lebih buruk dibandingkan kondisi sebelumnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai contoh, perkembangan teknologi komunikasi seharusnya mempermudah interaksi. Namun, apabila teknologi tersebut digunakan untuk menyebarkan berita bohong, melakukan penipuan, atau melakukan perundungan siber, dampaknya dapat merugikan kehidupan sosial masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebaliknya, perubahan <em>progress<\/em> merupakan perubahan sosial yang membawa kemajuan atau meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, perubahan sosial dapat dikategorikan sebagai <em>progress<\/em> atau <em>regress<\/em> berdasarkan arah dan dampak yang ditimbulkannya, bukan semata-mata karena perubahan tersebut menggunakan teknologi modern.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">7. Perkembangan tren model pakaian (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fashion<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) cenderung hanya diikuti oleh beberapa kalangan. Kondisi tersebut menggambarkan bentuk perubahan\u00a0 &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">lambat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">cepat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">kecil<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">besar<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">dikehendaki<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: C<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perkembangan tren model pakaian atau fashion yang hanya diikuti oleh beberapa kalangan merupakan contoh perubahan sosial kecil. Perubahan sosial kecil adalah perubahan yang tidak membawa pengaruh besar terhadap struktur sosial atau lembaga kemasyarakatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pergantian model pakaian biasanya memengaruhi gaya berpakaian, pilihan produk, dan kebiasaan kelompok tertentu. Namun, perubahan tersebut tidak secara langsung mengubah sistem pendidikan, struktur pemerintahan, atau lembaga sosial secara mendasar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbeda dengan perubahan sosial besar, seperti industrialisasi yang dapat mengubah mata pencaharian, pola hubungan kerja, dan struktur ekonomi masyarakat, perubahan tren pakaian cenderung terbatas pada aspek gaya hidup. Karena itu, fenomena dalam soal termasuk perubahan sosial kecil.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>8. Perhatikan contoh perubahan sosial berikut!<\/b><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembangunan pulau reklamasi merugikan nelayan dan masyarakat di daerah pesisir pantai<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Program internet masuk desa memudahkan siswa di daerah terpencil untuk mengakses sumber belajar<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berkembangnya teknologi internet memicu masalah perjudian <em>online<\/em>, penyebaran berita <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hoax<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan ujaran kebencian di media sosial.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teknologi internet dimanfaatkan kelompok petani untuk memasarkan hasil taninya lebih luas.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh perubahan sosial <em>progress<\/em> adalah &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">1 dan 2<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">1 dan 3<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">2 dan 3<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">2 dan 4<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">3 dan 4<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: D<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan sosial <em>progress<\/em> adalah perubahan yang membawa kemajuan atau memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat. Dari keempat pernyataan dalam soal, contoh perubahan yang termasuk <em>progress<\/em> adalah pernyataan nomor 2 dan 4.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<div>\n<ul>\n<li>Pernyataan 2: Program internet masuk desa memudahkan siswa di daerah terpencil mengakses sumber belajar. Hal ini meningkatkan kesempatan memperoleh informasi dan mendukung pemerataan akses pendidikan.<\/li>\n<li>Pernyataan 4: Pemanfaatan internet oleh kelompok petani untuk memasarkan hasil pertanian memperluas jangkauan konsumen dan membuka peluang peningkatan pendapatan.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, pernyataan nomor 1 menggambarkan dampak yang merugikan nelayan dan masyarakat pesisir, sedangkan pernyataan nomor 3 menunjukkan dampak negatif berupa perjudian online, penyebaran berita bohong, dan ujaran kebencian.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u2014<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Anti gagal hadapi ujian dengan daftar\u00a0<strong>bimbel Brain Academy<\/strong>! Jika masih ragu untuk ikut kelasnya, kamu bisa kok cobain\u00a0free trial-nya dulu. Yuk klik\u00a0banner\u00a0di bawah untuk daftar kelas gratisnya!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/packages-list?tag=brainacademy-offline&amp;grade=kelas-utbk&amp;referralCookiesId=6244aa90-2ab2-4007-b986-45a83827cdf6&amp;referralCookiesId=6244aa90-2ab2-4007-b986-45a83827cdf6&amp;referralCookiesId=6244aa90-2ab2-4007-b986-45a83827cdf6&amp;referralCookiesId=6244aa90-2ab2-4007-b986-45a83827cdf6&amp;referralCookiesId=6244aa90-2ab2-4007-b986-45a83827cdf6&amp;referralCookiesId=6244aa90-2ab2-4007-b986-45a83827cdf6\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/5f32de55-f9cc-4f0c-a474-8c814e74a27f.png\" alt=\"brain academy center\" width=\"820\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u2014<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">9. Pendirian pabrik garmen di daerah pedesaan menyebabkan sebagian besar masyarakat di sekitar pabrik yang awalnya hanya bekerja di sektor pertanian, beralih profesi menjadi buruh pabrik. Berdirinya pabrik tersebut juga mendorong masyarakat menciptakan usaha baru seperti membuka warung makan dan toko-toko. Berdasarkan pengaruhnya, kondisi tersebut menggambarkan perubahan &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">kecil<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">besar<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">cepat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">lambat<\/span><\/li>\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">progress<\/span><\/i><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: B<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan sosial besar adalah perubahan yang membawa pengaruh signifikan terhadap struktur sosial masyarakat. Pendirian pabrik garmen di daerah pedesaan dapat mengubah kehidupan masyarakat secara luas, terutama dalam bidang ekonomi dan mata pencaharian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masyarakat yang sebelumnya bekerja di sektor pertanian mulai beralih menjadi buruh pabrik. Selain itu, muncul kegiatan ekonomi baru, seperti membuka warung makan dan toko untuk memenuhi kebutuhan para pekerja. Perubahan ini turut memengaruhi pola pekerjaan, hubungan sosial, dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan demikian, pendirian pabrik garmen termasuk perubahan sosial besar karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu tertentu, tetapi juga memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">10. Sistem pertanian tradisional banyak digantikan dengan menggunakan