{"id":7152,"date":"2026-10-05T13:00:39","date_gmt":"2026-10-05T06:00:39","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=7152"},"modified":"2026-10-05T14:29:12","modified_gmt":"2026-10-05T07:29:12","slug":"soal-sosiologi-kelas-11","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-11","title":{"rendered":"15 Soal Sosiologi Kelas 11, Pembahasan &#038; Kunci Jawaban"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/74dd3f35-4a35-4a09-b5be-d974a7ec2783.png\" alt=\"soal sosiologi kelas 11\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Latihan contoh soal Sosiologi kelas 11 SMA Kurikulum Merdeka lengkap dengan kunci jawaban. Cocok untuk persiapan ulangan dan Asesmen Sumatif.<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">1. Rara, Nida, dan Sasi membentuk kelompok belajar karena sama-sama menyukai mata pelaran Sosiologi. Mereka sering berinteraksi dan berkomunikasi untuk membahas materi, serta memiliki aturan tertentu dalam diskusi. Berdasarkan ciri-ciri <strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kelompok-sosial\">kelompok sosial<\/a><\/strong>, aspek apa yang paling dominan dalam pembentukan kelompok belajar tersebut?<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Hubungan timbal balik dan terdapat norma<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Kesamaan faktor <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nurture<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan kesadaran berkelompok<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Kesamaan faktor<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> nature<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan adanya pola dan struktur<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Adanya pola dan struktur dan terdapat norma<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Kesamaan faktor <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nature<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan Hubungan timbal balik<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: B<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelompok belajar Rara, Nida, dan Sasi terbentuk karena mereka memiliki <strong>kesamaan minat terhadap Sosiologi<\/strong> dan secara sadar membentuk kelompok untuk belajar bersama. Kesamaan minat termasuk faktor <em>nurture<\/em>, yaitu faktor yang terbentuk dari pengalaman, lingkungan, atau proses sosial. Selain itu, mereka menunjukkan kesadaran berkelompok melalui interaksi, komunikasi, dan aturan dalam diskusi. Jadi, aspek yang paling dominan adalah <strong>kesamaan faktor nurture dan kesadaran berkelompok<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">2. Fikri, seorang mahasiswa asal Jakarta yang berkuliah di Universitas Sumatera Utara, selama berkuliah bertemu dengan banyak teman yang berasal dari Jakarta dan mereka akhirnya membentuk kelompok untuk menjaga silaturahmi\u00a0 dan menjaga nilai-nilai kedaerahannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dasar pembentukkan kelompok tersebut ialah &#8230;.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">kesamaan agama<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">ikatan solidaritas<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">kesamaan asal daerah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">kesamaan gender<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">kesamaan minat<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: C<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fikri dan teman-temannya sama-sama berasal dari Jakarta. Kesamaan tersebut membuat mereka membentuk kelompok untuk menjaga silaturahmi sekaligus mempertahankan nilai-nilai daerah asal. Jadi, dasar pembentukan kelompok sosial dalam ilustrasi tersebut adalah <strong>kesamaan asal daerah<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">3. Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia Di Indonesia dibentuk untuk memberikan perlindungan, pembelaan hak serta meningkatkan kesejahteraan yang layak bagi pekerja atau buruh dan keluarganya. Realitas sosial ini menunjukkan latar belakang pembentukan kelompok sosial dapat terbentuk oleh kesamaan &#8230;.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">daerah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">agama<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">nasib<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">keturunan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">kepentingan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: E<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia dibentuk untuk memberikan perlindungan, pembelaan hak, dan meningkatkan kesejahteraan pekerja serta keluarganya. Artinya, para anggotanya memiliki tujuan dan kepentingan yang sama, yaitu memperjuangkan hak serta kesejahteraan pekerja. Oleh karena itu, kelompok tersebut terbentuk berdasarkan <strong>kesamaan kepentingan<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">4. Tim debat di sekolah terdiri dari siswa dari berbagai kelas dan memiliki latar belakang yang berbeda. Setelah melalui proses konflik yang cukup pelik, saat ini tim tersebut telah membuat norma dan sistem yang disepakati bersama. Merujuk pada teori tahapan perkembangan kelompok Bruce W. Tuckman, langkah apa yang selanjutnya diambil oleh tim debat tersebut?