{"id":7100,"date":"2026-09-28T13:00:08","date_gmt":"2026-09-28T06:00:08","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=7100"},"modified":"2026-09-28T15:21:18","modified_gmt":"2026-09-28T08:21:18","slug":"soal-geografi-kelas-12","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-geografi-kelas-12","title":{"rendered":"30+ Soal Geografi Kelas 12, Kunci Jawaban &#038; Pembahasan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/0285c57f-4d02-493e-8089-ea573635fb89.png\" alt=\"soal geografi kelas 12\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Latihan soal Geografi kelas 12 lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan. Yuk, uji pemahamanmu tentang wilayah dan pembangunan!<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<div style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>1. Perhatikan ciri-ciri wilayah berikut ini!<\/b><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terbentuk karena adanya fungsi dari suatu wilayah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak mengalami perubahan dalam waktu yang lama<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap wilayah memiliki fungsi yang berbeda-beda<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketampakan bersifat seragam<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-konsep-wilayah-pewilayahan-dan-tata-ruang\">Ciri-ciri wilayah<\/a><\/strong> formal ditunjukkan oleh nomor \u2026.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">1 dan 2<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">1 dan 3<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">2 dan 3<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">2 dan 4<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">3 dan 4<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: D<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wilayah formal adalah wilayah yang memiliki karakteristik atau ketampakan yang relatif seragam. Selain itu, wilayah formal cenderung memiliki kondisi yang relatif tetap dalam periode tertentu. Jadi, ciri wilayah formal ditunjukkan oleh pernyataan <strong>2 dan 4<\/strong>. Sementara itu, wilayah yang terbentuk karena fungsi dan memiliki fungsi berbeda-beda merupakan ciri wilayah fungsional.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-geografi-kelas-11\">Soal Geografi Kelas 11 beserta Kunci Jawaban &amp; Pembahasan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">2. Berikut ini adalah wilayah yang termasuk dalam kategori wilayah nodal adalah \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">wilayah pertanian di pedesaan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">wilayah Mebidangro<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Daerah Pegunungan Dieng<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">zona dataran rendah Jakarta<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Kepulauan Wallacea<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: B<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wilayah nodal atau fungsional terbentuk karena adanya hubungan dan interaksi antara suatu pusat dengan wilayah di sekitarnya. <strong>Mebidangro (Medan, Binjai, Deli Serdang, dan Karo)<\/strong> merupakan kawasan yang memiliki keterkaitan fungsional antarwilayah. Sementara itu, wilayah pertanian, Pegunungan Dieng, zona dataran rendah, dan Kepulauan Wallacea lebih menunjukkan karakteristik wilayah berdasarkan kesamaan tertentu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">3. Kota Makassar dan Kabupaten Maros terletak saling bersebelahan satu sama lain. Kedua wilayah ini memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain ketika dilihat dari segi topografi, geologi, dan lain-lain. Akan tetapi, kedua wilayah ini dapat dikatakan sebagai wilayah fungsional. Salah satu faktor yang menyebabkan wilayah ini disebut sebagai wilayah fungsional disebabkan adanya &#8230;.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">pengaruh dari keberadaan jalur ALKI II di Selat Makassar<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">kedua wilayah memiliki fungsi berbeda dan saling berkaitan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">berkembangnya sektor industri manufaktur di wilayah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hinterland<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/i><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">kedua wilayah tersebut memiliki keseragaman fenomena berupa kondisi iklim<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Maros berperan sebagai pusat pertumbuhan dengan mengembangkan kegiatan wisatanya<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: B<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wilayah fungsional terbentuk berdasarkan hubungan atau interaksi antara wilayah yang memiliki fungsi berbeda. Kota Makassar dan Kabupaten Maros memiliki karakteristik serta fungsi wilayah yang berbeda, tetapi keduanya saling berhubungan dalam berbagai aktivitas, seperti ekonomi, transportasi, dan kegiatan penduduk. Karena itu, hubungan fungsional antarkedua wilayah menjadi alasan utamanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">4. Sebuah negara sedang melakukan program pembangunan wilayah terpencil. Salah satu tujuan utama dari program ini adalah \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">memperluas industri di wilayah pusat kota besar<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">menyediakan subsidi langsung kepada perusahaan-perusahaan besar di wilayah terpencil<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">mewujudkan pemerataan pertumbuhan untuk mengurangi kesenjangan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">meningkatkan ketergantungan wilayah terpencil pada bantuan luar negeri<\/span><\/li>\n<li>memusatkan pembangunan infrastruktur di wilayah yang sudah berkembang<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: C<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembangunan wilayah terpencil bertujuan agar pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan atau pusat pertumbuhan. Pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan kegiatan ekonomi di wilayah terpencil dapat meningkatkan kesempatan masyarakat serta mengurangi kesenjangan antarwilayah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>5. Perhatikan pernyataan di bawah ini!<\/b><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berfokus untuk membangun internal wilayah tertentu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pola pengembangan wilayah bersifat integral.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan teknologi canggih masa kini.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peningkatan kapasitas lembaga pemerintahan di pusat kota besar.