alat-alat modern karena dinilai lebih efisien dan hasilnya maksimal. Kondisi ini menyebabkan hilangnya kebersamaan dalam pengolahan sawah dan pengambilan hasil panen. Dilihat dari arah perkembangannya, perubahan yang terjadi merupakan perubahan &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">yang direncanakan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">yang pengaruhnya kecil<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">yang mengarah ke <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">regress<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">yang mengarah ke <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">progress<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">yang dikehendaki<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: C<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penggunaan alat-alat modern dalam pertanian merupakan bentuk perubahan sosial yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Namun, berdasarkan ilustrasi soal, penggunaan teknologi tersebut juga menyebabkan hilangnya kebersamaan dalam proses pengolahan sawah dan pengambilan hasil panen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan yang mengarah pada regress adalah perubahan yang menimbulkan kemunduran atau dampak negatif pada aspek kehidupan tertentu. Dalam kasus ini, kemajuan teknologi pertanian justru mengurangi kebersamaan dan interaksi sosial yang sebelumnya terjalin melalui kegiatan pertanian tradisional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal ini menunjukkan bahwa perubahan sosial dapat membawa kemajuan dalam satu aspek, tetapi sekaligus menimbulkan kemunduran dalam aspek lainnya. Oleh karena itu, berdasarkan dampak yang ditekankan dalam soal, perubahan tersebut dikategorikan sebagai perubahan yang mengarah pada <em>regress<\/em>.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-geografi-kelas-11\">Soal Geografi Kelas 11 beserta Kunci Jawaban &amp; Pembahasan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">11. Pak Fajar tidak mau membelikan komputer dengan fasilitas internet untuk anaknya. Ia khawatir anaknya akan membuka situs yang \u201ctidak wajar\u201d, sehingga moral anaknya menjadi rusak. Faktor penghalang terjadinya perubahan pada ilustrasi tersebut adalah \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">sikap yang tradisional <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">tingkat pendidikan yang rendah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">takut terjadi disintegrasi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">prasangka terhadap hal yang baru <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">ilmu pengetahuan belum maju <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: D<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pak Fajar tidak mau membelikan komputer dengan fasilitas internet untuk anaknya karena khawatir anaknya mengakses situs yang tidak sesuai. Sikap tersebut menunjukkan adanya prasangka terhadap hal baru, yaitu kekhawatiran atau penilaian negatif terhadap sesuatu yang belum sepenuhnya dipahami atau diterima.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Prasangka terhadap hal baru dapat menghambat perubahan sosial karena masyarakat cenderung menolak inovasi berdasarkan anggapan bahwa sesuatu yang baru pasti membawa dampak buruk. Padahal, teknologi internet juga dapat dimanfaatkan untuk mengakses materi pembelajaran, mencari informasi, dan mengembangkan keterampilan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam ilustrasi tersebut, kekhawatiran Pak Fajar membuatnya menolak penggunaan teknologi tanpa mempertimbangkan secara menyeluruh manfaat dan risiko yang ada. Dengan demikian, faktor penghambat perubahan sosial yang paling tepat adalah prasangka terhadap hal baru.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">12. Berikut ini pernyataan yang tepat mengenai dampak dari fenomena penerapan komputerisasi dan teknologi internet di daerah-daerah terpencil adalah &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">cultural lag <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menghasilkan kesenjangan budaya akibat penerapan komunikasi dan internet di daerah terpencil\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">cultural shock <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menghasilkan kesenjangan budaya akibat penerapan komunikasi dan internet di daerah terpencil<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">masyarakat mengalami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cultural lag <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">karena menolak adanya penerapan komputerisasi dan juga perkembangan teknologi internet<\/span><\/li>\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">cultural lag <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">membuat masyarakat bisa merespon perubahan dengan sangat berlebihan atau bahkan menolak perubahan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">masyarakat mengalami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cultural shock <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">karena masyarakat tidak dapat mengikuti perkembangan ataupun kemajuan akibat perubahan sosial<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>K<\/strong><strong>unci Jawaban: A<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Cultural lag<\/em> atau ketertinggalan budaya merupakan kondisi ketika perkembangan salah satu unsur kebudayaan berlangsung lebih cepat dibandingkan unsur kebudayaan lainnya. Akibatnya, muncul kesenjangan antara perkembangan teknologi dan kemampuan masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penerapan komputerisasi dan teknologi internet di daerah terpencil dapat menimbulkan <em>cultural lag<\/em> apabila fasilitas teknologi berkembang lebih cepat daripada pengetahuan, keterampilan, dan pola perilaku masyarakat yang menggunakannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai contoh, suatu daerah telah memiliki akses internet dan perangkat komputer, tetapi sebagian masyarakat belum memahami cara mengoperasikan perangkat tersebut. Akibatnya, teknologi yang tersedia belum dapat dimanfaatkan secara optimal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">13. Munculnya revolusi industri merupakan bentuk dari perubahan sosial berskala besar. Perubahan besar tersebut tentu akan membawa pengaruh yang besar bagi masyarakat karena \u2026.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">jumlah masyarakat yang berubah sangat banyak<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">memengaruhi hampir di segala aspek kehidupan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">memengaruhi kehidupan masyarakat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">perubahan menyangkut bidang teknologi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">memengaruhi tingkah laku manusia di masyarakat<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: B<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Revolusi Industri merupakan perubahan sosial berskala besar karena dampaknya memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat. Perubahan ini ditandai oleh peralihan sistem produksi yang sebelumnya mengandalkan tenaga manusia dan alat sederhana menuju penggunaan mesin serta teknologi industri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dampaknya tidak hanya terlihat dalam bidang ekonomi, tetapi juga dalam bidang sosial, budaya, dan kehidupan sehari-hari. Dalam bidang ekonomi, Revolusi Industri mendorong pertumbuhan pabrik dan meningkatkan produksi barang. Dalam bidang sosial, muncul kelompok buruh industri dan perubahan pola hubungan kerja. Selain itu, urbanisasi meningkat karena masyarakat berpindah ke kota untuk mencari pekerjaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>14. Perhatikan pernyataan berikut!