<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Membentuk struktur baru yang karena kelompok sedang berada pada tahap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">storming <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan menuju ke tahap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">norming<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Memfokuskan diri pada tujuan akhir dan mengabaikan konflik yang ada karena kelompok sedang berada pada tahap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">forming <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan menuju ke tahap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">storming<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Mengakhiri keanggotaan dalam tim dan mencari anggota baru karena kelompok sedang mengalami tahap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">adjourning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Meningkatkan kinerja dan kerjasama yang optimal agar kelompok semakin matang karena kelompok sedang berada pada tahap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">performing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menuju ke tahap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">adjourning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Menetapkan peran dan tanggung jawab masing-masing anggota karena kelompok sedang berada pada tahap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">norming <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menuju ke tahap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">performing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: D<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut teori perkembangan kelompok Bruce W. Tuckman, tahapan perkembangan kelompok terdiri atas <em>forming, storming, norming, performing,<\/em> dan <em>adjourning<\/em>. Tim debat dalam ilustrasi telah melewati konflik dan berhasil membentuk norma serta sistem yang disepakati. Kondisi tersebut menunjukkan kelompok berada pada tahap <strong>norming<\/strong> dan selanjutnya menuju <strong>performing<\/strong>, yaitu tahap ketika anggota mulai bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan kelompok. Jadi, langkah yang tepat adalah <strong>meningkatkan kinerja dan kerja sama secara optimal<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">5. Para mahasiswa yang akan mengikuti aksi demonstrasi di bulan depan sudah mulai meramaikan media sosial membicarakan isu-isu kebijakan dengan tagar #TolakKebijakan. Realitas ini merupakan bentuk dari \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">massa<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">publik<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">kerumunan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">masyarakat sipil<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">kerusuhan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: B<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para mahasiswa dalam ilustrasi membicarakan isu kebijakan melalui media sosial dan menggunakan tagar tertentu untuk menyuarakan perhatian terhadap suatu persoalan. <strong>Publik<\/strong> merupakan kelompok orang yang memiliki perhatian atau kepentingan terhadap suatu isu dan dapat menyampaikan pendapat, termasuk melalui media massa atau media sosial. Jadi, realitas tersebut merupakan bentuk <strong>publik<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">6. Polisi melakukan penggrebekan di sebuah kontrakan di Jakarta. Pada saat penggerebekan berlangsung, terdapat 12 remaja yang terdiri dari laki-laki dan perempuan yang sedang melakukan pesta narkoba. Pesta narkoba tersebut diselenggarakan dengan berkedok kegiatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Makrab <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau malam akrab. 12 remaja tersebutpun diamankan oleh pihak kepolisian setempat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berita di atas menunjukkan adanya bentuk kelompok yang dalam konsep sosiologi disebut sebagai &#8230;.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">inconvenient aggregation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">panic crowds<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">immoral crowds<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">acting mobs<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">planned expressive group<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: C<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Immoral crowds<\/em> merupakan kerumunan yang melakukan tindakan yang bertentangan dengan norma dan nilai sosial. Dalam ilustrasi, 12 remaja berkumpul dan melakukan pesta narkoba yang disamarkan sebagai kegiatan malam keakraban. Karena aktivitas tersebut melanggar norma hukum dan sosial, kelompok tersebut termasuk <strong>immoral crowds<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u2014<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Anti gagal hadapi ujian dengan daftar\u00a0<strong>bimbel Brain Academy<\/strong>! Jika masih ragu untuk ikut kelasnya, kamu bisa kok cobain\u00a0free trial-nya dulu. Yuk klik\u00a0banner\u00a0di bawah untuk daftar kelas gratisnya!