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prinsip dasar utama dalam pengembangan wilayah ditunjukkan oleh nomor \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">1 dan 2<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">1 dan 3<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">2 dan 3<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">2 dan 4<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">3 dan 4<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: A<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengembangan wilayah dilakukan dengan memperhatikan kondisi internal wilayah serta keterkaitan antarbagian wilayah secara terpadu. Oleh karena itu, prinsip yang sesuai adalah <strong>membangun internal wilayah tertentu<\/strong> dan menerapkan <strong>pola pengembangan yang bersifat integral<\/strong>. Penggunaan teknologi memang dapat mendukung pembangunan, tetapi bukan prinsip dasar utama yang dimaksud dalam soal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">6. Pemerintah Indonesia memutuskan untuk memfokuskan investasi infrastruktur dan pengembangan industri di Jakarta dan Surabaya sebagai kutub pertumbuhan. Berikut ini adalah pernyataan mengenai dampak dari strategi tersebut adalah &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">meningkatkan ketimpangan ekonomi antarwilayah<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">menurunkan jumlah penduduk di kota-kota besar lainnya<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar kutub pertumbuhan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">mengurangi ketergantungan wilayah sekitar pada kutub pertumbuhan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">mengurangi\u00a0 bantuan untuk daerah-daerah yang tidak termasuk dalam fokus kutub pertumbuhan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: C<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konsep kutub pertumbuhan memusatkan investasi dan kegiatan ekonomi pada wilayah tertentu dengan harapan pertumbuhannya memberikan efek ke wilayah sekitar. Namun, pemusatan pembangunan juga dapat meningkatkan <strong>ketimpangan ekonomi antarwilayah<\/strong> apabila daerah lain tidak berkembang dengan kecepatan yang sama. Di sisi lain, pertumbuhan pusat dapat <strong>mempercepat pertumbuhan ekonomi wilayah di sekitarnya<\/strong> melalui hubungan ekonomi dan aktivitas pendukung.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">7. Sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dealer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mobil dan toko perhiasan yang besar akan dibangun di suatu wilayah. Menurut Christaller, faktor yang memengaruhi pembangunan kedua toko tersebut agar mencapai laba maksimal adalah \u2026.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">dealer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mobil dan toko perhiasan membutuhkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">range<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sempit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">dealer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mobil pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">threshold <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tinggi, sedangkan toko perhiasan pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">threshold <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">rendah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">dealer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mobil dan toko perhiasan membutuhkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">threshold <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">rendah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">dealer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mobil dan toko perhiasan membutuhkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">threshold <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tinggi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">dealer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mobil pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">threshold <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">rendah, sedangkan toko perhiasan pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">threshold <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tinggi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: D<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam teori Tempat Sentral Christaller, <em>threshold<\/em> adalah jumlah minimum konsumen yang dibutuhkan agar suatu barang atau jasa dapat bertahan secara ekonomis. Dealer mobil dan toko perhiasan menjual barang yang tidak dibeli setiap hari sehingga membutuhkan jumlah konsumen potensial yang cukup besar. Oleh karena itu, keduanya membutuhkan <strong>threshold tinggi<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u2014<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Anti gagal hadapi ujian dengan daftar\u00a0<strong>bimbel Brain Academy<\/strong>! Jika masih ragu untuk ikut kelasnya, kamu bisa kok cobain\u00a0free trial-nya dulu. Yuk klik\u00a0banner\u00a0di bawah untuk daftar kelas gratisnya!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/packages-list?tag=brainacademy-offline&amp;grade=kelas-utbk&amp;referralCookiesId=6244aa90-2ab2-4007-b986-45a83827cdf6&amp;referralCookiesId=6244aa90-2ab2-4007-b986-45a83827cdf6&amp;referralCookiesId=6244aa90-2ab2-4007-b986-45a83827cdf6&amp;referralCookiesId=6244aa90-2ab2-4007-b986-45a83827cdf6\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/5f32de55-f9cc-4f0c-a474-8c814e74a27f.png\" alt=\"brain academy center\" width=\"820\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u2014<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">8. Penerapan teori Tempat Sentral untuk pendirian pusat pelayanan dapat mendorong pemerataan pembangunan. Namun, penerapan teori ini kurang sesuai untuk pembangunan di Indonesia. Salah satu faktornya adalah karena \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">tingkat pendapatan penduduk di Indonesia masih<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">rendah<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">pemerataan pembangunan telah mampu diwujudkan di Indonesia<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">terdapat banyak pusat pertumbuhan di berbagai daerah di Indonesia<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">luas daratan di Indonesia lebih kecil daripada perairannya<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">kondisi topografi wilayah di Indonesia begitu heterogen<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: E<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teori Tempat Sentral mengasumsikan kondisi wilayah yang relatif seragam sehingga pola pelayanan dapat berkembang secara teratur. Indonesia memiliki kondisi geografis dan topografi yang sangat beragam, termasuk pegunungan, kepulauan, dan wilayah pesisir. Kondisi tersebut membuat penerapan teori Tempat Sentral tidak selalu sesuai dengan kondisi nyata di Indonesia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>9. Perhatikan gambar di bawah ini!