<\/b><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rekayasa jalan tidak jadi direncanakan untuk mengantisipasi arus mudik di masa pandemi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penambahan jaringan listrik di daerah-daerah perbatasan dan jauh dari ibu kota.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peningkatan arus urbanisasi dari masyarakat di berbagai daerah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hilangnya mata pencaharian petani akibat bencana alam gunung meletus.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemacetan akibat pembangunan jalan tol dan pelebaran jalan raya.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kategori <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">unplanned social change<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ditunjukkan oleh angka &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">1, 4, dan 5<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">1, 2, dan 4<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">1, 3, dan 5<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">1, 2, dan 5<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">3, 4, dan 5<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: E<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Unplanned social change<\/em> adalah perubahan sosial yang terjadi tanpa direncanakan sebelumnya atau muncul sebagai dampak yang tidak diharapkan dari suatu peristiwa. Perubahan ini dapat memengaruhi kehidupan masyarakat secara langsung maupun tidak langsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernyataan yang termasuk perubahan sosial tidak direncanakan adalah sebagai berikut.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<div>\n<ul>\n<li>Nomor 3: Peningkatan arus urbanisasi dari berbagai daerah dapat terjadi akibat dorongan ekonomi, kesempatan kerja, atau perubahan kondisi di daerah asal. Peningkatan tersebut tidak selalu merupakan hasil perencanaan langsung dari masyarakat secara keseluruhan.<\/li>\n<li>Nomor 4: Hilangnya mata pencaharian petani akibat bencana alam gunung meletus merupakan perubahan yang tidak direncanakan karena terjadi sebagai dampak peristiwa alam.<\/li>\n<li>Nomor 5: Kemacetan akibat pembangunan jalan tol dan pelebaran jalan raya merupakan dampak negatif yang tidak diharapkan dari pembangunan infrastruktur.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, pernyataan nomor 2 berupa penambahan jaringan listrik di daerah perbatasan merupakan program pembangunan yang direncanakan. Jadi, berdasarkan kunci jawaban, <em>unplanned social change<\/em> ditunjukkan oleh nomor 3, 4, dan 5.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">15. Pada masa pandemi Covid-19, beberapa orang tua mengeluh karena tidak dapat memahami cara menggunakan teknologi belajar saat mendampingi anaknya sekolah secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kondisi tersebut menggambarkan dampak negatif perubahan sosial, yaitu ketidaksiapan dalam menerima perubahan karena adanya .\u2026<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">biaya yang mahal dalam mengakses teknologi belajar<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">penolakan terhadap penggunaan teknologi belajar<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">ketidakmampuan dalam menggunakan teknologi belajar<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">kemajuan dalam bidang pendidikan di masa pandemi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">kemudahan dalam menggunakan teknologi terbaru<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: C<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada masa pandemi Covid-19, pembelajaran dilakukan secara online untuk menjaga keberlangsungan kegiatan pendidikan. Namun, sebagian orang tua mengalami kesulitan ketika harus mendampingi anaknya karena belum memahami cara menggunakan teknologi pembelajaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi tersebut menggambarkan ketidaksiapan dalam menerima perubahan sosial yang disebabkan oleh ketidakmampuan menggunakan teknologi. Perubahan dalam sistem pendidikan berlangsung relatif cepat, sedangkan keterampilan digital sebagian masyarakat belum berkembang dengan kecepatan yang sama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akibatnya, orang tua kesulitan membantu anak mengakses materi, menggunakan aplikasi pembelajaran, atau mengikuti kegiatan belajar secara daring. Hal ini dapat menghambat proses pembelajaran.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">16. Di masa pandemi, tidak sedikit masyarakat yang mengalami kerugian ekonomi. Banyak pedagang kaki lima yang harus tutup usahanya dan banyak pula pekerja pabrik yang terkena PHK. Akan tetapi, para pengusaha di sektor teknologi digital cenderung mendapatkan keuntungan yang signifikan. Kondisi ini menggambarkan dampak negatif perubahan sosial, yaitu \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">kesenjangan sosial<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">ketidaksiapan menerima perubahan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">meningkatnya kriminalitas<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">berkembangnya perilaku konsumtif<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">konflik sosial<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: A<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kesenjangan-sosial\">Kesenjangan sosial<\/a><\/strong> adalah kondisi ketika terdapat perbedaan akses terhadap sumber daya, kesempatan, atau kesejahteraan di antara kelompok-kelompok masyarakat. Kesenjangan dapat terjadi dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun bidang lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam ilustrasi soal, sebagian pedagang kaki lima harus menutup usaha dan sejumlah pekerja pabrik mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebaliknya, pengusaha di sektor teknologi digital justru memperoleh keuntungan yang signifikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perbedaan kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak perubahan sosial dan ekonomi tidak dirasakan secara merata. Sebagian kelompok mengalami penurunan pendapatan, sedangkan kelompok lain memperoleh keuntungan dari perubahan pola aktivitas masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">17. Kemudahan masyarakat memesan tiket transportasi secara<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> online <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">telah menghasilkan perbedaan kondisi yang cukup besar dengan kondisi beberapa tahun sebelumnya, di mana masyarakat harus memesan tiket sarana transportasi melalui loket secara langsung. Dampak positif <strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gejala-sosial\">gejala sosial<\/a> <\/strong>tersebut adalah &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">meningkatkan proses akulturasi budaya<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">mendorong munculnya nilai-nilai baru\u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">meningkatkan transmigrasi ke daerah lain<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">meningkatkan harga barang-barang pokok<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">mendorong perubahan ke arah lebih baik<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: E<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemesanan tiket transportasi secara online menunjukkan perubahan sosial yang didorong oleh perkembangan teknologi informasi. Jika sebelumnya masyarakat harus datang langsung ke loket, kini pembelian tiket dapat dilakukan melalui aplikasi atau situs web.