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/packages-list?tag=brainacademy-offline&amp;grade=kelas-utbk&amp;referralCookiesId=6244aa90-2ab2-4007-b986-45a83827cdf6&amp;referralCookiesId=6244aa90-2ab2-4007-b986-45a83827cdf6&amp;referralCookiesId=6244aa90-2ab2-4007-b986-45a83827cdf6&amp;referralCookiesId=6244aa90-2ab2-4007-b986-45a83827cdf6&amp;referralCookiesId=6244aa90-2ab2-4007-b986-45a83827cdf6\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/5f32de55-f9cc-4f0c-a474-8c814e74a27f.png\" alt=\"brain academy center\" width=\"820\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u2014<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">7. Kelompok sosial dapat terbagi menjadi kelompok primer dan kelompok sekunder. Dalam kelompok sekunder biasanya hubungan antaranggotannya tidak terlalu akrab. Hal ini dikarenakan &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">kelompok sekunder hanya ada pada masyarakat yang majemuk<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">sebagian anggota kelompok sekunder tidak saling mengenal<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">hubungan terjalin hanya sementara dan bersifat formalitas<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">interaksi antaranggota kelompok tidak dilakukan secara tatap muka<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">antaranggota kelompok harus fokus pada pekerjaan masing-masing<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: C<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelompok sekunder biasanya dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu dengan hubungan antaranggota yang lebih impersonal dibandingkan kelompok primer. Interaksi di dalamnya cenderung <strong>formal, tidak terlalu akrab, dan dapat berlangsung dalam jangka waktu tertentu<\/strong> sesuai tujuan kelompok. Oleh karena itu, hubungan dalam kelompok sekunder tidak terlalu dekat karena <strong>hubungan terjalin hanya sementara dan bersifat formalitas<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">8. Rifa merupakan seorang remaja yang sangat ingin menjadi desainer terkenal. Hampir setiap hari ia mengikuti perkembangan fashion melalui media sosialnya. Ia juga sering mengamati karya dari designer yang ia sukai seperti Didiet Maulana, Anadia Marina Putri,\u00a0 maupun Barli Asmara. Bahkan Ia juga sempat belajar dengan guru desain untuk meniru teknik desain dari desainer yang ia sukai. Ilustrasi tersebut menunjukkan bahwa \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">guru desain sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">out-group<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bagi Rifa<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">desainer terkenal sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">in-group<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bagi Rifa<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">guru desain sebagai primer group bagi Rifa<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">desainer yang disukai sebagai<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> reference group<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bagi Rifa<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Rifa sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">membership group<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bagi Para Desainer<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: D<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Reference group<\/em> adalah kelompok atau individu yang dijadikan <strong>acuan dalam membentuk sikap, perilaku, nilai, atau tujuan seseorang<\/strong>, meskipun orang tersebut belum menjadi anggota kelompok tersebut. Rifa mengagumi para desainer dan bahkan mempelajari teknik desain mereka sebagai acuan untuk mencapai cita-citanya. Jadi, desainer yang disukai Rifa merupakan <strong>reference group<\/strong> bagi Rifa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">9. Selama Pekan Olahraga Sekolah, kelas IPA dan IPS bersaing sengit untuk memenangkan piala juara umum. Keduanya sama sama merasa yang terbaik dan harus memenangkan semua lomba. Namun, dalam lomba estafet, kelas IPA melakukan kesalahan dan IPS memenangkan lomba tersebut. Hal ini membuat beberapa siswa IPA merasa frustrasi dan ada ketegangan antara kedua kelas tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam konteks tersebut, pernyataan yang tepat berkaitan dengan kelompok sosial menurut Sumner adalah &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">IPA