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/44eb94d2-d219-4214-aed2-2a77cf3cdc68.png\" width=\"400\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pernyataan yang tepat terkait gambar di atas adalah \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">gambar A menunjukkan lokasi industri dekat dengan bahan baku<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">gambar B menunjukkan lokasi industri dekat dengan pasar<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">gambar C\u00a0 menunjukkan lokasi industri dekat dengan bahan baku<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">gambar A menunjukkan lokasi pasar dekat dengan bahan baku<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">gambar B menunjukkan\u00a0 lokasi industri dekat dengan bahan baku<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: E<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada gambar, <strong>P menunjukkan lokasi industri<\/strong>, <strong>M menunjukkan pasar<\/strong>, sedangkan <strong>R1 dan R2 menunjukkan lokasi bahan baku<\/strong>. Lokasi industri dapat ditentukan berdasarkan kedekatannya dengan pasar maupun sumber bahan baku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada <strong>gambar B<\/strong>, lokasi industri (P) berada relatif lebih dekat dengan <strong>R1 dan R2<\/strong> sebagai sumber bahan baku dibandingkan dengan pasar (M). Penempatan industri yang dekat dengan bahan baku bertujuan untuk <strong>mengurangi biaya transportasi bahan mentah<\/strong>, terutama jika bahan baku memiliki volume besar atau mudah rusak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, pernyataan yang tepat adalah <strong>gambar B menunjukkan lokasi industri dekat dengan bahan baku<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">10. Kepadatan penduduk Jakarta yang tinggi dapat menimbulkan permasalahan pada pelaksanaan perencanaan tata ruang wilayah, seperti penggunaan dan pembangunan pada lahan yang tidak sesuai untuk peruntukannya. Contoh yang tepat dalam kasus tersebut adalah &#8230;.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">banjir rob yang terjadi di pesisir utara Jakarta<\/span><b>\u00a0<\/b><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">meningkatnya angka pengangguran dan kriminalitas<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">kemacetan lalu lintas pada saat jam berangkat dan pulang kerja<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">jalan trotoar digunakan untuk berdagang oleh pedagang kaki lima<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">banyaknya permukiman kumuh yang berada di sempadan Ciliwung<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: E<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tata ruang mengatur pemanfaatan lahan sesuai dengan fungsi dan peruntukannya. Sempadan sungai seharusnya berfungsi sebagai kawasan perlindungan sungai dan tidak digunakan untuk permukiman. Adanya permukiman kumuh di sempadan Ciliwung menunjukkan penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-bahasa-indonesia-kelas-12-sma\">Contoh Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA &amp; Kunci Jawaban<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>11. Perhatikan karakteristik wilayah berikut ini!<\/b><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kehidupannya bergantung pada alam<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hubungan masyarakat bersifat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">gesselschaft<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Norma agama dan hukum adat masih sangat kuat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Struktur perekonomian berfokus pada industri<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu karakteristik wilayah perdesaan ditunjukkan oleh nomor &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">1 dan 2<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">1 dan 3<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">2 dan 3<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">2 dan 4<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">3 dan 4<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: B<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masyarakat perdesaan umumnya memiliki hubungan yang erat dengan lingkungan alam karena sebagian aktivitas ekonominya bergantung pada sumber daya alam. Selain itu, norma agama dan hukum adat masih memiliki pengaruh yang kuat dalam kehidupan masyarakat. Jadi, karakteristik perdesaan ditunjukkan oleh <strong>1 dan 3<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">12. Desa Pasirlaja merupakan sebuah desa yang berada di wilayah pinggiran kota. Desa ini dihuni oleh sekelompok masyarakat yang sudah tidak terlalu terikat dengan adat istiadat karena sudah mulai masuk pengaruh pemikiran modern dari luar desa tersebut. Lapangan pekerjaan sudah mulai heterogen karena banyak dibangun sebuah pabrik baru di sekitar desa tersebut. Pemerintah desa tersebut sudah berkembang, baik dalam fungsi maupun tugasnya. Berdasarkan tahap perkembangannya, Desa Pasirlaja tergolong kedalam desa &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">swakarya<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">swakarsa<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">swadaya<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">swalayan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">swasembada<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: A<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Desa <strong>swakarya<\/strong> merupakan desa yang sedang mengalami perkembangan dan mulai mengalami perubahan dari pola kehidupan tradisional menuju kehidupan yang lebih maju. Pada Desa Pasirlaja, pengaruh modern mulai masuk, lapangan pekerjaan semakin beragam karena adanya pabrik, serta pemerintahan desa mulai berkembang. Ciri-ciri tersebut sesuai dengan tahap desa swakarya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">13. Desa Ruang Harmonis memiliki hasil pertanian dan perkebunan yang sangat melimpah. Akan tetapi, desa ini menikmati hasil tersebut hanya untuk penduduknya saja dan tidak menjualnya pada desa atau kota di sekitarnya. Desa ini juga sangat jarang berinteraksi dengan wilayah lain. Padahal, desa ini sudah memiliki akses jalan kecil yang menghubungkannya dengan wilayah lain. Salah satu alasan yang bisa menyebabkan terjadinya peristiwa tersebut adalah &#8230;.