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan tersebut memberikan kemudahan karena masyarakat dapat membeli tiket tanpa harus mengantre atau bepergian ke tempat penjualan tiket. Selain menghemat waktu dan tenaga, sistem ini juga memungkinkan masyarakat memperoleh informasi mengenai jadwal dan ketersediaan tiket dengan lebih mudah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fenomena tersebut merupakan dampak positif perubahan sosial karena mendorong perubahan ke arah yang lebih baik dalam hal efisiensi dan kemudahan pelayanan. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah mendorong perubahan ke arah lebih baik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>18. Perhatikan ilustrasi berikut!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Desa Pondok Pelita merupakan salah satu desa tertinggal yang ada di pelosok daerah. Disebabkan karena perkembangan serta pembangunan teknologi yang tidak merata, akibatnya masyarakat yang tinggal di Desa Pondok Pelita mengalami kesulitan dalam menggunakan teknologi. Seperti halnya, anak-anak di Desa Pondok Pelita yang kesulitan mengikuti pembelajaran jarak jauh akibat minimnya pengetahuan masyarakat tentang teknologi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan ilustrasi tersebut dampak negatif perubahan sosial bagi masyarakat adalah &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">culture lag<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, karena perkembangan teknologi lebih maju daripada perkembangan perilaku serta pola pikir masyarakat di Desa Pondok Pelita<\/span><\/li>\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">culture shock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, karena adanya pertentangan budaya yang terjadi dari adanya perkembangan teknologi yang ada di Desa Pondok Pelita<\/span><\/li>\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">culture shock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, karena perkembangan teknologi yang tidak merata menyebabkan munculnya tindakan apatis di masyarakat Desa Pondok Pelita<\/span><\/li>\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">culture lag<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, karena kondisi geografis Desa Pondok Pelita yang berada di pelosok daerah sehingga mempersulit pemerataan pembangunan teknologi<\/span><\/li>\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">culture lag<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, karena perkembangan teknologi yang tidak merata akibat pembangunan di pelosok daerah belum terlaksana secara optimal ke masyarakat<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: A<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Desa Pondok Pelita mengalami kesulitan dalam memanfaatkan teknologi karena perkembangan dan pembangunan teknologi belum merata. Kondisi tersebut menyebabkan anak-anak kesulitan mengikuti pembelajaran jarak jauh akibat terbatasnya pengetahuan masyarakat tentang teknologi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fenomena ini berkaitan dengan <em>culture lag<\/em>, yaitu ketertinggalan salah satu unsur kebudayaan dibandingkan unsur lainnya. Dalam konteks soal, perkembangan teknologi berlangsung lebih cepat daripada penyesuaian perilaku, pengetahuan, dan pola pikir masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika teknologi pembelajaran telah tersedia atau digunakan di berbagai wilayah, masyarakat yang belum memiliki kemampuan digital memadai akan mengalami kesulitan untuk memanfaatkannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">19. Dewasa ini, proses industrialisasi digencarkan di beberapa daerah, misalnya pembangunan pabrik di daerah yang memiliki potensi sumber daya alam dan lahan pertanian luas. Hal tersebut berdampak pada penyediaan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Meskipun demikian, perubahan tersebut dapat menimbulkan dampak negatif, yaitu &#8230;.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">banyak masyarakat beralih profesi menjadi buruh pabrik<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">melambatnya perkembangan ilmu pengetahuan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">terjadi kesenjangan ekonomi antara masyarakat dengan pelaku industri<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">lahan pertanian yang merosot karena alih fungsi menjadi pabrik industri <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">muncul sikap sekularisme pada masyarakat terdampak<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: D<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Industrialisasi merupakan proses berkembangnya kegiatan industri yang ditandai dengan pembangunan pabrik, penggunaan teknologi produksi, dan bertambahnya aktivitas ekonomi di sektor industri. Proses ini dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak negatif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu dampak negatif yang ditunjukkan dalam soal adalah berkurangnya lahan pertanian akibat alih fungsi menjadi kawasan industri. Pembangunan pabrik membutuhkan lahan yang luas sehingga lahan yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan pertanian dapat berubah menjadi kawasan industri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika berlangsung secara terus-menerus, alih fungsi lahan dapat mengurangi luas lahan produktif dan memengaruhi keberlangsungan pekerjaan petani serta produksi pertanian.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>20. Perhatikan pernyataan berikut!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perkembangan industri pertelevisian Indonesia semakin pesat dari masa ke masa. KPI dibentuk pada saat itu bertujuan untuk mengatur dan mengawasi jalannya industri pertelevisian Indonesia. Hingga saat ini, KPI menjadi sebuah lembaga independen yang memiliki kewenangan atas penyiaran di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan hal tersebut, dampak positif yang terjadi dalam perubahan sosial adalah &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">munculnya kebutuhan baru<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">munculnya struktur sosial baru<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">munculnya lembaga sosial baru<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">munculnya nilai dan norma baru<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">munculnya pengetahuan tentang pertelevisian<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: C<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) merupakan lembaga independen yang memiliki kewenangan dalam pengaturan dan pengawasan penyiaran di Indonesia. Pembentukan KPI berkaitan dengan perkembangan industri pertelevisian yang membutuhkan pengawasan agar kegiatan penyiaran berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam Sosiologi, lembaga sosial adalah sistem norma dan aturan yang mengatur pemenuhan kebutuhan penting dalam kehidupan masyarakat. Lembaga sosial dapat berkembang seiring dengan munculnya kebutuhan baru dalam masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berkembangnya industri pertelevisian menimbulkan kebutuhan akan pengaturan dan pengawasan terhadap isi serta pelaksanaan penyiaran. Oleh karena itu, pembentukan KPI menunjukkan munculnya lembaga sosial baru untuk menjalankan fungsi pengawasan di bidang penyiaran.