sebagai<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> in-group<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan IPS sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">out-group<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">IPS sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">in-group<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan IPA sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">out-group<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keduanya sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">in-group<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> karena memiliki identitas sebagai siswa kelas<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keduanya sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">out-group<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> karena terjadi konflik dan persaingan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keduanya sebagai<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> in-group <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">out-group<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bergantung pada perspektif yang dilihat<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: E<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut William Graham Sumner, <em>in-group<\/em> adalah kelompok yang dianggap sebagai bagian dari diri sendiri, sedangkan <em>out-group<\/em> merupakan kelompok yang dipandang sebagai pihak luar. Status tersebut <strong>bergantung pada sudut pandang atau keanggotaan seseorang<\/strong>. Dalam konteks persaingan IPA dan IPS, siswa IPA dapat memandang kelasnya sebagai <em>in-group<\/em> dan IPS sebagai <em>out-group<\/em>, begitu pula sebaliknya. Jadi, keduanya dapat menjadi <strong>in-group maupun out-group bergantung pada perspektif yang digunakan<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>10. Perhatikan ilustrasi berikut!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adin merupakan ketua BEM di sebuah kampus negeri. Selama memimpin Adin selalu melibatkan anggotanya dalam setiap keputusan. Bahkan, beberapa divisi dibawahnya diberi kebebasan untuk mengambil keputusan sendiri tanpa melibatkan dirinya. Oleh karena itu, peran kepemimpinan Adin cenderung minim dalam pengambilan keputusan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan ilustrasi di atas, gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Adin adalah &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">otoriter<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">demokratis<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">laissez faire<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">instrumental<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">oligarki<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: C<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gaya kepemimpinan <em>laissez faire<\/em> memberikan <strong>kebebasan yang besar kepada anggota untuk mengambil keputusan dan menjalankan tugasnya<\/strong>. Dalam ilustrasi, Adin melibatkan anggota dalam pengambilan keputusan dan bahkan memberikan kebebasan kepada beberapa divisi untuk mengambil keputusan sendiri tanpa melibatkan dirinya. Karena peran pemimpin dalam pengambilan keputusan relatif minim, gaya kepemimpinan Adin adalah <strong>laissez faire<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>11. Perhatikan ilustrasi di bawah ini!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oci merupakan ketua sekaligus pendiri komunitas yang bergerak di bidang pendidikan. Komunitas ini sendiri terdiri atas beberapa sub departemen. Jabatan sekretaris dipegang oleh Rena dan bendahara OSIS dipegang oleh Rendi. Jabatan sekretaris dan bendahara dipilih langsung oleh Oci selaku ketua. Namun, hal tersebut menimbulkan pro kontra antaranggota karena beberapa dari anggota komunitas tidak setuju jabatan bendahara diduduki oleh laki-laki. Beberapa orang berpendapat bahwa jabatan sebagai bendahara lebih baik dipegang oleh seorang perempuan karena dinilai lebih teliti dan pandai dalam mengatur keuangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada kasus tersebut, sebagai pemimpin fungsi yang harus dimiliki oleh Oci adalah \u2026<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Instrumental karena Oci harus membagi tugas setiap anggotanya sesuai kemampuan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekspresif karena Oci harus menjaga agar tidak terjadi konflik antaranggota.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Instrumental karena Oci memiliki hak penuh untuk memilih anggotanya untuk menduduki suatu jabatan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekspresif karena Oci perlu menunjukkan bahwa kepemimpinannya berjalan dengan baik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Instrumental karena Oci harus membuat komunitas yang dia pimpin memiliki tujuan yang jelas.