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">jumlah penduduk desanya terlalu sedikit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">pola pikir masyarakat yang masih tertutup<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">desa tersebut tidak membutuhkan barang dari desa lain<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">desa ini terletak pada wilayah dataran rendah yang subur<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">desa ini bermaksud mewujudkan diri sebagai tujuan agrowisata<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: B<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Desa Ruang Harmonis memiliki hasil pertanian dan perkebunan yang melimpah, tetapi tidak memanfaatkannya untuk berinteraksi secara ekonomi dengan wilayah lain. Kondisi tersebut dapat terjadi karena masyarakat masih memiliki <strong>pola pikir tertutup<\/strong>, sehingga potensi desa belum dikembangkan untuk membangun hubungan dengan wilayah di sekitarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>14. Perhatikan hal-hal berikut!<\/b><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jaringan transportasi lebih kompleks<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hubungan kekerabatan relatif rendah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Latar belakang masyarakat heterogen<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sarana perekonomian tersedia lengkap<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan hal-hal tersebut, ciri sosial kota ditunjukkan oleh nomor &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">1 dan 2<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">1 dan 3<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">1 dan 4<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">2 dan 3<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">3 dan 4<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: D<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kota memiliki masyarakat yang lebih heterogen sehingga latar belakang penduduknya beragam. Hubungan kekerabatan juga cenderung lebih rendah dibandingkan masyarakat desa karena kehidupan perkotaan lebih individual dan mobilitas penduduknya tinggi. Oleh karena itu, ciri sosial kota ditunjukkan oleh <strong>2 dan 3<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">15. Tahap perkembangan kota yang merupakan awal pembentukan benih sebuah kota dan dicirikan dengan adanya perkampungan, serta kegiatan masyarakat yang masih terfokus pada sektor pertanian, pertambangan, perkebunan, dan perikanan merupakan tahap &#8230;.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">polis<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">eopolis<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">metropolis<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">megapolis<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">tiranopolis<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: B<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Eopolis<\/strong> merupakan tahap awal perkembangan kota yang ditandai dengan mulai terbentuknya permukiman dan kehidupan masyarakat yang masih sangat bergantung pada sektor agraris, seperti pertanian, perkebunan, peternakan, atau perikanan. Karena itu, tahap yang sesuai dengan deskripsi soal adalah eopolis.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>16. Perhatikan gambar berikut!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b> <img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/6542f23c-488b-430b-a40e-a23309dc80bd.png\" width=\"300\" \/><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kota Chicago memiliki bentuk keruangan seperti pada gambar. Johnny sudah lama tidak berkunjung ke Chicago, ia hendak membeli baju di pusat perbelanjaan. Ia sebaiknya pergi ke wilayah kota yang ditunjukkan oleh nomor &#8230;.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">1<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">3<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">4<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">5<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: A<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gambar menunjukkan model <strong>zona konsentris<\/strong> yang dikembangkan oleh <strong>Ernest W. Burgess<\/strong> untuk menggambarkan struktur keruangan Kota Chicago. Setiap zona memiliki fungsi yang berbeda.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Zona 1<\/strong> \u2192 <em>Central Business District (CBD)<\/em>, menjadi pusat kegiatan perdagangan dan jasa.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Zona 2<\/strong> \u2192 zona peralihan.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Zona 3<\/strong> \u2192 kawasan permukiman kelas pekerja.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Zona 4<\/strong> \u2192 kawasan permukiman kelas menengah.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Zona 5<\/strong> \u2192 zona penglaju atau <em>commuter zone<\/em>.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena Johnny ingin <strong>membeli baju di pusat perbelanjaan<\/strong>, lokasi yang paling sesuai adalah <strong>pusat kegiatan perdagangan dan jasa<\/strong>, yaitu <strong>CBD pada zona 1<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">17. Yogyakarta dikenal sebagai Kota pelajar. Mahasiswa yang menempuh pendidikan di kota ini berasal dari berbagai wilayah. Berbagai bahasa, kepercayaan, dan adat istiadat berkembang di kota Yogyakarta. Pernyataan tersebut menunjukkan karakteristik sosial kota, yaitu &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">hubungan kekerabatannya mulai pudar<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">norma-norma agama menjadi longgar<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">masyarakat bersifat heterogen<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">pandangan hidup lebih rasional<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">mengutamakan pendidikan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: C<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yogyakarta menjadi tujuan pendidikan bagi mahasiswa dari berbagai daerah. Akibatnya, masyarakatnya memiliki latar belakang bahasa, kepercayaan, budaya, dan adat istiadat yang beragam. Keberagaman tersebut menunjukkan bahwa salah satu karakteristik sosial masyarakat kota adalah <strong>bersifat heterogen<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">18. Kota X surplus perangkat elektronik dan minus beras. Kota Y surplus beras dan minus perangkat elektronik. lnteraksi kota X dan kota Y melemah dengan adanya kota Z yang surplus perangkat elektronik dan beras yang lebih murah. Faktor interaksi antarkota tersebut menurut Edward Ullman adalah &#8230;. <\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">saling membutuhkan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">saling intervensi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">kemampuan spasial<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">perbedaan