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>21. Perhatikan ciri-ciri berikut!<\/b><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kearifan lokal menjadi pegangan masyarakat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Muncul fenomena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">global village<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan multinasional semakin berkembang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah ekologi menjadi permasalahan global.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kecenderungan masyarakat tertutup terhadap masyarakat lain.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri-ciri <strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-globalisasi\">globalisasi<\/a> <\/strong>ditunjukkan oleh angka &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">1, 2, dan 3<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">1, 2, dan 4<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">2, 3, dan 4<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">2, 4, dan 5<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">3, 4, dan 5<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: C<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Globalisasi adalah proses meningkatnya keterhubungan dan ketergantungan masyarakat di berbagai negara dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, politik, serta teknologi. Globalisasi membuat informasi, barang, jasa, dan gagasan dapat menyebar melintasi batas negara dengan lebih mudah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ciri-ciri globalisasi yang sesuai dengan soal adalah sebagai berikut.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<div>\n<ul>\n<li>Nomor 2: Muncul fenomena global village. Kemajuan teknologi komunikasi membuat masyarakat dari berbagai negara dapat berinteraksi seolah-olah berada dalam satu desa global.<\/li>\n<li>Nomor 3: Perusahaan multinasional semakin berkembang. Perusahaan dapat menjalankan kegiatan produksi, pemasaran, dan investasi di berbagai negara.<\/li>\n<li>Nomor 4: Masalah ekologi menjadi permasalahan global. Persoalan lingkungan, seperti perubahan iklim dan pencemaran laut, dapat berdampak lintas negara sehingga membutuhkan kerja sama internasional.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, kecenderungan masyarakat tertutup terhadap masyarakat lain pada nomor 5 tidak mencerminkan karakteristik globalisasi yang ditandai oleh meningkatnya keterhubungan antarnegara. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah nomor 2, 3, dan 4.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">22. Contoh adanya saling ketergantungan pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda pada era globalisasi adalah &#8230;. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">industrialisasi di negara maju menggunakan bahan mentah dan pangsa pasar dari negara yang sedang berkembang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">masuknya teknologi canggih ke negara dunia ketiga menghasilkan pengangguran di kawasan industri <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">kerusakan lingkungan di negara sedang berkembang sebagai akibat eksploitasi besar-besaran negara periferi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">kontrak bersama antara perusahaan asing dengan perusahaan nasional di bidang tenaga kerja <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">berkurangnya bahan dasar industri pertanian sebagai akibat dari alih fungsi lahan pertanian ke bidang lain <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: A<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Globalisasi ekonomi ditandai oleh semakin terhubungnya kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi antarnegara. Negara-negara dapat saling bergantung untuk memperoleh bahan baku, tenaga kerja, teknologi, modal, maupun pasar bagi produk yang dihasilkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contohnya, negara maju dapat memanfaatkan bahan mentah dari negara berkembang sebagai bahan baku industri. Setelah diolah menjadi barang jadi, produk tersebut dapat dipasarkan kembali ke berbagai negara, termasuk negara asal bahan mentah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hubungan tersebut menunjukkan adanya keterkaitan antara negara yang memasok bahan baku, negara yang melakukan kegiatan industri, dan negara yang menjadi pasar bagi hasil produksi. Perubahan permintaan atau gangguan pasokan di satu negara pun dapat memengaruhi kegiatan ekonomi negara lain.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>23. Perhatikan fenomena di bawah ini!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk urusan mengisi perut, generasi milenial adalah golongan yang paling sering makan di luar rumah. Restoran cepat saji jadi salah satu tujuan mereka. Survei Tirto menunjukkan jika Kentucky Fried Chicken (KFC) jadi restoran pilihan paling disukai generasi ini. Di urutan kedua ada McDonalds. Generasi milenial memang menjadi sasaran konsumen bagi restoran-restoran dan perusahaan makanan cepat saji. Merujuk data Piper Jaffray, dunia kuliner makin dilihat sebagai pilihan untuk bersenang-senang oleh generasi kekinian, alih-alih pemenuh kebutuhan lapar dan dahaga semata.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Diadaptasi dari tirto.id pada 20 Okotber 2020)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena ini dapat dilihat melalui teori globalisasi menurut George Ritzer yang dikenal dengan istilah &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">borderless<\/span><\/i><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">mcdonaldisasi<\/span><\/li>\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">global village<\/span><\/i><\/li>\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">consumerism<\/span><\/i><\/li>\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">the world system<\/span><\/i><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: B<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fenomena dalam soal menunjukkan bahwa restoran cepat saji menjadi pilihan populer bagi generasi milenial, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan makan, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup dan kegiatan bersenang-senang. Fenomena tersebut dapat dianalisis melalui konsep McDonaldisasi yang dikemukakan oleh sosiolog George Ritzer.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">McDonaldisasi adalah proses ketika prinsip-prinsip restoran cepat saji diterapkan secara semakin luas dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Konsep ini memiliki empat karakteristik utama, yaitu:<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<div>\n<ol>\n<li>Efisiensi, yaitu mencari cara paling praktis untuk mencapai tujuan.<\/li>\n<li>Kalkulabilitas, yaitu menekankan kuantitas, kecepatan, atau hal-hal yang dapat dihitung.<\/li>\n<li>Prediktabilitas, yaitu memberikan pengalaman dan hasil yang relatif seragam.