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: B<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fungsi kepemimpinan <strong>ekspresif<\/strong> berkaitan dengan pemeliharaan hubungan, keharmonisan, dan kondisi emosional anggota kelompok. Dalam kasus tersebut, terjadi pro dan kontra mengenai pemilihan bendahara sehingga Oci perlu menjaga hubungan antaranggota agar konflik tidak berkembang. Oleh karena itu, fungsi kepemimpinan yang tepat adalah <strong>fungsi ekspresif<\/strong>, yaitu menjaga keharmonisan dan mengurangi konflik dalam kelompok.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">12. Siti adalah seorang remaja yang tinggal di sebuah kota besar. Ia sering merasa kesepian dan terisolasi meskipun tinggal di tengah keramaian. Siti merasa kesulitan menjalin hubungan sosial dan lebih memilih menghabiskan waktu sendirian di kamar. Orang tua dan guru-guru di sekolahnya mencoba membantunya, namun Siti tetap merasa kesulitan untuk membuka diri. Hal ini membuat prestasi akademiknya menurun dan Siti semakin mengurung diri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut pandangan Charles W. Mills, contoh kasus tersebut merupakan bentuk <strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/masalah-sosial\">masalah sosial<\/a><\/strong> &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">public issues<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">personal trouble<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">personal individualism<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">marginalisasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">diskriminasi kelas<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: B<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Charles W. Mills, <em>personal trouble<\/em> merupakan masalah yang dialami seseorang secara pribadi dan berkaitan dengan kehidupan atau lingkungan sosial terdekatnya. Siti mengalami kesepian, kesulitan menjalin hubungan sosial, dan cenderung mengisolasi diri sehingga berdampak pada prestasi akademiknya. Karena masalah tersebut terutama dialami dan dirasakan oleh Siti sebagai individu, kasus tersebut termasuk <strong>personal trouble<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">13. Di sebuah perusahaan, karyawan laki-laki cenderung mendapatkan posisi yang lebih tinggi dan gaji yang lebih besar dibandingkan karyawan perempuan, meskipun mereka memiliki kualifikasi dan pengalaman yang sama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Realitas tersebut merupakan gambaran dari masih adanya \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">ketidaksetaraan kesempatan lapangan pekerjaan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">diskriminasi berbasis gender di dunia kerja<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">eksploitasi tenaga kerja berbasis gender<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">ketidakadilan pembagian peran dalam pekerjaan\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">stereotip terhadap perempuan yang bekerja<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: B<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ilustrasi menunjukkan adanya perbedaan posisi dan gaji antara karyawan laki-laki dan perempuan meskipun keduanya memiliki kualifikasi serta pengalaman yang sama. Perlakuan yang berbeda berdasarkan jenis kelamin tersebut merupakan bentuk <strong>diskriminasi berbasis gender<\/strong>. Dengan demikian, realitas tersebut menunjukkan masih adanya diskriminasi berbasis gender di dunia kerja.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>14. Perhatikan ilustrasi di bawah ini!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di sebuah kota kecil, kelompok agama A yang merupakan mayoritas di kota tersebut melarang kelompok agama B untuk membangun tempat ibadah. Kelompok agama B merasa ditekan dan tidak mendapatkan haknya untuk beribadah dengan layak. Sementara itu, kelompok agama C yang juga tinggal di kota tersebut memilih untuk tidak terlibat dan tidak menyuarakan keberatan terhadap tindakan kelompok agama A.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi dalam ilustrasi menunjukkan kelompok agama C bersikap intoleran, karena &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">tidak menghargai keberagaman agama lain<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">bersikap apatis terhadap ketidakadilan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">menolak keberadaan kelompok lain <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">memandang rendah kelompok lain<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">memiliki sikap eksklusif terhadap kelompok lain<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: B<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelompok agama C mengetahui adanya tekanan terhadap kelompok agama B, tetapi memilih tidak terlibat dan tidak menyuarakan keberatan. Sikap tersebut menunjukkan <strong>apatis terhadap ketidakadilan<\/strong>, yaitu tidak menunjukkan kepedulian atau tindakan ketika melihat kelompok lain mengalami perlakuan yang tidak adil. Dalam konteks keberagaman, sikap pasif terhadap diskriminasi dapat turut mempertahankan kondisi ketidakadilan tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>15. Perhatikan ilustrasi di bawah ini!