region<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">perpindahan kemampuan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: B<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Edward Ullman, interaksi antarruang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya <strong>intervening opportunity<\/strong> atau kesempatan antara. Dalam kasus ini, Kota Z memiliki perangkat elektronik dan beras dengan harga lebih murah sehingga menjadi alternatif bagi Kota X dan Y. Keberadaan Kota Z menyebabkan interaksi X dan Y melemah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">19. Program wajib belajar 12 tahun merupakan salah satu upaya pemerataan pembangunan di desa dan kota yang bertujuan untuk &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">mengurangi angka urbanisasi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">meningkatkan kualitas penduduk<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">mengurangi angka pengangguran<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">menghilangkan kesenjangan sosial<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">meningkatkan pendapatan penduduk<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: B<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program wajib belajar 12 tahun memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh pendidikan dalam jenjang yang lebih panjang sehingga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kualitas penduduk.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">20. Ketimpangan pembangunan antara desa dan kota dapat menyebabkan timbulnya berbagai masalah lain, seperti meningkatnya laju urbanisasi dan kepadatan penduduk di kota. Salah satu upaya yang tepat dilakukan untuk mengatasi ketimpangan pembangunan tersebut adalah &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">memudahkan aksesibilitas menuju kota<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">memenuhi kebutuhan sekunder penduduk<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">mengembangkan sektor pariwisata di kota<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">meningkatkan pembangunan infrastruktur kota<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">pemerataan kesempatan kerja di desa dan kota<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: E<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu penyebab urbanisasi adalah adanya perbedaan kesempatan ekonomi antara desa dan kota. Jika kesempatan kerja hanya terkonsentrasi di kota, penduduk desa terdorong untuk berpindah. Karena itu, <strong>pemerataan kesempatan kerja di desa dan kota<\/strong> dapat membantu mengurangi kesenjangan pembangunan dan tekanan urbanisasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">21. Pernyataan di bawah ini <\/span><b>bukan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> prinsip pembangunan wilayah yaitu \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">mencari sumber energi alternatif yang ramah lingkungan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">proses pembangunan dilakukan secara terus menerus.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">menjaga kualitas SDA setelah melakukan eksploitasi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">perencanaan pembangunan yang baik dan matang.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">menghilangkan keterhubungan antargenerasi.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: E<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembangunan wilayah harus mempertimbangkan keberlanjutan agar sumber daya tetap dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang. Karena itu, pembangunan perlu menjaga kualitas sumber daya alam, dilakukan secara berkelanjutan, dan direncanakan dengan baik. <strong>Menghilangkan keterhubungan antargenerasi<\/strong> justru bertentangan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>22. Perhatikan pernyataan di bawah ini!<\/b><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembangunan tempat peribadatan yang memadai agar penduduk dapat beribadah dengan nyaman.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merencanakan pembangunan jaringan jalan yang efektif melalui analisis jaringan dalam SIG.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penambahan infrastruktur jalan bebas hambatan (tol) yang menghubungkan antarkota.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembangunan perumahan elite di Summarecon Bekasi yang mengutamakan prinsip berwawasan lingkungan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peningkatan kapasitas SDM melalui berbagai diklat, kompetensi, pembinaan, dan lain-lain<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan pernyataan di atas yang termasuk pembangunan fisik ditunjukkan pada nomor \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">1), 2), dan 3)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">1), 2), dan 4)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">1), 3), dan 4)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">2), 3), dan 4)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">3), 4), dan 5)<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: C<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembangunan fisik berkaitan dengan pembangunan yang menghasilkan atau meningkatkan sarana dan prasarana berwujud. Pembangunan tempat ibadah, jalan tol, dan perumahan merupakan contoh pembangunan fisik. Sementara itu, peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan dan pembinaan termasuk pembangunan nonfisik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>23. Perhatikan tabel di bawah ini.<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/1d2aea1f-6354-4899-83ff-ab9dc1e5f085.png\" width=\"400\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan tabel di atas, pasangan yang tepat antara paradigma dengan ciri-cirinya ditunjukkan pada pilihan \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">A (1, 2) dan B (3, 4)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">A (1, 3) dan B (2, 4)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">A (2, 4) dan B (1, 3)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">A (2, 3) dan B (1, 4)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">A (3, 4) dan B (1, 2)<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: D<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"73\" data-end=\"467\"><strong data-start=\"73\" data-end=\"95\">Paradigma top-down<\/strong> merupakan pendekatan pembangunan atau perencanaan yang prosesnya lebih banyak berasal dari pemerintah atau lembaga yang memiliki kewenangan. Dalam pendekatan ini, pemerintah biasanya menentukan arah kebijakan dan menggunakan teknologi atau metode yang telah teruji untuk mencapai tujuan pembangunan. Oleh karena itu, ciri yang sesuai