<\/li>\n<li>Kontrol, yaitu menggunakan teknologi dan prosedur untuk mengendalikan proses pelayanan atau pekerjaan.<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Restoran cepat saji menjadi contoh yang mudah dikenali karena menawarkan pelayanan terstandar, waktu penyajian relatif cepat, dan pengalaman yang cenderung seragam di berbagai lokasi.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-bahasa-indonesia-kelas-11-sma\">Soal Bahasa Indonesia Kelas 11, Pembahasan &amp; Kunci Jawaban<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">24. Penciptaan burger rendang dan burger tempe yang memadukan makanan antara budaya barat dan makanan khas Indonesia menunjukkan contoh dari &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">modernisasi\u00a0 <\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">westernisasi <\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">mcdonaldisasi <\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">kapitalisasi <\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">glokalisasi<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: E<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Glokalisasi merupakan proses penyesuaian unsur global dengan kondisi, kebutuhan, atau budaya lokal. Konsep ini menunjukkan bahwa pengaruh global tidak selalu diterima dalam bentuk aslinya, tetapi dapat dimodifikasi agar sesuai dengan karakteristik masyarakat setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penciptaan burger rendang dan burger tempe merupakan contoh glokalisasi karena burger dikenal sebagai makanan yang populer secara global, sedangkan rendang dan tempe merupakan makanan yang dekat dengan budaya kuliner Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perpaduan tersebut menghasilkan produk yang menggabungkan bentuk atau konsep makanan global dengan cita rasa dan bahan pangan lokal. Inovasi ini juga dapat menjadi strategi untuk menarik konsumen yang ingin mencoba makanan modern tanpa meninggalkan unsur kuliner Indonesia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">25. Pada 2018, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games ke-18. Indonesia mengundang kontingen dari negara-negara Asia untuk ikut serta dalam perlombaan empat tahunan tersebut. Penyelenggaraan perhelatan olahraga ini tidak hanya diliput negara yang menjadi peserta<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Asian Games,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tetapi juga negara-negara lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dampak positif globalisasi di bidang politik berdasarkan ilustrasi tersebut adalah &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">membuka akses transfer teknologi dari negara maju<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">ajang memperkenalkan bibit-bibit unggul calon diplomat Indonesia untuk negara luar\u00a0 <\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">menarik minat investor untuk menanamkan modal di Indonesia<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">mempererat kerja sama bilateral antara Indonesia dan negara lain<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">mengenalkan budaya lokal kepada negara lain yang ikut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Asian Games<\/span><\/i><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: D<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyelenggaraan Asian Games 2018 di Indonesia melibatkan berbagai negara Asia dan memperoleh perhatian dari masyarakat internasional. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa kegiatan berskala internasional dapat menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antarnegara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam bidang politik, globalisasi mendorong meningkatnya komunikasi, hubungan diplomatik, dan kerja sama antara negara-negara. Pertemuan dalam kegiatan internasional dapat membuka peluang dialog serta mempererat hubungan bilateral.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hubungan bilateral adalah hubungan antara dua negara yang dilakukan untuk mencapai kepentingan bersama, misalnya dalam bidang politik, ekonomi, pendidikan, atau kebudayaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">26. Kebijakan sapi impor dari pemerintah pusat mendapat kritikan dari kelompok pengusaha peternakan dalam negeri. Hal ini terjadi karena kebijakan ini berpotensi mematikan usaha peternakan lokal dalam skala nasional. Ilustrasi tersebut menunjukkan jika globalisasi dalam bidang ekonomi tidak sepenuhnya membawa dampak positif.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Realitas yang harus dihadapi para pengusaha tersebut adalah \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">pendapatan menurun yang akan berdampak langsung pada keadaan perekonomian negara<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">globalisasi ekonomi memberikan peluang yang buruk terhadap ekonomi nasional<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">pemerataan ekonomi yang dinilai tidak maksimal menyebabkan ketimpangan terhadap usaha dalam negeri<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">hilangnya pasar produk Indonesia karena kalah dalam bersaing dengan produk luar negeri<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">pelaku usaha lainnya ikut mengalami kematian akibat kebijakan tersebut yang tidak memihak kepada negara <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: D<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Globalisasi ekonomi memungkinkan barang dan jasa dari berbagai negara masuk ke pasar domestik. Kondisi ini memperluas pilihan konsumen, tetapi sekaligus meningkatkan persaingan bagi pelaku usaha dalam negeri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam ilustrasi soal, kebijakan impor sapi mendapat kritik dari pengusaha peternakan lokal karena produk impor berpotensi menekan daya saing usaha mereka. Jika produk impor dapat ditawarkan dengan harga atau kondisi yang lebih menarik bagi konsumen, peternak dalam negeri dapat mengalami kesulitan mempertahankan pangsa pasarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Situasi tersebut menggambarkan tantangan globalisasi ekonomi, yaitu persaingan yang semakin ketat antara produk domestik dan produk luar negeri. Apabila pelaku usaha lokal tidak mampu bersaing, mereka berisiko kehilangan sebagian pasar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">27. Pemeriksaan hasil tes PCR di bandara pada masa pandemi Covid-19 terjadi karena salah satu karakteristik globalisasi, yaitu &#8230;.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">meningkatnya masalah global<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">beragamnya penyakit menular<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">perubahan konsep ruang dan waktu<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">meningkatkan ketergantungan global<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">perubahan konsep interaksi dalam masyarakat<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: A<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemeriksaan hasil tes PCR di bandara pada masa pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa penyebaran penyakit dapat menjadi masalah global. Mobilitas manusia antarnegara memungkinkan penyakit menular berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain dalam waktu relatif singkat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Globalisasi mempermudah perjalanan, perdagangan, dan interaksi lintas negara. Namun, keterhubungan tersebut juga dapat mempercepat penyebaran masalah yang tidak terbatas pada satu wilayah, termasuk wabah penyakit menular.