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Danar, Sukma, dan Tika adalah karyawan yang berada dalam tim sponsorship perusahaan X. Mereka tengah mengadakan acara yang disiarkan di beberapa stasiun TV. Acara tersebut sangat megah dan mendatangkan penyanyi ternama. Tim sponsorship telah mendapat sponsor dari pemerintah dengan nilai mencapai 130 juta rupiah. Ketiganya menyuap salah satu oknum pemerintah sehingga bisa bekerja sama untuk memanipulasi nota pembelian dan menggunakan beberapa persen dana untuk kepentingan pribadi masing-masing.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tindakan dalam ilustrasi disebut sebagai bentuk \u2026.\u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">nepotisme karena menyalahgunakan jabatannya untuk mendapatkan keuntungan bagi kelompoknya <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">nepotisme karena dilakukan secara bersama-sama oleh beberapa orang untuk menguntungkan kelompoknya <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">korupsi karena beberapa pihak bekerja sama untuk mendapatkan keuntungan materi melalui penyelewengan dana <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">kolusi karena pihak-pihak tersebut lebih mengutamakan kepentingan kelompok terdekatnya daripada kepentingan perusahaan\u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">kolusi karena beberapa pihak bekerja sama untuk melakukan penyuapan demi memperkaya kelompok mereka sendiri\u00a0 <\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: E<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tindakan Danar, Sukma, dan Tika melibatkan kerja sama dengan oknum pemerintah untuk melakukan penyuapan, memanipulasi nota, dan menggunakan sebagian dana untuk kepentingan pribadi. <strong>Kolusi<\/strong> adalah kerja sama secara tidak jujur antara beberapa pihak untuk memperoleh keuntungan tertentu, biasanya dengan melanggar aturan. Karena terdapat kerja sama antara pihak-pihak tersebut untuk melakukan penyuapan dan memperoleh keuntungan pribadi, tindakan tersebut termasuk <strong>kolusi<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"338\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Mau lebih siap menghadapi ujian Sosiologi? Jangan cuma mengandalkan latihan soal, tapi pastikan kamu juga memahami setiap materinya. <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\"><strong data-start=\"140\" data-end=\"157\">Brain Academy<\/strong><\/a>\u00a0siap menemani proses belajarmu dengan materi lengkap, pembelajaran interaktif, dan guru yang berpengalaman. Yuk, belajar lebih terarah dan raih hasil terbaik bersama Brain Academy!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send?phone=+6281574410000&amp;text=Mau%20informasi%20promo%20dan%20paket%20belajar%20Brain%20Academy%20Online\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/99d05ce6-73fd-4a63-b0ff-dc43d2dafbb5.png\" alt=\"brain academy online\" width=\"820\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Latihan contoh soal Sosiologi kelas 11 SMA Kurikulum Merdeka lengkap dengan kunci jawaban. Cocok untuk persiapan ulangan dan Asesmen Sumatif. &#8212; 1. Rara, Nida, dan Sasi membentuk kelompok belajar karena sama-sama menyukai mata pelaran Sosiologi. Mereka sering berinteraksi dan berkomunikasi untuk membahas materi, serta memiliki aturan tertentu dalam diskusi. Berdasarkan ciri-ciri kelompok sosial, aspek apa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":7152,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1791185353:64"],"_edit_last":["64"],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/74dd3f35-4a35-4a09-b5be-d974a7ec2783.png"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["soal sosiologi kelas 11"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Latihan contoh soal Sosiologi kelas 11 SMA Kurikulum Merdeka lengkap dengan kunci jawaban. Cocok untuk persiapan ulangan dan Asesmen Sumatif."],"_yoast_wpseo_linkdex":["84"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["11"]},"categories":[1],"tags":[10],"class_list":["post-7152","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-latihan-soal"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>15 Soal Sosiologi Kelas 11, Pembahasan &amp; Kunci Jawaban<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Latihan contoh soal Sosiologi kelas 11 SMA Kurikulum Merdeka lengkap dengan kunci jawaban. Cocok untuk persiapan ulangan dan Asesmen Sumatif.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-11\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"15 Soal Sosiologi Kelas 11, Pembahasan &amp; Kunci Jawaban\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Latihan contoh soal Sosiologi kelas 11 SMA Kurikulum Merdeka lengkap dengan kunci jawaban. Cocok untuk persiapan ulangan dan Asesmen Sumatif.