dengan paradigma <strong data-start=\"447\" data-end=\"459\">top-down<\/strong> adalah:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\" data-start=\"469\" data-end=\"615\">\n<li data-section-id=\"16l7205\" data-start=\"469\" data-end=\"554\"><strong data-start=\"471\" data-end=\"554\">(2) Menggunakan teknologi yang sudah teruji untuk menampung aspirasi masyarakat<\/strong><\/li>\n<li data-section-id=\"qi1cul\" data-start=\"555\" data-end=\"615\"><strong data-start=\"557\" data-end=\"615\">(3) Terdapat forum resmi di bawah institusi pemerintah<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"617\" data-end=\"1033\">Sementara itu, <strong data-start=\"632\" data-end=\"655\">paradigma bottom-up<\/strong> menekankan keterlibatan masyarakat secara langsung dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan. Aspirasi masyarakat menjadi dasar penting dalam menentukan kebutuhan dan arah pembangunan. Partisipasinya cenderung berasal dari masyarakat atau kelompok lokal, sehingga dapat berlangsung secara informal melalui berbagai wadah atau forum masyarakat. Ciri yang sesuai adalah:<\/p>\n<ul data-start=\"1035\" data-end=\"1151\">\n<li style=\"text-align: justify;\" data-section-id=\"11v3wf4\" data-start=\"1035\" data-end=\"1100\"><strong data-start=\"1037\" data-end=\"1100\">(1) Menggunakan LSM sebagai forum pembahasan kajian wilayah<\/strong><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\" data-section-id=\"rbkzo8\" data-start=\"1101\" data-end=\"1151\"><strong data-start=\"1103\" data-end=\"1151\">(4) Partisipasi masyarakat bersifat informal<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">24. Pendekatan pembangunan yang berfokus pada pengembangan kualitas manusia dalam jumlah (kuantitas) yang besar adalah pendekatan \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">regional<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">berkelanjutan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">berpusat pada manusia<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">berwawasan lingkungan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">berwawasan kependudukan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: E<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pendekatan pembangunan berwawasan kependudukan menempatkan kondisi dan kualitas penduduk sebagai salah satu fokus utama pembangunan. Karena soal menekankan pengembangan kualitas manusia dalam jumlah atau kuantitas yang besar, pendekatan yang sesuai adalah <strong>pendekatan berwawasan kependudukan<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">25. Indonesia memiliki ukuran ketimpangan pendapatan yakni 0,384 pada Maret 2022. Ukuran ketimpangan tersebut disebut sebagai rasio gini. Ketika rasio gini berada di bawah angka 0,5 maka pernyataan di bawah ini yang tepat adalah \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">munculnya masalah sosial seperti pencurian dan perampokan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">munculnya masalah kesehatan seperti busung lapar<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">rasio gini di bawah 0,5 artinya ketimpangan pendapatan merata sempurna<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">rasio gini di bawah 0,5 artinya ketimpangan pendapatan timpang sempurna<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">rasio gini mendekati 0 artinya ketimpangan pendapatan timpang sempurna<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: C<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rasio Gini digunakan untuk mengukur tingkat ketimpangan distribusi pendapatan. Nilainya berada pada rentang 0 hingga 1. Nilai yang semakin mendekati <strong>0 menunjukkan distribusi pendapatan yang semakin merata<\/strong>, sedangkan nilai yang semakin mendekati 1 menunjukkan ketimpangan yang semakin tinggi. Jadi, rasio Gini 0,384 menunjukkan ketimpangan yang relatif rendah, bukan pemerataan sempurna.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">26. Teknologi komputer dan robot mulai mengikis keberadaan manusia merupakan peristiwa yang menandai dimulainya era \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">revolusi industri 1.0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">revolusi industri 2.0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">revolusi industri 3.0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">masyarakat 1.0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">masyarakat 2.0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: C<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Revolusi Industri 3.0 ditandai dengan berkembangnya teknologi elektronik, komputer, dan otomatisasi. Penggunaan komputer dan robot mulai mengurangi kebutuhan terhadap tenaga manusia dalam sejumlah pekerjaan. Oleh karena itu, peristiwa dalam soal mengarah pada <strong>Revolusi Industri 3.0<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">27. Masyarakat 5.0 memanfaatkan teknologi dan keaktifan semua sektor untuk menyiapkan kecerdasan big data. Di bawah ini yang <\/span><b>bukan <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">upaya penanggulangan bencana yang dilakukan oleh masyarakat 5.0 adalah \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">pengamatan cuaca menggunakan radar<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">pengiriman bantuan menggunakan drone<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">menemukan korban dengan robot bantuan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">smong<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk deteksi dini bencana tsunami<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">menyebarkan informasi terkait kondisi bencana melalui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">smartphone<\/span><\/i><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: D<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masyarakat 5.0 memanfaatkan perkembangan teknologi digital dan teknologi cerdas dalam berbagai aktivitas, termasuk mitigasi bencana. Radar cuaca, drone, robot pencari korban, dan smartphone merupakan contoh pemanfaatan teknologi modern. Sementara itu, <strong>smong<\/strong> merupakan pengetahuan atau kearifan lokal masyarakat Simeulue dalam mengenali tanda-tanda tsunami, bukan teknologi khas yang dikembangkan melalui konsep Society 5.0.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>28. Perhatikan gambar di bawah ini!