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemeriksaan kesehatan di bandara merupakan salah satu upaya untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit melalui perjalanan internasional. Kebijakan semacam ini memperlihatkan bahwa persoalan kesehatan di satu negara dapat memerlukan tindakan pencegahan yang melibatkan banyak negara.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">28. Teori yang mengemukakan bahwa jika didasarkan oleh posisi masing-masing negara dalam mendominasi ekonomi dunia, globalisasi telah membagi negara-negara menjadi tiga kelas yang, yaitu negara inti, negara semi periferi, dan negara periferi merupakan teori &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Teori Sistem Dunia, Immanuel Wallerstein<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Teori Sistem Dunia, Immanuel Kant<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Teori Mcdonaldisasi, George Ritzer<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Teori Mcdonaldisasi, Erving Goffman<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Kapitalisme, Karl Marx<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: A<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teori Sistem Dunia dikemukakan oleh Immanuel Wallerstein untuk menjelaskan hubungan ekonomi global dan ketimpangan posisi negara-negara dalam sistem kapitalisme dunia. Teori ini membagi negara berdasarkan posisi dan perannya dalam perekonomian global menjadi tiga kategori utama.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<div>\n<ul>\n<li>Negara inti (<em>core<\/em>) adalah negara yang memiliki kekuatan ekonomi, teknologi, dan industri relatif tinggi serta memperoleh keuntungan besar dari sistem ekonomi global.<\/li>\n<li>Negara semi-periferi (<em>semi-periphery<\/em>) berada pada posisi menengah, dengan karakteristik yang menggabungkan sebagian ciri negara inti dan negara periferi.<\/li>\n<li>Negara periferi (<em>periphery<\/em>) adalah negara yang cenderung menempati posisi kurang menguntungkan dalam pembagian kerja ekonomi global, misalnya sebagai pemasok bahan mentah atau tenaga kerja berbiaya rendah.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembagian tersebut digunakan untuk menjelaskan bagaimana hubungan ekonomi antarnegara dapat membentuk ketergantungan dan ketimpangan. Negara inti cenderung memiliki kendali lebih besar atas modal, teknologi, dan kegiatan produksi bernilai tambah tinggi, sedangkan negara periferi dapat lebih bergantung pada pasar dan investasi dari luar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>29. Perhatikan uraian di bawah ini!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemajuan teknologi memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat, salah satunya dalam hal berbelanja. Saat ini, kita pasti menemukan berbagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online shop<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang menyediakan kebutuhan masyarakat dengan harga yang kompetitif. Hadirnya<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> online shop<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> semakin memudahkan masyarakat dalam berbelanja. Kemudahan tersebut mendorong masyarakat berada dalam gaya hidup konsumtif.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk dapat menangkal atau menghindari dampak globalisasi seperti yang diceritakan pada uraian di atas, upaya nilai-nilai lokal yang bisa diperankan adalah &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">mengajak masyarakat golongan ekonomi lemah untuk berpikir sesuai prinsip keadilan sosial<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">membangun budaya masyarakat yang mengutamakan kesederhanaan dalam berpikir dan berperilaku<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">mendorong individu untuk menjalankan pola hidup sederhana sesuai dengan tingkat ekonomi masyarakat<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">mengembangkan sikap mental yang selaras dengan prinsip kesetaraan dalam mendapatkan kesejahteraan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">membiasakan hidup dengan sikap menerima keadaan sesuai dengan kondisi masyarakat ekonomi maju<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: C<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perkembangan online shop memudahkan masyarakat memperoleh berbagai barang. Namun, kemudahan tersebut juga dapat mendorong gaya hidup konsumtif, yaitu kecenderungan membeli barang secara berlebihan atau lebih mengutamakan keinginan daripada kebutuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk menghadapi dampak tersebut, nilai-nilai lokal dapat berperan sebagai pedoman dalam membentuk perilaku masyarakat. Salah satu nilai yang relevan adalah kesederhanaan, yaitu membiasakan diri untuk menggunakan sumber daya secara bijaksana dan tidak berlebihan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penerapan pola hidup sederhana sesuai dengan kondisi ekonomi membantu individu membedakan kebutuhan dan keinginan, mengendalikan pengeluaran, serta menghindari pembelian yang tidak diperlukan. Sikap tersebut juga dapat mendorong kebiasaan menabung dan mengelola keuangan secara bertanggung jawab.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">30. Kini, berbagai pekerjaan manusia dimudahkan dengan hadirnya teknologi-teknologi mutakhir. Namun, hadirnya teknologi mutakhir tersebut seharusnya dapat diiringi dengan pemanfaatan yang positif. Salah satu upaya pemanfaatan teknologi secara positif adalah \u2026.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">menggunakan gawai terbaru agar dapat menyesuaikan diri sesuai perkembangan zaman<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">menggunakan jaringan internet untuk membongkar data suatu perusahaan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">mengganti semua alat berbasis internet agar terhindar dari isu-isu hoaks\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">menggunakan semua akun jejaring sosial kekinian untuk berinteraksi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">memanfaatkan internet untuk mencari informasi yang bermanfaat<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: E<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perkembangan teknologi memberikan berbagai kemudahan dalam kehidupan masyarakat, mulai dari komunikasi dan pendidikan hingga pekerjaan. Namun, manfaat teknologi sangat bergantung pada cara manusia menggunakannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi secara positif adalah menggunakan internet untuk mencari informasi yang bermanfaat. Misalnya, siswa dapat mengakses materi pelajaran, membaca jurnal atau artikel edukatif, mengikuti kursus daring, dan mencari referensi untuk mengerjakan tugas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebaliknya, penggunaan internet untuk membongkar data perusahaan tanpa izin dapat melanggar privasi dan keamanan informasi. Mengganti semua perangkat berbasis internet juga bukan solusi yang tepat untuk menghindari berita bohong karena informasi tetap perlu disaring secara kritis.