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-11\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-05T06:00:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-05T07:29:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/74dd3f35-4a35-4a09-b5be-d974a7ec2783.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Brain Academy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Brain Academy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-11\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-11\",\"name\":\"15 Soal Sosiologi Kelas 11, Pembahasan & Kunci Jawaban\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-11#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-11#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/74dd3f35-4a35-4a09-b5be-d974a7ec2783.png\",\"datePublished\":\"2026-10-05T06:00:39+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-05T07:29:12+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/760d14546aed2f0c98ab76bcf6a0f71e\"},\"description\":\"Latihan contoh soal Sosiologi kelas 11 SMA Kurikulum Merdeka lengkap dengan kunci jawaban. Cocok untuk persiapan ulangan dan Asesmen Sumatif.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-11#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-11\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-11#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/74dd3f35-4a35-4a09-b5be-d974a7ec2783.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/74dd3f35-4a35-4a09-b5be-d974a7ec2783.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-11#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"15 Soal Sosiologi Kelas 11, Pembahasan &#038; Kunci Jawaban\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/760d14546aed2f0c98ab76bcf6a0f71e\",\"name\":\"Brain Academy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Brain Academy\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/brain-academy\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"15 Soal Sosiologi Kelas 11, Pembahasan & Kunci Jawaban","description":"Latihan contoh soal Sosiologi kelas 11 SMA Kurikulum Merdeka lengkap dengan kunci jawaban. Cocok untuk persiapan ulangan dan Asesmen Sumatif.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-11","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"15 Soal Sosiologi Kelas 11, Pembahasan & Kunci Jawaban","og_description":"Latihan contoh soal Sosiologi kelas 11 SMA Kurikulum Merdeka lengkap dengan kunci jawaban. Cocok untuk persiapan ulangan dan Asesmen Sumatif.","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-11","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-10-05T06:00:39+00:00","article_modified_time":"2026-10-05T07:29:12+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/74dd3f35-4a35-4a09-b5be-d974a7ec2783.png","type":"","width":"","height":""}],"author":"Brain Academy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Brain Academy","Est. reading time":"11 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-11","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-11","name":"15 Soal Sosiologi Kelas 11, Pembahasan & Kunci Jawaban","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-11#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-11#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/74dd3f35-4a35-4a09-b5be-d974a7ec2783.png","datePublished":"2026-10-05T06:00:39+00:00","dateModified":"2026-10-05T07:29:12+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/760d14546aed2f0c98ab76bcf6a0f71e"},"description":"Latihan contoh soal Sosiologi kelas 11 SMA Kurikulum Merdeka lengkap dengan kunci jawaban. Cocok untuk persiapan ulangan dan Asesmen Sumatif.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-11#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-11"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-11#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/74dd3f35-4a35-4a09-b5be-d974a7ec2783.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/74dd3f35-4a35-4a09-b5be-d974a7ec2783.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-sosiologi-kelas-11#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"15 Soal Sosiologi Kelas 11, Pembahasan &#038; Kunci Jawaban"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/760d14546aed2f0c98ab76bcf6a0f71e","name":"Brain Academy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Brain Academy"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/brain-academy"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7152","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7152"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7152\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7154,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7152\/revisions\/7154"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7152"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7152"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7152"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7152"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}