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/80d63769-721b-4545-8d79-e54930acee58.png\" width=\"400\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gambar di atas merupakan persebaran nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia pada tahun 2021. Pernyataan yang tepat terkait gambar tersebut adalah \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sulawesi Tenggara merupakan salah satu provinsi dengan IPM tertinggi di Pulau Sulawesi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika dibandingkan, maka IPM Sumatera Utara lebih tinggi dari IPM Lampung<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">DKI Jakarta yang disimbolkan dengan warna merah memiliki IPM tertinggi di Pulau Jawa<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pulau Papua yang disimbolkan dengan warna hijau memiliki IPM terendah di Indonesia<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimantan Timur\u00a0 memiliki IPM terendah di Pulau Kalimantan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: B<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"124\" data-end=\"435\">Berdasarkan legenda pada peta, nilai IPM dibedakan menjadi empat kategori, yaitu <strong data-start=\"205\" data-end=\"215\">rendah<\/strong> (IPM &lt; 60), <strong data-start=\"228\" data-end=\"238\">sedang<\/strong> (60 \u2264 IPM &lt; 70), <strong data-start=\"256\" data-end=\"266\">tinggi<\/strong> (70 \u2264 IPM &lt; 80), dan <strong data-start=\"288\" data-end=\"305\">sangat tinggi<\/strong> (IPM \u2265 80). Warna <strong data-start=\"324\" data-end=\"342\">hijau kebiruan<\/strong> menunjukkan kategori IPM tinggi, sedangkan warna <strong data-start=\"392\" data-end=\"402\">kuning<\/strong> menunjukkan kategori IPM sedang.<\/p>\n<p dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"437\" data-end=\"779\">Pada peta, <strong data-start=\"448\" data-end=\"466\">Sumatera Utara<\/strong> ditunjukkan dengan warna hijau kebiruan yang berarti memiliki IPM dalam kategori <strong data-start=\"548\" data-end=\"558\">tinggi<\/strong>. Sementara itu, <strong data-start=\"575\" data-end=\"586\">Lampung<\/strong> ditunjukkan dengan warna kuning yang berarti termasuk kategori <strong data-start=\"650\" data-end=\"660\">sedang<\/strong>. Dengan demikian, <strong data-start=\"679\" data-end=\"739\">IPM Sumatera Utara lebih tinggi dibandingkan IPM Lampung<\/strong>, sehingga pernyataan nomor <strong data-start=\"767\" data-end=\"778\">2 benar<\/strong>.<\/p>\n<p dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"781\" data-end=\"1366\">Sementara itu, pernyataan lainnya kurang tepat. <strong data-start=\"829\" data-end=\"850\">Sulawesi Tenggara<\/strong> tidak termasuk provinsi dengan IPM tertinggi di Sulawesi karena berada pada kategori sedang. <strong data-start=\"944\" data-end=\"959\">DKI Jakarta<\/strong> memang memiliki IPM sangat tinggi, tetapi pada gambar simbol warna merah yang terlihat di Pulau Jawa tidak dapat digunakan untuk menyatakan bahwa DKI Jakarta merupakan provinsi dengan IPM tertinggi di Pulau Jawa. <strong data-start=\"1173\" data-end=\"1182\">Papua<\/strong> pada peta justru berada pada kategori sedang, bukan kategori terendah. Adapun <strong data-start=\"1261\" data-end=\"1281\">Kalimantan Timur<\/strong> termasuk kategori tinggi, sehingga bukan provinsi dengan IPM terendah di Kalimantan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">29. Terjadi peningkatan angka harapan hidup penduduk dalam laporan statistik Indonesia 2022. Tahun 2021 mengalami kenaikan 0,1 angka harapan hidup dari tahun sebelumnya menjadi 73,5 tahun. Faktor utama yang menyebabkan angka harapan hidup meningkat adalah \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">eksplorasi sumber daya tambang yang lebih baik<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">modal sosial bagi masyarakat yang lebih beragam<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">perbaikan akses ke pelayanan kesehatan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">meningkatnya angka pernikahan dini<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">menciptakan pemerintahan yang otoriter<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: C<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Angka harapan hidup berkaitan erat dengan kondisi kesehatan dan kualitas pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat. Peningkatan akses terhadap fasilitas dan pelayanan kesehatan dapat membantu mencegah serta menangani penyakit sehingga meningkatkan peluang masyarakat untuk hidup lebih lama. Oleh karena itu, faktor utama yang sesuai adalah <strong>perbaikan akses ke pelayanan kesehatan<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">30. Perhatikan jenis kebutuhan di bawah ini.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">kualitas pendidikan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">kesehatan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">pangan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">papan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">keamanan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">ketentraman hidup<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesejahteraan dapat dinilai dari kemampuan seorang individu atau kelompok dalam usahanya memenuhi kebutuhan material dan spiritual. Kebutuhan spiritual ditunjukkan pada nomor \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">1), 2), dan 3)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">1), 5), dan 6)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">2), 3), dan 4)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">2), 5), dan 6)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">3), 4), dan 6)<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kunci Jawaban: B<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebutuhan spiritual berkaitan dengan aspek nonmaterial yang mendukung kualitas kehidupan batin dan sosial seseorang. Dari daftar tersebut, <strong>kualitas pendidikan, keamanan, dan ketenteraman hidup<\/strong> termasuk kebutuhan yang mendukung kesejahteraan manusia secara nonmaterial. Sementara itu, pangan dan papan merupakan kebutuhan material.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mau lebih siap menghadapi ujian Geografi Kelas 12? Jangan hanya mengandalkan latihan soal, tapi pastikan kamu juga memahami setiap materi yang dipelajari. <strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a><\/strong> siap menemani proses belajarmu dengan materi lengkap, pembelajaran interaktif, dan guru berpengalaman. Yuk, belajar lebih terarah dan raih hasil terbaik bersama Brain Academy!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send?phone=+6281574410000&amp;text=Mau%20informasi%20promo%20dan%20paket%20belajar%20Brain%20Academy%20Online\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/99d05ce6-73fd-4a63-b0ff-dc43d2dafbb5.png\" alt=\"brain academy online\" width=\"820\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Latihan soal Geografi kelas 12 lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan. Yuk, uji pemahamanmu tentang wilayah dan pembangunan! &#8212; 1. Perhatikan ciri-ciri wilayah berikut ini! Terbentuk karena adanya fungsi dari suatu wilayah Tidak mengalami perubahan dalam waktu yang lama Setiap wilayah memiliki fungsi yang berbeda-beda Ketampakan bersifat seragam Ciri-ciri wilayah formal ditunjukkan oleh nomor \u2026.