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"338\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Mau lebih siap menghadapi ujian Sosiologi? Jangan cuma mengandalkan latihan soal, tapi pastikan kamu juga memahami setiap materinya. <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\"><strong data-start=\"140\" data-end=\"157\">Brain Academy<\/strong><\/a>\u00a0siap menemani proses belajarmu dengan materi lengkap, pembelajaran interaktif, dan guru yang berpengalaman. Yuk, belajar lebih terarah dan raih hasil terbaik bersama Brain Academy!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send?phone=+6281574410000&amp;text=Mau%20informasi%20promo%20dan%20paket%20belajar%20Brain%20Academy%20Online\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/99d05ce6-73fd-4a63-b0ff-dc43d2dafbb5.png\" alt=\"brain academy online\" width=\"820\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Latihan contoh soal Sosiologi kelas 11 SMA Kurikulum Merdeka lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan untuk persiapan ulangan dan asesmen sumatif. &#8212; &nbsp; 1. Perhatikan realitas sosial berikut! Kehadiran aplikasi belanja online memudahkan masyarakat dalam berbelanja, terlebih lagi banyak promo yang ditawarkan sehingga harga barang menjadi lebih murah. Hal ini menyebabkan banyak masyarakat yang lebih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":7180,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1791792980:64"],"_edit_last":["64"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["soal sosiologi kelas 12"],"_yoast_wpseo_linkdex":["75"],"_yoast_wpseo_content_score":["30"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["25"],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/db0a08f0-12df-4eac-b813-126ec72c2114.png"]},"categories":[1],"tags":[10],"class_list":["post-7180","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-latihan-soal"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>30 Soal Sosiologi Kelas 12, Pembahasan &amp; Kunci Jawaban<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-12\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"30 Soal Sosiologi Kelas 12, Pembahasan &amp; Kunci Jawaban\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Latihan contoh soal Sosiologi kelas 11 SMA Kurikulum Merdeka lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan untuk persiapan ulangan dan asesmen sumatif. &#8212; &nbsp; 1. Perhatikan realitas sosial berikut! Kehadiran aplikasi belanja online memudahkan masyarakat dalam berbelanja, terlebih lagi banyak promo yang ditawarkan sehingga harga barang menjadi lebih murah. Hal ini menyebabkan banyak masyarakat yang lebih [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-12\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-12T06:00:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-12T08:16:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/db0a08f0-12df-4eac-b813-126ec72c2114.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Brain Academy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Brain Academy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"25 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-12\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-12\",\"name\":\"30 Soal Sosiologi Kelas 12, Pembahasan & Kunci Jawaban\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-12#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-12#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/db0a08f0-12df-4eac-b813-126ec72c2114.png\",\"datePublished\":\"2026-10-12T06:00:47+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-12T08:16:19+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/760d14546aed2f0c98ab76bcf6a0f71e\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-12#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-12\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-12#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/db0a08f0-12df-4eac-b813-126ec72c2114.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/db0a08f0-12df-4eac-b813-126ec72c2114.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-12#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"30 Soal Sosiologi Kelas 12, Pembahasan &#038; Kunci Jawaban\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/760d14546aed2f0c98ab76bcf6a0f71e\",\"name\":\"Brain Academy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Brain Academy\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/brain-academy\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"30 Soal Sosiologi Kelas 12, Pembahasan & Kunci Jawaban","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-12","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"30 Soal Sosiologi Kelas 12, Pembahasan & Kunci Jawaban","og_description":"Latihan contoh soal Sosiologi kelas 11 SMA Kurikulum Merdeka lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan untuk persiapan ulangan dan asesmen sumatif. &#8212; &nbsp; 1. Perhatikan realitas sosial berikut! Kehadiran aplikasi belanja online memudahkan masyarakat dalam berbelanja, terlebih lagi banyak promo yang ditawarkan sehingga harga barang menjadi lebih murah. Hal ini menyebabkan banyak masyarakat yang lebih [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-12","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-10-12T06:00:47+00:00","article_modified_time":"2026-10-12T08:16:19+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/db0a08f0-12df-4eac-b813-126ec72c2114.png","type":"","width":"","height":""}],"author":"Brain Academy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Brain Academy","Est. reading time":"25 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-12","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-12","name":"30 Soal Sosiologi Kelas 12, Pembahasan & Kunci Jawaban","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-12#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-12#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/db0a08f0-12df-4eac-b813-126ec72c2114.png","datePublished":"2026-10-12T06:00:47+00:00","dateModified":"2026-10-12T08:16:19+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/760d14546aed2f0c98ab76bcf6a0f71e"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-12#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-12"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-12#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/db0a08f0-12df-4eac-b813-126ec72c2114.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/db0a08f0-12df-4eac-b813-126ec72c2114.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-12#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"30 Soal Sosiologi Kelas 12, Pembahasan &#038; Kunci Jawaban"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/760d14546aed2f0c98ab76bcf6a0f71e","name":"Brain Academy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Brain Academy"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/brain-academy"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7180","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7180"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7180\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7186,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7180\/revisions\/7186"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7180"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7180"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7180"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7180"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}