\u00a0 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":64,"featured_media":7100,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1790583574:64"],"_edit_last":["64"],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/0285c57f-4d02-493e-8089-ea573635fb89.png"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["17"]},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-7100","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>30+ Soal Geografi Kelas 12, Kunci Jawaban &amp; Pembahasan<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-geografi-kelas-12\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"30+ Soal Geografi Kelas 12, Kunci Jawaban &amp; Pembahasan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Latihan soal Geografi kelas 12 lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan. Yuk, uji pemahamanmu tentang wilayah dan pembangunan! &#8212; 1. Perhatikan ciri-ciri wilayah berikut ini! Terbentuk karena adanya fungsi dari suatu wilayah Tidak mengalami perubahan dalam waktu yang lama Setiap wilayah memiliki fungsi yang berbeda-beda Ketampakan bersifat seragam Ciri-ciri wilayah formal ditunjukkan oleh nomor \u2026.\u00a0 [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-geografi-kelas-12\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-28T06:00:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-28T08:21:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/0285c57f-4d02-493e-8089-ea573635fb89.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Shabrina Alfari\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Shabrina Alfari\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"17 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-geografi-kelas-12\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-geografi-kelas-12\",\"name\":\"30+ Soal Geografi Kelas 12, Kunci Jawaban & Pembahasan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-geografi-kelas-12#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-geografi-kelas-12#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/0285c57f-4d02-493e-8089-ea573635fb89.png\",\"datePublished\":\"2026-09-28T06:00:08+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-28T08:21:18+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/8a1c6fd48bc72de8ca88662bf233400c\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-geografi-kelas-12#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-geografi-kelas-12\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-geografi-kelas-12#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/0285c57f-4d02-493e-8089-ea573635fb89.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/0285c57f-4d02-493e-8089-ea573635fb89.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-geografi-kelas-12#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"30+ Soal Geografi Kelas 12, Kunci Jawaban &#038; Pembahasan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/8a1c6fd48bc72de8ca88662bf233400c\",\"name\":\"Shabrina Alfari\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Shabrina Alfari\"},\"description\":\"Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Hope my writing finds you well and help you learn a thing or two! :D\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/shabrina-alfari\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"30+ Soal Geografi Kelas 12, Kunci Jawaban & Pembahasan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-geografi-kelas-12","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"30+ Soal Geografi Kelas 12, Kunci Jawaban & Pembahasan","og_description":"Latihan soal Geografi kelas 12 lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan. Yuk, uji pemahamanmu tentang wilayah dan pembangunan! &#8212; 1. Perhatikan ciri-ciri wilayah berikut ini! Terbentuk karena adanya fungsi dari suatu wilayah Tidak mengalami perubahan dalam waktu yang lama Setiap wilayah memiliki fungsi yang berbeda-beda Ketampakan bersifat seragam Ciri-ciri wilayah formal ditunjukkan oleh nomor \u2026.\u00a0 [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-geografi-kelas-12","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-09-28T06:00:08+00:00","article_modified_time":"2026-09-28T08:21:18+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/0285c57f-4d02-493e-8089-ea573635fb89.png","type":"","width":"","height":""}],"author":"Shabrina Alfari","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Shabrina Alfari","Est. reading time":"17 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-geografi-kelas-12","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-geografi-kelas-12","name":"30+ Soal Geografi Kelas 12, Kunci Jawaban & Pembahasan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-geografi-kelas-12#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-geografi-kelas-12#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/0285c57f-4d02-493e-8089-ea573635fb89.png","datePublished":"2026-09-28T06:00:08+00:00","dateModified":"2026-09-28T08:21:18+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/8a1c6fd48bc72de8ca88662bf233400c"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-geografi-kelas-12#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-geografi-kelas-12"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-geografi-kelas-12#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/0285c57f-4d02-493e-8089-ea573635fb89.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/0285c57f-4d02-493e-8089-ea573635fb89.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-geografi-kelas-12#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"30+ Soal Geografi Kelas 12, Kunci Jawaban &#038; Pembahasan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/8a1c6fd48bc72de8ca88662bf233400c","name":"Shabrina Alfari","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Shabrina Alfari"},"description":"Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Hope my writing finds you well and help you learn a thing or two! :D","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/shabrina-alfari"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7100","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/64"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7100"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7100\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7109,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7100\/revisions\/7109"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7100"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7100"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7100"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7100"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}